Lady Queen

Lady Queen
Episode 85



Dan benar saja, di meja makan sudah banyak makanan yang tersaji .


"Ibu, banyak sekali makanan nya " ucap indah.


"Eh sayang, sini duduk duduk " ucap dini.


"Mana suami mu " ucap dini.


"Ibu cari alaric " ucap alaric.


"Iya, sini duduk kalian harus makan yang banyak " ucap dini.


"Ibu tidak cari ayah " Sean merajuk.


"Tidak, ayah sudah tua " ucap dini tanpa dosa.


"Ibu jahat sekali dengan ayah " ucap Sean pura-pura sedih.


"Ayah duduk lah, kota makan bersama " ucap indah.


Saat melihat banyak makanan perut nya sudah demo minta untuk di isi.


"Sayang sini biar ibu ambilkan " ucap dini .


"Sayang harus makan daging dan sayuran ya " ucap dini.


"Iya ibu, indah mau itu juga kangkung nya " ucap indah.


"Siap sayang, ini " ucap dini.


"Terima kasih ibu " ucap indah.


"Sama-sama sayang, sini piring ayah dan nak alaric sekali " ucap dini.


Terlihat jelas, kebahagiaan yang terpancar di wajah dini , bahkan dia sudah tidak sabar menunggu kelahiran cucu nya.


Membayangkan wajah kecil, imut, dan cantik tampan seperti putri dan menantunya saja sudah membuatnya gemes.


"Ibu " ucap indah, karna dini hanya memperhatikan mereka makan dengan senyum senyum sendiri itu sebabnya indah memanggil nya.


"Ah,, iya sayang ada apa ingin nambah lagi " ucap dini, setelah sadar dari lamunan nya.


Indah menggelang, sebelum menjawab pertanyaan dari dini.


"Dari tadi indah perhatian ibu tidak makan, apa terjadi sesuatu " ucap indah.


"Iya, siapa yang akan habiskan makanan sebanyak ini ibu " ucap alaric.


"Nanti jika tidak habis , maid kan ada biar mereka yang habiskan " ucap dini.


"Ayo nambah lagi " ucap dini.


Setelah selesai makan malam, mereka langsung menuju ruang keluarga sebelum istrirahat .


Dengan alaric yang duduk di kursi tunggal, dan dini yang berada di samping indah sambil mengusap perut datar indah.


"Sayang bagaimana rasanya hamil " ucap dini, rasanya dia tidak sabar menanti perut datar putrinya menjadi buncit .


Siapapun yang mendengar ucapan dini, hati mereka seakan di gores oleh sesuatu yang tajam.


"Ibu, indah mengenggam tangan dini sebelum menjawab pertanyaan dini, tentu saja bahagia dan sangat bersyukur karna sudah di beri kepercayaan buah hati yang ada di rahim indah, indah tidak bisa mengucapkan dengan kata-kata saking bahagianya , tapi indah mohon maaf jika jawaban indah kurang tepat dan bahkan menyinggung perasaan ibu " ucap indah.


Dini tersenyum, dia mengerti putrinya pasti merasa tidak enak , karna seperti yang mereka tau jika dia tidak pernah merasakan sosok bayi mungil di rahim nya.


"Sayang, tidak ada kata yang pernah menyinggung perasaan ibu, walau ibu tidak pernah di titipkan bayi mungil di rahim ibu, setidaknya ibu pernah merasakan mempunyai putri seperti mu " ucap dini.


Indah langsung memeluk tubuh dini dengan sayang, tuhan wanita yang ada di peluknya sana persis seperti ibu nya, Ane wanita yang begitu menyayangi nya bahkan sangat menyayangi nya yang sekarang sudah pergi mendahului nya bersama cinta sejati nya, semoga kalian abadi di alam baru nya.


"Terima kasih sudah menyayangi indah seperti ibu kandung indah, maaf jika indah tidak bisa melakukan yang terbaik seperti yang ibu inginkan " ucap indah.


"Kau salah sayang, bahkan kau sudah melakukan yang terbaik bahkan sangat baik " ucap dini.


Setelah selesai waktu semangkin larut, mereka memutuskan untuk istirahat .


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain πŸ™ 😍