Lady Queen

Lady Queen
Episode 53



Setelah merasa tidak ada lagi mata kuliah jam selanjutnya, mereka semua langsung pulang .


"Kau pakai motor " ucap Sena.


"Iya " ucap indah sambil menggunakan helm nya.


"Kenapa tidak menggunakan mobil " ucap king Faaz.


"Mobil " ucap Sena bingung.


"Iya mobil, asal kau tau mobil yang mahasiswa lain bicarakan adalah mobil nya " ucap king Faaz.


"Indah Benar itu " ucap sen shock.


"Itu bukan mobilku, itu mobil pemberian kedua orang tua sambung ku " ucap indah.


"Dasar kebiasaan kemarin aku tanya kau jawab tidak tau, ternyata itu mobil mu " ucap Sena.


"Sudah lah, aku ingin pulang, by,,,,, " ucap indah Langsung menjalankan motor nya.


"Hi indah aku belum selesai bicara " teriak Sena.


Indah hanya melambaikan tangan saja merespon ucapan sahabatnya.


"Kau hati-hati " ucap king Faaz menyusul indah.


"Kenapa kalian meninggalkan ku " ucap Sena kesal.


"Mereka sudah seperti sepasang kekasih " ucap sena, dan langsung menjalankan motor nya menuju pulang ke mansion .


****


Bukan nya menuju pulang, indah langsung ke markas nya.


"Di mana wanita tadi " ucap indah, saat sudah sampai di markas nya.


"Dia sedang berada di kamar tamu " ucap pria yang sudah menunggu nya.


"Wanita siapa " ucap king Faaz bingung .


"Tadi Queen menemukan seorang anak kecil yang tidak sadarkan diri " ucap pria yang mengikuti langkah king Faaz.


Indah langsung menuju kamar tamu di mana seorang anak kecil yang sudah di perban, dan bahkan wajah nya memerah mungkin terkena sesuatu.


"Apa yang dokter katakan " ucap indah.


"Dia terlalu banyak menghirup asap, dan wajah nya kemungkinan mengenai cipratan api " ucap Bimo menjelaskan.


"Apa tidak ada luka yang serius lain nya " ucap indah.


"Untuk sementara tidak ada, tapi kita lihat perkembangan nya nanti saat sudah sadarkan diri " ucap Bimo panjang lebar


"Baiklah lakukan yang terbaik untuk nya, karna aku akan jarang berkunjung ke mari " ucap indah, karna waktu pernikahan mereka semangkin dekat


"Siap, kami mengerti Queen " ucap Bimo.


Indah langsung keluar dari ruang tamu, dan langsung menuju ruang penyiksaan.


"Bagun kan dia " ucap indah


Buarrrr


Dan tanpa kasian mereka menyiram dua orang pria yang sudah berlumuran darah, walau bukan indah yang melakukan nya king Faaz atau yang lain yang akan menyiksa nya.


"Hi,,,, bagaimana " ucap indah.


"Apa masalah mu, kenapa kau melakukan ini pada kami " ucap pria yang sudah berlumuran darah.


"Pertanyaan macam apa itu " ucap indah.


"Kalian pura-pura bodoh atau bagaimana, tentu saja kalian sudah merusak kebahagiaan ku " ucap indah


Ternyata dua orang pria yang sudah menerima siksaan masih belum menyadari jika dia sudah melakukan kesalahan .


"Baiklah aku akan mengingatkan kembali " ucap indah.


"Ambil cambuk itu " ucap indah.


"Sepertinya dia akan memuaskan diri menyiksa maksa nya sebelum dia menjadi istri " ucap king Faaz.


BUGHHHH BUGHHHH BUGHHHH BUGHHHH


"Aaaaaaarrrggggg " teriak mereka kesakitan.


"Karna kalian aku harus kehilangan kedua orang tua ku " ucap indah.


Bughhhh


"Karena kalian kebahagiaan ku hilang " ucap indah.


"Karna kalian, hiks ,,,,, " ucap indah


Bughhhh bughhhh


Indah semangkin sedih saat mendengar teriakkan Ane yang semangkin histeris.


King Faaz langsung maju, melanjutkan siksaan selanjutnya, dia lebih tertarik melihat pisau kecil.


Dan tanpa kasihan king Faaz menggoreskan pisau kecil itu pada tangan dua orang pria yang duduk terikat.


"Aaaarrrrggggg " teriak nya.


" Cantik bukan " ucap king Faaz.


Setelah mengukir sesuatu di tangan kekar mereka.


"Ini belum seberapa, tolong gunting itu " ucap king Faaz.


Dan setelah mendapat gunting nya, king Faaz langsung menggunting jari pria tersebut.


"Aaaarrrrggggg " teriak mereka.


"Untuk apa kita jari busuk ini " ucap king Faaz pada indah yang duduk memperhatikan nya.


Dan saat terlintas satu ide, indah langsung tersenyum misterius.


"Aku mengerti apa yang kau pikirkan " ucap king Faaz.


"Ini Bungkus yang rapi " ucap king Faaz.


"Baik Queen " ucap Mereka .


Setelah memberikan siksaan pada mereka, indah langsung keluar dari ruang penyiksaan.


"Kau ingin pergi " ucap king Faaz


"Sepertinya aku harus pulang, ini sudah sore " ucap indah.


"Hati-hati " ucap king Faaz.


"Ku tunggu kabar baik dari mu " ucap indah langsung pergi.


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain πŸ™


Bantu ramaikan novel terbaru author, part 2 cerita luka yang terdalam πŸ™πŸ»