
Sedangkan wanita cantik yang duduk seorang diri, di taman belakang mansion milik keluarga Dini dan kapten Sean.
Ya, Sean adalah sahabat sekaligus rekan ayah nya Alex selama menjadi abdi negara.
"Nak " panggil Dini lembut.
Ya, mereka yang memaksa indah untuk tinggal bersama nya, karna mereka tidak akan membiarkan indah seorang diri di rumah nya.
Indah yang tadi nya melamun memandang keindahan taman yang banyak macam bunga, langsung mengalihkan pandangan.
"Iya Bu " ucap indah lembut.
Dini langsung duduk di samping indah, dia mengerti di tinggalkan oleh orang yang kita sayangi memang tidak mudah, tapi bagaimana pun juga kita semua pasti akan mati.
"Kau ingat kedua orang tua mu nak " ucap dini lembut.
"Indah rindu ibu dan ayah " ucap indah sedih.
Dini langsung memeluk tubuh indah yang rapuh, dia mengerti memang berat mengiklaskan orang yang kita sayangi pergi untuk selama lamanya.
"Ayah cari-cari ternyata di sini " ucap Sean yang baru saja pulang dari dinas.
Tapi saat melihat kode dari istrinya, Sean langsung diam dan duduk di dekat istri nya.
"Ayah sudah pulang " ucap Dini, saat melihat indah sudah sedikit tenang.
"Baru saja dan ayah cari-cari di mansion eh ternyata di sini " ucap Sean.
"Nak indah sudah makan " ucap Sean.
"Sudah paman " ucap indah pelan.
"Kenapa panggil paman lagi, kan kita sudah sepakat panggil paman ayah dan ibu " ucap Sean lagi.
"Maaf ayah, indah masih belum terbiasa " ucap indah.
"Tidak masalah sayang, pelan-pelan nanti akan terbiasa sendiri " ucap dini.
"Benar apa yang di katakan ibu mu nak, walau kami tidak bisa menggantikan posisi kedua orang tua seutuhnya, tapi izinkan kami untuk menggantikan peran mereka untuk mu " ucap Sean.
"Dan kau tau kan sayang kami tidak mempunyai seorang anak, dan dari pertama kali ibu berkunjung ke rumah mu ibu sudah sangat menyukai mu " ucap dini lagi.
"Terima kasih ayah, ibu sudah mau menggantikan peran ibu dan ayah " ucap indah.
"Seharusnya kami yang terima kasih kau sudah mau tinggal bersama kami, walau ibu tidak melahirkan mu tapi ibu merasa sudah sempurna mempunyai seorang putri yang cantik " ucap dini.
"Nak, ini titipan dari almarhum ayah mu " ucap Sean memberikan sebuah amplop coklat pada indah.
"Ini apa ayah " ucap indah.
Indah memandang dini, ibu sambung nya yang selalu ada di dekat nya bahkan dini sampai ambil cuti di tempat kerja nya demi menemani diri nya, padahal dia sudah bilang jika dia tidak apa-apa tapi dini tetap pada pendirian nya.
Ya, dini adalah salah satu seorang jaksa yang tak kalah terkenal dari Jessi, bahkan mereka sering menjadi fatner kerja jika menyelesaikan kasus besar.
Saat indah membuka amplop tersebut, sebuah surat izin dari sebuah negara atas membangun sebuah markas yang mereka bangun, yang sekarang sudah sempurna walau dia tidak ikut serta dalam pembangunan tapi berkat king Faaz sahabat nya yang membantu proses pembangunan dan anggota yang semngkin bertambah hari demi hari.
"Ayah mu sudah menyiapkan segala nya, biar putri kesayangannya di lindungi oleh negara " ucap Sean menjelaskan.
"Jangan sungkan untuk memberi tahu ibu atas masalah mu nak, ibu siap membantu membuat pelaku kecelakaan kedua orang tua meninggal mendekam penjara seumur hidup " ucap Dini.
"Benar kata ibu mu, ayah yang akan menggantikan menembak kepala pelaku nya " ucap Sean.
"Terima kasih ayah, ibu " ucap indah langsung memeluk kedua orang tua sambung nya.
Tuhan memang tau mana yang terbaik untuk setiap hambanya, dia tidak akan mengambil sesuatu yang berharga dari diri kita tanpa di ganti yang lain nya.
Dan begitupun dengan ujian, dia tidak akan menguji hambanya di batas kemampuan setiap hambanya, dan jangan pernah merasa kau sendiri karna dia selalu ada untuk hambanya yang sabar .
Dia hanya ingin lihat seberapa sabar kita menghadapi ujian atas apa yang dia berikan pada diri kita, dan yakin jika mampu melalui nya.
"Dan satu lagi, ini " ucap Sean menyerahkan sebuah yang sudah di bungkus rapi.
"Ayah ini apa " ucap indah.
"Buka lah " ucap Sean.
Indah langsung membuka sebuah tas kecil yang sudah di bungkus rapi oleh ayahnya, dan saat dia membuka nya ...
"Ayah ini " ucap indah tak melanjutkan ucapannya.
"Iya nak, itu senjata api kesayangan kapten Alex Ayah mu" bahkan tak hanya pistol isinya, keris dan senjata lainnya yang memang sangat indah inginkan semasa bersama ayah nya , Alex menggunakan itu hanya jika melakukan sesuatu yang menurut nya resiko tinggi dan jika masih ringan maka dia akan menggunakan senjata yang standar, karna itu juga senjata turun temurun dari kakek nya yang seorang Jendral.
Tapi sayang kakek nya harus meninggal saat menderita penyakit jantung stadium lanjut, di mana nenek nya yang seorang dokter merasa gagal tidak bisa menyelamatkan suami tercinta saat dia melangsungkan operasi pasien lain.
Padahal saat dia izin saat suaminya di rawat di rumah sakit masih baik-baik saja, bahkan suaminya memberinya semangat .
"Indah janji akan merawat semua ini " ucap indah.
"Mereka pasti bangga sudah memiliki putri yang hebat seperti mu nak " ucap dini.
Sekarang indah akan bangkit melawan orang yang sudah membuat orang tua nya meninggal, dan dia mengingat sesuatu saat setelah beberapa hari dia melupakan benda tersebut.
"Ibu, ayah .... "
jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK ππ»π