Looking For A Destination

Looking For A Destination
berita ricko



" Arya , bagaimana perkembangan proyek hara ? apa yang kau lihat dari segi pandangan mu ? " tanya Rendy pada Arya yang tengah berada di ruang kerja Rendy itu


.


" yang aku lihat sejauh ini semuanya baik-baik saja , itu proyek terbesar setelah beberapa tahun lamanya . hara sudah membuat persiapan yang matang, jika proyek ini berhasil tentu banyak sekali perusahaan yang ingin menanam saham pada perusahaan Herman'scorp" jelas Arya ia yakin sekali .


" syukurlah , aku tau dia anak yang cerdas " jawab Rendy .


" ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu " ujar Arya .


" apa ? " tanya Rendy .


" ricko akan menikah " jawab Arya .


" apa ? " Rendy terkejut mendengarnya .


" bagaimana bisa dia menikah ? "tanya Rendy yang masih tak percaya mendengarnya.


" tentu dia akan menikah , dia manusia , bahkan hewan saja menikah " ujar Arya .


" aku serius " tegas Rendy .


" aku juga serius " jawab Arya dengan santai .


" bagaimana mungkin dia menikah secepat ini ? " tanya Rendy penasaran .


sejenak Arya diam lalu menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskan dengan kasar .


" sebenarnya dia tidak ingin menikah , tapi orang tuanya memaksanya menikah dengan seorang wanita anak dari teman ibunya " jelas Arya .


" dia kan bisa menolaknya " tegas Rendy .


" dia terus menolak , tapi ibunya mengancam akan menghabisi nyawanya sendiri " jawab arya .


" aku akan menemui ricko nanti " ujar Rendy.


sementara itu di villa hara sedang bekerja ia terus mengetik di laptop walaupun ia meninggalkan rumah ny namun ia tetap harus bertanggung jawab untuk perusahaan .


berjam-jam lamanya ia sendirian dikamar nya hingga selesai sudah pekerjaan nya ia menutup laptopnya laku menaruhnya di meja .


" aku tidak melihat Ken dari tadi " ujarnya sambil berjalan keluar kamar .


tetapi ia tidak melihat Ken sama sekali ternyata hari sudah malam sudah pukul 8 malam tidak terasa ia sudah ada di depan laptop selama 7 jam .


ia terus mencari-cari Ken kesana kemari hingga ia keluar halaman tapi tidak ketemu juga .


ia pun mencarinya ke halaman belakang ternyata Ken ada disana ia sedang duduk menikmati pemandangan laut didepannya hara terus melihatnya dari jauh .


" ini sangat dingin kenapa dia duduk disana "ujarnya dengan pelan .


lalu ia pergi masuk kedalam.


sedangkan Ken ia terus menatap hamparan laut pantai yang luas itu angin malam membuat rambutnya tak beraturan ia terlihat mempesona dan sangat tampan .


tapi dari belakang hara menutupi tubuh Ken dengan selimut berwarna putih , Ken pun menoleh pada orang yang sudah membawakannya selimut .


" hara " ujarnya dengan senyuman.


harapun tersenyum lalu ikut duduk disamping ken .


" apa yang kau lakukan disini ? bukankah Disni sangat dingin? " tanya hara namun wajahnya terus menatap wajah Ken .


" tidak apa-apa , aku hanya ingin menikmati ini saja , tapi sekarang sudah tidak dingin lagi " Ken memegang selimut itu lalu ia bentangkan selimut itu dan ikut menyelimuti tubuh hara wajah merekapun semakin dekat tak kala Ken menyentuh bahu hara untuk duduk dekat sekali dengannya .


deg...deg...deg jantung hara berjalan sangat cepat .


ia menatap Ken dengan terpesona tanpa mengedip , sedangkan Ken ia juga menatap hara dengan tatapan cinta .


" aku mencintaimu " ujar Ken dengan pelan .


" hmm , aku juga " jawab hara dengan spontan seakan terhipnotis dengan ketampanan Ken .


" aku sangat mencintaimu " ujar hara lagi mata mereka saling beradu lalu Ken mendekatkan wajahnya ke wajah hara lalu ia kecup singkat bibir hara , hara hanya diam ia tersenyum malu lalu menundukkan kepalanya Ken juga tersenyum melihat tingkah hara yang malu-malu.


" kau sangat cantik " ujar Ken dengan pelan .


kemudian hara terdiam menatap Ken dengan dalam entah apa yang ia pikirkan .


" aku tidak tahu , harus bagaimana aku mengungkapkannya , tapi aku benar-benar ingin terus bersamamu " gumam hara pada Ken.


lalu Ken memeluk hara sangat erat , tiba-tiba air matanya menetes .


" aku bahagia , setelah sekian lama aku tidak pernah merasakan ada seseorang yang mencintai ku tapi Sekarang aku memilikimu " lirih Ken .


" kita sama " ujar hara .


" mari kita hidup bersama , saling melindungi dan hidup bahagia selamanya " sambungnya lagi .


merekapun Melepaskan pelukan itu lalu Ken mencium bibir hara .


malam itu , laut dan langit menjadi saksi akan cinta mereka berdua .


keesokan harinya


Rendy sudah mempunyai janji dengan ricko ia harus tau bagaimana mungkin ricko akan menikah seperti itu .


ia sudah menunggu lama ricko di diamond cafe tak lama sosok dokter tampan itupun datang .


" apa kabarmu ? " tanya ricko yang langsung duduk didepan Rendy .


" ricko " ujar Rendy .


" jelaskan padaku bagaimana bisa kau menikah seperti ini " tanya Rendy langsung to the point .


" satu bulan lagi aku akan menikah " ujar ricko .


" aku sudah tau , aku ingin penjelasan darimu , jika kau menikah bukan karena keinginan mu kau tidak harus menikah , kau akan membuat dirimu sakit " kata Rendy .


" apalagi yang harus kulakukan , jika saja aku memiliki seorang wanita maka aku akan membawanya dan menjadikan dia milikku , tapi dia tidak mencintai ku " jelas ricko .


" aku tau apa maksudmu tapi bukan berarti kau harus menerima pernikahan ini " ujar Rendy yang mulai emosi .


" aku tidak tau apa yang kulakukan ini benar atau salah. tapi aku tetap akan menikahinya satu bulan lagi. itu sudah menjadi keputusan ku " tegas ricko .


" baiklah , jika menurut mu itu benar , aku hanya tidak suka melihatmu sedih dan terluka , kau temanku " kata Rendy .


" terima kasih ren " ujar ricko .


disisi lain di rumah Rina bibi sedang memasak di dapur sedangkan Jeny ia sedang menjemput Sam sekolah .


lalu Jefry ia sengaja berpura-pura tidur di ruang tamu menggunakan kacamata .


lalu ada beberapa pengawal didalam yang sedang berjaga ia sangat mencurigai salah satu pengawal yang berusia 28 tahun itu .


pria itu lalu naik keatas diam-diam saat dia akan naik tom menghalanginya .


" kenapa kau naik keatas ? " tanya tom dengan nada tidak suka karena memang yang hanya boleh naik keatas adalah orang tertentu saja .


" eh , maaf tapi aku disuruh nona Jeny untuk mengirimkannya buku sekolah Sam " celah nya .


" benarkah ? " lalu tom melihat jam tangannya .


" ini sudah waktunya pulang , jadi tidak mungkin nona Jeny menyuruhmu " jawab tom .


orang itu itupun memperlihatkan SMS Jeny yang sudah ia retas itu .


" baiklah , aku yang akan mengambilkannya " ujar tom .


" baiklah kalau begitu " jawab pria itu .


lalu tom memberikan buku sam pada pria itu dan dia turun kebawah setelahnya pria itu pergi entah kemana .


Jefry pun melepaskan kacamata hitamnya


" Joy , tom " panggil nya .


" ya , Ketua " ujar mereka bersamaan .


" ayo ikut aku , ada sesuatu yang akan jadi misi kita " ucap Jefry .