
3 bulan kemudian.
Setelah lamaran alaric diterima oleh wanita yang sudah mencuri perhatian sejak pertama kali wajah alaric selalu cerah .
Seperti pagi ini, di apartemen miliknya alaric yang sedang menikmati kopi panas dengan di temani kue nya sambil membaca koran.
" Selamat pagi Tuan " Sapa asisten alaric.
Alaric langsung menutup koran yang dia baca, saat mendengar suara seseorang.
"Kau sudah sarapan " ucap alaric.
"Sudah tuan " ucap asisten nya .
Alaric hanya mengangguk dan sekali-kali dia melihat ponsel nya yang berada di atas meja.
"Kenapa dia tidak membalas pesan ku " ucap alaric pelan.
"Maaf tuan bicara sesuatu " ucap asisten alaric.
"Tidak " ucap alaric, langsung menyimpan ponselnya di saku jas yang dia pakai.
Setelah selesai menghabiskan air kopi dan sarapan nya alaric langsung bangun dari duduk nya dan di ikuti oleh asisten, mereka langsung berangkat menuju perusahaan.
***
Sedangkan di mansion yang megah, khususnya di meja makan mereka sedang sarapan bersama dalam keadaan hening hanya dentingan sendok dan garpu yang mengisi, kesunyian mereka.
Tapi tiba-tiba, salah satu dari mereka langsung berlari menuju kamar mandi, dan langsung..
Jessi dan Richo yang melihat putri nya berlari, langsung menyusul putrinya yang tiba-tiba berlari, dan saat sampai di kamar mandi.
"Huekk Huekk Huekk"
"Sayang apa yang terjadi " ucap Jessi sambil mengusap punggung putrinya.
"Dad, tolong ambilkan air hangat kuku " ucap Jessi, sambil terus mengusap punggung putrinya.
"Huekk Huekk Huekk"
Richo langsung berlari, menuju dapur mengambil air hangat kuku yang di minta putri nya.
"Mom, ini air nya " ucap Richo.
"Simpan di sana ada " ucap Jessi.
Sedangkan Marni terus memuntahkan apa saja yang ada didalam perutnya, bahkan sampai cairan saja yang dia muntahan.
"Sayang, minum air nya nak " ucap Jessi saat Marni sudah sedikit berkurang.
Tapi, belum juga Marni menggapai gelas yang di berikan oleh Richo dia langsung.
Bughhh
"Dad " pekik Jessi, saat putrinya tidak sadarkan diri.
Richo dengan sigap mengangkat tubuh putrinya, membawanya menuju kamar tamu.
"Panggil dokter " ucap Jessi saat melihat maid di sekitar nya.
"Baik nyonya " ucap maid.
Selagi menunggu dokter Samapi, Jessi memberi minyak angin pada Marni yang sudah sangat pucat, karna cairan yang dia muntah kan.
****
Sedangkan di rumah sederhana milik kapten Alex dan Ane, seperti biasa pagi-pagi sekali mereka sudah berada di meja makan, untuk sarapan bersama, dan setelah selesai mereka langsung menuju ruang keluarga.
"Sayang " ucap Ane.
"Iya ibu " ucap indah, yang sedang membaca buku nya.
"Nanti jika kami tidak ada di sisi mu, percayalah jika kami sangat menyayangi mu " ucap Ane.
Indah yang tadinya membaca buku, langsung menutup bukunya saat mendengar ucapan ibu nya.
"Ibu, ibu bicara apa " ucap indah.
Tapi, dia langsung mengusir jauh pikiran yang tidak tidak .
"Sayang, kami tidak selalu ada bersama mu " ucap Ane.
"Ibu, indah langsung menggenggam erat kedua tangan ane sebelum melanjutkan ucapannya, masalah hidup mati semua ada di tangan tahun karna semua nya titipan tapi, selagi kita masih di beri kesempatan bersama, kita harus bersama dan semoga selama nya kita akan seperti ini, bersama " ucap indah lagi.
Ane langsung memeluk tubuh putri nya dan di ikuti oleh Alex, entah kenapa dia merasa akan pergi meninggalkan putrinya tapi dia tidak tau akan ke mana.
Setelah merasa cukup lama mereka berpelukan, baru mereka menjelaskan pelukan nya .
"Sayang ayo kita berangkat " ucap Alex.
Saat mereka sudah di perjalanan, seperti bisa tidak ada yang aneh bahkan mereka mengikuti musik yang Sengahja mereka putar untuk mengisi kesunyian mereka.
Dan, Samapi gerbang kampus indah batu mereka menghentikan nyanyi nya .
"Mereka sangat setia menunggu mu sayang " ucap Ane.
"Ibu benar, padahal indah sudah suruh masuk terlebih dahulu tapi mereka tetap ngeyel " ucap indah.
"Ayah, ibu hati-hati, indah masuk dulu " ucap indah sebelum keluar dari dalam mobil.
"Belajar yang benar sayang " ucap mereka.
"Siap komandan " ucap indah.
"By ibu, ayah " ucap indah Setelah keluar dari dalam mobil.
Setelah melihat mobil Alex pergi, mereka melanjutkan jalan nya untuk masuk ke kelas mereka.
Sedangkan Alex dan Ane yang berada di dalam mobil, seperti biasa sebelum Alex ke kantor dia mengantar istrinya terlebih dahulu ke rumah sakit, tapi saat di jalan yang sepi tiba-tiba terdengar tembakan.
Door Door Door
"Ayah " pekik Ane, saat mobil yang Alex kendarai sudah mulai kehilangan kendali.
Ane langsung melihat ke arah belakang, ada sebuah motor yang mengikuti mereka dengan pistol di tangan nya.
"Ayah, siapa mereka " ucap Ane panik.
"Ayah jika tidak tau ibu, ibu tenang lah " ucap Alex, saat melihat istrinya bercucuran air mata.
"Ayah ibu takut " ucap Ane.
"Ibu tenang lah, kita akan baik-baik saja " ucap Alex sambil menyetir.
"Ya Tuhan rem nya tidak bisa di kendalikan " Alex membatin.
" Ternyata mereka menembak rem nya " Alex membatin.
"Ayah putri kita ayah " ucap Ane sedih.
Tidak ada yang lain selain putri nya, hanya itu yang ada di pikiran mereka, Ane langsung mengambil ponsel nya dan merekam Vidio seseorang yang mengikutinya dari belakang, walau tidak terlalu jelas tapi setidak nya ini bisa membantu.
Sedangkan Alex yang menyetor mobil, tidak ada pilihan lain selain mengambil jalan pintas yang sepi.
"Ibu, rem kita blong, di sana ada semak-semak ibu loncat lah " ucap Alex tentang.
"Tidak, ibu ingin bersama ayah " ucap ane .
"Ibu, ayah akan mengendalikan mobil ini ibu harus loncat sebelum kita nabrak pohon di sana " ucap Alex, karna mobil yang mereka kendarai sudah kehilangan kendali.
"Tidak ayah, apapun yang terjadi ibu tetap akan bersama ayah " ucap Ane.
"Tapi putri kita " ucap Alex.
"Ayah, awassssss " teriak Ane.
BBBBBUUUUGGGGGHHHHH
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK π€
Mohon maaf untuk part kali ini sedikit menegangkan dan tahan nafas ππ»