
Saat semua orang sudah nyenyak berada di dalam mimpinya, tapi tidak dengan Alaric yang dari tadi hanya bolak balik .
Indah yang merasa pergerakan seseorang, merasa terganggu dan langsung membuka matanya.
"Mas, kenapa tidak tidur " ucap indah.
"Sayang, apa mas mengganggu sayang " ucap alaric.
"Mungkin " ucap indah .
"Mas perlu sesuatu " ucap indah lagi.
"Itu, sayang " alaric seakan ragu mengucapkan keinginan nya .
"Mas katakan saja, mas tidak akan bisa tidur ini pasti bawaan baby bukan " ucap indah.
Ya karna yang di alami suami, ngidam simpatik jadi mulai sekarang dia tidak akan rehan lagi jika tidur nya akan terganggu dengan keinginan suaminya yang semangkin hati semangkin aneh saja.
"Gado-gado " ucap Alaric.
"Mau beli di mana saat pukul 2 pagi mas " ucap indah.
"Ayah " ucap alaric lagi.
"Maksud mas, ayah yang mencari Gado-gado nya " ucap indah.
Alaric menggeleng saat apa yang di ucapkan oleh istrinya kurang tepat.
"Lalu, jangan bilang jika ayah yang buat gado-gado itu " ucap Indah, dan benar saja Alaric langsung cepat mengangguk kepala.
"Bagaimana jika besok pagi saja mas, ayah akan dinas besok " ucap indah.
"Tapi mas ingin sekarang sayang " ucap alaric dengan nata yang berkaca-kaca
Jurus jitu suaminya sudah di keluarkan, dan asal kalian tau semenjak dia hamil dia tidak tega pada orang yang menangis.
"Mas, jangan menangis nanti indah akan ikut menangis " ucap indah.
"Gado-gado sayang " rengek alaric.
"Indah tidak janji, ayo kita coba " ucap indah.
Dan benar saja wajah alaric berubah bahagia, dia pasti bisa makan gado-gado dini hari.
Saat mereka sudah berada di depan pintu kamar dini, indah memberanikan diri mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya.
Tok Tok Tok
"Ibu, ayah " ucap indah.
Ketukan yang pertama gagal, lagi indah mencoba untuk yang ke dua kalinya.
"Ibu, ayah ini indah " ucap indah.
Sedangkan Dini yang merasa ada mengetuk pintu kamarnya, langsung membangunkan suaminya.
"Ayah, bangun ada yang ngetuk pintu " ucap dini.
"Siapa ibu, ayah ngantuk " ucap Sean dengan mata yang masih terpejam.
"Ayah bangun, itu suara putri kita " ucap dini.
Dan benar saja mata Sean langsung terbuka lebar, saat mendengar nama putri nya.
"Ayo, cepat ibu buka pintu nya " ucap Sean.
"Ayah ingin keluar hanya dengan memakai bokser itu " ucap dini.
Ya, memang kebiasaan Sean yang tidur hanya menggunakan bokser saja.
"Iya, ibu buka pintu nya ayah pakai baju dulu " ucap Sean.
Sean langsung menuju ruang ganti, biar tidak ada yang salah menyangka jika dia hanya menggunakan bokser saja.
Ceklek
"Sayang " ucap dini Setelah membuka pintu kamar nya.
"Maaf ibu, jika kami mengganggu waktu istirahat ibu dan ayah " ucap indah tak enak hati.
"Tidak apa-apa sayang, Ada apa sayang kau ingin sesuatu " ucap dini.
"Itu, mas alaric " ucap indah ragu.
"Sayang, ada apa " ucap Sean yang sudah menggunakan baju tidur nya.
"Ayah itu, mas alaric " kenapa kisah nya seakan kelu ingin mengucapkan keinginan suaminya.
"Kamu kenapa nak " ucap Sean.
"Alaric ingin gado-gado " ucap alaric santai.
"Gado-gado, mana ada yang jual jam segini " ucap Sean, dini mengangguk membenarkan ucapan suaminya, secara ini sudah mau mulai subuh Lo.
"Alaric tidak suruh ayah beli " ucap alaric.
"Lalu "
Next part selanjutnya KK dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari author, mohon koreksinya ๐