
Masih di posisi yang sama, di ruang kerja Jessi di mana Marni putrinya datang dengan keadaan marah.
"Kenapa " ucap Jessi.
"Kenapa mom melakukan ini pada Daddy " ucap Marni .
"Seharusnya kau tanya pada daddy, kenapa melakukan ini semua " ucap Jessi.
"Dad pasti di fitnah " ucap Marni.
"Semua bukti sudah ada di tangan mommy, di mana letak dad di fitnah ini semua murni karna dad yang menginginkan jalan seperti ini " ucap Jessi.
"Mom harus membatalkan kasus ini " ucap Marni.
"Mana mungkin mom membatalkan kasus kejatahan yang dad lakukan pada orang yang tidak punya salah pada nya, karna Daddy dia harus kehilangan orang tua nya dan tak hanya itu dad juga ingin membunuh mommy " ucap Jessi.
"Karna mom pantas mendapatkan itu " ucap Marni.
PLAKKKK
"Pantas kau bilang, sebegitu bencinya kau pada mommy Sampai kau mendukung apa yang dad lakukan " ucap Jessi terluka.
Putri yang dia lahirkan dan di besarkan dengan kasih sayang malah mengharap diri nya mati tertembak oleh suaminya sendiri.
"Mom, jahat " ucap Marni sambil memegang pipinya .
"Iya mom memang jahat pada mu sayang , hanya dad yang baik dan benar menurut mu, dad yang selalu mendukung apa pun yang kau mau dan kau inginkan selalu dad turuti tidak untuk mommy yang harus memarahi mu dan melarang mu melakukan hal yang kau ingin kan" ucap Jessi.
"Marni benci mommy, Marni akan pergi dari sini " ucap Marni.
"Tidak sayang kau tetap tinggal di sana, dan biar mom yang pergi dari mansion ini " ucap Jessi
"Terserah mommy " ucap Marni langsung pergi meninggalkan Jessi Yang sekarang sudah bercucuran air mata terluka.
Dini yang berada di ruangan nya, dan Mendengar semua apa yang terjadi di ruangan Jessi sahabat nya dia langsung menghampiri Jessi dan memeluk tubuh Jessi.
"Kenapa semua orang membenci ku "
"Kenapa aku yang harus di salahkan "
"Kenapa aku harus menerima kenyataan ini "
"Kau sudah melakukan yang benar Jess, mungkin putri mu sedang banyak pikiran kau tau wanita yang sedang mengandung emosi nya tidak stabil, beri dia waktu untuk menenangkan pikiran nya biarkan dia tenang dan begitupun dengan mu kau juga harus tenang kan diri mu, di tempat yang menurut mu nyaman apa perlu aku temankan " ucap dini, Jessi menggelang sebagai jawaban.
"Kau wanita kuat, anggap saja sekarang sedang ada hujan ribut setelah itu kau harus bahagia " ucap dini.
"Terima kasih Din " ucap Jessi yang sekarang sudah sedikit tenang.
Dini kagum dengan Jessi yang dengan cepat mengubah segala nya, padahal dia sedang terpuruk tapi lihat lah sekarang Jessi tersenyum dengan Manis pada nya.
"Jangan sungkan untuk mengabari ku " ucap dini.
Setelah itu dini langsung kembali keruang nya melanjutkan pekerjaan nya .
***
Sedangkan Richo yang berada di ruang penyiksaan tak henti-hentinya mereka menyiksa Richo , sebelum proses sidang dan mereka memanfaatkan waktu yang tersisa.
Bahkan indah memperhatikan apa yang di lakukan anak buah nya pada Richo.
"Mulai sekarang aku akan jarang berkunjung di markas ini " ucap indah sambil memandang Richo yang di siksa.
"Kau yakin , bukan kah ini kau bangun dengan jerih payah mu " ucap king Faaz.
"Aku percaya pada mu, kau tau waktu pernikahan ku tinggal menghitung hari " ucap indah.
"Aku mengerti, tapi aku harap kau tidak melupakan kami " ucap king Faaz.
"Tentu saja tidak, karna kalian aku bisa membalaskan apa yang dirasakan oleh ibu dan ayah ku " ucap indah.
Mereka pasti bangga memiliki putri seperti mu " ucap king Faaz.
"Aku berharap begitu " ucap indah.
"Sudah cukup " ucap indah.
Dia merasa sudah Puas melihat Richo di siksa oleh anggota nya, dan tentu saja sebelum itu dia juga sudah memberikan pelajaran demi pelajaran pada Richo yang sekarang sudah sangat menghawatirkan .
Next part selanjutnya KK dan mohon masukan dan saran nya, jika masih banyak kata yang typo mohon koreksinya nya KK ππ»