Lady Queen

Lady Queen
Episode 82



Dan benar saja saat indah dan alaric sampai di rumah sakit khusus nya, dokter kandungan sudah banyak yang mengantri bahkan kursi tunggu juga hanya tinggal satu.


"Sayang duduk lah " ucap alaric.


"Mas mau duduk di mana " ucap indah saat melihat kursi tidak ada yang kosong lagi.


"Tidak apa mas berdiri saja, yang penting sayang tidak lelah " ucap alaric.


"Baiklah " ucap indah.


"Tunggu sebentar mas daftar dulu " ucap alaric.


"Iya " ucap indah.


Saat alaric pergi daftar kan nama indah, seorang wanita yang sudah hamil besar berjalan terlatih dia kebingungan mencari kursi yang kosong.


Indah yang melihat itu tidak tega, pasti berat pikir nya .


"Nyonya, silahkan duduk " ucap indah bangun dari duduk nya .


"Tapi nak itu kursi mu " ucap wanita yang hamil besar.


"Tidak apa nyonya, anda sedang hamil besar itu pasti berat " ucap indah.


"Benar ini tidak apa nak " ucap wanita itu lagi.


"Iya, tidak apa nyonya silahkan duduk " ucap indah.


"Terima kasih nak, semoga janin yang kau kandung sehat " ucap wanita tersebut.


Indah hanya tersenyum, padahal dia ingin pemeriksa tapi bagaimana bisa wanita ini sudah mendoakan janin nya.


"Sayang " ucap alaric.


Dan melihat kursi yang sebelumnya istri nya duduki sudah di isi oleh orang lain , tapi saat dia melihat perut wanita paruh baya yang duduk di kursi istri nya besar baru dia paham .


Pasti istrinya melakukan ini, dia rela memberikan kursinya pada wanita hamil tersebut.


"Sudah mas " ucap indah.


"Sudah sayang " ucap alaric.


Satu satu nama mereka di sebutkan dan akhirnya setelah bukan purnama akhirnya nama indah di sebutkan.


"Nyonya BENATA " panggil perawat...


"Sayang ayo " ajak alaric.


"Silahkan duduk nyonya, tuan " ucap dokter cantik.


"Ada keluhan nyonya " ucap dokter lagi.


"Tidak, tapi akhir-akhir ini suami saya bertingkah laku aneh " ucap indah.


"Sayang " ucap alaric.


"Maaf nyonya, bisa anda jelaskan bagaimana aneh nya " ucap dokter.


"Seperti semalam, di tengah malam buta suami saya ingin makan mangga, dan kedua orang tua saya mengusulkan untuk periksa ke dokter " ucap indah jujur.


Ah,, istrinya kenapa polos sekali sampai memberitahu dokter dengan detail seperti itu.


"Maaf nyonya, kapan terakhir nyonya datang bulan " tanya dokter.


"Datang bukan " ulang indah, dokter mengangguk kepala merespon ucapan indah.


"Emmm,,, mungkin terakhir kali tiga bulan yang lalu " ucap indah Setelah mengingat terakhir dia datang bulan.


"Nyonya mari ikut saya " ucap dokter menuju ruangan yang tertutup tirai.


"Istri saya ingin di apakan dokter " ucap alaric.


"Tuan, mari kita buktikan sesuatu '' ucap dokter.


Alaric yang mendengar ucapan dokter mengernyit dahi bingung, memangnya apa yang ingin di buktikan pikir ny.


"Nyonya, silahkan berbaring " ucap dokter lagi.


Indah hanya menurut tanpa membantah ada yang dokter katakan.


Sedangkan alaric memperhatikan apa yang akan dokter lakukan pada istri cantik nya


" Maaf nyonya " ucap dokter menyingkap baju indah sampai di atas pusar.


"Tunggu " ucap alaric saat dokter ingin memberikan sesuatu di perut istrinya.


"Iya tuan " ucap dokter.


"Apa itu " ucap alaric.


"Oh, ini gel tuan biar saat melakukan USG mempermudah segala nya " ucap dokter. mohon maaf jika kurang tepat mohon koreksinya πŸ™


"Sayang , sudah turuti saja apa kata dokter " ucap indah.


"Bisa di lanjutkan tuan " ucap dokter.


"Emmm "


Setelah mendapat izin, dokter melanjutkan kegiatan nya yang sempat terhenti tadi, dan setelah selesai dokter menggerak-gerakan alat yang seperti pena di tangan nya.


"Tuan, nyonya lihat di layar monitor "


Next part selanjutnya KK dan mohon maaf atas telat nya update hari ini mohon pengertian nya πŸ™πŸ»