
7 bulan kemudian
Tak terasa hari demi hari sudah indah dan alaric lewati dengan suka duka bersama, dan sekarang indah sudah cuti kuliah karna tanggal HPL yang dokter katakan akan tiba satu Minggu ke depan.
"Sayang apa tidak ada tanda-tanda akan lahiran " ucap dini.
"Tidak ada Bu " ucap indah.
"Kan dokter bilang masih satu Minggu lagi ibu " ucap Sean.
"Tapi kan ada kemungkinan lebih cepat dari perkiraan dokter ayah " ucap dini.
"Begitu ya ibu " ucap Sean.
"Iya kata google, ibu juga browsing di internet " ucap dini.
"Tidak terasa ya sayang padahal baru kemarin rasanya dokter mengatakan jika kau hamil, dan baby minta ini itu eh sekarang baby sudah ingin launching " ucap dini sambil menempelkan telinganya di perut buncit indah.
"Sayang, dia menendang " ucap dini histeris .
Padahal ini bukan untuk pertama kalinya dia di beri respon tendangan oleh baby tapi, dia sangat histeris saat merasakan tendangan si baby.
"Sayang apa sakit " ucap dini.
"Dikit, tapi indah bahagia bearti baby sehat dan bahagia di dalam " ucap indah.
"Baik-baik di sana sayang, kita akan bertemu sedikit lagi " ucap dini sambil mengusap perut buncit indah.
"Siap grandma " ucap indah menyerupai suara bayi.
"Ayah, ayo kita taruhan " ucap dini.
"Taruhan apa lagi ibu " ucap Sean sambil membaca koran nya.
"Ayo kita tebak baby di dalam laki-laki atau perempuan " ucap dini.
"Ayo Siapa takut " ucap Sean.
"Memang nya perlu taruhan ibu ayah " ucap alaric.
"Perlu dong nak " ucap dini.
"Ibu mu memang begitu nak, dulu masalah balap ATM ayah di ambil ibu mu, mobil apa ya lupa, entah ini apa lagi yang ibu mu mau " ucap Sean.
"jika ibu menang, ayah harus jadi asisten ibu selama satu Minggu " ucap dini.
"Siap takut, cuma satu Minggu " ucap Sean.
"Jika ayah yang menang, ibu harus menuruti apa yang ayah mau " ucap Sean tersenyum misterius.
"Perasaan ibu tidak enak " gumam dini.
"Hati-hati ibu, jika ibu kalah bisa-bisa ibu tidak bisa berjalan oleh ayah " bisik indah tersenyum.
"Awas saja , akan ibu tuntut ayah mu " ucap dini.
"Itu nama nya egois ibu, masa jika ayah kalah jadi asisten ibu selama satu Minggu sedangkan jika ayah menang ibu mau menuntut ayah " ucap Sean.
"Ayah kan baik " ucap dini.
Ah,,, jika begini dia bisa luluh apa lagi istrinya memasang wajah cantik , eh tapi istrinya sudah cantik setiap hari kok.
"Ah,, baiklah ayah pasrahkan saja" ucap Sean.
"Ayah memang the best " ucap dini bahagia.
Indah yang sudah terbiasa melihat itu hanya menggeleng kepala , sedangkan alaric hanya masih baru di keluarga Sean dan Dini hanya tersenyum kecil.
"Ayah, ayo tebak baby nya laki-laki atau perempuan " ucap dini.
"Jika ibu apa, biar ayah sisa nya saja " ucap Sean.
"Emmmm,,,, jika ibu laki-laki " ucap dini.
"Jika ibu laki-laki bearti ayah perempuan saja " ucap Sean.
"Kok saja sih yah " protes dini.
"Biar gimana pun ayah benar , tetap ibu ingin memang bukan" ucap Sean.
"Hehehe,,, ayah kenapa jujur sekali " ucap dini.
Di sela-sela Dini dan Sean yang sedang menebak jenis kelamin baby yang di kandung indah, indah merasa perut nya seakan di aduk aduk .
"Kenapa perut ku seperti di aduk aduk " indah membatin
"Astaga kenapa tiba-tiba ingin BAB " gumam indah.
"Sayang are you okey " ucap dini panik, saat melihat peluh bercucuran di kening Putri nya .
"Sayang ,, mana yang sakit " ucap alaric panik.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit " ucap Sean.
"Tidak,, tidak indah hanya ingin ke toilet saja " ucap indah bangun dari duduk nya tiba-tiba.
Bughhhh
Next part selanjutnya KK dan mohon bersabar , dan mohon maaf lahir dan batin jika ke Kalimantan yuk main ada lah kue dikit ๐