
Sedangkan indah yang sudah memenangkan balap nya, dia langsung pulang menggunakan taksi yang kebetulan lewat.
Saat dia melihat jam tangan nya, sudah menunjukan pukul 3, satu jam lagi pasti ibunya sudah bangun jangan sampai itu terjadi.
"Pak bisa lebih ngebut lagi " ucap indah pada supir taksi.
"Maaf nona ini sudah paling tinggi, maklum mobil sudah tua nona " ucap tukang supir.
"Baiklah " ucap indah.
Setelah menempuh perjalan sekitar 45 menit akhir indah sampai di kawasan komplek militer, dan tentunya dia melalui pintu belakang biar tidak ada yang melihat nya sedang keluar.
"Aman ibu dan ayah belum bangun " ucap indah.
Batu saja dia ingin membuka pintu kamarnya, terdengar pintu kamar sebelah terbuka.
"Sayang kau dari luar " ucap Ane.
"Ti,,tidak ibu, indah dari buang air kecil " bohong indah.
"Tapi tumben kau menggunakan baju begitu, biasanya kau selalu menggunakan baju tidur kalau sedang tidur " ucap Ane .
"Mati aku " ucap indah membatin.
"Itu Bu, badan indah sedikit meriang jadi terpaksa indah menggunakan Hoodie ini " bohong indah.
"Kau meriang sayang, kenapa tidak bilang sama ibu mana apa masih sakit sini biar ibu periksa " ucap Ane panik.
"Ya Tuhan, kenapa aku bohong sakit sudah tau ibu dokter " ucap indah membatin.
"Ibu, ibu tenang lah indah sudah tidak meriang lagi " ucap indah.
"Benarkah jangan bohong sayang, sini ibu periksa " ucap Ane tetap kekeh ingin meriksa putrinya.
"Ada apa sih Bu ribut-ribut " ucap Alex sambil mengucek mata ngantuk .
"Ayah cepat ambilkan peralatan dokter ibu di lemari " ucap Ane.
"Siapa yang sakit ibu " ucap Alex panik.
"Putri kita cepat ayah " ucap Ane.
"Sayang ayo masuk ke kamar mu, biar ibu periksa " ucap Ane, mau tak mau indah nurut saja dari pada tambah masalah.
"Ibu ini yang ibu minta " ucap Alex .
Saat indah masih lengkap menggunakan Hoodie, jeans hitam tak pula dengan sepatu sneaker nya membuat Alex mengerutkan kening.
"Sini ibu periksa " ucap Ane.
Sedangkan indah yang di tatap ayah nya, langsung mengalihkan pandangan ke arah lain .
"Syukur lah sudah normal " ucap Ane, setelah selesai meriksa putrinya.
"Tentu saja normal, karna aku tidak meriang " ucap indah membatin.
"Nanti jika masih merasa meriang jangan pergi ke kampus ya sayang, biar nanti ibu izin kan " ucap Ane lagi.
"Iya ibu, indah hanya perlu istirahat saja " ucap indah.
"Ya sudah istirahat lah, nanti akan ibu bangunkan jika sudah pagi " ucap Ane.
"Ayah ayo kita pergi " ucap Ane.
Sebelum pergi, Alex mendekati putrinya dan itu membuat indah tegang.
"Ayah tunggu kejujuran mu sayang " bisik Alex.
"Istirahat lah " ucap Alex tersenyum .
"Sudah ku duga jika ayah curiga dengan ku " ucap indah setelah kepergian kedua orang tau ny.
Indah langsung tidur, karna Ngantung yang sudah menyerang .
"Sayang bangun nak sudah pagi " ucap Ane.
Dengan mata ngantuk berat, indah membuka matanya dengan susah payah.
"Ibu, apa ini sudah pagi " ucap indah melihat ibunya sudah lengkap dengan pakaian rapi nya.
"Sudah sayang, apa masih tidak enak badan biar izin saja hari ini " ucap Ane
"Sebentar " ucap indah mengecek ponselnya, saat melihat jadwal dosen yang mengajar nya nanti.
Memang Tuhan berpihak padanya, jadwal hati ini mereka kosong hanya dapat tugas karna dosen nya pergi ke luar kota.
"Ibu tidak perlu izin, dosen tidak ada yang masuk hanya dapat tugas saja " ucap indah.
"Baiklah kalau begitu kau istirahat saja di rumah, ibu sudah siapkan sarapan di dapur ibu dan ayah harus pergi " ucap Ane.
"Hati-hati Bu " ucap indah ngantuk berat
Cup
"Indah tidak ikut Bu " ucap Alex saat melihat hanya istrinya saja yang keluar.
"Hari ini jadwalnya kosong ayah, biarkan dia istirahat " ucap Ane.
"Tapi ibu sudah berpamitan padanya bukan " ucap Alex.
"Sudah, sekarang dia tidur lagi " ucap Ane.
"Ayo kita berangkat " ucap Alex.
***
Sedangkan di mansion mewah mereka sedang melakukan sarapan pagi, dengan Marni yang menunduk tak berani mengangkat pandangannya.
"Dad pulang jam berapa semalam " ucap Jessi di sela makan nya.
"Jam 4 " ucap Richo ayah Marni jujur.
"Apa yang Daddy lakukan di luar sana " ucap Jessi.
"Lembur mom " bohong Richo.
Jessi langsung menghentikan makan nya, mendengar ucapan suaminya yang tidak masuk akal.
"Dad, jam operasional kantor paling lama hanya sampai jam 10 dan Daddy sampai jam 4 subuh apa yang Daddy lembur kan " ucap Jessi.
"Ya kerja lah mom, kerja cari tambahan untuk keluarga kita " ucap Richo lagi.
"Apa dad bilang tambahan, katakan pekerjaan apa yang sampai selama ini " ucap Jessi.
"Ya kerja lah mom, mom tidak percaya sama Daddy " ucap Richo emosi.
"Bukan masalah percaya atau tidak nya, mom pasti percaya jika yang dad ucapkan masuk akan tapi ini tidak dad, jangan sampai dad melakukan hal yang tidak benar di luar sana mom seorang jaksa sudah banyak pengusaha yang menjadi client kami " ucap Jessi.
"Dan dad tau, satu dia melakukan **** dengan wanita yang masih di bawah umur, dan sekarang kasus pengedar narkoba tak hanya itu mereka juga pengedar senjata api secara ilegal " ucap Jessi.
"Apa maksud mom bicarakan itu pada Daddy " ucap Richo.
"Mom hanya mengingatkan saja, dad jangan sampai seperti mereka dan dad tau apa yang putri kita lakukan tadi malam " ucap Jessi.
"Memangnya kenapa dengan putri kita " ucap Richo langsung menatap putri nya.
"Dia sudah berani membuat mansion seperti tempat remang-remang DJ, dan bahkan mengonsumsi minuman haram dad tau itu " ucap Jessi.
"Marni apa yang di katakan mommy mu, apa itu benar " ucap Richo lagi.
"Marni tidak mengonsumsinya dad, itu teman Marni " bohong Marni.
"Mom dengar kan putri kita tidak mengonsumsi nya " ucap Richo .
"Oke sayang sepertinya mom harus memberi mu mendali emas atas bakat mu sekarang, cam kan baik-baik ucapan mommy jika mommy mendengar atau mendapat kasus antara kalian berdua, jangan harap mom membantu kalian ini yang kalian mau bukan tunggu saja kau bisa membohongi Daddy mu tapi tidak untuk mommy, ingat sayang mommy mu seorang jaksa mom sudah hafal dengan banyak tingkah tindakan kriminal dan Daddy hati-hati " ucap Jessi langsung pergi setelah mengambil jas nya.
"Apa maksud dari ucapan istriku, apa dia mengetahui sesuatu " ucap Richo membatin.
"Sayang sudah lah jngan pikirin ucapan mommy mu, bisa jadi dia sedng pusing menangani kasusnya " hibur Richo.
"Marni berangkat dulu dad " ucap Marni.
"Hati-hati " ucap Richo.
"Iya dad " ucap Marni.
Marni memang dekat dengan Daddy berbanding balik dengan mommy nya, bukan karena mommy nya tidak sayang dengan nya tapi Marni tidak suka di atur ini dan itu karna itu yang membuatnya menjauh dari mommy nya.
****
Sedangkan Jessi yang sudah sampai di kantor nya, langsung memasuki ruangan nya batu saja dia duduk sudah banyak data client.
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap Jessi.
"Maaf Bu ada seorang tentara yang ingin bertemu dengan anda " ucap rekan kerjanya.
"Tentara " ucap Jessi bingung.
"Iya benar Bu " ucap rekan kerja Jessi.
Rekan kerja Jessi langsung keluar menemui tentara yang dia maksud dan tak lama pintu ruangan Jessi kembali di ketuk.
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap Jessi.
Jessi menilai jika tamu nya kali ini tak beda jauh dari usia suaminya, dia Alex yang menemui Jessi di kantor nya sepagi ini .
"Perkenalkan nama saya Alex " ucap Alex .
"Panggil saja Jessi " ucap Jessi.
"Silahkan duduk pak " ucap Jessi .
"Terima kasih " ucap Alex.
"Maaf Bu jaksa, apa saya menggangu pekerjaan anda " ucap Alex.
"Tidak sama sekali pak, apa bapak datang ke mari ada kaitan nya dengan putri saya " ucap Jessi.
"Putri " ucap Alex bingung.
Dan dia batu ingat wanita seksi yang ingin menampar putrinya adalah putri jaksa wanita yang ada di hadapan nya.
"Tidak, ini hanya masalah pekerjaan " ucap Alex.
"Oh aku kira masalah putri ku lagi " ucap Jessi tersenyum miring.
"Saya di tugaskan oleh atasan saya untuk mengambil sebuah kiriman " ucap Alex.
"Tunggu sebentar " ucap Jessi.
Ya karna dia teman baik dari atasan tentara tempat Alex bertugas, itu sebabnya dia bisa datang kemari.
"Ini paket nya, dan bilang pada atasan pak Alex jika ingin kirim paket jangan sampai salah alamat lagi " ucap Jessi.
"Akan saya sampai kan " ucap Alex.
"Sepertinya anda sibuk, saya akan undur diri " ucap Alex.
"Baiklah hati-hati " ucap Jessi.
Setelah kepergian Alex dari ruangannya, Jessi melanjutkan pekerjaan nya.
Sedangkan Alex yang sudah meninggalkan ruangan Jessi langsung kembali ke kantornya.
"Bagaimana bisa putri nya sombong, dan ibunya sangat ramah pada orang " ucap Alex.
"Dan tadi dia bilang masalah putrinya, bearti memang putrinya suka membuat oleh kasian sekali dia " ucap Alex prihatin.
****
Sedangkan indah yang bangun jam tujuh, saat mengecek ponselnya banyak sekali pesan masuk.
"Queen, uang nya sudah di kirim melalui rekening Queen " pesan satu.
"Queen kami mendapat anggota baru " pesan dua.
"Queen di mall terjadi perampokan jika ingin ikut penyerangan datang di di mall tak jauh dari kampus UEU " pesan tiga.
"Tunggu aku " balas Queen.
Tentu saja dia akan ikut menyerang perampok itu, tanpa mengganti pakaian Queen langsung pergi .
"Pagi oom " sapa indah pada dua orang tentara yang bertugas.
"Pagi cantik " ucap tentara .
"Bagaimana bisa kapten memiliki putri secantik dia " ucap tentara yang melihat indah memasuki mobil taksi.
"Bagaimana tidak cantik, Bu dokter saja cantik begitu " ucap Bima yang membawakan kopi untuk yang bertugas.
"Kau memang pengertian " ucap tentara yang di bawakan air oleh Bima.
Sedangkan di salah satu mall ternama, khusus nya toko emas sekelompok perampok sudah menghadang semua orang.
"Tuan perampok " ucap pria melindungi tuan nya.
"Bagaimana bisa mall ternama bisa terjadi perampokan di siang bolong begini " ucap alaric.
"Jangan bergerak, dan jangan ada yang berani menghubungi polisi " ancam perampok dengan senjata api di kepala salah satu pegawai toko.
"Cepat buka pin nya " ancam perampok
"Jangan sampai berlian ku mereka ambil " ucap alaric.
Tak ada yang berani melaporkan perampok ini pada polisi, bahkan untuk bergerak saja mereka tak berani.
"Kau, jika kau masih nekat maka akan ku tembak kepala mu " ancam perampok pada alaric yang ingin mengeluarkan sesuatu yang ada di saku nya.
Dari kejauhan indah melihat anggota perampok tersebut dan hanya dengan modal pisau kecil indah mendekat.
"Kurang ajar " perampok tersebut sampai melemparkan wanita yang dia jadikan mangsa nya, karna dari arah berbeda seorang wanita melempar pisau kecil yang dia bawa, dan tepat mengenai pada punggung.
"Auuu " pekik karyawan toko.
"Siapa kau " ucap perampok .
"Pergi atau kalian akan menyesal " ancam indah, di balik topeng nya.
"Siapa wanita pemberani itu " ucap alaric membatin.
"Hahahaha" perampok tertawa mendengar ancaman indah.
"Sepertinya kau yang akan menyesal sudah melukai Ku " ucap perampok.
Dan dari arah berbeda indah melihat anggota nya, indah langsung memberi kode pada anggotanya mereka yang mengerti dengan kode itu siap-siap.
Dan baru saja perampok itu mengacuhkan pistolnya ke arah indah dengan gesit indah menerjang tangan perampok itu, dan kesempatan itu anggotanya melempar pistol yang sudah mereka siapkan.
Door Door Door
"Aaaaaaarrrggggg " teriak para pengunjung takut.
Dalam hitungan detik, tiga orang perampok sudah indah lumpuhkan dengan hasil tembakan nya, dan bisa di pastikan mereka akan mengalami cedera yang parah karma indah menembak di sisi kanan perut nya.
Saat perampok lain ingin menembak indah, dengan cepat alaric berlari ingin menyelamatkan indah tapi dengan mata elang nya indah langsung menembak lengan pria tersebut.
Door
"Jangan berbuat sesuatu dengan gegabah " ucap indah, bukan nya dia yang di selamat kan alaric malah dia yang menyelamatkan alaric dari tembakan yang hampir saja mengenai alaric.
"Queen tentara datang " teriak anggota indah.
Indah lagsung berlari mendengar kata tentara datang.
"Tunggu " teriak alaric.
"Jangan bergerak " ucap tentara.
"Periksa mereka " ucap Alex saat melihat perampok yang sudah tak bisa bergerak.
"Kapten mereka cedera " ucap anggota Alex.
"Bawa mereka " ucap Alex.
"Baik kapten, ayo kalian harus ikut dengan kami" ucap anggota Alex membawa para perampok
"Kalian baik-baik saja " tanya Alex.
"baik " ucap pengunjung toko bersamaan.
"Anak muda, anda baik baik saja kan " ucap Alex .
"Wanita itu " ucap alaric menunjukan arah yang berbeda.
"Wanita mana " ucap Alex mengikuti arah tunjuk alaric, dan Alex langsung berlari menuju jalan berbeda itu.
Saat dari kejauhan di melihat motor yang melaju di bawa seseorang.
"Kenapa tubuhnya seakan familiar " ucap Alex.
"Tuan are you okey " ucap asisten alaric.
"Maaf atas keterlambatan kami " ucap Alex.
"Tuan jika berkenan tolong datang ke kantor TNI untuk memberi penjelasan di sana " ucap Alex.
"Aku akan datang " ucap alaric.
"Pilihan yang tepat anak muda, sekali lagi kami minta maaf " ucap Alex karna hampir saja terlambat menyelamatkan para pengunjung toko.
"Tidak masalah karna sudah ada Dewi penolong kami " ucap pengunjung toko.
"Aku harus kembali, aku tunggu kedatangan mu anak muda " ucap Alex sebelum pergi.
jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan bantu ramaikan KK, edisi ngantuk maaf jika banyak kata typo, semoga masih menyukai halu malam ini๐๐ป๐