
Setelah mengantar Jessi, indah langsung melanjutkan perjalanan menuju mansion tentu saja dia akan bermain dengan maianan nya tertunda tadi.
Kenapa dia tidak banyak melakukan apa saat di gedung tua tadi, karna dia tak ingin membuat hati orang lain terluka.
Sedangkan alaric yang berada di apartemen miliknya, dari tadi dia tidak bisa tidur entah kenapa dia selalu kepikiran dengan indah.
Alaric langsung bangun dari tidur nya dan mengambil ponsel nya dan mencari nomor seseorang siapa lagi jika bukan indah.
"NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF COBA LAH BEBERAPA SAAT LAGI "
"Kenapa selalu wanita itu yang bicara " kesal alaric, karna hanya terdengar suara operator saja yang dia dengar.
"Indah di mana kau " ucap alaric khawatir.
Saat dia mengingat nama seseorang tapi dia melihat sekarang sudah pukul 1 pagi.
"Mana mungkin aku menggangu waktu istirahat mereka " ucap alaric.
Tapi hatinya tidak tenang sebelum mendengar suara seseorang yang membuatnya tidak bisa tidur .
"Telpon jangan , telpon jangan " ucap alaric.
"Aaaaaaarrrggggg " teriak alaric.
Dia tidak akan tenang jika belum mendengar kabar wanita nya, alaric langsung mencoba menghubungi nomor Sean .
Dan tak jauh berbeda dengan Sean dan Dini juga tak jauh berbeda dengan alaric yang tidak bisa memejamkan mata nya sebelum mendapatkan kabar dari orang di sebrang sana.
"Apa sudah ada kabar dari putri kita " ucap dini, Sean menggeleng kepala sebagai jawaban .
"Tapi sudah 3 jam yang lalu, kenapa sampai Sekarang belum ada kabar dari nya " ucap dini.
"Sabar ibu, mungkin mereka masih belum selesai " ucap Sean.
"Ayah susul saja mereka " ucap dini, dan bertepatan dengan ponsel Sean bergetar.
"Tunggu sebentar " ucap Sean, mengambil ponsel nya.
"Alaric " ucap Sean.
"Jawab saja " ucap dini.
"Hello " ucap Sean pada orang di seberang sana.
"Ayah maaf jika saya sudah mengganggu waktu istirahat Anda " ucap alaric.
"Tidak apa-apa nak, apa terjadi sesuatu " ucap Sean.
"Dari mana aku harus memulai nya " ucap alaric bingung.
"Memangnya apa yang terjadi, katakan saja " ucap Sean.
"Begini, dari tadi aku kepikiran dengan indah apa di baik-baik saja dan saat aku hubungi nomor nya juga tidak aktif " ucap alaric.
"Kau jangan khawatir nak, nak indah pasti sudah tidur sekarang dan kenapa tidak aktif mungkin ponsel nya mati apa perlu ayah membangun nya " ucap Sean.
"Tidak, jangan ayah, biarkan saja indah istirahat alaric hanya ingin memastikan saja jika indah baik-baik saja " ucap alaric.
"Kalau begitu alaric tutup telpon nya, sekali lagi maaf sudah mengganggu waktu istirahat ayah " ucap alaric.
"Tidak apa-apa nak, ayah mengerti " ucap Sean, Setelah itu sambung telpon terputus.
"Ada apa " ucap dini.
"Di kepikiran dengan indah " ucap Sean.
"Mereka memang jodoh, buktinya saja dia sampai menghubungi kita " ucap dini.
"Ibu benar, jodoh mereka memang kuat " ucap Sean.
"Queen " ucap mereka.
"Di mana dia " ucap indah.
"Ruang penyiksaan " ucap anggota indah.
Dan tentu saja indah langsung menuju ruang penyiksaan di mana Richo yang sudah di ikat.
"Lepaskan aku " teriak Richo saat melihat indah masuk dalam ruang penyiksaan.
"Kau sudah sampai " ucap king Faaz.
"Emmmm " indah hanya berdehem saja.
Indah langsung mendekati Richo yang duduk dengan tangan terikat.
"Bagaimana rasanya " ucap indah.
"Cueeehhh " Richo langsung meludahi indah.
"Astaga " ucap indah langsung menghapus cipratan Saliva Richo yang mengenai wajah nya, dan di luar dugaan.
Bughhhh
"Dari tadi Aku sudah menahan nya, tapi sekarang tidak lagi " ucap indah geram .
"Cambuk " ucap indah.
Bughhhh bughhhh bughhhh bughhhh bughhhh
Tidak puas dengan apa yang dia lakukan, indah mengambil besi panas dan menancapkan besi tersebut di kaki Richo.
"Aaaarrrrggggg , panas " pekik Richo.
"Upz,,,, sorry" ucap Indah.
"Sepertinya aku akan membuat hal sayang sama seperti apa yang kau lakukan pada ibu dan ayah ku " ucap indah, Setelah memberi hadiah pada Richo.
"Bawa dia " ucap indah, menuju ke ruang lain di mana dia membawa Richo di sebuah lapangan tempat latihan.
"Dan indah melakukan hal yang sama pada anak buah Richo sebelum nya.
Richo yang berada di atas motor, akan berjalan dengan otomatis tanpa di kemudi nya, dan indah yang Melihat itu tersenyum puas.
"Ini baru permulaan " ucap indah .
Setelah selesai, Richo di seret kembali menuju ruang lain di mana sudah ada binatang buas .
Richo langsung di dorong masuk, untuk melawan binatang buas yang ada di dalam ruangan, sampai Waktu sudah pagi.
"Cukup " ucap indah.
Dan benar saja binatang buas tersebut langsung menghentikan penyerangan pada Richo yang sudah hampir tidak berdaya.
"Ikat dia kembali " ucap indah.
Richo langsung di bawa kembali menuju ruang penyiksaan .
"Aku harus pulang " ucap indah.
"Hati-hati " ucap king Faaz.
Next part selanjutnya KK dan semoga masih suka dengan cerita author kali ini .
mohon perhatian nya karna di daerah author sinyal kurang memungkinkan untuk update setiap hari ππ»ππ»