Lady Queen

Lady Queen
Episode 80



Saat mereka berbicara tiba-tiba datang seseorang .


"Ibu siapa " ucap Sean dengan langkah yang sempoyongan .


"Ayah, ini putri dan menantu kita " ucap dini.


"Oh,,, ada apa " ucap Sean.


"Itu Lo ayah menantu kita ingin mangga " ucap dini.


"Mangga " ulang Sean.


"Iya ayah, jika ayah lelah juga tidak apa-apa biar besok saja " ucap indah.


"Memangnya di kulkas tidak ada mangga ibu " ucap Sean.


Sekarang mata ngantuk nya sudah hilang, saat mendengar kata Mangga, yang benar saja tengah malam begini ingin makan mangga.


"Tapi alaric ingin ayah yang belikan " ucap alaric.


"Ayah " ulang Sean.


"Sudah lah yah, sana cari saja kasian menantu kita " ucap dini.


"Jika ayah lelah biar besok saja ayah " ucap indah.


"Sayang " protes alaric.


"Tidak sayang, ini juga baru pukul 12 biar ayah cari mangga nya " ucap Sean.


"Tapi ayah " ucap indah.


"Tidak apa sayang " ucap Sean langsung mengambil jaket nya .


"Maaf sudah merepotkan ayah " ucap indah.


"It's okey sayang, ayah berangkat dulu " ucap Sean.


"Ayah titip putri dan ibu mu, saat ayah pergi " ucap Sean pada menantunya.


"Baik ayah, maaf sudah merepotkan " ucap alaric tidak enak.


"Tidak apa nak " ucap Sean.


Sean langsung berangkat mencari mangga yang di inginkan menantunya,walau bingung tapi dia tetap mencari apa yang di inginkan menantunya .


Karna sekarang sudah jam 12 malam toko toko buah sudah banyak yang tutup, tapi Sean tidak menyerah sebelum mendapatkan Mangga dia tidak akan pulang.


Sudah 2 jam Sean berkeliling mencari toko buah yang masih buka, tapi tidak kunjung mendapat kan nya, saat mata nya menangkap toko yang ingin tutup dia langsung mempercepat motornya .


"Ibu tunggu " teriak Sean, saat salah satu toko buah yang ingin tutup.


"Iya pak , bisa saya bantu " ucap penjual buah.


"Saya ingin beli buah " ucap Sean.


"Oh, iya tunggu sebentar pak " ucap pemilik toko, membuka pintu nya kembali.


"Bapak ingin buah apa " ucap pemilik toko.


"Mangga " ucap Sean, tapi matanya tidak menemukan buah mangga yang dia inginkan.


Belum juga penjual buah menjawab pertanyaan Sean, ponsel Sean berdering.


Drrrr Drrrrr


"Hello " ucap Sean pada orang di sebrang sna.


"Ayah apa mangga nya belum ketemu " ucap dini di sebrang sana.


"Belum ibu, ayah masih mencarinya " ucap Sean.


"Apa masih lama ayah, ini menantu kita sudah menangis " ucap dini.


"Apa menangis " shock Sean.


Yang benar saja menantunya menangis karna mangga.


"Iya ayah, putri kita sampai kewalahan membujuk nya " ucap dini.


"Tunggu sebentar, ayah akan mendapatkan mangga nya, ayah tutup telpon nya ibu " ucap Sean.


Penjual buah yang mendengar percakapan antara Sean dan dini , merasa serba salah.


"Ibu , kenapa belum tutup " ucap seorang pria yang baru datang membawa mangga .


Sean tebak, dia baru saja Penen atau mereka membeli buahnya di tempat yang jauh jadi mereka baru sampai dini hari.


"Eh ternyata masih ada pembeli " ucap suami penjual buah.


Setelah menyimpan buah yang di bawa oleh suaminya, baru mereka kembali di hadapan Sean.


"Pak mangga nya hanya Mangga muda, bapak mau " ucap pemilik toko.


"Iya, saya ingin dua kilo Bu " ucap Sean.


"Tunggu sebentar ya pak " ucap pemilik toko.


"Ini pak buah nya " ucap pemilik toko .


"Berapa Bu " ucap Sean.


"50 ribu pak " ucap pemilik toko.


"Ini Bu " ucap Sean menyerahkan uang 100 ribu.


"Bapak tidak ada uang pas " ucap pemilik toko.


"Tunggu sebentar " ucap Sean melihat uang pas , tapi tidak ada.


"Tidak ada Bu saya hanya bawa uang itu " ucap Sean.


"Tunggu sebentar ya pak " ucap pemilik toko, ingin mencari uang kembali tapi sayang uang nya hanya 40 ribu dan tanpa senagaja Sean melihat hanya itu uang nya .


"Ibu, uang kembali nya buat ibu saja " ucap Sean.


"Tapi pak " ucap pemilik toko.


"Tidak apa Bu, anggap saja itu rejeki buat ibu karna karna suami ibu membawa Mangga ini, memantu saya sudah menangis di rumah " ucap Sean.


"Sepertinya menantu bapak ngidam " ucap suami penjual buah.


"Midam " ulang Sean.


"Benar pak, dulu saya juga begitu saat istri saya hamil, tapi bedanya saya ingin makan gado-gado " ucap suami pemilik buah.


"Memang nya ada ya suami yang ngidam " ucap Sean.


Jelas jika dia bertanya demikian karna, dia tidak pernah merasakan saat pasangan lain .


"Iya pak, dulu saya juga tidak percaya jika istri saya hamil tapi saya yang ngidam tapi saat kami periksa ke bidan itu hal biasa, ap ya nama nya saya lupa pak " ucap suami penjual buah.


"Oh begitu ya pak, terima kasih pak sudah memberi tahu saya, semoga putri saya hamil seperti yang bapak bilang " ucap Sean.


"Aamiin "


"Mari pak " ucap Sean.


"Tunggu pak, ini buah jambu nya dan ini yang 40 ribu " ucap istri pemilik jual buah.


"Tidak Bu, ambil saja kembalian nya " tolak Sean.


"Pak, jika bapak tidak ingin ambil uang kembalian nya mohon untuk di Terima buah nya pak " ucap suami penjual buah.


"Baik lah , Terima kasih " ucap Sean.


"Terima kasih kembali pak " ucap penjual buah .


"Semoga laris manis jualan nya " ucap Sean .


"Amin " ucap mereka.


Sean langsung pergi dari sana, Setelah menerima buah jambu dan mangga yang dia beli.


Jujur dia salut pada prinsip penjual seperti mereka, padahal buah yang dia jual sepi pembeli tapi Mereke masih ingin mengembalikan uang sisa belanja nya dengan mencukupi uang dengan buah lain.


***


Sedangkan di mansion utama Sean, alaric terus merengek seperti anak kecil.


"Sayang, mas ingin mangga " rengek alaric.


"Mas sabar lah, ayah masih mencari nya " ucap indah.


"Hiks ,,,, Hiks "


"Mas jangan menangis " ucap indah kewalahan.


Itu sebab nya dini langsung menelpon suaminya , dia kasian melihat putri nya yang kewalahan .


Next part selanjutnya KK dan semoga suka dengan halu author kali ini