Lady Queen

Lady Queen
Episode 44



Sedangkan indah yang berada di dalam mobil, duduk diam memandang pengendara lain.


"Are you okey " ucap alaric.


"Okey " ucap indah singkat.


"Kenapa dia cuek sekali " ucap alaric membatin.


Sedangkan asistennya yang mengemudi mobil, hanya melirik melihat sepasang kekasih menuju halal di belakang nya.


"Kenapa mereka kaku sekali " batinnya.


Mereka memutuskan untuk datang ke sebuah butik, dan saat mereka sudah sampai mereka langsung masuk dalam butik, di mana sebelumnya mereka sudah membuat janji.


"Selamat datang tuan, nona " ucap karyawan butik.


"Kami ingin bertemu dengan pemilik butik " ucap alaric.


"Mari tuan, nona " ucap karyawan butik, menuju sebuah ruangan.


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap seseorang.


"Maaf Bu, ada yang ingin bertemu dengan ibu " ucap karyawan butik.


"Suruh mereka masuk " ucap nya.


"Silahkan masuk tuan, nona " ucap karyawan butik.


"Terima kasih " ucap indah lembut.


"Maaf jika kami mengganggu nyonya " ucap indah.


"Tidak sama sekali, silahkan duduk " ucap Pemilik butik.


Setelah mereka duduk di sofa ruangan, pemilik butik.


"Sebentar " ucap nya, dia langsung menuju ke sebuah lemari dan mengambil beberapa dari sana.


"Saya tidak tahu gaun seperti apa yang kalian inginkan, tapi saya memiliki beberapa desain terbaru dari butik kami " ucap nya, memperlihatkan hasil desain milik butiknya.


"Pilih lah gaun yang kau sukai " ucap alaric.


"Saya lebih suka yang sederhana tapi terkesan elegan " ucap indah, saat melihat desain yang di tunjukan pemilik butik .


"Apa maksud nona ini tidak menarik " ucap pemilik butik.


"Semua nya menarik bahkan sangat mewah, tapi saya merasa ini kurang cocok jika saya yang menggunakan jika boleh apa saya boleh menginginkan gaun hasil desain saya sendiri " ucap indah.


"Tentu saja, bisa tunjukan Desain seperti apa yang di inginkan nona " ucap pemilik butik.


Indah langsung membuka tas ransel milik nya, dan mengeluarkan salah satu buku di sana dan setelah menemukan hasil gambar nya baru dia tunjukan pada pemilik butik.


"Ini " ucap indah, memperhatikan hasil gambarnya.


"Ini sempurna " kagum pemilik butik.


Saat alaric melihat hasil gambaran indah, dia sendiri sangat kagum karna yang indah tunjukan terkesan simple tapi mewah.


"Bagaimana, nyonya bisa " ucap alaric


"Kami akan berusaha membuat seperti Nina inginkan tuan " ucap pemilik butik.


"Syukurlah " ucap indah.


"Ayo kita mulai " ucap pemilik butik.


Setelah selesai mengukur tubuh indah, mereka memutuskan untuk pulang .


"Apa tidak sebaiknya kita makan terlebih dahulu " ucap alaric.


"Sepertinya tidak, aku harus menyelesaikan tugas kuliah ku " ucap indah.


"Baiklah, mari aku antar " ucap alaric.


Selama di perjalanan menuju pulang, kebetulan mereka melewati rumah sakit ternama di mana tempat Ane bekerja.


"Aku merasa ibu masih ada di sana " indah membatin.


"Maaf jika aku membuat mu mengingat segala nya " ucap alaric.


"Tidak masalah, kau tidak bekerja " ucap indah mengalihkan topik pembicaraan.


"Sekarang aku sedang bekerja " ucap alaric menunjukan ponsel nya.


"Jadi aku mengganggu mu " ucap indah.


"Tidak, seharusnya aku yang bilang begitu kau sedang banyak tugas kuliah tapi aku memaksa mu untuk datang ke butik " ucap alaric.


"Tidak sama sekali, kita juga ingin menikah sudah seharusnya kita mempersiapkan segala nya " ucap indah.


Dan bertepatan dengan mobil berhenti tepat di gerbang mansion milik Sean.


"Tidak mampir " ucap indah.


"Sepertinya lain kali saja, aku harus kekantor sekarang " ucap alaric.


"Baiklah hati-hati di jalan " ucap indah, sebelum keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih, kau juga istirahat " ucap alaric.


Indah hanya tersenyum mengangguk kepala sebagai jawaban atas pertanyaan alaric, dan setelah itu alaric langsung melanjutkan jalan nya.


indah yang melihat kepergian mobil tunangan nya, langsung masuk saat sudah di buka kan gerbang oleh security.


"Nak ganteng gak ikut mampir nona " ucap security.


"Dia ada urusan pak, oh iya ini indah ada Snack di makan ya pak " ucap indah.


"Terima kasih nona " ucap security.


"Ibu dan ayah sudah pulang ya pak " ucap indah, saat melihat mobil Sean yang terparkir rapi di halaman.


"Baru saja sampai nona " ucap security.


"Baiklah saya permisi pak " pamit indah.


Sedangkan wanita paruh baya yang duduk dengan wajah masam memadang suaminya.


"Ayah tau ayah tampan ibu, ibu tenang saja ayah sudah menjadi milik ibu selamanya " ucap Sean.


"Awas saja jika putri ibu tidak menyukai mobil nya, Ayah harus tidur di luar " kesal Dini.


"Ibu tenang saja, putri kita pasti menyukainya " ucap Sean yakin.


"Awas saja " ucap Dini.


Wanita cantik yang sedikit mendengar pembicaraan Sepasang suami istri, mengernyit dahi bingung, Karena yang dia dengar hanya kata terakhir saja.


"Ayah, ibu " ucap indah.


"Kau sudah pulang sayang " ucap dini.


"Bagaimana kau menyukai nya " ucap Sean.


"Awas saja jika putri ibu tidak menyukainya " ucap dini.


Jangan di tanya indah, yang bingung dengan apa yang di ucapkan oleh kedua orang tua sambung nya.


"Kau melihat mobil di garasi kita sayang " ucap Dini.


"Tidak, memangnya itu mobil siapa ibu " ucap indah.


"Ayo kita lihat mobilnya " ucap Sean semangat, bahkan dia langsung menarik tangan indah menuju bagasi mobil.


"Ayah jangan di tarik, nanti tangan putri kita sakit " ucap Dini.


"Maaf ibu " ucap Sean, tapi tetap dia masih menarik tangan indah untuk jalan lebih cepat.


Indah biasa saja, karna dia merasa tidak di tarik dengan keras, dan saat sudah sampai di bagasi mobil dengan semangat Sean membuka bagasi mobil.


"Bagaimana kau menyukai nya sayang " ucap Sean.


"Ayah, kenapa jalan nya cepat sekali " ucap dini yang baru saja sampai.


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon dukungan nya KK πŸ€—πŸ’ž