Lady Queen

Lady Queen
Episode 18



1 Minggu kemudian


Di hari libur susana rumah sederhana milik kapten Alex, pagi-pagi sekali mereka sudah merapikan rumah nya.


"Ibu, ayah apa akan ada tamu " ucap indah bingung.


"Iya, ini tamu spesial " ucap Alex.


"Memang nya siapa " ucap indah.


"Pengusaha muda " ucap Alex.


"Oh " ucap indah cuek.


"Perlu bantuan ayah " ucap indah menawarkan.


"Tidak sayang, ini sedikit lagi lebih baik bantu ibu mu masak " ucap alex.


"Baiklah " ucap indah.


Dia langsung menuju ke arah dapur, menghampiri ibunya .


"Ibu perlu bantuan " ucap indah.


"Tolong kupas kan bawang nya sayang " ucap Ane.


"Baik ibu " ucap indah.


Sedangkan Alex ikut membereskan rumah nya, yang hampir selesai, walau rumah nya sudah rapi dan dia akan memastikan biar tidak ada debu sedikit pun.


"Sudah selesai ayah " ucap Ane.


"Sudah, ibu perlu bantuan " ucap Alex.


"Sisa potong daging nya saja " ucap Ane.


"Sini biar ayah saja yang motong daging nya " ucap Alex.


"Sayang kau menangis " ucap Ane panik.


"Tidak ibu, ini hanya perih efek kupas bawang saja " ucap indah.


"Sini sini biar ibu saja yang selesai kan " ucap Ane.


"Ibu ini sedikit lagi " ucap indah.


"Tidak apa, ibu tidak akan membiarkan putri ibu menangis biar pun itu bawang, maka ibu akan cincang bawang ini " ucap Ane.


"Jika orang lain yang membuat indah menangis bahagia ibu " ucap indah.


"siapa dia, berani berani nya buat putri ibu menangis, beritahu ibu biar ayah mu yang menembak nya " ucap Ane tanpa beban.


Alex yang mendengar itu, langsung menghentikan memotong daging ayam.


"Kenapa harus ayah, kenapa tidak ibu saja yang menembak nya " ucap Alex.


"Ibu tidak tau menembak orang, tapi ibu pandai membelah tubuh orang " ucap Ane, Indah yang mendengar itu.


"Sempurna" ucap indah membayangkan membelah, menembak dan masih banyak lagi.


"Ayah, sini ibu bantu potong daging nya ucap indah.


"Jangan sayang nanti tangan mu terluka " ucap Ane.


"Baiklah, indah buat puding saja " ucap indah saat tanpa Sengahja dia melihat sisa puding .


"Hati-hati ayah, perhatikan jangan sampai tangan nya " ucap Ane.


"Ibu, indah sudah besar " ucap indah.


"Biar sudah besar, pokok nya ibu tidak mau putri ibu terluka " ucap Ane.


"Sudahlah sayang turuti saja, jika tidak ingin ayah yang kena marah " ucap Alex.


"Baik Baginda ratu " ucap indah.


****


Sedangkan di apartemen, khusunya di ruang ganti semua pakaian formal berserakan di mana mana.


"Astaga " ucap asistennya nya saat melihat kamar yang sudah seperti tempat Lelong pakaian.


"Tuan, kenapa dengan semua pakaian ini " ucap Asisten alaric.


"Semuanya jelek " ucap alaric.


"Tuan, ini semua masih bagus dan sangat bangus di mana letak jelek nya tuan " ucap asistennya tidak habis pikir.


"Pokoknya dia jelek, jika ingin bertemu calon mertua itu harus tampil sempurna " ucap alaric.


"Calon mertua " ucap asistennya lagi.


"Iya, calon mertua ingat itu " ucap alaric.


"Baiklah, semoga saja anda bisa mendapatkan putri seorang kapten " ucap asisten alaric.


"Kau lihat saja, aku akan mendapatkan nya " ucap alaric yakin.


"Ayo bantu aku mencari pakaian yang bagus " ucap alaric.


"Sini biar saya bantu tuan " ucap asistennya.


"Coba yang ini tuan " ucap asistennya.


"Sini aku coba " ucap alaric.


Pilihannya jatuh pada kemeja warna putih, dan jas bewarna abu-abu.


"Apa tidak seperti orang menikah " ucap alaric kemudian.


"Ya mana tau akan ada lamaran dadakan tuan "


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon maaf jika belum bisa double up tapi sebisa mungkin akan author usahakan untuk update setiap hari ๐Ÿ™ aduh PD sekali author jika update nya di tunggu ๐Ÿคญ