
Saat pagi hari tiba, tulang tulang indah seakan mau lepas tempatnya, dan tak hanya itu matanya juga sangat berat seperti di gantung setan saja .
"Pagi " sapa alaric dengan senyum yang mengembang.
Mood nya sangat baik hari ini, ah apa ini pengaruh dari servis yang di berikan oleh istrinya.
"Emmmm " indah hanya berdehem saja.
"Sayang, bukan nya hari ini kau kuliah " ucap alaric mengingatkan.
"Lima menit lagi " ucap indah dengan mata yang terpejam.
"Sayang ini sudah pukul 6 pagi, bangun atau kita lanjut yang tadi malam, siapa yang memimpin " ucap alaric.
Buaaahhh
Wajah indah langsung memerah menahan malu, jelas saja dia mengingat hal ******** saat mereka sudah mengejar pelepasan yang ke sekian kalinya tapi indah malah tidak puas dan dia yang memimpin .
Ini semua karna obat laknat yang di berikan ibunya, berapa banyak obat yang ibunya berikan sampai dia tidak pernah merasa puas .
"Sayang wajah mu merah " goda alaric.
"Nanti malam di minum lagi obat nya, mas suka " ucap alaric.
Indah langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang alaric yang masih tidak menggunakan pakaian.
"Sayang jangan buat mas melakukan lagi, jika tidak ingin terlambat masuk kelas " ucap alaric.
"Dasar mesum " ucap indah .
Langsung berjalan menuju kamar mandi, dengan langkah kaki terlatih tanpa menggunakan busana.
Jika wanita lain akan malu berjalan tanpa busana di hadapan suami mereka, indah tidak, toh suami juga sudah melihat semuanya bahkan dia yang memimpin permainan mereka.
"Sayang jangan menggoda ku " ucap alaric.
"Siapa yang menggoda mu, aku hanya berjalan " ucap indah , dan bertepatan dengan dia menutup pintu kamar mandi.
"Istrinya memang limited edition " ucap alaric.
Selagi menunggu istrinya menyelesaikan membersihkan tubuhnya, alaric merapikan tampat tidur nya saat dia menyingkap selimut yang mereka gunakan dia menemukan sesuatu di seprai mereka.
"Darah " ucap alaric.
Dan bertepatan dengan indah yang keluar dari kamar mandi, dengan wajah Yang sudah segar dari sebelumnya dan tak lupa handuk yang masih melilit tubuhnya **** nya.
"Sini biar indah yang lanjutkan " ucap indah.
"Terima kasih, sudah menjaganya untuk mas sayang " ucap alaric.
Cup
"Bukan kah sudah seharusnya begitu, semua wanita akan menjaga mahkota mereka untuk suaminya " ucap indah.
"Terima kasih sekali lagi " ucap alaric.
"Cukup berterima kasih, cepat mandi nanti indah telat sampai kampus " ucap indah.
"Dan iya, tolong antar indah pagi ini, indah lelah jika ingin menyetir " ucap indah.
"Baik Queen " ucap indah.
"Eh,,,, iya apa mas boleh bertanya sesuatu " ucap alaric.
"Bisa di tunda pertanyaan nya, kasihanilah istri mu tuan nanti akan di hukum jika terlambat " ucap Indah.
"Maaf,,,maaf baiklah mas mandi dulu " ucap alaric.
Setelah kepergian alaric, indah melanjutkan membereskan kasur merek yang sudah seperti kapal pecah.
"Apa aku seganas ini " ucap indah.
"Astaga, memalukan sekali " ucap indah, saat melihat bercak darah di seprai mereka.
Setelah selesai indah langsung menunggu pakaian formal nya, dan tak lupa die menyiapkan pakaian kerja alaric.
Saat alaric sudah menyelesaikan acara mandinya, dia langsung keluar dari kamar mandi dan melihat pakaian nya di atas kasur yang sekarang seprei nya sudah berubah.
"Sudah selesai " ucap indah.
Seperti istri pada umumnya, dia membantu memakaikan dasi pada suaminya.
"Kenapa menatap ku begitu " ucap indah.
"Cantik " ucap alaric.
"Indah tahu jika indah cantik buktinya mas langsung kepincut sama indah" ucap indah.
" itu sebabnya mas langsung datang ke rumah indah untung saja ayah setuju " ucap alaric.
"Nama nya juga jodoh, sudah ayo kita turun ibu dan ayah pasti sudah menunggu " ucap indah.
Dan banar saja di meja makan dini dan Sean sudah menunggu mereka, tapi tunggu kenapa wajah ibu cemberut pagi ini dan tak hanya itu ibu nya menggunakan syal rajut yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Pagi ayah ibu " ucap indah.
"Pagi sayang, ayo kita sarapan bersama " ucap Sean.
"Mas ingin sarapan roti atau nasi goreng " ucap indah.
"Nasi goreng saja " ucap alaric.
"Baiklah " ucap indah.
"Apa ibu sakit " ucap alaric.
"Tidak " ucap dini singkat .
"Ibu, apa di kamar ibu ada nyamuk besar " ucap indah dengan senyum kecil.
Dia baru paham kenapa ibunya menggunakan syal , matanya menangkap sesuatu bewarna merah kebiruan di sela leher ibunya.
Untung saja suami nya tidak meninggalkan jejak di leher nya, tapi jangan di tanya di tubuhnya penuh dengan mahakarya suaminya.
"Iya, sangat besar malah " ucap dini asal.
"Sepertinya ayah tidak ingin kalah, Sampai buat karya seperti itu " ucap alaric
"Tentu saja, tidak hanya pengantin baru saja, pengantin lama juga tidak mau kalah " ucap Sean.
Bukan nya merasa malu, Sean malah tidak mau kalah .
"Ibu, senyum dong masa ibu jaksa marah sih, indah saja tidak marah di beri obat ya luar bisa " ucap indah.
Dan benar saja dini langsung mengukir senyum, di wajahnya .
"Aaaa,,, begitu kan cantik Bu jaksa dini yang cantik nya segara raya melebihi cantiknya wanita lain di luar sana " ucap indah.
"Tentu saja, siapa dulu suaminya Sean " ucap Sean.
"Ayah memang beruntung memiliki ku, istri secantik ibu " ucap indah.
"Susah lanjutkan makan nya " ucap dini.
"Baik Bu, jaksa " ucap mereka bersamaan.
"Mas ingin nambah " ucap indah.
"Susah ini sudah cukup " ucap alaric.
"Nanti jika ingin nambah bilang pada indah, biar ibu yang masak kan karna masakan ibu yang terbaik " ucap indah.
"Ibu kira kau yang akan masakan suamimu ternyata ibu " ucap dini.
"Hehehe ,,,,karna indah tidak pandai masak kasian ibu nanti perut suami indah sakit " ucap indah.
"Siapa bilang tidak pandai, toh buktinya masakan mu sangat enak tidak jauh berbeda dengan masakan ibu, tapi masakan ibu lebih enak " ucap Sean.
"Tenang sayang, Indah akan belajar dengan ibu jaksa biar masakan indah enak seperti ibu " ucap indah.
"Apa pun itu sayang, mas tetao menyukai nya " ucap alaric.
"Mas memang suami terbaik " ucap indah.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ๐