Lady Queen

Lady Queen
Episode 47



Pagi hari nya, seperti biasa mereka akan memulai aktivitas mereka masing-masing.


"Sayang mungkin kami akan pulang terlambat " ucap dini, yang sudah menyelesaikan sarapan pagi nya.


Sebelum menjawab ucapan dini, indah langsung mengambil tisu menghapus sisa makan yang mungkin tertinggal di bibir nya.


"Apa ayah juga " ucap indah.


"Iya sayang, ayah harus pergi ke suatu tempat " ucap Sean.


"Apa ayah menginap " ucap indah.


"Ayah usahakan tidak menginap, ibu bagaimana " ucap Sean.


"Iya, ibu juga akan usahakan untuk pulang secepat nya " ucap dini.


"Apa ibu mendapat kasus berat " ucap indah.


"Tidak, cuman kali ini sedikit sulit " ucap Dini.


"Baiklah, ayah dan ibu hati-hati " ucap indah.


"Maaf sayang kami harus berangkat " ucap dini dan Sean.


"Hati-hati ayah ibu " ucap Indah.


Tinggal indah yang masih berada di sana, terlihat jelas jika dini dan Sean sedang sibuk, tapi mereka masih menyempatkan sarapan bersama.


"Semoga tuhan mempermudah segala nya " ucap indah.


Dan langsung membereskan semua perlengkapan kuliah nya, kali ini dia akan berangkat sendiri menggunakan mobil pemberian kedua orang tua sambung nya.


"Lebih baik aku berangkat lebih awal dari biasanya, dari pada satu kampus heboh " ucap indah.


Jika biasanya indah antar tapi kali ini dia akan membawa mobil sendiri, Saat di perjalanan indah membawa mobilnya dengan santai.


"Apa begini menjadi orang kaya " ucap indah.


"Lebih baik aku hidup sederhana tapi penuh dengan kasih sayang " ucap indah.


Saat dia melihat Kampus sepi, dia memilih untuk menunggu di cafe depan selagi menunggu mahasiswa yang lain sampai.


****


Sedangkan dini yang sudah Sampai di kantor nya langsung menuju ruangan tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang memijat pelipisnya pusing.


"Jess are you okey " ucap dini.


Benar jika Jessi yang berada di ruang sebelah nya, seperti dia tidak enak badan.


"Din,,, kau sudah sampai pagi sekali " ucap Jessi bahkan wajahnya sangat pucat.


"Kau sakit " ucap dini, bukan jawaban yang dini berikan melainkan sebuah pertanyaan.


"Tidak, mungkin aku kurang istirahat saja " ucap Jessi.


Dini langsung menghembuskan nafas kasar, dia kasian melihat sahabat bahkan semangkin hari semangkin bertambah kurus.


Jelas dia memikirkan keluarganya, yang baru-baru ini menjadi perbincangan publik.


"Aku tidak selera Din " ucap Jessi langsung memutar kursinya memandang gedung gedung tinggi di luar sana.


"Jess,, biar pun kau tidak selera untuk sarapan setidak nya kau mengisinya dengan roti " ucap dini.


"Rasanya aku ingin menyerah Din, aku merasa keluarga ku semngkin hari semangkin menjauh dari ku, rasanya aku ingin pergi jauh dari kota ini " ucap Jessi .


"Jangan kau pendam sesuatu yang membuat mu tidak nyaman, keluar kan aku akan mendengar mu " ucap dini mengusap bahu Jessi yang sekarang sudah mulai bergetar.


Dini langsung memeluk tubuh sahabat nya, wanita yang selalu terlihat tegas dan kuat ternyata dia sangat rapuh.


"Aku sudah tidak kuat dengan semua ini Din, apa yang harus aku lakukan " ucap Jessi dengan Isak tangis nya.


"Jess apa yang kau bicarakan " ucap dini pura-pura tidak tau.


"Aku merasa aku sudah tidak di hargai " ucap Jessi.


"Jess lebih baik kau bicarakan pada mereka, katakan apa yang mereka inginkan dan jika itu yang terbaik maka lakukan dan ingat kau harus mengikuti kata hati mu jangan mengambil keputusan di saat kau sedang kacau, selesai kan masalah nya jangan hubungan nya ingat kau akan memiliki cucu " ucap Dini.


"Terima kasih Din, aku akan pelan-pelan membicarakan pada mereka " ucap Jessi sedikit tenang.


"Ini baru buk jaksa Jessika yang aku kenal, baiklah aku harus ke ruangan " ucap Dini.


"Maaf sudah mengganggu mu " ucap Jessi tidak enak.


"Tidak sama sekali, semangat " ucap dini.


"Kau juga, semangat semoga kau memenangkan kasus kali ini " ucap Jessi.


****


Sedangkan Suasana kampus heboh dengan mobil yang terparkir rapi di halaman kampus.


"Mobil siapa itu "


"Itukan mobil keluaran terbaru "


"Siapa pemilik mobil itu "


"Kita akan melihat nanti, siapa pemiliknya "


Dan masih banyak lagi bisikan bisikan dari mahasiswa, sedangkan indah dan sahabat nya sedang berada di kantin kampus.


"Indah, kau tau siapa pemilik mobil itu " ucap Sena penasaran.


Indah yang sedang mengunyah makanan nya, hanya mengangkat bahu acuh , sedangkan King Faaz yang tau pemilik nya hanya diam.


"Faaz kau mengetahui pemilik nya " ucap Sena.


"Mana aku tau, mungkin indah mengetahui " ucap king Faaz.


Uhuuukkk


"Indah pelan-pelan minum nya " ucap Sena langsung mengusap punggung indah yang tersedak minuman


"Ada apa dengan mu "


Next part selanjutnya KK dan mohon masukan nya semoga suka dengan cerita hasil halu author πŸ™πŸ»