Lady Queen

Lady Queen
Episode 9



"Maksud kapten berjaga-jaga " ucap tentara yang duduk di sampingnya.


"Menjadi abdi negara tidak mudah, di saat perang kita menaruhkan nyawa kita, itu sebab nya kalau bisa meminta aku tak ingin putriku mengikuti jejak ku " ucap Alex lagi.


"Saya mengerti kapten, memiliki seorang putri tidak mudah di saat kita memiliki pekerjaan yang berat, tapi saya yakin putri kapten akan menjadi wanita hebat nantinya " ucap tentara yang bernama Adit.


"Semoga saja " ucap Alex.


"Dan iya, saya dengar putri kapten juga pandai bela diri ya " ucap Adit lagi.


"Ya, lebih tepatnya dia guru bela diri di sebuah SD " ucap Alex lagi.


"Wah putri kapten memang hebat, sudah cantik, manis, pandai karate kurangnya apa coba " ucap Adit tanpa sadar.


"Aku rasa kau tertarik dengan putri ku " ucap Alex.


"Ah,,,,maaf kapten mana berani aku mendekati putri kapten " ucap Adit minder.


"Siapapun yang akan menjadi jodoh nya aku hanya meminta dia bisa menjaga putriku seperti aku menjaga nya " ucap Alex.


" Tak bisa di ragukan lagi, kapten memang hebat " kagum Adit.


"Ayah ini senjata nya " ucap indah mengembalikan senjata nya.


"Sudah selesai sayang " ucap Alex.


"Sudah ayah, tapi indah boleh coba memanah tidak " ucap indah lagi.


"Tentu saja " ucap Alex.


"Ayah memang yang terbaik " ucap indah.


"By,,,,,Oom " ucap indah menyapa tentara yang bernama Adit.


****


Sedangkan pria tampan yang duduk di kursi kebesaranya dengan berkas yang menumpuk di meja nya, setiap hari tanpa ada habisnya berkas di atas mejanya.


"Tuan " ucap asisten nya.


"Katakan " ucap alaric.


"Ini data yang anda minta " ucap asistennya


"Cepat juga kau mendapatkan nya " ucap alaric.


"Mungkin Tuhan sedang berpihak pada ku " ucap asisten nya lagi.


"Baiklah, lanjutkan pekerjaan mu " ucap alaric.


"Baik tuan, saya permisi " ucap asisten nya.


Setelah kepergian asisten nya baru alaric membuka amplop coklat tersebut.


"Alex Ferguson " ucap alaric.


"Ternyata dia putri seorang kapten, dan ibunya juga dokter bedah " ucap alaric lagi.


"Seorang abdi negara, dan seorang dokter lalu putrinya kuliah jurusan bisnis, emmmm sedikit aneh, tidak ada jejak kedua orag tua nya yang dia ikuti " ucap alaric lagi.


"Tapi, sebagian orang akan menuntut putra putrinya untuk mengikuti jejak mereka tapi dia tidak orang tua nya membebaskan apa yang di minati putrinya " kagum alaric lagi.


"Akan aku pikir kan untuk mendekatinya " ucap alaric lagi.


*****


Sedangkan di kawasan balap liar, semua sudah berkumpul menunggu lawan nya dan saat terdengar suara motor yang sangat mereka kenali langsung riuh .


"King sampai " ucap mereka.


"Aku kira kau tidak akan datang " ucap lawan king sinis.


"Aku bukan pengecut yang mengingkari janji ku " ucap king.


Seorang wanita cantik yang berpakaian seksi sudah berada di tengah-tengah antara mereka dengan bendera kecil di tangannya.


"Baiklah, balap kali ini akan di mulai " ucap wanita cantik dan seksi itu.


Brummmmm


"Dalam hitungan ke tiga maka pertandingan di mulai " ucap nya lagi.


"Ayo hitung sama-sama, satu, dua, tiga " ucap mereka bersamaan.


Masing masing dari mereka langsung melajukan motor nya, dari kejauhan king sudah menghilang jauh dari lawan nya.


Dan, ya bisa di pastikan siapa pemenang nya saat sudah berlangsung sekitar 15 menit, dari kejauhan king sudah terlihat kembali .


"Wah, king sudah kembali " teriak mereka.


"King .... "


"King..... "


"Yeeee,,,,,,, king menang " teriak penonton bahagia, saat king memutuskan tali pitanya.


"Kurang ajar " geram lawan nya yang baru saja sampai.


"Bagaimana, sesuatu kesepakatan jika aku menang motor mu akan menjadi milik ku " ucap king Faaz.


Ya siapa sangka di kampus dia bergaya seperti cupu, tapi ternyata dia lebih liar dari orang yang bergaya royal.


"Ini kuncinya " ucap nya kesal, karna motor kesayangan sudah menjadi milik orang lain.


"Terima kasih " ucap king Faaz tersenyum puas.


"Bawa motor ini " ucap king Faaz pada teman nya.


"Dengan senang hati bro " ucap nya, ya kapan lagi coba dia akan mengunakan motor mewah ini.


Setelah memenangkan pertandingan nya, king Faaz langsung meninggalkan area balap dan menuju ke suatu tempat .


Sebuah gubuk yang sudah tak terpakai, tempat tujuannya di sana juga sudah ada berapa pria yang menunggunya.


"King " ucap mereka.


"Kalian tidak mendapat anggota baru " ucap king.


"Maaf tidak king " ucap mereka.


"Tidak masalah, sebentar lagi akan ada motor untuk kalian gunakan motor itu untuk hal yang baik jika aku mendengar kalian mencopet akan ku cincang kalian " ucap king lagi.


"Baik king " ucap mereka.


Ya, dia mengumpulkan preman yang mau bersama nya walau pun masih jauh dari kata mafia yang di segani tapi tidak masalah baginya.


*****


Sedangkan di gubuk tua, pria yang mendapat kabar atas gagal nya rencana mereka membuatnya marah besar.


"Kurang ajar, bagaimana bisa mereka di tahan oleh tentara " ucap nya meninggi.


"Maaf tuan, penyerangan itu secara tiba-tiba " ucap mereka.


"Lalu bagaimana jika mereka membuka mulut atas rencana kita, HAAAA " ucap nya meninggi.


"Maaf tuan " ucap nya .


"Gara-gara kalian aku mengalami kerugian besar " marah nya lagi.


"Ini pertama kalinya kita gagal, bagaimana bisa tentara tau dengan penjualan ilegal ini " ucap nya marah.


"Tentara memiliki akses yang besar tuan " ucap nya.


"Kurang ajar " geram nya.


Bughhhh


Pria yang mendapat pukulan itu sampai terjatuh karna tidak siapa dengan pukulan keras itu.


"Kau bilang apa tadi, tentara memiliki akses yang besar, lalu kau membiarkan itu, bodoh " marah nya.


"Aku tidak mau tau, ini untuk yang kesekian kalinya, awas saja jika kalian membuatku rugi lagi " ucap marah.


"Pastian mereka tidak membuka mulut " ucap nya langsung pergi dari gubuk tua itu.


"Baik tuan " patuh mereka.


****


Sedangkan di mansion Pratama khususnya mommy Marni yang sedang menonton televisi dan bertepatan dengan berita yang terjadinya proses penjualan ilegal barang haram di sebuah gubuk tua, untung saja tim saya di pimpin Alex bisa menghentikan nya.


"Mau jadi apa negara ini, barang harap masih di jual belikan " ucap mom Marni.


"Dad, lihat lah berita ini " ucap mom Marni, saat suaminya baru saja sampai dari kantornya.


"Ada apa mom " tanya Daddy Marni.


"Itu mereka menjulang barang haram dengan cara ilegal, untung saja bisa di tangani " ucap mom Marni.


"Itu hanya berita mom, sudah lah biarkan saja " ucap dad Marni.


"Mom, dad " sapa Marni.


"Kau sudah bangun sayang " ucap mom Marni.


"Sudah mom " ucap Marni.


"Sudah merapikan kamar mu, yang seperti kapal pecah itu " ucap mom Marni.


"Biarkan saja maid yang rapikan " ucap Marni lagi.


"Dad, dengar ini akibat dad selalu memanjakan putri kita " ucap mom Marni.


"Kenapa harus daddy lagi yang di salahkan " ucap dad Marni kesal.


"Susah bicara dengan mommy " kesal Daddy Marni.


"Marni tunggu apa lagi rapikan kamar mu " ucap mom tegas.


"Tidak, Marni ingin keluar bersama teman teman Marni " ucap Marni .


"Selangkah lagi kau menuju keluar, detik ini juga fasilitas mu mom tarik " ancam mom Marni.


"Mommy " kesal Marni.


"Ini untuk kebaikan mu, kau sudah besar kau yang membuat kamar mu berantakan lalu kau juga yang harus rapikan " ucap mom Marni.


"Mommy, kan kita ada pembantu di mansion ini, apa gunakan kita punya pembantu banyak tapi masih Marni yang merapikan " ucap Marni lagi.


"Pergilah " ucap mom Marni.


"By,,,,mommy Marni pergi dulu " ucap Marni langsung pergi.


Tapi baru saja dia memanaskan mesin mobil nya, ponselnya sudah bergetar Daan saat dia melihat ponselnya sebuah notivikasi dari sebuah bank.


"Mommy " teriak Marni.


"Ada apa tidak jadi pergi sayang " ucap mom Marni tersenyum.


"Mommy, apa-apaan ini " protes Marni, melihatkan notivikasi yang ada ponselnya.


"Ingat sayang, biar kau putri mommy satu satunya, tapi kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan " ucap mom Marni.


"Daddy " adu Marni, saat melihat Daddy nya datang dengan pakaian santai nya.


"Ada apa ini " ucap Daddy Marni.


"Mommy memblokir kartu ATM Marni, Marni sudah ada janji dengan teman dad " ucap nya manja.


"Mom benar itu " ucap Daddy lagi.


"Iya memeng nya kenapa " ucap mom Marni.


"Tapi kenapa " ucap dad lagi.


"Mom ingin mengajarkan nya, menjadi orang yang bertanggung jawab Marni sendiri yang membuat kamar nya seperti kapal pecah jadi dia sendiri yang merapikan kembali " ucap mom Marni lagi.


"Ada maid di sini biar dia yang merapikan " ucap dad lagi.


"Sudah sayang ini pakai saja kartu Daddy, pergilah " ucap dad lagi.


"Sayang Daddy " ucap Marni langsung pergi membawa kartu debit Daddy nya.


"Lebih baik aku menyelesaikan kasus orang lain dari pada merubah sifat keras kepala kalian " ucap mommy lagi.


****


Sedangkan di rumah sederhana, khususnya indah yang sudah siap dengan pakaian nya.


"Ayah, ibu indah pergi dulu " pamit indah.


"Hati-hati, ingat jangan ngebut " pesan Ane.


"Iya ibu, indah tidak ngebut paling cuma di atas 60 lah " ucap indah.


"Apa, tidak sini biar ibu antar saja ke tempat silat nya " ucap Ane.


"Tidak, tidak iya indah tidak ngebut kok Bu, indah hanya becanda saja " ucap indah.


"Awas saja jika bohong sama ibu " ucap Ane.


"Tidak kok Bu, mana berani indah ngebut " ucap indah cengengesan.


"Sudahlah, berangkat sana kasian ank didik mu pasti sudah menunggu " ucap Alex.


"By,,, ayah ibu indah berangkat " ucap indah.


"Hati-hati bawa mobilnya sayang " ucap Alex.


"Baik komandan " ucap indah.


"Ada-ada saja putri kita " ucap Alex, yang melihat putrinya menyetir sampai sudah tidak terlihat lagi mobil yang di bawa putrinya baru dia masuk.


"Ayah apa tidak sebaiknya indah jangan menjadi guru silat saja, rumah jadi sepi jika tidak ada putri kita " ucap Ane.


"Ibu, putri kita hanya pergi sebentar saja dan menjadi guru silat juga baik untuk nya, dia seorang wanita jadi jika kita tidak bersama nya dia bisa menjaga dirinya sendiri " ucap Alex lagi.


"Iya juga ya " ucap Ane lagi.


Sedangkan indah yang sudah sampai di tempat latihan silat, langsung memulai mengajari silat saat melihat jam sudah menunjukan pukul Tiga sore.


Sedangkan Marni yang berada di sebuah mall ternama bersama sahabat nya, tak ada kegiatan lain selain shopping apa lagi dia menggunakan ATM Daddy nya.


"Kalian ambil lah tas nya biar aku yang bayar " ucap Marni.


"Benarkah, kau yang akan membayar nya " ucap sahabat Marni.


"Tentu saja " ucap Marni.


"Aaaaa,,,, senang nya ayo kita cari keluaran terbaru " ucap sahabat Marni bahagia.


Sedangkan Daddy Marni yang berada di mansion, ponselnya tak henti henti mendapatkan notifikasi dari bank.


"Apa-apa ini " ucap Daddy Marni.


"Aya yang dia beli, sampai sudah menghabiskan uang 100 juta " ucap Daddy marni.


"Mom sudah bilang jangan terlalu di manjakan, bekukan saja ATM nya jika tidak ingin uang Daddy habis oleh nya " ucap mom Marni.


Dan benar saja, baru saja istrinya bicara dia mendapat notivikasi lagi dari bank.


"Ya Tuhan, bisa-bisa aku miskin mendadak jika begini " ucap Daddy Marni.


"Bekukan ATM ku sekarang " ucap Daddy Marni lada orang di sebrang sana.


"baik pak " patuh pihak bank.


Sedangkan Marni yang sudah selesai memilih gaun mereka langsung pergi ke kasir, berniat untuk membayar nya .


"Maaf nona, anda memiliki kartu lain " ucap kasir.


"Apa maksud mu " ucap Marni.


"Kartu anda tidak bisa di gunakan nona, atau ingin bayar dengan tunai " ucap kasir lagi.


"Marni kau punya uang tidak sih" ucap sahabt nya.


"Punya lah " ucap Marni sombong.


"Coba sekali lagi mbak" ucap Marni.


"Maaf mbak masih sama mungkin kartunya di blokir mba, bagaimana nona, kalian yang lain sudah ngantri lama " ucap kasir.


"Maaf apa ada masalah " ucap pria yang berada di belakang Marni.


"Ini Mbak nya, mau belnja tapi tidak punya uang mas " ucap kasir.


"Enak saja bilang aku tidak punya uang, aku punya kok " ucap Marni.


"Jika punya, ayo silahkan di bayar mba, Kasin yang lain sudah menunggu mbak dari tadi " ucap kasir lagi.


"Tunggu aku kan menghubungi Daddy ku dulu " ucap Marni.


"Sudah sini biar aku saja yang bayar, sekalian dengan ini " ucap pria muda yang berada di belakang Marni.


"Tidak perlu " tolak Marni.


"Sudahlah Marni, memangnya kau mau menunggu di sini " ucap sahabat Marni.


"Berapa total nya " ucap pria yang membantu Marni.


" 50 juta mas " ucap nya.


"Ini kartu nya " ucap nya lagi.


"Ini kartunya mas, terima kasih " ucao kasir lagi.


"Ini gaun kalian " ucap pria yang membantu nya.


"Terimakasih, boleh ku minta nomor rekening mu biar aku ganti uang mu nanti " ucap Marni.


"Tidak perlu, anggap saja jika itu sebagai pertemanan kita " ucap nya lagi.


"Perkenalkan aku arsel " ucap nya.


"Marni " ucap Marni.


"Jika kalian tidak sibuk, bagaiman jika kita ngobrol bareng di sana " ajak arsel.


"Sepertinya aku harus pulang " pamit sahabat Marni .


"Aku juga " ucap satu nya lagi.


"Kenapa kalian harus pulang " ucap Marni.


"Good luck " ucap sahabat Marni.


"Ayo kita pergi makan di sana, tenang saja aku yang bayar " ucap arsel lagi.


"Baiklah, maaf jika aku merepotkan " ucap Marni.


"Tidak masalah hanya makan saja " ucap arsel.


Saat mereka makan bersama, tak terasa hari sudah mulai sore, mereka memutuskan untuk pulang ke mansion masing-masing.


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, dan jangan lupa untuk follow ig author Likianti921 dan Facebook Lilianti sama dengan foto akun noveltoon ๐Ÿ’ž