Lady Queen

Lady Queen
Episode 39



Masih di posisi yang sama, di ruangan rawat inap indah.


"Kau wanita kuat yang pernah aku temui " alaric membatin.


"Mulai sekarang panggil bibik dan paman, ayah dan ibu anggap Kami sebagai orang tua mu " ucap wanita paruh baya.


"Sekarang kau makan dulu ya nak, biar ibu suapkan " ucap wanita paruh baya.


Saat Dini menyuapkan makanan pada indah, dengan mata berkaca-kaca indah memandang wajah Dini, yang mungkin jika di perkirakan tidak beda jauh usianya dengan Ane.


"Ibu, ayah indah ikhlas dengan kepergian kalian berdua, dan indah berjanji akan mencari siapa pelakunya, nyawa harus di bayar nyawa " ucap indah membatin.


****


Sedangkan sebuah mobil mewah yang memasuki kawasan mansion yang megah, dan tepat berhenti di depan pintu utama .


Begitu mobil berhenti, Jessi langsung masuk kedalam mansion tanpa menunggu suami dan putri nya .


"Selamat datang nyonya " sambut maid .


Maid yang melihat respon Jessi tidak seperti biasanya mengernyit dahi bingung, Jessi yang terkenal lemah lembut tapi kali ini berbeda .


"Selamat datang tuan, nona" sambut maid lagi, saat Richo dan Marni yang masuk bersama.


Sedangkan Jessi langsung menghempaskan tubuh nya duduk di sofa keluarga, dari tadi dia diam menahan segala nya .


"Marni, mom ingin bicara " ucap Jessi, saat melihat suami dan putrinya datang.


"Duduk " ucap Jessi.


Saat Richo ingin langsung terhenti saat mendengar ucapan istrinya.


"Dad juga duduk " ucap Jessi.


"Katakan siapa ayah dari bayi itu " ucap Jessi to the point.


"Mom sudahlah biarkan putri kita istirahat, biar nanti kita bicarakan ini lagi " ucap Richo.


Sebelum menjawab ucapan suaminya, Jessi tersenyum masam dan setelah mereka mendapat masalah begini suaminya juga masih membela putrinya, tolong Siapa pun yang ada di sana siapa yang salah dia atau suaminya ?


Jika dia terus memarahi putrinya yang pembangkang dan sekarang malah memberikan mahkota nya pada pria di luar sana, dan itu pun masih di bela suaminya mau jadi apa masa depan putri nya?


"Apa tidak cukup dia istirahat di rumah sakit, sekarang cepat hubungi ayah dari bayi itu " ucap Jessi.


"Tapi jam segini dia kerja mom " akhirnya Marni membuka suara.


Tak cuma suami ternyata putrinya juga sangat sangat membuat darah nya mendidih.


"Dalam kondisi seperti ini kau masih memikirkan diri nya tanpa memikirkan diri mu sendiri " ucap Jessi.


"Cepat hubungi dia, SEKARANG " ucap Jessi meninggi.


Dengan cepat Marni mencari nomor kekasihnya dan langsung menghubungi nya, Sedangkan Richo hanya diam, membiarkan apa yang istrinya lakukan.


****


Sedangkan disana seorang pria yang sibuk dengan berkas-berkas yang selalu menumpuk di meja nya, tiba-tiba ponselnya berdering dan dia langsung melihat ID penelpon .


"Tumben dia menghubungi ku " ucap pria tersebut, tanpa curiga dia langsung menjawab panggilan dari kekasihnya.


"Hello sayang " ucap nya.


Pria tersebut langsung melihat kembali id penelepon, apa orang salah sambung tapi saat dia melihat benar nama kekasihnya tapi kenapa suara nya berbeda.


"Maaf anda siapa, dan kenapa kau biasa memegang ponsel kekasihku "ucap pria tersebut.


"Jika benar dia kekasih mu, datang ke mansion sekarang aku beri waktu 1 jam " ucap wanita tersebut dan langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Apa yang terjadi " ucap pria tersebut, dia langsung merapikan berkas nya dan langsung pergi dari ruangan menuju mansion keluarga Pratama.


****


Sedangkan Jessi yang sudah menyelesaikan ucapannya, langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak, benar jika dia yang bicara dengan kekasih putrinya.


Dan, saat sambungan telepon terhubung Jessi langsung merampas ponsel putrinya itu sebenarnya dia bisa bicara sendiri dengan kekasih putrinya.


"Apa yang dia katakan " ucap Richo.


"Kita tunggu saja " ucap Jessi.


Dan tak lama selang lama bel pintu berbunyi, maid yang berada di sana langsung membuka pintu utama, seorang pria asing datang bertamu.


"Maaf tuan, bisa saya bantu " ucap maid.


"Saya di suruh datang oleh Marni " ucap pria tersebut.


"Silahkan masuk tuan, anda sudah di tunggu diruang keluarga " ucap maid, yang memang sebelumnya sudah Jessi beri tahu jika mereka akan ad kedatangan tamu.


"Duduk " ucap Jessi yang melihat maid dan tamu nya datang.


Saat maid sudah undur diri pamit ke belakang baru Jessi membuka suara, sedangkan Richo yang sibuk dengan ponsel nya tersenyum kecil saat melihat sesuatu yang menarik di ponsel nya.


"Benar dia kekasih mu sayang " ucap Jessi.


"Benar Tante " ucap arsel.


"Kau diam, aku tidak bertanya dengan mu ada saat nya kau ku tanya " ucap Jessi sensi.


"Benar mom" ucap Marni, sedangkan arsel langsung menutup mulut nya saat mendengar nada bicara Jessi yang kurang bersahabat.


"Susah berapa lama kalian saling mengenal dan sudah berapa lama kalian menjalin hubungan " ucap Jessi.


"Sekitar 4 bulan yang lalu, dan kami menjalin hubungan sudah 3 bulan yang lalu " ucap Marni.


"Ada yang ingin kau sampai " ucap Jessi.


Arsel yang di tanya langsung menunjuk diri nya sendiri, secara tadi dia menjawab salah kan


"Siapa lagi " ucap Jessi.


"Sepertinya tidak ada " ucap arsel santai.


"Kau tidak merasa pernah melakukan sesuatu atau merusak sesuatu yang belum saat nya " ucap Jessi.


"Sepertinya tidak " ucap arsel lagi.


"Kau dengar sayang , bahkan dia tidak menyadari itu semua lalu siapa ayah dalam kandungan putri saya "


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK, maaf untuk sementara tidak bis double up karna tubuh author kurang fit πŸ™πŸ»