
Masih di posisi yang sama, indah yang membantu anggota nya tiba-tiba.
"Kita kedatangan tamu " ucap indah.
Semua anggota langsung melepaskan apa pun yang mereka pegang, dan langsung mengacungkan pistol mereka.
"Keluarlah, sebelum kepala mu akan pecah " ucap indah.
Sedangkan king Faaz yang bersembunyi di balik pohon.
"Dia menyadari ku " ucap nya
"Keluar tidak " ucap king Faaz lagi.
"Dalam hitungan ke tiga, jika kau tidak keluar dari persembunyian mu maka jangan salahkan aku jika mereka menembak kepala mu " ucap indah lagi.
Tidak ada apa king Faaz akhirnya keluar dari persembunyian nya, dan semua anggota indah sudah mengacungkan pistol masing-masing pada nya.
"Siapa kau "
"Apa mau mu "
"Sejak kapan kau di sana "
"Jawab kami atau akan kami tembak kepala mu "
Sedangkan indah, dia diam memperhatikan apa yang akan king Faaz lakukan saat situasi mendesak seperti ini.
"Jangan bergerak jika selangkah saja kau maju maka kami akan menembak mu " ancam bimo.
"Aku tidak akan berbuat macam-macam, aku hanya ingin bergabung dengan kalian " akhirnya king Faaz membuka bicara.
"Apa alasan mu " ucap Bimo, yang masih mengacungkan pistol nya pada king Faaz.
Sedangkan indah duduk di kursi sambil mengunyah Snack Vidio yang tadi dia beli.
"Sepertinya tujuan kita sama " ucap king Faaz.
"Memang nya apa tujuan mu " ucap Bimo.
"Ya ampun, kenapa sifat nya berbanding balik dengan di kampus " king membatin.
"Tolong minum " ucap indah.
"Terima kasih " ucap indah saat salah satu dari anggota mereka yang memberikan minum .
"Kenapa kau diam saja, katakan " teriak Bimo.
DOOR
"astaga " terkejut king Faaz, dia langsung memeriksa jaket nya .
Sejak kapan indah sudah memegang pistol, padahal dia baru saja melihat ke arah Bimo.
"Jika orang bertanya di jawab, jangan mengulur waktu kau bisa mati di tangan mereka " ucap indah.
"Jawab pertanyaan mereka, selagi mereka masih bersabar " ucap indah.
"Kita punya tujuan yang sama, memberantas penjahat " ucap king Faaz.
"Kami tidak akan mudah mempercayai mu " ucap Bimo.
"Aku sudah mempunyai anggota, tapi kami hanya tinggal di gudang tua di hutan tak jauh dari sini " ucap king Faaz.
"Queen " ucap Bimo.
"Tunggu apa lagi hubungi anggota mu, dan ajak mereka ke sini " ucap indah.
"Baiklah " ucap king Faaz langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi anggota nya.
"Queen " ucap bimo.
"Dia teman kampus ku, dia tidak akan berbuat macam-macam " ucap indah yakin.
"Bagaimana Queen bisa begitu yakin pada nya " ucap Bimo.
"Tunggu apa lagi, bantu kami " ucap indah yang sudah melanjutkan pekerjaan nya.
"Jangan coba-coba untuk menghianati kami, aku sendiri yang akan menghabisi mu " ancam Bimo.
"Itu tidak akan terjadi " ucap king Faaz .
Mereka semua langsung melanjutkan pekerjaan mereka, dan saat hari sudah mulai sore indah pamit karna dia tak ingin ibunya khawatir.
*****
Sedangkan pria tampan yang duduk di berada di dalam mobil sana dia sudah tidak sabar untuk bertemu ayahnya.
Satu Minggu yang dia maksud dia percepat, karna pekerjaan sudah selesai itu sebabnya dia langsung kembali ke rumah ayahnya.
Selama di jalan dia tak henti-hentinya dia tersenyum membayangkan wajah seseorang, siapa lagi jika bukan indah.
"Cinta memang bisa membuat orang gila " ucap asisten alaric.
"Apa kau bilang " ucap alaric.
"Tidak tuan, tadi aku melihat orang berpacaran " bohong asisten nya.
"Awas saja jika kau berbohong pada ku " ucap alaric.
Sedangkan Ane dan Alex yang sudah sampai di rumah sederhana miliknya, mereka langsung masuk ke dalam dan di sana indah sudah duduk menonton televisi.
"Ibu, ayah " ucap indah .
"Sudah lama pulang nya nak " ucap Ane.
"Sangat lama ibu, kenapa ibu dan ayah lama sekali pulang nya " ucap indah.
"Ini sudah yang paling awal sayang, baiklah ibu mandi dulu " ucap Ane.
"Baik ibu " ucap indah melanjutkan nonton nya.
"Nonton apa sayang " ucap Alex.
"Detektif " ucap indah santai.
"Sekarang sudah suka yang berbau detektif ya " ucap Alex.
"Iya dong ayah, ini lebih menantang dan indah ingin melihat bagaimana dia menyelesaikan masalahnya " ucap indah.
"Bagaimana pembangunan nya " ucap Alex tiba-tiba.
"Sedikit lagi " ucap indah.
"Apa kekurangan biaya " ucap Alex.
"Tidak ayah, kami hanya buat kecil dan nanti jika ada rezeki baru di perbesar " ucap indah.
"Jika perlu biaya jangan sungkan untuk beri tahu ayah " ucap Alex.
"Biaya apa " ucap Ane yang sudah menyelesaikan mandinya.
"Tidak, putri kita ingin sedekah dengan orang yang membutuhkan " jawab Alex asal.
"Ya sudah beri saja ayah, kan sebagian harta kita milik mereka " ucap Ane.
"Untung ibu percaya " ucap Alex.
"Ayah sih, sudah tau ada ibu masih bahas ini " ucap indah.
"Habis ayah penasaran sayang " ucap Alex.
"Jika sudah selesai pembangunannya indah akan mengajak ayah ke sana " ucap indah.
"Ayah tunggu " ucap Alex.
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK ππ»