
"Lalu " ucap Sean.
"Ayah yang buatkan " ucap alaric santai.
duaarrrr
Apa dia akan menjadi tukang gado-gado di waktu dini hari, yang benar saja.
"Sudah lah ayah, turuti saja " ucap dini.
"Apa tidak bisa besok " ucap Sean.
"Alaric ingin sekarang" ucap alaric mengerjab lucu.
"Okey, sayang kau tunggu ayah akan buatkan " ucap dini.
"Ayo ayah " ucap dini langsung menarik tangan Sean menuju dapur.
Baru berapa langkah, dini langsung mundur kembali.
"Sayang kau juga ingin gado-gado " ucap dini .
"Emmm,,, boleh jika tidak merepotkan " ucap indah.
"Okey, chef Sean siap membuat gado-gado " ucap dini.
"Ayo chef Sean, kita bereaksi " ucap dini semangat.
"Ayah, ibu maaf merepotkan " ucap alaric.
"It's okey sayang, katakan apa pun yang kau inginkan chef Sean siap melakukan nya " teriak dini yang sekarang sudah berada di ambang pembatas dapur.
Dan benar saja saat mereka sudah di dapur, dengan semangat dini mencari bahan bahan yang ada di dalam kulkas.
Karna ini masih dini hari, jadi mereka tidak akan mengganggu para maid yang istrirahat .
"Ibu, apa yang harus ayah lakukan " ucap Sean.
"Ayah ulek, kacang nya " ucap dini sambil motong motong bahan yang di perlukan.
"Segini cukup " ucap Sean.
"Cukup " ucap dini.
Sedangkan alaric dan indah juga menyusul kedua orang tua mereka yang sedang membuat Gado-gado.
"Sayang, Kenapa ke sini " ucap dini.
"Mungkin indah bisa bantu sesuatu " ucap indah.
"Oh tidak, bumil tidak boleh capek cukup duduk di sana " ucap dini.
"Iya sayang benar apa yang di katakan ibumu, kalian cukup duduk di sana menunggu gado-gado nya siap " ucap Sean.
30 menit kemudian, akhirnya gado-gado ala chef Sean dan dini selesai.
"Gado-gado nya sudah siap " ucap dini.
"Selamat menikmati " ucap dini dan Sean bersamaan.
"Wow, ini pasti sangat enak " ucap alaric.
"Cicipi saja dulu, nanti ayah terbang tinggi tak saat rasa nya tidak sesuai seperti apa yang kau inginkan kau malah menjatuhkan ayah " ucap Sean.
"Tidak, ini pasti enak " ucap alaric.
"Emmmm, enak sekali ayah " ucap indah yang sudah terlebih dahulu mencicipi gado-gado ala chef Sean .
"Sayang benar kah, kau tidak bohong " ucap Sean bahagia.
"Tentu saja tidak, ini ayah ingin coba " ucap indah sambil menyodorkan satu sendok gado-gado di hadapan Sean, dan dengan senang hati Sean menerima nya.
"Emmm,,, benar ibu enak " ucap Sean.
"Ini untuk ibu " ucap alaric menyuapkan dini gado-gado.
"Wow,,, ternyata kita berhasil ayah " ucap dini sambil mengunyah .
"Sayang, habiskan Cucu ayah harus merasakan lezatnya gado-gado buatan grandpa nya " ucap Sean.
"Ibu juga ikut mebantu ayah " protes dini.
"Ah iya, gado-gado buatan grandpa dan grandma " ralat Sean.
Setelah menghabiskan gado-gado nya mereka semua kembali ke kamarnya untuk melanjutkan istirahat Walau hanya sebentar .
"Mas tidak tidur " ucap indah.
Saat melihat suaminya yang duduk di bawah kasur, dengan majalah di tangan nya.
"Tidak sayang, perut mas kenyang susah ingin tidur " ucap alaric.
"Sayang tidur lah, nanti jika sudah pagi akan mas bangun kan " ucap alaric lagi.
"Mas tidak apa-apa jika indah tinggal tidur " ucap indah.
"Tentu saja tidak " ucap alaric membenarkan selimut untuk istrinya nya .
"Tidur lah " ucap alaric saat sudah duduk di samping indah.
Dan benar saja tak perlu waktu lama indah langsung terlelap .
"Maaf jika mas selalu merepotkan " ucap alaric.
Dia juga heran, kenapa saat dia menginginkan sesuatu selalu saat dini hari jadi membuat waktu istirahat istrinya terganggu.
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ππ