Lady Queen

Lady Queen
Episode 26



Masih di posisi yang sama di rumah sederhana milik kapten Alex.


Saat malam hari tiba, mereka berkumpul di ruang keluarga dengan indah yang sibuk mengerjakan tugas kuliah nya.


"Sayang apa perlu ibu bantu " ucap Ane.


"Tidak, ibu ini juga hampir selesai kok " ucap indah.


Saat ane mendekat tanpa Sengahja mata nya melihat sesuatu.


"Sayang kaki mu " panik Ane.


"Sayang kenapa kaki mu bisa bengkak begini " ucap Alex.


"Itu ibu, ayah indah tidak Sengahja terkilir di toilet tadi " bohong indah.


"Benar begitu " ucap ayah.


"Tunggu, biar ibu ambilkan salap nya " ucap ane langsung berlari .


Setelah kepergian ane dari sana, tinggal indah dan Alex di sana, dan tak lupa dia menatap menatap putrinya dengan tajam.


"Sayang sampai kapan akan akan menyembunyikan semua hal dari ayah dan ibu " ucap Alex.


"Indah tidak menyembunyikan apa pun ayah " ucap indah lagi.


"Sini kaki nya " ucap Ane langsung meletakan kaki putrinya di pangkuan nya , dan langsung memberinya salap.


"Ini seperti nya sudah lama " ucap ane.


"Kapan kau terkilir nak " ucap Alex.


"Tadi pagi " ucap indah menunduk.


"Apa tadi pagi " teriak Ane


"Kenapa kau tidak beritahu ibu, biar tidak bengkak begini " ucap Ane.


"Maaf ibu, tapi ini tidak sakit " ucap indah.


"Ini pasti sakit sekali " ucap Ane.


"Jika sudah selesai ayo istirahat di kamar mu sayang " ucap Ane.


"Baik ibu " ucap indah langsung bangun dari duduk nya.


"Ibu antar " ucap Ane.


"Tidak ibu, indah bisa sendiri " ucap indah.


Mereka melihat kepergian putrinya yang berjalan dengan pelan.


Sedangkan Alex yang memandang putrinya, dia yakin jika ini bukan terkilir pasti ada seseorang yang melukai putri nya, tapi apa mungkin wanita itu, Alex membatin.


***


Tok Tok Tok


"Tunggu sebentar " teriak seseorang dari dalam.


Ceklek ...


"Alaric " ucap jecson ayah alaric.


"Ayah aku merindukan mu " ucap alaric langsung memeluk pria paruh baya yang sekarang rambutnya yang terlihat putih.


"Masuk lah, nak ayo masuk " ucap jecson.


Saat mereka masuk di rumah sederhana, tidak ada yang berubah sama seperti alaric meninggalkan rumah ini.


"Duduk lah, kalian ingin minum apa biar ayah buat kan " ucap jecson.


"biar alaric saja, ayah duduk lah " ucap alaric.


Setelah kepergian alaric tinggal mereka berdua yang berada di ruang tamu.


"Maaf ya nak, rumah nya kecil " ucap jecson.


"Siapa bilang ini kecil, ini sangat luas tuan " ucap asisten alaric.


"Panggil ayah saja, sama seperti alaric memanggil ayah " ucap jecson.


"Baik ayah " ucap asisten nya patuh.


Sedangkan Alaric yang sudah menyelesaikan buat air minum dia dapur, dia langsung membawa minuman yang dia buat ke ruang tamu.


"Sepertinya asik " ucap alaric.


"Tentu aja, ayah mengajak nya main catur " ucap jecson.


"Baiklah, alaric akan pergi ke belang ingin mandi, minum lah air nya " ucap alaric.


Alaric langsung meninggalkan mereka berdua yang sedang asik main catur.


****


Sedangkan di mansion yang megah, wanita cantik yang duduk di sofa keluarga seorang diri, entah ke mana suami dan putrinya yang belum pulang sampai sekarang .


Tapi dia tak ambil pusing, dia memang membenarkan apa saja yang mereka lakukan, di satu sisi dia memang salah tidak memahami putrinya tapi dia sudah lelah sebanyak apa pun memberi tahu putrinya maka tak pernah di dengar.


Saat dia asik menonton televisi tiba-tiba pintu utama di buka oleh seseorang.


"Baru pulang "


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK πŸ™πŸ»πŸ’ž