Lady Queen

Lady Queen
Episode 54



Saat hari sudah mulai gelap, wanita paruh baya baru saja sampai dari kantor tapi saat di depan gerbang dia melihat seorang pria jasa kurir yang memberikan sesuatu pada security.


Saat melihat kurir pergi, baru Jessi maju kan mobilnya dan berhenti tepat di depan security yang menerima paket nya.


"Siapa dia " ucap Jessi.


"Kurir titip barang untuk tuan, nyonya " ucap security.


"Sini biar saya berikan pada suami saya " ucap Jessi.


"Maaf merepotkan nyonya " ucap security tidak enak.


"Tidak sama sekali, baiklah saya masuk dulu " ucap Jessi.


Saat sudah di depan pintu utama, maid sudah membukakan pintu untuk Jessi.


"Selamat datang kembali nyonya " ucap maid.


"Terima kasih bik " ucap Jessi.


"Tumben sepi " ucap Jessi.


"Tuan besar belum kembali nyonya, sedangkan nona muda dan tuan muda sedang istirahat " ucap maid.


" Tumben bukan nya biasanya tuan lebih awal kembali " ucap Jessi bingung.


"Akhir akhir ini tuan sering pulang terlambat nyonya " ucap maid.


"Baiklah terima kasih ya bik, saya ingin bersihkan diri terlebih dahulu " ucap Jessi.


Saat menuju kamar nya, banyak pertanyaan demi pertanyaan yang melintas di pikirannya.


"Kenapa suaminya sering pulang terlambat "


"Padahal tadi dia sempat menghubungi nomor kantor dan mereka bilang suami sudah pulang lebih awal "


"Apa yang kirim pesan itu benar " ucap Jessi lagi.


Lebih baik dia mandi membersihkan tubuhnya, biar pikiran nya sedikit tenang.


Setelah menghabiskan waktu 30 menit membersihkan diri, Jessi langsung keluar dari kamar mandi dan di sana Richo sedang duduk di kasur king size milik mereka


"Baru pulang dad " ucap Jessi.


"Iya " ucap Richo.


"Dad ingin minum sesuatu biar mom buatkan " ucap Jessi.


"Teh saja, dad mandi sebentar nanti bawa air nya di ruang kerja daddy " ucap Richo sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai menggunakan pakaian santai, Jessi langsung turun dari lantai atas dan bertepatan dengan putri dan menantunya yang juga keluar dari kamar nya.


"Mom kapan kembali " ucap Marni.


"Setengah jam yang lalu " ucap Jessi.


"Hati-hati " ucap Jessi saat Marni menuruni akan tangga.


"Siap mom " ucap Marni.


Setelah membuatkan minuman yang di inginkan suaminya, Jessi langsung menuju ke ruang kerja suaminya.


"Dad ini minum nya " ucap Jessi saat suaminya sudah berada di kursi kebesaranya.


"Dan iya, ini tadi ada kiriman buat Daddy " ucap Jessi menyerahkan paket pada Richo.


"Paket " ucap Richo.


"Iya ini , mom tinggal ke belakang " ucap Jessi Setelah selesai memberikan nya Jessi langsung pergi .


Setelah kepergian istrinya, Richo langsung membuka paket yang entah siapa pengirim nya.


Bughhhh


"Kurang ajar " geram Richo saat melihat Potongan jari seseorang.


"Kalian ingin bermain-main dengan ku, kita lihat saja siapa yang akan menang kali ini " ucap Richo.


"Percepat pertemuan kita, menjadi Minggu depan " ucap Richo pada orang di sebrang sana.


Dan tanpa Mendengar jawaban dari orang di seberang sana, Richo langsung memutuskan sambungan telepon nya.


****


Sedangkan indah yang berada di kamar nya, tiba-tiba ponselnya bergetar, pertanda pesan masuk.


King Faaz


mereka mempercepat pertemuan nya, menjadi Minggu depan.


indah


Lalu bagaimana dengan anak kecil itu, dia sudah sadarkan diri .


King Faaz


Sudah, dia sempat histeris dan memanggil nama seseorang .


indah


siapa


King Faaz


Dinda, tapi saat kami mencari alamat nya benar ternyata dia korban kebakaran kedua orang tua nya sudah meninggal dan Dinda yang dia sebut kami tidak menemukan nya, karna warga setempat memberi tau dia di bawa di rumah sakit dan setelah itu mereka tidak mengetahui nya.


indah.


Kalian tidak mencari di rumah skit terdekat .


King Faaz


Mereka bilang tidak menerima pasien anak kecil.


Indah.


Baiklah, urus sisa nya dan jika kondisi nya memburuk langsung bawa ke rumah sakit terbaik, nanti sisa nya kita akan mencari tau data nya yang terpenting dia selamat terlebih dahulu.


King Faaz


Baiklah


Setelah selesai mengirim pesan, indah langsung menuju dapur.


"Ibu " ucap indah yang melihat dini sibuk berkutik dengan bumbu dapur.


"Hi, sayang " ucap Dini .


"Indah bantu apa ini " ucap indah.


"Tidak usah ini sudah hampir selesai, lebih baik kau duduk saja di sana " ucap dini.


"Tidak, sini biar indah yang lanjutkan ibu yang duduk di sana, ibu pasti lelah " ucap indah.


"Baiklah " ucap dini memperhatikan putrinya yang melanjutkan pekerjaan .


Setelah selesai indah langsung membawa nya di meja makan, dan bertepatan dengan Sean yang menuju meja makan.


"Ayah ayo kita makan malam " ucap indah.


"Wow,,,, ini pasti lezat siapa yang masak " ucap Sean


"Siapa lagi jika bukan putri kita, dia ternyata jago masak ayah ibu saja di tidak di perbolehkan ikut " ucap dini.


"Putri kita memang hebat " ucap Sean.


Mereka semua langsung makan malam dengan masakan indah yang sangat lezat menurut mereka.


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya karna author sangat memerlukan dukungan dan support dari kalian semuanya πŸ™πŸ»


terima kasih yang sudah mampir πŸ€—πŸ™πŸ»