Lady Queen

Lady Queen
Episode 51



Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit lamanya, karna indah terkena macet jadi dia Sampai saat hari sudah gelap.


"Selamat datang kembali nona " ucap maid yang membuka kan pintu untuk indah.


"Selamat malam bik, ayah ibu sudah pulang " ucap indah, yang melihat mobil kedua orang tua sambung nya sudah ada di garasi mobil.


"Tuan dan nyonya baru saja sampai nona " ucap maid.


" Baiklah jika begitu indah pergi bersihkan diri terlebih dahulu " ucap indah.


"Baik nona " ucap maid .


Setelah selesai indah membersihkan tubuhnya, dia langsung menemui dini dan Sean yang sudah duduk di ruang keluarga.


"Apa indah mengganggu " ucap indah, datang dengan membawa nampan berisi air dan kue yang di buat maid.


"Tentu saja tidak, kemari duduk dekat ibu " ucap dini.


"Bagaimana kuliah mu " ucap Sean.


"Baik ayah, tapi apa boleh indah minjam motor yang ada di garasi " ucap indah.


Sean dan dini saling pandang mendengar ucapan putrinya, ada apa gerangan apa mobil yang mereka berikan kurang bagus atau ada masalah lain.


"Sayang ada apa, apa mobil nya jelek " ucap dini.


"Tidak, tidak bukan begitu maksud indah " ucap indah cepat.


"Lalu kenapa sayang " ucap Sean.


"Seluruh kampus membicarakan mobil yang indah bawa, indah merasa tidak tenang ayah ibu, lebihnya baik indah kuliah naik taksi saja dari pada bawa mobil itu " ucap indah.


"Memang nya kenapa kalau mereka membicarakan mobil itu " ucap Sean.


"Indah merasa tidak tenang ayah, ibu, indah harus menunggu mereka pulang baru indah bisa pulang " ucap indah.


"Baiklah, tunggu sebentar ayah akan cek motor nya terlebih dahulu " ucap Sean, langsung bangun dari duduk nya.


"Indah ikut " ucap indah.


"Ibu juga, enak saja ibu di tinggal sendiri " ucap dini.


Mereka semua langsung menuju garasi, benar menang satu motor yang jarang di gunakan.


"Memangnya ini masih layak pakai ayah " ucap dini.


Sean langsung mengecek mesin dan mencoba nya.


"Ini msih bagus ibu " ucap indah saat mendengar bunyi motor nya.


"Kau mengerti mesin sayang " ucap Sean.


"Tidak terlalu tapi sedikit " ucap indah cengengesan.


"Kau memang hebat sayang " ucap dini bangga.


Bahkan mobil yang biasa di gunakan Alex, mereka jarang membawa nya ke bengkel mereka berdua yang akan memperbaiki nya itu sebabnya indah mengetahui tentang mesin.


"Lalu mobil baru mu siapa yang pakai " ucap dini.


"Kan bisa di gunakan habis pulang kuliah ibu " ucap indah.


"Baiklah, tapi kau harus hati-hati jika menggunakan motor " ucap dini.


"Siap ibu " ucap indah.


"Ayo kita makan malam " ajak dini.


"Ayo " ucap Sean.


****


Sedangkan pria yang berada di apartemen miliknya, dengan botol minuman di tangan nya.



"Sebentar lagi aku tidak sendiri di apartemen ini " ucap Alaric sambil memandang botol air minumnya.


"Rasanya aku sudah tidak sabar bersama nya " ucap nya lagi.


Seorang Pria yang melihat alaric tersenyum, menggeleng kepala.


"Benar kata pepatah cinta bisa membuat orang gila " ucap nya mendekati alaric.


Sedangkan alaric yang di bilang gila, langsung menatap tajam asistennya.


"Kenapa " ucap asisten nya.


"Jangan coba-coba kau mengatai aku gila " ucap alaric tak Terima.


"Kalau bukan gila, lalu apa nama nya yang senyum-senyum sendiri " ucap asistennya.


"Kau berani dengan ku " ucap alaric.


"Tuan anda tidak mengingat jika kita di luar kantor maka kita akan bersikap seperti orang lain nya " ucap asistennya tersenyum puas.


"Jadi kau sekarang berbuat semaunya begitu " ucap alaric.


"Tidak juga, tapi boleh kapan lagi bisa mengatai bos kan " ucap asistennya.


"Awas saja kau, besok akan ku buat kau menderita " ucap alaric.


"Kita lihat saja " ucap alaric.


***


Di mansion yang sangat megah, seorang pria paruh baya yang sedang berada di ruang kerjanya, langsung menghentikan kegiatan saat ponselnya bergetar.


"Nomor siapa ini " ucap Richo.


Karena penasaran Richo langsung membuka pesan yang di kirim oleh nomor asing, dan saat dia sudah membuka nya Richo langsung marah.


Bughhhh


"Kurang ajar " geram Richo.


Bagaimana tidak marah, jika dia mendapatkan kiriman Vidio di mana kaki tangan nya di perlakukan persis seperti apa yang dia perintahkan .


"Siapa yang berani-beranjnya melakukan ini " ucap Richo geram.


"Tapi tunggu, dia seorang wanita " ucap Richo, yang melihat indah memotong kulit tangan anak buahnya.


"Siapa dia sebenarnya " ucap Richo.


Dan masih banyak lagi, pertanyaan yang berputar di kepalanya.


Richo langsung menghubungi seseorang melalui ponsel genggam nya.


"Cari tau siapa wanita itu " perintah Richo pada orang di sebrang sana.


Dan tanpa Mendengar jawaban orang di sebrang sana, Richo langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Pengumuman :


Jangan lupa untuk tanggal 21 akan ada novel terbaru author part ke 2 novel Luka Yang Terdalam , mohon dukungan nya dengan cara like komen dan jangan lupa jadikan favorit ♥️