
"Sepertinya aku sudah menemukan orang yang tepat " ucap king Faaz membatin.
"Kenapa dia melihat indah begitu, apa jangan-jangan dia menyukai indah " ucap Sena.
"Ada apa dengan kalian, makan lah " ucap indah.
"Ah iya, ini kami sedang makan " ucap king Faaz.
*****
Sedangkan Alex setelah meninggalkan kampus tempatnya bekerja, dia langsung menuju pulang dan bertepatan dengan Ane yang baru juga sampai.
"Ibu, bukannya hari ini libur " ucap Alex.
"Tadi ada pasien darurat ayah " ucap Ane lagi.
"Kenapa ibu tidak bilang jika ke rumah sakitkan biar sekalian pulang sama ayah " ucap Alex.
"Ibu lupa mengabari ayah, ayo masuk " ajak Ane.
****
Sedangkan di mansion pratama, wanita paruh baya yang duduk di taman belakang, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara seseorang yang kesal.
"Daddy menyebalkan, kan Marni sudah bilang tidak mau pulang " ucap Marni lagi.
"Ada apa ini sayang " ucap mommy Marni.
"Mommy, Daddy menyebalkan " adu Marni.
"Dad, ada apa ini, dan kenapa kalian pulang sepagi ini " ucap mom Marni.
"Dan kau sayang, apa tidak kuliah hari ini " ucap mom Marni.
"Tanya saja sama Daddy mom " kesal Marni.
"Dad, coba jelaskan ada apa ini " ucap mom Marni.
"Putri kita di tampar oleh mahasiswa kampus " ucap Daddy Marni.
"Apa, sayang mana pipi nya " ucap mommy Marni .
"Ini my, sakit " ucap Marni manja.
"Bibik " teriak mom Marni.
"Saya nyonya " ucap maid.
"Tolong ambilkan air hangat dan kain " ucap mommy Marni.
"Baik nyonya " ucap maid.
"Seperti tamparannya keras " ucap mommy Marni.
"Sakit sekali my " ucap Marni lagi.
"Nyonya ini " ucap maid.
"Terima kasih bik " ucap mommy Marni.
"Sini mama kompres kan " ucap mommy Marni.
"Auuuu, sakit my " ucap Marni.
"Tahan sedikit sayang, coba jelaskan bagaimana dia menampar mu " ucap mom Marni.
"Tiba-tiba dia menampar ku mom " bohong Marni.
"Orang tidak akan menyakitimu jika salah satu di antara mereka mengusik nya " ucap mom Marni.
"Marni tidak mengusik nya " ucap Marni
"Tapi sayang mom kenal diri mu, kau pasti melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang kau mau " ucap mom Marni.
"Jadi mommy menuduh putri kita begitu " ucap Daddy Marni.
"Tentu saja tidak, dad juga kenapa selalu memanjakan Marni dia sudah dewasa dad come on " ucap mom Marni.
"Mommy tidak percaya sama Marni " ucap Marni sedih.
"Tolong jelaskan pada mommy, apa yang menyebabkan nya bisa menampar mu " ucap mom Marni lagi.
"Dia sudah mengambil piagam putri kita " ucap Daddy Marni.
Sedangkan Marni sudah pucat, saat mendapat tatapan dari mommy nya, menyadari kesalahannya Marni langsung menunduk takut.
"Jangan bilang jika dad datang ke kampus nya, dan membelanya " ucap mom Marni lagi.
"Tentu saja dia putri ku, aku saja tidak pernah menyakiti putriku tapi wanita itu dengan berani-beraninya menyakiti putriku " geram Daddy Marni.
"Bisa kau jelaskan piagam apa yang dia curi " ucap mom Marni.
"Bagaimana bisa dia menjelaskan jika piagam nya sudah di curi " ucap Daddy Marni.
"Dad, mom bertanya pada putri kita biarkan dia menjelaskan semua nya pada kita " ucap mom Marni.
"okey sayang, jika kau tidak mau menjawabnya mok akan ingatkan sesuatu " ucap mom Marni.
"Mom tau jika kau di kampus menjadi orang berkuasa karna Daddy menanam saham terbesar di kampus mu, tapi ingat kekayaan yang kita semua titipan bila sewaktu-waktu tuhan ambil semua yang kita punya apa kau masih sombong seperti sekarang " ucap mom Marni.
"Mom " ucap Marni.
"Jangan ****** ucapan mommy, jika kau ingin piagam apapun itu kau harus belajar sayang sekaya apapun kau jika kau masih di bawahnya kau tidak akan mendapatkan piagam yang kau inginkan " ucap mom Marni.
"Dan daddy, Sebagai orang tua seharusnya mendidik dan memberi contoh yang baik bukan menindas orang yang tak berdaya " ucap mom marni.
"Kenapa Daddy yang harus di salahkan " ucap Daddy Marni tak terima.
"Sayang apa ada pembelaan yang ingin kau ungkapkan " ucap mom Marni.
"Maaf Marni salah mom " ucap Marni.
"Mom ini bukan di pengadilan tempat mom bekerja, kenapa kami seperti tersangka tindakan kriminal " ucap Daddy Marni.
"Dad, ini bukan masalah siapa tersangka dan bukan tapi mom hanya mengingatkan jangan sampai kasus ini di bawa ke pengadilan dan bagaimana perasan Daddy jika kasus yang dad tangani keluarga sendiri " tanya mom Marni.
"Ya Malu lah " ucap dad lagi.
"Jika malu, didik putri kita jika dia salah beritau apa yang seharusnya bukan di biarkan dan di bela itu tidak benar dad " ucap mom lagi.
"Cepat hubungi siapa yang menampar mu, dan suruh datang ke mari " ucap mom Marni
"Tidak, Marni tidak mau " ucap Marni lagi.
"Kenapa jelaskan pada mommy sayang " ucap mom lembut.
"Dia sibuk " ucap Marni asal.
Mommy Marni yang mengenal sifat putrinya hanya menggeleng kepala.
"Kau takut sayang " ucap mom lagi.
"Mom sudah lah " ucap dad kasian dengan putrinya.
"Sepertinya tak hanya putri kita, Daddy juga mendapatkan hadiah dari wanita itu " ucap mom Marni.
"Tidak, mana berani dia menyentuh Daddy " ucap Daddy Marni.
"Benarkah " ucap mom Marni mendekat.
"Mom mau apa " panik Daddy Marni.
"Auuu " pekik dad Marni.
"Tidak salah lagi, ini pasti bokeman mentah yang mendarat sempurna di wajah tampan Daddy " ucap mom Marni.
Daddy Marni diam tak menjawab, karna benar adanya apa yang di ucapkan istrinya.
"Istirahat lah, ingat jika ini terulang lagi mom akan cabut semua fasilitas yang kau punya sayang " ucap mom Marni.
"Marni istirahat dulu mom dad " pamit Marni.
Tinggal mommy dan Daddy nya saja yang berada di taman belakang, dengan Daddy yang selalu memainkan ponsel nya.
"Kenapa dengan wajah Daddy, terjadi masalah " ucap mommy Marni.
"Tidak mom, dad harus pergi " ucap dad Marni.
"Jangan sampai mom mendengar jika dad melakukan hal yang tidak benar " ucap mom Marni.
Dad yang mendengar ucapan istrinya sempat menghentikan langkahnya, tapi tak lama dia melanjutkan kembali langkahnya.
Sedangkan Marni yang berada di kamarnya, langsung melemparkan semua barang-barang nya.
"Aaaarrrrggggg " teriak Marni.
"Apa istimewanya diri nya sampai mommy yang tak mengetahui nya saja membelanya" kesal Marni.
*****
Sedangkan di rumah sederhana kompleks tentara, mereka sedang menonton televisi bersama, tapi hanya Ane saja tidak untuk suaminya yang fokus pada ponselnya.
"Ayah, sedang lihat apa " ucap Ane.
"Tidak ibu " ucap Alex langsung menyembunyikan ponselnya.
"Ayah jangan sembunyikan sesuatu dari ibu " ucap Ane lagi.
"Baiklah " ucap Alex.
Dia terlalu lemah dengan istrinya, mau tak mau Alex memperlihatkan Vidio yang dia tonton tadi.
"Ini " ucap Alex menyerahkan ponselnya.
"Vidio apa ini " ucap Ane, langsung memulai Vidio nya.
"Ya Tuhan putri kita " ucap Ane.
"Ayah siapa dia, kenapa Inging menyakiti putri kita " ucap Ane, bahkan matanya sudah memerah menahan tangis.
"Saat ayah cari tau siapa dia, dia putri salah satu pengusaha di kota ini dan lagi ibunya seorang jaksa " ucap Alex.
"Ya Tuhan, kenapa dia ingin menyakiti putri kita " ucap Ane lagi.
"Kalau itu ayah masih mencari apa motif nya " ucap Alex jujur.
"Putri kita tidak mungkin melakukan hal kriminal kan ayah " ucap Ane .
"Sepertinya tidak, tapi putri kita sepertinya mengetahui sesuatu yang membuatnya tidak takut pada wanita itu " ucap Alex lagi.
"Apa itu ayah " ucap Ane lagi.
Tapi belum sempat Alex menjawab, sudah terdengar suara seseorang.
"Ibu, ayah indah pulang " ucap indah.
"Sayang sini duduk lah " ucap Ane.
"Ada apa ayah, ibu kenapa seperti tegang sekali " ucap indah.
"Sayang pipi mu lebam " ucap Ane panik.
Indah langsung tersadar dengan bekas tamparan wanita ondel-ondel di kampusnya.
"Bagaimana ibu bisa melihatnya, padahal aku sudah memberikan salap tadi " ucap indah membatin.
"Tunggu ibu akan mengompres nya " ucap Ane langsung berlari menuju dapur.
Tinggal Alex dan putrinya yang ada di sana, tak ada yang berbicara.
"Sini biar ibu kompres sayang " ucap Ane yang datang dari arah dapur.
"Apa yang terjadi sampai memar begini " ucap Ane dengan pelan dia mengompres pipi putrinya.
"Sayang kenapa kau diam saja, bukan kah ibu mu sedang bertanya " ucap Alex.
"Ayah, sudahlah ini pasti sakit itu sebabnya putri kita tidak menjawab pertanyaan ibu" ucap Ane.
Setelah selesai Ane mengompres pipi mulus putrinya, indah langsung menunduk.
"Angkat kepala mu sayang " ucap Alex.
"Ayah " tegur Ane.
"Sekarang beritahu ayah siapa pelakunya, apa pelakunya sama dengan orang ini " ucap Alex, dengan menyerahkan ponselnya.
"Jadi benar ayah yang datang ke kampus tadi " ucap indah.
"Ayah, kenapa ayah datang ke kampus indah " ucap Ane lagi.
"Iya, benar ayah yang datang ke kampus mu sayang, ayah hanya memastikan siapa wanita yang menghadang mu tadi " ucap Alex jujur.
"Ayah sudah mendapat kan nya " ucap indah.
"Tentu, saja " ucap Alex lagi.
"Ayah, indah mohon jangan bawa ini ke jalur hukum buatkan saya lagian tamparan nya tidak terlalu sakit, dan bisa jadi mereka yang kesakitan atas tamparan indah " ucap indah geli.
"Sayang kau menampar wajah orang itu " ucap Ane.
"Ternyata putri ayah tak bisa di tindas, lanjutkan sayang " ucap Alex mendukung putrinya.
"Benarkah, ayah tidak marah dengan indah " ucap indah.
"Tentu saja, jika putri ayah benar kenapa harus takut untuk menampar nya balik tapi ingat jika kita salah jangan coba-coba membela diri " ucap Alex.
"Ayah apa-apaan mengajarkan putri kita begitu " protes Ane.
"Indah sayang ayah " ucap indah bahagai.
Cup Cup
"Ibu juga " ucap indah setelah mencium pipi kedua orang tua nya.
"Sudah istrirahat lah nak " ucap Alex.
"Ayah, kenapa mengajarkan putri kita dengan hal yang tidak baik " protes Ane.
"Ibu, anggap saja itu bentuk pembelaan atas harga diri kita, ibu tau bukan jika putri kita tidak akan melayangkan tangan nya jika dia tak di sakiti ibarat singa tidur jika tidak di ganggu tidak akan menunjukan taring nya " ucap Alex lagi.
"Ya Tuhan, ampuni dosa suami dan putri ku " doa Ane.
Alex hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya.
"Ayah mau latihan saja " ucap Alex.
Indah yang mendengar itu, mengurungkan niatnya untuk istrirahat dia langsung menemui ayahnya.
"Ayah indah ikut " teriak indah.
"Ayo kita latihan " ucap Alex.
"Indah kau anak perempuan kenapa harus ikut ayah menembak " ucap Ane.
"Untuk menembak kepala seseorang yang tidak punya otak ibu " ucap indah
"Ayah dan putriku sama-sama membuat gula darah ku naik " gurutu Ane.
Sedangkan di ruang latihan, khusus tentara di sana banyak lara tentara yang latihan menambak, dan ada juga yang memanah.
"Kapten " ucap mereka, saat melihat Alex datang ke tempat latihan.
"Lanjutkan latihan kalian " ucap Alex lagi.
"Baik kapten " ucap mereka bersamaan.
"Ayah indah mau yang itu " ucap indah.
"Tidak sayang itu terlalu besar " ucap Alex .
Bagiamana tidak itu senjata perang yang di gunakan tentara, tapi putri gadisnya malah ingin mencoba nya.
"Ayah, tidak apa indah kan sudah besar " ucap indah lagi.
"Tidak ada salah nya kapten, jika putrinya ingin mencoba " ucap salah satu tentara yang sedang istirahat.
"Baiklah, sini biar ayah ajarkan " ucap Alex.
"Yes, akhirnya kesampaian juga bisa gunakan ni senjata " ucap indah.
"Lihat titik fokusnya, dan jika sudah tepat langsung tembakan " ucap Alex.
DOOR DOOR
"Luar biasa " kagum mereka.
"Yes, aku berhasil ayah " ucap indah bahagia.
"Putri ayah memang hebat, baru berapa kali latihan sudah tepat sasaran " bangga Alex.
"Ayo latihan lagi, tapi ingat ... " ucapan Alex sudah terpotong oleh putrinya.
"Jika menembak musuh, jangan buat dia mati di tempat, usahakan untuk membuatnya cedera " ucap indah.
"Good, lanjutkan dad akan melihat di sana " ucap Alex.
"Kapten kenapa putrinya tidak menjadi abdi negara juga, seperti nya dia berbakat " ucap salah satu tentara yang melihat cara indah menembak.
"Tidak, itu terlalu bahaya untuk putri ku, ini hanya untuk berjaga-jaga saja " ucap Alex.
"Maksud kapten berjaga-jaga "
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain π dan jngan lupa untuk jadikan favorit β₯οΈ follow juga akun Instagram Lilianti921, atau akun Facebook Lilianti foto profil sama dengan akun noveltoon π