Lady Queen

Lady Queen
Episode 68



Pelan-pelan matahari memancarkan sinarnya, menanggung seorang wanita yang masih terlelap di kasur king size milik nya.


"Pagi " ucap Alaric.


Saat indah membuka matanya, dan langsung terbangun saat melihat hari yang sudah terang bahkan matahari sudah mulai meninggi sekarang.


"Astaga aku kesiangan " ucap indah kaget.


"Bersihkan tubuhmu, kita masih punya waktu satu jam " ucap alaric.


Ya, pagi ini mereka akan terbang ke new York di mana Meraka akan bukan madu di sana.


"Baiklah " ucap indah langsung menuju kamar mandi.


Dan tak butuh waktu lama indah sudah Menyelesaikan acara mandinya.


"Sudah selesai " ucap alaric.


"Sudah " ucap indah, yang sudah menggunakan pakaian santai tapi terkesan elegan untuk nya.


"Kita sarapan terlebih dahulu " ucap alaric.


"Maaf seharusnya aku yang menyiapkan semua ini " ucap indah tidak enak.


"Tidak masalah, ini juga pihak hotel yang menyediakan, aku mengerti kau pasti lelah " ucap alaric.


"Sedikit " jujur indah .


Sarapan pagi berjalan dengan hikmat dengan menu yang di sediakan pihak hotel, Setelah menyelesaikan sarapan nya mereka langsung menuju Bandara.


Ternyata di sana sudah ada dini dan Sean yang menunggu kedatangan nya.


"Ibu, ayah " ucap indah.


"Sayang " ucap dini langsung memeluk tubuh putrinya.


"Ayah dan ibu sudah lama sampai " ucap alaric.


"Baru saja nak " ucap Sean.


"Di sana kalian berapa lama " ucap dini.


"Mungkin satu Minggu saja, kan indah harus kuliah " ucap indah.


"Iya, ibu dan kebetulan alaric juga harus bekerja " ucap alaric.


"Nanti jika kalian sudah Sampai di sana jangan lupa untuk mengabari ibu dan ayah " ucap dini.


"Baik ibu " ucap indah.


Dan tak lama terdengar suara pengumuman penerbangan ke new York akan Segera tiba.


"Penerbangan akan segera tiba " ucap Sean.


"Kami berangkat ibu , ayah " pamit indah.


"Hati-hati di sana, jaga putri kami " ucap Sean.


"Alaric akan menjaga indah semampu yang alaric bisa " ucap alaric.


"Kami percaya pada mu nak " ucap Sean.


"Kami pamit ibu ayah " ucap indah.


"Pasti sepi tidak ada putri kita " ucap dini, saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Mereka hanya pergi 1 Minggu ibu, bukan selama nya " ucap Sean.


"Tapi kan satu Minggu lama ayah " protes dini.


"Tidak lama jika ibu menyibukkan diri dengan pekerjaan ibu " ucap Sean.


"Ya, ya ya semoga saja nanti mereka kembali sudah membawa cucu " ucap dini.


"Semoga saja, ayah sudah tidak sabar menanti waktu itu tiba " ucap Sean semangat.


"Maaf kan ibu yang tidak bisa memberikan ayah keturunan " ucap dini lemah.


"Ibu jangan sedih, mungkin Tuhan sedang menyiapakan sesuatu untuk kita, biar kita tidak memiliki keturunan tidak apa-apa kita doakan putri kita segera memiliki momongan, biar mansion kita akan ramai oleh cucu kita nanti " ucap Sean.


"Terima kasih ayah, amin " ucap dini.


Sedangkan wanita cantik yang sedang membaca artikel dan tanpa sengaja dia mendapatkan notifikasi dari sebuah berita, di mana seorang pengusaha muda yang namanya sudah di mana-mana sedang berbulan madu di new York .


Negara yang hampir semua wanita impikan, karna kota new York memiliki keistimewaan tersendiri bagi para pengunjung lain nya.


"Aku tidak akan membiarkan mu bahagia indah, lihat saja aku akan membuat mu merasakan kehilangan orang yang kau cintai " ucap nya.


"Dari awal kau selalu mengambil hak ku, sekarang nikmati kebahagiaan mu sebelum kebahagia mu hilang indah " ucap Marni.


Dia sangat membenci semua tentang indah, dari awal dia melihat indah dia sudah sangat benci Sampai dia menjadi wanita terpopuler di kampus nya.


Dan apa pun tentang indah dia sangat benci akan hal itu, dan karna dia Daddy nya mendekam di penjara seumur hidup .


Dan lebih kesalnya lagi, mommy nya juga mendukung indah bukan membatu Daddy nya bebas tapi sebaliknya mommy nya yang membedakan hukuman.


"Dasar semuanya tidak berguna " kesal Marni.


"Apa yang tidak berguna " ucap seseorang.


"Sayang, kau sudah pulang " ucap Marni, setelah melihat suaminya menghampiri .


"Seperti yang kau lihat " ucap arsel.


"Ada apa " ucap arsel.


"Kau pasti melihat berita ini " ucap Marni menuju ponselnya.


"Tentu saja, memang nya kenapa " ucap arsel.


"Aku membencinya " ucap Marni.


"Sepertinya kau mempunyai dendam pada nya " ucap arsel.


"Tentu saja aku Kan membuatnya merasakan apa yang aku rasakan sekarang " ucap Marni.


"Kau yakin bisa melakukan nya " ucap arsel.


"Tentu saja, kau lihat saja Marni tidak bisa di remehkan " ucap Marni.


"Aku akan mendukung mu " ucap arsel.


Percaya diri sekali mereka , mereka tidak tau akan berhadapan dengan siapa mereka kali ini.


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan , mohon maaf lahir dan batin jika author melakukan kesalahan baik di sengaja maupun tidak Sengahja πŸ™πŸ»