Looking For A Destination

Looking For A Destination
gelang nama



sepanjang perjalanan mereka bertiga dalam satu mobil tidak ada yang memulai percakapan sekalipun , hara sedari tadi terus menatap ke arah luar jendela . Ken pun mengerti bagaimana perasaan nya dia benar-benar harus bertindak sesuatu jika tidak maka Sira akan mengetahui kebenaran nya dan mungkin akan melukai hara lagi .


hingga merekapun tiba di rumah mereka gerbang Pun terbuka secara otomatis para pengawal pun menunduk hormat pada mereka bertiga .


tetapi hara ia tak bergeming sama sekali ia hanya terus lurus masuk kedalam tanpa memperdulikan yang lainnya .


Rendy menatapnya heran iapun melirik ken .


" apa ada sesuatu ? " tanya Rendy curiga .


" ada sesuatu yang ingin kukatakan " jawab ken .


merekapun duduk di kursi kamar Rendy , pintu sudah tertutup rapat hingga tak mungkin orang lain mendengar obrolan mereka .


" apa ada sesuatu yang ..."


" Husein masih hidup " potong Ken , sontak Rendy tercengang mendengarnya matanya membulat sempurna .


" dimana dia ? " tanya Rendy masih dengan raut muka syok .


" aku menyembunyikannya sebagai bukti untuk menghancurkan Sira " jelas ken.


iapun mengeluarkan flashdisk dari kantong bajunya.


" apa itu ? " tanya Rendy .


Ken pun mengambil laptop dan menyetelnya .


Rendy mendengarkan dengan seksama ia sangat marah , geram dan ingin sekali rasanya menghajar nya mungkin itulah ekspresi yang ingin ia tunjukkan dan ingin ia lakukan.


" berarti keluargamu ? " ujar Rendy .


" ya , kita mempunyai musuh yang sama sekarang " tegas Ken .


" baiklah , kita harus menemukan sesuatu yang membuat Sira terancam " ujar Rendy , Ken pun mengangukkan kepalanya .


sementara itu hara sedang membuka lemari pakaian mencari sesuatu baju yang nyaman untuk ia pakai ia pun mengambil baju tidur selutut berwarna abu-abu.


setelah berganti pakaian ia duduk di ranjang nya lalu merebahkan tubuhnya disana ia terus memandangi langit-langit kamarnya .


" aku harus bertindak cepat , aku ingin semua yang seharusnya menjadi milikku itu benar-benar menjadi milikku " gumamnya .


ia pun tiba-tiba merasa sangat haus tetapi tidak ada air dikamarnya ia bangun dari tidurnya lalu pergi ke kebawah untuk mengambil air .


rumah itu sudah sangat gelap karena jam sudah menunjukkan pukul 12 ia berjalan menuruni tangga .


dan sesampainya di dapur ia menghidupkan lampu dengan mode redup ia tidak suka terlalu terang ia pun mengambil botol air es di dalam lemari es .


ia pun meminumnya dan saat akan menutup botol itu tapi tiba-tiba ia seperti melihat sesuatu yang mengawasinya dari luar jendela ia pun menjatuhkan tutup botolnya ke bawah .


" apa itu ? aku yakin dia pasti melihatku tadi " gumam hara .


saat ia sadar tutup botolnya jatuh ia pun menunduk untuk mencari tutup botolnya tetapi tidak ada Lalu ia menyusuri ke bawah bawah lemari dapur hingga ia tidak sengaja melihat jauh diujung lemari ada sebuah gelang .


ia mengambil gelang itu dan ia amati gelang itu nampak sudah sangat lama dan Usam .


ia terus memperhatikan gelang itu .


" gelang ini ... " pikirnya sambil terus mengingat-ingat .


flashback on


" ibu...bangun hiks...hiks... hiks " Isak hara kecil sedang memeluk ibunya yang berlumuran darah .


" ahhhhhhh .... siapa kau ? " teriak hara .


orang bertopeng itupun langsung menarik hara ke dalam dekapannya , hara terus berteriak tapi matanya ia lihat orang itu memakai gelang berwarna hitam ditengah-tengah nya ada benda kotak berwarna silver . hara terus menarik tangan orang itu hingga gelang itu terjatuh


flashback off


" gelang ini ..." hara gemetaran saat mengingat nya .


hara pun mencoba meneliti lagi gelang itu ia terus menatap gelang itu , ia pun melihat sebuah huruf di tengah gelang itu terdapat huruf " w & s " .


" w dan s ? " pikir hara.


" wijaya dan Sira " gumamnya lagi.


" benar, ini milik mereka . jika ini milik mereka berarti ... orang bertopeng itu adalah ayah " ujarnya dengan pelan .


ia pun menjatuhkan gelang itu lalu terduduk di lantai .


ia benar-benar dibuat frustasi kakinya ia tekuk sambil memeluknya .


" aku benar-benar tidak percaya jika orang itu ayah " gumamnya lagi .


ia pun tetap terduduk disana matanya menatap kosong tempat itu .


keesokan harinya .


tanpa sepengetahuan siapapun hara keluar dari rumah ia naik taksi untuk pergi ke suatu tempat .


ternyata tempat tujuan hara adalah makam ibunya , ia terduduk disana lalu menaburkan bunga .


setelah nya ia langsung pergi lagi menggunakan taksi yang ia gunakan tadi .


" perusahaan RW GROUP " ujar hara pada sopir taksi itu .


" baik nona" jawab sopir itu .


sesampainya didepan perusahaan hara menatap semua orang disana masih terlalu pagi jika Sira dan Wijaya datang maka ia harus menunggu terlebih dahulu ia pun duduk di taman bersebrangan dengan perusahaan itu .


disisi lain di rumah semua orang khawatir karena hara tidak ada dirumah ia juga tidak membawa handphone nya .


Ken membawa laptop lalu membuka rekaman cctv tadi malam .


hingga rekaman hara terlihat saat sedang didapur .


" ia sangat terkejut saat ia melihat gelang itu , itu artinya hara ada di perusahan Wijaya " ujar Ken .


" ayo kita kesana cepat semuanya " teriak Rendy pada para pengawalnya.


sementara itu hara sudah melihat kedatangan sira dan Wijaya yang sudah turun dari mobil yang langsung disambut oleh para karyawan kantornya .


hara pun berlarian agar bisa cepat sampai dan masuk kesana .


" Sira Antara " teriak hara dari luar gedung .


Sira pun menghentikan jalannya saat akan naik lift dan memutarkan badannya .


hara kembali berlari masuk kedalam dan menghampiri Sira .


PLAKKKK


sebuah tamparan mendarat di wajah Sira , Sira meringis memegangi bekas tamparan hara .