Lady Queen

Lady Queen
Episode 31



Masih di posisi yang sama, seorang pria yang berkutik dengan laptop di hadapan nya.


"Bagaimana bisa " ucap nya.


Saat sudah hampir satu jam lama nya, mencari cari data Seseorang tapi masih juga tidak dia dapatkan.


"Kenapa susah sekali " ucap pria itu lagi.


Saat dia sibuk berkutik dengan laptop nya, ponsel nya tiba-tiba berdering.


"Hello tuan " ucap nya pada orang di sebrang sana.


"Bagaimana, kau sudah mendapatkan nya " ucap Richo di sebrang sana.


"Maaf tuan, saya masih berusaha " ucap nya.


"Dasar tidak becus, cari data seorang wanita saja kau tidak bisa " kesal Richo di sebrang sana.


"Maaf tuan " ucap nya, tapi sayang sambungan telpon sudah terputus .


"Dasar, kenapa kau tidak mencari sendiri jika kau becus " kesal nya pada layar ponsel yang sudah mati.


****


Sedangkan di area kampus, khusus nya indah dan Sahabat nya setelah kejadian memberi sambal pada mulut wanita ondel-ondel mereka langsung menuju kelas, Dan setelah selesai mata kuliah mereka semua langsung pulang.


Dan, disinilah mereka sudah berada di markas yang indah bangun, bahkan pembangunan nya hampir selesai .


"Queen " sapa mereka.


"Bagaimana " ucap indah.


"Sudah 85%, bisa di pastikan bulan depan markas ini sudah sempurna " ucap Bimo.


"Syukurlah " ucap indah.


Sekarang anggota mereka sudah bertambah, saat king Faaz juga membawa anggota nya bergabung dengan anggota indah.


"Sepertinya aku harus kembali ini sudah sore " ucap indah.


"Mari aku antar " ucap king Faaz menawarkan.


"Ayo " ucap indah.


Saat mereka sedang di perjalanan tak ada yang berbicara, dan saat sudah merasa hampir Sampai kompleks.


"Stop " ucap indah.


Tentu saja king Faaz langsung menghentikan mobilnya, mendengar ucapan indah yang tiba-tiba.


"Di mana rumah mu " ucap king Faaz.


"Di sana, kau pulang lah aku bisa jalan kaki " ucap indah.


"Ayo aku antar ke sana " ucap king Faaz


"Tidak perlu, aku ingin membeli sesuatu " ucap indah.


"Baiklah, aku pergi dulu " ucap king Faaz.


Setelah kepergian king Faaz, indah langsung menuju minimarket yang ada di depan komplek nya.


Saat dia sedang memilih apa yang dia butuhkan, tiba-tiba .


Bughhhh ...


"Maaf maaf aku tidak Sengahja " ucap indah.


Sambil membantu membereskan barang belanjaan seseorang yang terjatuh oleh nya.


"Tidak apa-apa nak " ucap seseorang .


"Maaf sekali lagi " ucap indah, langsung mengangkat pandangan.


"Nak indah " ucap wanita paruh baya.


"Tante Jessi " ucap indah.


"Ternyata kau masih mengingat Tante " ucap Jessi.


"Kau belanja " ucap Jessi.


"Hanya beli Snack saja Tante " ucap indah.


"Sudah selesai beli Snack nya " ucap Jessi.


"Sudah " ucap indah saat melihat keranjang nya sudah hampir penuh


"Ayo kita ke kasir " ucap Jessi.


"Sini keranjang mu, biar sekalian Tante yang bayar " ucap Jessi.


"Terima kasih Tante, tapi tidak perlu Tante biar indah saja " tolak indah secara halus.


"Tidak apa-apa, anggap saja ini pertanda maaf Tante karna Marni menyiram mu " ucap Jessi langsung mengambil keranjang yang ada di tangan indah.


Tentu saja indah bingung, bagaimana bisa Jessi mengetahui semua itu.


"Totalnya, 500 ribu nyonya " ucap wanita yang menjaga kasir.


"Ini uang nya " ucap Jessi menyerahkan uang 500 ribu.


"Ini sayang " ucap Jessi memberikan belanjaan indah.


"Terima kasih Tante, maaf merepotkan " ucap indah.


"Kau ingin pergi ke mana lagi setelah ini " ucap Jessi.


"Indah langsung pulang Tante, ini sudah sore nanti ibu dan ayah cari indah " ucap indah.


"Ayo biar Tante antar " ucap Jessi.


"Tidak perlu Tante, rumah indah juga di depan sana " ucap indah.


"Tidak apa-apa, ayo " ucap Jessi.


Mau tak mau indah masuk ke dalam mobil Jessi, karna belanjaan indah di masukan di dalam mobil Jessi.


Setelah indah masuk, Jessi langsung masuk ke dalam mobil dan langsung menancap gas memasuki komplek tersebut.


"Di mana rumah mu nak " ucap Jessi.


"Berhenti di depan sana Tante " ucap indah.


Jessi langsung menghentikan mobilnya tepat di gerbang kompleks perumahan militer .


"Di sini " ucap Jessi.


"Iya Tante, rumah indah di ujung sana " ucap indah.


"Terima kasih Tante, maaf merepotkan " ucap indah sebelum turun dari mobil.


"Mampir ke rumah Tante " ucap indah menawarkan.


"Lain kali saja nak, Tante harus pulang " ucap Jessi.


"Baiklah, indah masuk dulu " ucap indah.


Saat indah sudah keluar dari dalam mobil, Jessi langsung melanjutkan perjalanan nya .


Sedangkan mobil lain yang berada di bekang mobil Jessi langsung memasuki komplek perumahan .


"Itu putri kita ayah " ucap Ane.


Saat melihat putra nya berjalan kaki menuju rumah nya.


"Sayang " panggil Ane.


Indah langsung memandang asal suara yang sangat dia kenali.


"ibu " ucap indah.


"Ayo masuk " ucap Ane, Indah langsung masuk ke dalam mobil ayah nya.


"Kau di antar siapa nak "


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya, maaf atas telat update nya ๐Ÿ™