Lady Queen

Lady Queen
Episode 33



Di pagi hari yang cerah, wanita cantik yang sudah rapi dengan pakaian rapinya dengan tas ransel di punggung nya keluar dari kamar sederhana miliknya.


Di mana lagi jika bukan rumah sederhana milik kapten Alex dan dokter Ane yang hari-hari nya selalu bahagia.


"Pagi ibu ayah " sapa indah.


"Pagi sayang " ucap mereka bersamaan.


"Ayo kita sarapan " ucap Ane.


Mereka semua langsung sarapan pagi, dengan menu masakan Ane, yang sangat lezat menurut mereka.


Saat sudah selesai sarapan mereka semua langsung duduk di ruang keluarga, ya itu rutinitas setiap hari mereka akan menghabiskan waktu bersama sebelum mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Bagaimana kuliah mu sayang " ucap Alex.


"Sangat baik ayah" ucap indah.


"Syukurlah " ucap Alex.


Saat merasa jam sudah menunjukan setengah 7 baru mereka berangkat menuju tujuan mereka masing-masing, tapi sebelum itu mereka mengantar indah terlebih dahulu menuju kampus nya.


Dan benar saja, Sena dan king Faaz sudah menunggu putrinya di gerbang kampus.


"Mereka sudah seperti menunggu ratu saja " ucap Alex.


Yang melihat sahabat putrinya setia menunggu kedatangan putri nya.


"Mereka pasti baik ya sayang " ucap Ane.


"Sangat baik ibu, bahkan Sena sering traktir indah " ucap indah.


"Dia anak orang terpandang ya nak " ucap Ane.


Yang memang tidak tau asal usul keluarga sahabat putrinya.


"Sepertinya, tapi yang indah tau ibunya punya butik " ucap indah.


Dan bertepatan dengan mobil mereka berhenti di hadapan kedua sahabat putrinya


"Belajar yang rajin sayang " ucap Ane.


"Baik ibu, indah masuk dulu " Pamit indah.


"By ayah ibu " ucap indah, saat sudah keluar dari dalam mobil.


"By sayang " ucap Ane.


Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam kawasan kampus, Setelah memastikan mobil ayah nya pergi.


****


Sedangkan pria yang duduk di cafe depan kampus langsung tersenyum melihat siapa di dalam mobil tersebut dan langsung mengotak Atik ponsel nya.


"Ternyata dia putri seorang tentara dan dokter " ucap nya.


"Tugas ku selesai " ucapnya.


Dan setelah itu dia langsung pergi dari cafe tersebut setelah selesai mendapatkan apa yang dia mau.


***


Sedangkan di mansion yang sangat megah, sepasang suami istri paruh baya yang sedang menikmati sarapan bersama dengan suasana yang sangat sunyi hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja yang menemani mereka.


"Mom, putri kita tidak ikut sarapan " ucap Richo.


Sebelum menjawab pertanyaan suaminya, Jessi mengambil tisu untuk menghapus sisa makan yang mungkin saja tertinggal di bibir nya.


"Pertanyaan ini yang mommy tunggu " ucap Jessi akhirnya.


Richo langsung mengerutkan kening bingung, saat mendengar ucapan istrinya, dia menebak jika suasana hati istrinya sedang tidak baik-baik saja sekarang.


"Memangnya kenapa mom " ucap Richo.


"Putri kita tidak pulang, di hubungi nomornya tidak aktif " ucap Jessi.


Shock pasti, bagaimana bisa dia tidak tau jika putri nya tidak pulang semalaman.


"Tidak ada gunanya mom bercanda dad, dan tidak lihat mata mommy yang merah karna tidak bisa tidur kerna anak gadis kita tidak pulang " ucap Jessi.


"Akan Daddy hubungan nomor nya " ucap Richo.


Tapi saat Richo masih mencari nomor putrinya , terdengar pintu utama di buka dan mereka langsung menghampiri, siapa yang datang dan saat mereka lihat siapa yang datang siapa lagi jika bukan putrinya .


"Marni " ucap Richo.


"Mom, dad " ucap Marni sambil memijit pelipisnya pusing.


"Dari mana saja kau baru pulang " ucap Richo.


"Maaf mom, dad Marni ngantuk ingin istirahat " ucap Marni langsung berjalan melewati kedua orang tua nya dengan langkah yang sempoyongan.


Tapi Jessi tidak tinggal diam, dia langsung menarik tangan putrinya saat ingin naik ke lantai atas.


"Apa mau mu sebenar nya " ucap Jessi.


"Mom, Marni ngantuk sekarang nanti saja ngomel nya " ucap Marni.


PLAKKKK


Untuk pertama kalinya, Jessi menampar wajah putrinya.


"Mom " ucap Richo .


Sedangkan Marni langsung memegang pipinya yang di tampar oleh mommy nya.


"Mom " ucap Marni dengan tatapan terluka.


"Mom sudah cukup sabar dengan sikap mu , kau boleh mendapatkan apa pun yang kau mau, dan apa saja yang kau inginkan kami turuti tapi kenapa semangkin ke sini kau semangkin susah di atur " ucap Jessi.


"Kau putri satu-satunya kami tapi kenapa kau membuat mommy kecewa " ucap Jessi, bahkan matanya sudah berkaca-kaca.


Dia merasa gagal menjadi seorang ibu yang mendidik putrinya, sekarang putrinya.


"Apa salah Marni mencari kebahagian di luar sana, sedangkan mom dan Daddy selalu sibuk dengan pekerjaan kalian " ucap Marni. Jessi tersenyum miring mendengar ucapan putrinya.


"Bagaimana mom dan Daddy tidak bekerja setiap hari jika keperluan mu sangat banyak, dan mom juga sudah mengurangi jam kerja mommy di kantor demi apa demi menemanimu tapi apa yang kau lakukan kah selalu bersama sahabat mu jadi di mana letak salah kami " ucap Jessi.


"Mom sudah lah " ucap Richo.


"Marni tidak yakin jika Marni putri mommy " ucap Marni.


Deg ....


Hancur sudah hati Jessi mendengar ucapan putrinya, putri yang dia kandung selama sembilan bulan dengan teganya mengatakan hal tersebut.


"Marni jaga ucapan mu" ucap Richo.


"Kenapa, apa yang Marni katakan itu benar adanya " ucap Marni lagi.


"Jadi kau tidak mengakui mommy ini mommy mu " ucap Jessi.


"Jika mommy benar mommy kandung marnj, mom pasti tidak akan marah marah dengan Marni " ucap Marni.


"Kau tidak menyukai mommy ada di sini " ucap Jessi.


"Marni tidak suka di kekang seperti anak kecil " ucap Marni


"Jadi apa mau mu " ucap Jessi.


"Marni ingin bebas, dan jangan kekang Marni " ucap Marni langsung meninggalkan kedua orang tuanya.


Sekarang putrinya sudah berubah menjadi putrinya susah di atur.


"Mom berangkat " ucap Jessi langsung pergi meninggal kan suamainya.


"Hati-hati " ucap Richo.



... Visual Marni ...


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK 🤗