Lady Queen

Lady Queen
Episode 63



Setelah menghabiskan waktu 30 menit di perjalanan akhirnya indah Sampai di mansion, dan di sana sudah ada sen yang dini menunggu di pintu utama.


"Sayang " ucap dini langsung berlari menghampiri putrinya yang baru saja keluar dari dalam mobil nya.


Dan memeluk erat tubuh putrinya nya, yang tidak memberi kabar semalaman pada mereka


"Ibu apa yang terjadi " ucap indah.


"Sayang ibu takut " ucap dini.


"Indah sudah berada di sini ibu, jangan takut dan indah juga baik-baik saja " ucap indah, dini langsung mengurangi pelukannya dan memutar tubuh indah.


"Benar tidak ada yang terluka " ucap dini.


"Seperti yang ibu lihat, indah baik-baik saja "ucap dini.


"Nak " ucap Sean.


" Ayah " ucap indah.


"Kau sudah menyepakati janji mu, datang dengan selamat tanpa lecet sedikitpun " ucap Sean.


"Ini semau berkat doa ibu dan ayah, Terima kasih " ucap indah.


"Kami hanya mendoakan mu, tapi kau memang hebat sayang " ucap dini.


"Ayo kita masuk, dan sarapan bersama " ucap Sean


"Benar, ibu sudah masak makanan kesukaan mu " ucap dini bahagia.


Jelas terlihat wajah lelahnya memancarkan kebahagiaan saat melihat indah datang dengan selamat.


"Sayang kemarin nak alaric menghubungi ayah, dan menanyakan diri mu " ucap Sean saat berada di meja makan.


"Lalu ayah bilang apa " ucap indah.


"Ayah bilang kau sudah istirahat " ucap Sean.


"Baiklah, nanti akan indah hubungi kembali dia " ucap indah.


Dan benar saja setelah selesai sarapan , indah langsung menghubungi alaric.


Sedangkan alaric yang berada di apartemen nya, tiba-tiba ponselnya bergetar.


"Indah " ucap alaric, tanpa pikir panjang alaric langsung menjawab panggilan nya


"Hello " ucap orang di sebrang sana .


"Selamat pagi calon istri ku " ucap alaric.


"Pagi " ucap indah pelan.


"Maaf kemarin aku ketiduran sampai tidak menjawab panggilan dari mu " ucap indah.


"Tidak masalah, aku mengerti kau pasti sangat lelah " ucap alaric.


Dan obrolan berlanjut dengan canda dan tawa, aura ingin jadi pengantin memang beda ya guys 🤭


****


Sedangkan Jessi yang berada di mansion nya, dia tidak bisa tidur semalaman saat mengetahui kebenaran yang di lihat dengan mata kepala nya sendiri.


Dan pagi-pagi sekali Jessi langsung berangkat menuju kantor nya , tentu saja dia akan membuka kasus suaminya.


Walau berat dia tidak memungkin menutupi kejahatan suaminya sendiri.


sedangkan Marni yang melihat Jessi berangkat lebih awal tanpa sarapan terlebih dahulu, mengernyit dahi bingung.


"Entah lah, aku juga bingung apa terjadi masalah " ucap Marni.


"Semoga saja tidak, ayo kita sarapan " ucap Arsel .


"Ayo " ucap Marni.


Sedangkan Jessi yang sudah berada di kantor nya, langsung mengajukan kasus suaminya siapa yang tak mengenal Richo pengusaha yang sedang naik daun sekarang.


"Kau yakin ingin melakukan ini, jaksa Jessi " ucap atasan Jessi.


"Tentu saja, bukan kah keadilan harus di tegakkan " ucap Jessi yakin.


"Tapi kebanyakan orang akan menutupi kasus kejahatan mereka, dan apa lagi kali ini suami mu sendiri " ucap atasan Jessi.


"Siapapun dia, kejatahan harus di beri hukuman " ucap Jessi.


"Baiklah, jika ini mau mu aku akan memproses kasus suami mu " ucap atasan Jessi.


"Terima kasih " ucap Jessi.


"Tapi kau harus menerima konsekuensinya " ucap atasan Jessi.


"Dengan senang hati saya menerima nya " ucap Jessi tersenyum.


Tentu saja dia tau apa yang akan dia terima Setelah ini, dia akan mengundurkan diri dari perusahaan nya, dan memukai dari nol.


"Tapi jika kau ingin membatalkan kasus ini, aku akan melakukan nya untuk mu " ucap atasan Jessi.


"Jangan, lanjutkan kasus ini dan aku akan mengundurkan diri setelah kasus ini selesai " ucap Jessi.


"Aku kagum pada mu, kau memang panutan untuk seluruh staf di sini " ucap atasan Jessi bangga.


Setelah selesai Jessi langsung keluar dari ruangan atasan nya, dan di sana sudah berkumpul seluruh staf termasuk dini langsung memeluk tubuh Jessi sahabat nya.


"Kau sudah melakukan yang tepat " ucap dini memeluk tubuh Jessi yang bergetar menahan tangis .


Jelas semua staf kantor mengetahui kasus apa saja yang di proses, sekarang ini dan bahak. mereka sangat kasian pada Jessi yang memulai karir dari nol harus hancur karena ulah suamainya sendiri.


"Terima kasih " ucap Jessi.


Setelah merasa sedikit tenang, mereka kembali pada ruangan nya dengan Jessi yang sudah mengumpulkan barang-barang nya.


"Apa rencana Mus Setelah ini " ucap dini yang juga berada di ruangan Jessi.


"aku akan pindah dari kita ini, dan kembali ke kota asal ku " ucap Jessi.


"Bagaimana dengan putri mu " ucap dini.


Belum juga Jessi menjawab, pintu ruangan nya terbuka oleh seseorang, dan saat dini Melihat orang yang membuka pintu ruangan sahabatnya dini langsung bangun dari duduk nya.


"Aku akan keruangan ku sekarang " ucap dini.


Setelah kepergian dini dari ruangan Jessi , Marni langsung mendekati Jessi dan menatap nya dengan tajam .


"Apa apaan ini mom " ucap Marni meninggi.


"Apa maksudmu sayang " ucap Jessi lembut.


Bughhhh


Marni langsung melempar kan ponsel nya di hadapan Jessi, dn saat Jessi melihat berita tersebut dia menatap putrinya yang sudah marah .


"Kenapa "


Next part selanjutnya KK dan semoga masih suka dengan halu author kali ini, dan mohon perhatian nya jika tidak bisa update karna sinyal kurang baik untuk di daerah author🙏🏻