
Sedangkan indah yang berada didalam kelas, sedang mengerjakan soal ujian dadakan dari dosen killer nya.
Dari tadi tangannya sudah gatal untuk mengambil ponselnya uang bergetar, tapi baru saja dia bergerak sudah di tegur oleh dosen nya seperti kali ini.
"Indah " ucap dosen killer.
"Ada apa dengan mu " ucap dosen lagi.
"Maaf pak, ponsel saya bergetar dari tadi saya takut ini penting " ucap indah.
"Dia pasti ingin nyontek " ucap wanita yang duduk di pojok sana.
"Mana mungkin dia kan cerdas " ucap seseorang lagi.
"Diam " ucap dosen lagi.
Sedangkan indah mempercepat mengisi soal ujian nya, entah kenapa perasaan nya mulai tidak enak mengingat perkataan ibu nya tadi pagi.
"Tuhan aku mohon lindungi ibu dan ayah " doa indah.
Sedangkan Sena yang duduk di samping nya, bingung dengan sikap sahabatnya karna yang dia tau sahabat nya tidak akan menyentuh ponsel saat kuliah berlangsung.
Saat indah fokus mengejar soal ujiannya, Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kelas mereka.
Tok Tok Tok
"Permisi " ucap seseorang.
Semua mahasiswa langsung memandang pria yang rapi menggunakan seragam TNI .
Indah yang mengenal jelas, siapa yang datang di kelasnya hatinya semangkin gelisah .
"Ayah " ucap indah pelan.
"Maaf bisa saya bantu " ucap dosen killer .
"Maaf mengganggu pak, saya ingin menjemput indah " ucap tentara tersebut.
Semua mahasiswa langsung memandang indah, banyak tanda tanya di pikiran mereka.
"Ada apa seorang TNI mencari nya "
"Apa dia sudah melakukan tindakan kriminal "
"Atau dia simpanan oom oom dan sekarang istrinya mencari nya "
Dan masih banyak lagi, pertanyaan pertanyaan yang terlintas di pikiran mereka.
Sedangkan indah langsung maju ke depan, dengan soal ujian di tangan nya.
"Pak saya sudah menyelesaikan ujiannya, dan saya boleh keluar kan " ucap indah tenang.
"Tentu saja " ucap dosen killer.
Bahkan dia sebagai dosen saja tidak mengetahui, apa pekerjaan dan latar belakang mahasiswa tercerdas di universitas mereka.
"Kalian lanjutkan mengerjakan soal ny " ucap dosen killer.
Setelah kepergian indah dan seorang tentara yang bernama Bima tersebut.
Dari mana dia tau nama nya, karna di seragam yang dia gunakan terdapat nama pria tersebut.
Sedangkan indah dan Bima langsung memasuki mobil milik kantor.
"Paman apa yang terjadi " ucap Indah.
"Paman juga tidak tau pasti nak, tapi paman dapat kabar jika kapten " Bima menjeda ucapannya, dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Jika apa paman " ucap indah.
"Mak nak, kapten kecelakaan " ucap Bima.
Deg...
Jantung indah langsung berhenti berdetak, jadi ini, kenapa dia selalu gelisah dan kepikiran dengan orang tua nya.
"Lalu bagaimana keadaan ayah, dan apa ibu tahu jika ayah kecelakaan " ucap indah lagi.
Dan bertepatan dengan mobil yang berhenti di sebuah rumah sakit ternama, jelas indah mengetahui rumah sakit di mana tempat ibunya bertugas.
"Ayo nak " ucap Bima.
Mereka langsung masuk ke dalam rumah sakit, dan banyak pasang mata yang memandang indah jelas hampir seluruh staf rumah sakit mengenal nya.
Mereka langsung menuju ruangan operasi, dan tepat di depan pintu ruang operasi mereka menghentikan langkahnya dan di sana sudah banyak anggota lain, Semua memandang indah dan Bima yang baru saja sampai.
"Kapten " ucap Bima hormat.
"Paman " sapa indah tersenyum kecil.
"Bagaimana kabar mu nak " ucap pria paruh baya yang di panggil paman oleh indah.
"Baik paman, paman dan keluarga bagaimana " ucap indah.
"Baik sayang " ucap pria paruh baya.
"Uncle bagaimana " ucap indah langsung berlari menghampiri dokter yang baru saja melepas masker nya.
Sebelum dia menjawab pertanyaan indah, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas secara perlahan.
"Maaf nak, uncle sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain " ucap dokter yang sangat dekat dengan indah saat dia berkunjung di rumah sakit.
"Tidak,,,, tidak,,,,,, Uncle pasti bohong " ucap indah berkaca-kaca.
"Sayang sabar nak " ucap pria paruh baya, langsung memeluk indah sudah seperti putrinya sendiri.
"Apa yang menyebabkan pasien meninggal, apa operasi nya gagal " ucap pria paruh baya.
"Maaf tuan, saat operasi berlangsung tuan Alex mengalami pendarahan dari dua sisi yang berbeda " ucap dokter yang menangani.
Dan, bertepatan dengan ruang sebelah yang juga melangsungkan operasi terbuka. mereka langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.
"Bagaimana dokter " ucap Bima, dokter menghembuskan nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan wali pasien.
"Maaf tuan, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain, dokter Ane meninggal dunia " ucap dokter lagi.
"Tidak,,,,tidak ibu pasti baik-baik saja " ucap indah.
"Ayah, ibu " ucap indah pelan, dan setelah itu dia tidak sadarkan diri.
" Nak bangun sayang " ucap pria paruh baya.
Untung saja indah berada di dekapan jadi tidak terjatuh, dia langsung mengangkat tubuh indah .
"Tuan, kemari " ucap dokter menuju ruang sebelah.
Saat sudah sampai, indah langsung di letakan di brankar rumah sakit, dan dokter langsung memeriksa nya.
"Bagaimana " ucap pria paruh baya.
"Dia hanya shock saja tuan " ucap dokter lagi.
"Terima kasih dokter " ucap pria paruh baya.
****
Sedangkan pria tampan yang sedang duduk di sofa ruang nya, langsung memandang Seseorang yang masuk ke ruangan nya tanpa permisi.
"Di mana sopan santun mu " ucap alaric.
"Maaf tuan, tapi ini penting " ucap asistennya.
"Sepenting apa, sampai kau lupa mengetuk pintu " ucap alaric.
"Tuan tidak melihat ponsel anda " ucap asistennya.
"Tidak, memang nya kenapa " ucap alaric, langsung membuka ponsel dan tiba-tiba.
Deg
"Indah " ucap nya.
"Di mana indah Sekarang " ucap alaric.
"Di rumah sakit " ucap asistennya.
Mereka langsung menuju ke rumah sakit di mana indah berada, setelah melihat salah satu pesan yang menyatakan kedua orang tua indah kecelakaan .
****
Sedangkan di rumah sakit yang sama, Sepasang suami istri yang masih menunggu di depan ruang UGD tiba-tiba pintu ruangan terbuka.
"Dokter bagaimana keadaan putri kami " ucap Jessi.
Dokter cantik yang baru saja keluar dari ruangan UGD tersenyum, Jessi yang melihat itu mengerutkan kening bingung.
"Dokter ada apa " ucap Jessi lagi.
"Maaf nyonya ini hanya perkiraan saya saja, tapi saya sudah memanggil dokter yang bertanggung jawab " ucap dokter cantik .
Dan benar saja tak lama datang seorang wanita cantik, dan tunggu dokter ....
"Tuan, nyonya " sapa Zahra.
"Di mana pasien nya " ucap dokter wanita yang bernama Zahra.
"Di dalam " ucap dokter cantik .
"Maaf saya permisi tuan nyonya " ucap zahra.
"Ada apa ini " ucap Richo.
"Kenapa perasaan ku jadi tidak enak "
Hi reader kesayangan author π€ maaf ya kali ini update nya sedikit telat ππ» semoga kita semua selalu sehat di mana pun berada π