
"Apa ini ada kaitannya dengan wajah memerah putrinya kemarin siang " ucap Alex membatin.
"Kemungkinan benar cukup besar, karna dia baru melihat itu untuk pertama kali nya " ucap Alex.
"Aku tak selama nya bis bersama putri ku, jadi aku harus lebih giat mengajarinya menembak setidak nya untuk berjaga-jaga di saat aku tidak ada di sisi nya " ucap Alex lagi.
****
Sedangkan pria paruh baya yang duduk di kursi kebesarannya dengan berkas berkas di tangannya langsung menghentikan kegiatannya saat ponsel nya bergetar.
Dia mendapat sebuah rekaman Vidio, karna tak ingin penasaran dia langsung membuka Vidio tersebut.
"Oh jadi wanita ini yang sudah membuat putri ku ngamuk besar " ucap pria paruh baya.
"Cari tau data wanita itu " perintah nya pada orang di sebrang sana.
"Baik tuan " patuh orang di sebrang sana.
****
Sedangkan pria yang duduk di kursi kebesaranya dengan berkas di tangannya langsung menghentikan kegiatan saat ponselnya bergetar.
"Video " ucap alaric, karna tak ingin penasaran dia langsung play Vidio tersebut.
"Siapa wanita ondel-ondel itu " ucap alaric.
Dia langsung menghubungi orang yang mengirim Vidio padanya.
"Cari tau siapa wanita itu, ku tunggu 1 jam " perintah alaric.
Tanpa mendengarkan jawaban dari bodyguard nya, alaric langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Sedangkan di universitas esa unggul (UEU) jam mata kuliah akan segera di mulai, semua mahasiswa sudah berada di dalam kelas dan duduk di tempat masing-masing.
Sebelum mata kuliah berlangsung, terdengar suara pengumuman.
PENGUMUMAN :
Bagi yang nama nya di sebutkan untuk datang ke ruang BK kampus, yang pertama Aslian indah permata putri, dan Marni putri Pratama cukup sekian dan terima kasih .
"Indah nama mu " ucap Sena yang duduk di samping sahabatnya.
"Iya, ada apa ya "Ucap indah.
"Apa jangan jangan benar apa yang di ucapkan ondel-ondel itu " ucap Sena khawatir.
"Entahlah, aku pergi dulu tolong izin kan pada Dosan kita " pamit indah.
Ruang BK .
Di sana sudah ada Marni yang duduk di sofa ruang BK dengan kaki yang di atas meja dengan gaya yang setinggi langit, tapi sayang guru BK hanya bisa melihat tanpa menegur .
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap Ani guru BK.
"Maaf ibu memanggil saya " tanya indah dengan sopan.
"Lama sekali kau, dasar siput " kesal Marni.
"Marni bisa kau sopan sedikit " ucap Bu Ani tak tahan.
"Ibu ingin menikahi gembel di jalanan " ucap Marni.
"Duduk lah " ucap Bu Ani, tanpa menanggapi ucapan Marni yang sudah meninggi.
Setelah mereka duduk bertiga di sofa, akhirnya Bu Ani membuka suara nya.
"Indah maaf jika ibu mengganggu waktu belajar mu, tapi ibu mendapat laporan jika kau mencuri piagam Marni " ucap Bu Ani hati-hati.
"Siapa yang buat laporan palsu itu Bu " ucap indah.
"Saya kenapa " ucap Marni lagi.
"Piagam mana yang sudah aku ambil dari mu " ucap indah.
"Semua yang kau dapat, itu milik ku " ucap Marni meninggi.
"Marni bisa kita bicarakan ini dengan baik-baik " ucap Bu Ani.
"Dia yang mulai, ibu aku tidak mau tau akan ku pastikan kau akan diskors dari kampus " ucap Marni.
"Bagaimana bisa begitu, itu semua hasil jerih payah ku lalu apa hak mu ingin mengambil piagam ku, jika kau ingin piagam seperti ku kau harus belajar mengalahkan ku, bukan nya merampas milik orang " kesal indah.
"Kurang ajar " geram Marni.
PLAKKKK
"Ya tuhan, hentikan Marni " ucap Bu Ani.
"berani kau menampar ku " ucap indah, dan tanpa di duga .
PLAKKKK
"Pipi ku, aku akan melaporkan ini pada Daddy ku " ucap Marni sambil memegang pipinya bekas di tampar indah.
"Marni, kita selesaikan ini dengan baik-baik " ucap Bu Ani.
Marni tak merespon ucapan Bu Ani, dia tetap pada pendirian nya.
"Daddy datang ke kampus sekarang " ucap Marni di pada orang di sebrang sana.
"Apa yang terjadi dengan mu honey " ucap Daddy Marni di sebrang sana.
"Pipi ku di tampar dad, hiks ,,,, " adu Marni lagi.
"Kurang ajar, berani-beraninya dia menampar putri kesayanganku, tunggu Daddy akan segera ke kampusmu " ucap Daddy nya.
Marni tersenyum puas saat Daddy nya menuju ke mari.
"Kau tunggu saja " ucap Marni.
"Marni ini bisa di selesaikan dengan baik-baik, tidak perlu membawa orang tua kau sudah dewasa Marni berpikir lah lebih bijak " ucap Bu Ani.
"Tidak, keputusan ku tetap bulat " ucap Marni sombong.
Sedangkan Daddy Marni yang mendapat telpon dari putrinya, langsung murka saat putrinya bilang jika pipinya di tampar oleh seseorang.
"Tuan " ucap asisten.
"Ke kampus putri ku sekarang " perintahnya.
"Baik tuan " patuh nya.
Sedangkan di komplek perumahan tentara, Ane yang sedang masak langsung menghentikan kegiatan saat ponsel nya berdering .
"Dari rumah sakit " ucap Ane.
"Hello " ucap Ane, pada orang di sebrang sana.
"Hello Bu dokter, maaf jika mengganggu wktu off anda tapi bisakah anda datang ke rumah sakit sekarang " ucap orang di sebrang sana.
"Memangnya ada apa " ucap Ane lagi.
"Terjadi kecelakaan, dan kondisi nya parah dan dokter lain sedang melakukan operasi jadi bisa anda datang untuk menggantikan nya melakukan operasi pasien yang kritis dokter " ucap orang di sebrang sana.
"Baiklah saya akan segera ke sana, tolong berikan pertolongan pertama sebelum saya sampai " ucap Ane.
Ane langsung mengakhiri sambungan telpon nya, dan saat Ane keluar dari rumah nya utusan dari rumah skit sudah menjemputnya
Sedangkan pria paruh baya yang duduk di kursi kebesaranya, dengan berkas laporan yang melakukan penjualan barang haram di sebuah gedung tua yang tidak terpakai, tiba-tiba pintunya di ketuk oleh seseorang.
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap Alex.
"Selamat pagi kapten " ucap tentara.
"Katakan " ucap Alex.
"Kapten, mereka menuju ke gedung tua sekarang " ucap tentara muda .
"Ayo kita bergerak sekarang " ucap Alex , langsung pergi dan melupakan ponselnya yang tertinggal di atas meja.
Sedangkan di di ruang BK keadaan semangkin tidak terkendali, dengan Marni yang menelpon Daddy nya, tiba-tiba pintu ruangan BK terbuka.
Bughhhh
"Daddy " ucap Marni.
"Tuan " ucap guru BK.
"Siapa yang berani-baraninya menampar pipi putri Daddy " ucap Daddy nya.
"Tuan duduk lah, ini salah paham " ucap Bu Ani.
"Diam kau " ucap Daddy nya tegas.
"Apa masalah mu sebenarnya sampai kau berani menampar pipi putri ku, HAAAA " ucap Daddy Marni meninggi.
Indah yang di perlakukan seperti itu, bukan nya takut dia malah tersenyum mengejek.
"Kurang ajar, kau mengejek ku " geram Daddy Marni.
"Keluarkan saja dia dari sini dad " ucap Marni.
Dekan universitas esa unggul (UEU) mendengar kedatangan orang yang memegang saham terbesar di kampus tempat nya pimpin, langsung menuju ke ruang BK karna dia mendapatkan laporan jika pria yang berpengaruh di kampusnya langsung ke ruang BK bukan ke ruangan nya.
"Tuan " sapa dekan.
"Apa yang kau kerjakan sampai putriku bisa di tampar oleh siswa itu " ucap Daddy Marni marah.
Dekan yang tidak tau ada masalah apa ini, bingung atas ucapan Daddy Marni.
"Maaf tuan, saya kurang mengerti ada masalah apa ini bagaimana jika kita duduk dulu dan selesai dengan kepala dingin " ucap dekan bijak.
"Bu Ani tolong ambilkan air minum " ucap dekan.
"Baik pak " ucap Bu Ani patuh.
Setelah semua nya duduk, dan air minum juga sudah ada di atas meja baru dekan membuka suara.
"Marni, indah bisa kalian jelaskan apa yang terjadi sebenarnya " ucap dekan .
"Pak dia merampas piagam ku " ucap Marni.
"Indah benar apa yang di ucapkan Marni barusan " ucap dekan, sebelum menjawab indah tersenyum tenang tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Mohon maaf sebelumnya pak, Marni bilang saya sudah merampas piagam nya bisa tapi bisa kau tunjukan piagam mana yang sudah aku rampas " ucap indah tenang.
"Bisa kau lebih sopan berbicara dengan putri ku " ucap Daddy Marni.
"Dad liat dia " kesal Marni.
"Maaf tuan nak indah benar, Marni bisa kau tunjukan piagam yang kau maksud " ucap dekan bijak.
"Kau tidak mempercayai putriku " ucap Daddy Marni.
"Maaf tuan, sebagai dekan di sini saya harus memperbaiki keadaan bukan mempersulit, jika benar nak indah sudah mencuri piagam milik putri tuan pasti putri tuan bisa menunjukan piagam tersebut, dan kita bisa buktikan bersama di setiap penghargaan pasti ada nama mahasiswa bukan, jadi bisa tunjukan piagam masing-masing baik Marni maupun indah " ucap dekan bijak.
"Maaf pak kebetulan saya tidak membawa piagam saya, boleh saya izin pulang sebentar untuk mengambil nya " ucap indah.
"Tidak, kau pasti ingin memalsukan piagam mu " ucap Daddy Marni.
"Baiklah, jika saya tidak boleh pulang saya akan menunjukan foto nya, saya pikir itu lebih dari cukup " ucap indah.
"Tidak ada salah nya, tunjukan pada kami semua " ucap dekan.
"Marni bisa kau tunjukan piagam yang kau maksud " ucap Deon lagi.
Sedangkan Marni sudah pucat, saat dia tak mempunyai bukti yang di inginkan dekan .
"Maaf ini foto fotonya " ucap indah menunjukan deretan piagam fotonya.
"Tuan anda bisa melihatnya bukan, di setiap piagam yang di miliki nak indah terdapat nama indah " ucap dekan.
"Marni bisa kau tunjukan foto piagam mu " ucap dekan.
"Daddy, Marni tidak mempunyai foto nya " ucap Marni.
"Bagaimana putri ku ingin menunjukan foto nya jika sudah di ambil oleh wanita ini " ucap Daddy Marni.
"Maaf pak, tuan, mungkin yang di maksud Marni piagam pemberian pengusaha muda itu " ucap indah.
"Benar itu Marni " ucap Dekan.
"Iya benar pak, indah tidak pantas mendapatkan nya " ucap Marni lagi.
"Lalu kau lebih pantas mendapatkan nya begitu maksud mu Marni " ucap indah.
"Lancang sekali kau " ucap Daddy Marni.
"Maaf tuan tapi benar apa yang di ucapkan nak indah " ucap dekan lagi.
"Iya, kau orang miskin tak pantas mendapatkan semua itu " ucap Marni sombong.
"Aku memang miskin dari mu, tapi aku cukup kaya dengan kecerdasan yang aku punya, tidak seperti mu kaya, mempunyai apa pun dan dengan mudah di Kabul kan oleh kedua orang tua mu, tapi sayang kau bangga mempunyai itu dengan hasil minta dengan orang tua mu " ucap indah.
"Apa hak mu dengan kami memanjakan putri kami " ucap Daddy Marni.
"Tidak ada salah nya sama sekali tuan, tapi aku sarankan untuk mendidik putri mu lebih baik kalian memang kaya tapi anda yakin kekayaan yang anda punya dari hasil kerja keras mu dan pasti halal " ucap indah.
"Kurang ajar " ucap Daddy Marni geram .
"Sebelum tangan kotor Anda menyentuh pipi ku, aku akan memberikan hadiah untuk mu " ucap indah dengan menahan pergelangan tangan Daddy Marni yang ingin menampar nya.
Bughhhh
Bokeman mentah mendarat dengan sempurna di rahang Daddy Marni.
"Daddy " pekik Marni.
"Berani-beraninya kau " geram Daddy.
"ups,,,, sorry tuan aku tidak Sengahja " ucap indah.
"Aku akan membawa ini ke jalur hukum " ancam Daddy Marni.
"Ku tunggu tuan, dan akan ku pastikan anda yang mendekam di penjara " tantang indah.
"Apa maksud nya, seakan-akan dia mengetahui semua nya " ucap Daddy Marni membatin.
"Kenapa tidak sekarang melapor nya tuan, aku sudah menunggu nya " tantang indah lagi.
"Dad ayo lakukan cepat telpon polisi sekarang, biar dia masuk penjara sekalian " ucap Marni.
"Dia tak bisa di remehkan " ucap Daddy Marni membatin.
"Indah apa maksud mu " ucap dekan.
"Nanti juga bapak tau sendiri " ucap indah.
"Sayang ayo kita pergi, dad akan mengurus surat perpindahan mu " ucap Daddy Marni menarik tangan putrinya.
"Daddy, tidak Marni tidak ingin pindah dari kampus ini " ucap Marni.
"Daddy " teriak Marni lagi.
Sekarang tinggal mereka bertiga, setelah kepergian Marni dan Daddy nya.
"Indah kau boleh kembali ke kelas mu " ucap dekan.
"Baik pak, Bu indah permisi kembali ke kelas " pamit indah.
"Lain kali jika dia membuat ulah, panggil aku " ucap dekan pada Bu Ani.
"Baik oak, maaf atas kelalaian saya " ucap Bu Ani.
Sedangkan di kelas menajemen bisnis, sedang berlangsung nya ujian dadakan, tiba-tiba pintu kelas di ketuk seseorang.
Tok Tok Tok
"Maaf Bu, saya terlambat " ucap indah.
"Tidak masalah, kerjakan ujian nya sekarang " ucap dosen yang bertugas.
"Terima kasih Bu " ucap indah.
"Kenapa dia tenang sekali padahal ujian mendadak " ucap siswa yang duduk di pojok.
"Bagaimana tidak tenang, jika semua materi sudah ada di luar kepala nya " ucap siswa lain.
"Kalian yang duduk di belakang apa sudah selesai " ucap dosen killer .
"Belum Bu " ucap mereka bersamaan.
"Lalu siapa siapa menyuruh kalian untu diskusi ini ujian , jika kalian ulangi maka akan saya beri nilai E " ucap dosen killer.
"Maaf Bu " ucap nya.
"Indah apa yang terjadi "
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ๐