Looking For A Destination

Looking For A Destination
menggoda



semenjak kejadian itu Rendy melakukan pengamanan yang sangat ketat dirumah ia takut hara kembali melakukan sesuatu yang dapat membuatnya dalam bahaya .


kini ia harus melakukan sesuatu karena mungkin sekarang Sira antara sudah tau jika hara masih hidup dan mungkin akan kembali mencoba untuk membunuh hara.


ia dan Ken sedang merencanakan sesuatu agar kehidupan hara tidak selalu dihantui rasa takut .


dan benar saja apa yang Rendy katakan sekarang Sira sudah tau jika hara masih hidup ia begitu geram , marah dan kesal pada dirinya sendiri ia mengacaukan semua isi kantornya itu dan tidak ada siapapun yang boleh masuk saat ia sedang marah .


Maria yang melihatnya pun ingin sekali rasanya membunuh hara sekarang juga ia ingin mendapat kan rasa kepercayaan lebih untuknya dari Sira ia pun kemudian menelpon semua anggotanya untuk mencari hara .


" cepat , bawa hara kemari sekarang juga dan jika perlu kau bawa dalam keadaan mati " perintah Maria dengan tegas .


lalu semua anak buahnya bergegas menaiki beberapa mobil dan mencari keberadaan hara .


" aku akan membuatmu senang nyonya " ujarnya ia pun tersenyum licik .


dan didalam ruangan itu tampak Sira sudah berhenti memecahkan semua barang yang ada di dalam itu kemudian Maria melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu tampak ruangan itu seperti kapal pecah , pecahan kaca berserakan dimana-mana .


" nyonya , sebaiknya ada tenang tidak baik untuk kesehatan anda " ujar Maria lalu mendekat kearah Sira .


" baik ? dari dulu hingga sekarang aku tidak pernah baik-baik saja . anak itu selalu hadir dalam kehidupan ku " teriak Sira .


" aku akan menyelesaikan semuanya untuk nyonya tenang saja " ujar Maria ia berusaha menarik perhatian Sira .


" oh , jadi selama ini kalian berdua seperti iblis dan manusia yang satu menghasut dan yang lainnya menuruti perintah kotornya " kata Wijaya yang tiba-tiba datang sendiri ke ruangan yang sudah penuh akan pecahan kaca .


Maria terkejut melihat Wijaya ada dibelakangnya kemudian ia menundukkan kepalanya lalu pergi keluar .


" jangan pernah berani menyakiti anakku lagi , jika itu terjadi aku tidak akan mendengarkan semua ucapanmu " ancam Wijaya .


Sira hanya menatap Wijaya dengan tajam .


" dan anak buah mu itu cepat tarik kembali jika tidak sekarang juga aku akan membuat pernyataan tentang siapa hara sebenarnya " ancam Wijaya lagi .


" berani kau melakukannya dia akan mati sekarang juga ." kata Sira dengan geram.


kemudian ia menelpon anak buahnya


" cepat kembali " ujarnya .


" apa ? ah baiklah nyonya " ujar salah satu anggotanya itu .


" ayo , putar balik " ujarnya pada semua anggotanya .


" biarkan anakku hidup layaknya seorang gadis biasa , dia tidak tau apapun tentang apa yang terjadi pada kita aku mohon padamu jangan sentuh anakku " Wijaya memohon pada Sira ia bertekuk lutut padanya sebagai ganti jika ia tidak mengakui anaknya pagi tadi ia merasa sangat bersalah .


" kau bertekuk lutut padaku hanya untuk hara ? " tanya Sira ia tak percaya Wijaya akan melakukan itu tanpa ia suruh .


" ya , aku akan melakukan apapun semaumu asalkan jangan pernah menyakiti anakku , biarkan dia hidup " pinta Wijaya .


" kau begitu sangat mencintai anakmu ya ? tapi apa ada ayah yang tidak mengakui anaknya sendiri hahhaha sebenarnya cinta macam apa yang kau tunjukkan untuk anakmu itu ? " jelas Sira


lalu Wijaya berdiri dan menatap Sira


" semua sudah berjalan seperti ini kau juga seorang ibu kan ? seandainya anakmu masih hidup kau tidak akan seperti ini " kata Wijaya.


" benarkah ? lalu kenapa tuhan mengambil anakku ha ? " teriak Sira ia marah saat Wijaya menyebut anaknya.


" karena dia tau ibu macam apa dirimu " ujar Wijaya dengan tegas .


malam harinya di kediaman hara ia bingung kenapa banyak sekali penjaga dirumahnya ia menatap jendela kamarnya lalu ia lihat mobil Ken dan Rendy sudah datang kemudian ia turun kebawah dan menemui mereka berdua .


" apa kalian baik-baik saja ? " tanya hara pada Ken Rendy .


" seperti yang kau lihat " jawab Rendy ia pun memeluk adiknya .


hara bingung kenapa kakaknya tiba-tiba memeluknya .


" kenapa kakak jadi seperti ini " tanyanya .


" kau percaya pada kakakmu kan ? " tanya Rendy ia tetap memeluk adiknya.


" kenapa tidak ? " jawab hara .


kemudian Rendy memeluk adiknya dengan erat .


" kakak , aku sudah bernafas " ujar hara .


Ken masih berdiri melihat adik dan kakak saling berpelukan .


" ah maafkan kakak " ujar nya lalu melepaskan pelukannya pada hara .


" makanan sudah siap , sebaiknya kalian makan dulu " ujar bibi yang datang dari arah dapur .


" baiklah , ayo " ajak Rendy .


setelah selesai makan malam semua orang kembali masuk kedalam kamar masing-masing bersiap untuk tidur tapi hara ia sepertinya ingin mencari angin segar terlebih dahulu kemudian ia pergi ke taman bunga di belakang rumah ia duduk di kursi itu sendiri menatap langit malam yang dipenuhi bintang yang bersinar terang jauh dilangit ia menatap semua bintang dengan senyuman.


" apa yang kau lakukan ? " tanya Ken yang sudah duduk disamping hara ia tidak sadar jika Ken mengikutinya dari tadi .


lalu ia menatap wajah Ken dan tersenyum manis padanya .


" tidak , hanya mencari angin segar saja " jawab hara lalu kembali menatap langit .


ken tersenyum melihat hara ia bisa melihat wajah gadis yang ia cintai dari dekat .


" kenapa kau melihatku seperti itu ? " hara tau sedari tadi Ken terus melihatnya walau matanya terus menatap ke atas .


" bahagia? " kata hara .


" kata itu tidak cocok untukku aku hanya seseorang yang ingin mencari suatu kebenaran tentang hidupku , dan juga keadilan untuk ibuku " jelas hara pada Ken .


" kau pantas untuk bahagia , aku yakin suatu saat nanti hanya ada kebahagiaan untuk mu " ujar Ken .


" benarkah ? apa kau pernah sangat bahagia hingga kau lupa rasanya untuk bersedih ? " tanya hara pada Ken .


" entahlah , aku juga tidak yakin tapi aku bisa melihat suatu saat nanti semua apa yang kau inginkan pasti akan berhasil " jawab ken .


" Ken " ujar hara ia menatap wajah Ken kemudian ia genggam tangan Ken , ia pun membalas tatapan hara .


" kau akan tetap bersamaku kan ? " tanya hara .


" jangan pernah pergi dariku " sambung hara lagi.


kemudian Ken memeluk hara dengan hangat ia usap rambut hara , hara pun membalas pelukan Ken .


" aku tidak akan meninggalkan mu " ujar Ken dengan lembut .


" berjanjilah padaku , apapun yang kau lakukan jangan pernah melakukannya sendiri . aku akan membantumu " sambung Ken ia masih terus memeluk hara .


" aku berjanji " Jawab hara .


keesokan harinya


matahari sudah menjulang tinggi diatas langit sepertinya tidur hara sangat nyenyak semalam hingga sampai sekarang ia masih belum juga bangun .


sedangkan ken ia sudah lengkap memakai semua pakaiannya dengan jas yang sudah rapi terpakai ditubuhnya ia menatap cermin lalu tersenyum mengingat kejadian semalam dimana ia memeluk hara .


ia terus tersenyum mengingat semuanya kemudian bibi tiba-tiba masuk dan terkejut melihat Ken terus tersenyum di depan cermin tanpa menghiraukan kedatangannya .


" ohoho sepertinya ada yang sedang kasmaran " goda bibi pada Ken .


Ken pun sadar dari lamunannya kemudian beralih menatap bibi .


" apa yang bibi lakukan disini ? " tanya Ken .


" hey , aku dari tadi disini terus melihatmu tersenyum di depan cermin apa kau sudah mendapatkan hatinya Nona muda ? " goda bibi lagi ia tersenyum jahil pada Ken .


" aish bibi ,cepatlah keluar aku akan buka baju sekarang ? " teriak Ken .


" buka baju ? cepatlah buka aku ingin melihat tubuhmu yang bagus itu " jeny tiba-tiba


datang dari luar bersama Sam.


" hey gadis mesum , kenapa kau disini ? " tanya bibi.


" bibi sendiri kenapa ada disini ? " tanya balik Jeny .


" astaga, kalian sudah tua tapi selalu saja bertengkar " Sam menepuk jidatnya dan wajahnya sangat lucu saat melihat bibi Dan Jeny berdebat.


" ah sudahlah , sebaiknya kalian keluar dan siapkan keperluan hara " ujar Ken .


" nona saja tidak pernah meminta untuk disiapkan , hey ayolah jangan terlalu posesif padanya ehhhe " Jeny pun berubah menggoda Ken .


" Sam semalam saat kita makan eskrim apa kau lihat sesuatu di taman bunga ? " tanya jeny .


Ken hanya diam ia tak terpengaruh pada ucapan Jeny .


" apa kau melihat sesuatu ? " tanya bibi .


" tentu saja kami melihat sesuatu " jawab Sam dengan cepat .


" apa? " tanya bibi yang penasaran .


" satu kata 50 ribu rupiah bagaimana ? ujar Jeny .


" lebih baik aku mendengar semua dari bunga itu " jawab bibi .


" Sam " hara tiba-tiba muncul Dan masuk kedalam kamar Ken .


ia bingung kenapa ada banyak orang didalam kamarnya .


" apa ada sesuatu ? " tanya hara .


" tidak , mereka hanya bertanya bagaimana keadaanmu " ujar Ken


" kenapa tidak langsung bertanya padaku saja ? " tanya hara lagi .


" ah nona begini , nona sangat nyenyak hingga aku tidak bisa membangunkan mu nona jadi aku bertanya pada Ken " jelas Jeny .


" ah baiklah , Sam ada yang ingin aku bicarakan padamu " jelas hara


" baik kak " jawab Sam lalu mendekati hara kemudian hara mengandeng tangan Sam dan keluar dari kamar Ken .


" apa kalian akan tetap disini ? " sindir Ken .


" ohoho baiklah kami akan keluar dan tidak akan menggangu orang yang sedang bercermin " sindir bibi


bibi dan Jeny pun tersenyum melihatnya kemudian meninggal kamar Ken.


tiba-tiba Ken mendapat SMS dari Rendy dan ia buka SMS itu .


" siapkan hara sekarang , aku akan pulang sebentar lagi " tulis Rendy .