
Setelah tidak ada lagi mata kuliah, indah langsung keluar dari dalam kelasnya.
"Kau langsung ingin pulang " ucap Sena.
"Iya, aku harus datang suatu tempat " ucap indah.
"Kau pasti sibuk, secara kau ingin menikah 2 Minggu lagi " ucap Sena.
"Sedikit, aku pergi dulu " pamit indah langsung menuju tempat yang sudah di beri tahu dini sebelum nya.
Dan benar saja saat indah sudah sampai di salah satu WO ternama, sudah ada mobil dini di sana.
Dan saat dia ingin melangkah masuk, datang mobil yang sangat dia kenali, mobil siapa lagi jika bukan mobil alaric.
"Apa aku terlambat " ucap alaric Setelah keluar dari dalam mobil.
"Aku juga baru sampai, ayo kita masuk ke dalam " ajak indah.
Sedangkan asisten alaric, hanya mengikuti calon pengantin baru.
"Selamat datang tuan, nona " sapa karyawan.
"Sayang sini " ucap dini sambil melambaikan tangan nya.
"Ayo " ucap indah .
"Nak alaric " ucap dini.
"Tante " sapa alaric.
"Ibu, panggil ibu seperti indah " ucap dini.
"Baik ibu, maaf jika kami merepotkan " ucap alaric tak enak.
"Tidak sama sekali, ibu senang melakukan semua ini " ucap dini.
"Sayang coba lihat ini " ucap dini, sambil menuju salah satu gambar .
"Ini terlalu mewah ibu " ucap indah , melihat foto lain nya
"Bagaimana jika yang ini saja " ucap indah, saat melihat foto dekorasi yang elegan tapi terkesan mewah menurut nya.
"Kau memang pandai memilih sayang, ini sangat cantik " ucap dini
"Bagaimana menurut mu " ucap indah .
"Aku tidak masalah, jika kau menyukai aku juga menyukai nya " ucap alaric.
Setelah mereka memutuskan dekorasi yang mereka inginkan mereka langsung pulang, dengan indah yang ikut masuk ke dalam mobil dini.
Dini sudah menyuruh pekerja rumah untuk mengambil motor indah, biar dia bisa satu mobil dengan putri nya.
Sedangkan alaric harus pulang lebih cepat, karena mendapat telpon mendadak dari perusahaan.
"Sayang jika kau sudah menikah nanti kau tidak akan melupakan ibu dan ayah bukan " ucap dini.
"Kenapa ibu bisa bicara begitu, tentu saja tidak ibu " ucap indah.
Padahal dia baru saja merasakan kebahagiaan memiliki seorang putri, tapi sekarang putrinya akan meninggalkan nya.
Indah yang menyetir mobil langsung menepikan mobilnya.
"Ibu " ucap indah sambil menggenggam tangan dini.
"Jika ibu kebenaran dengan indah menikah 2 Minggu ke depan, indah tidak masalah jika di undur sebelum kita menyebar undangan " ucap indah.
Dini menggeleng kepala, mana mungkin dia akan menunda hati kebahagiaan putrinya, wali dia merasa tidak rela .
"Tidak sayang, ibu hanya berharap Kalian tidak melupakan ibu dan ayah " ucap dini.
"Tentu saja indah tidak akan melupakan ibu dan ayah " ucap indah langsung memeluk tubuh dini.
Setelah merasa sedikit tenang, indah melanjutkan perjalanan menuju pulang ke mansion.
Saat mereka sudah sampai di mansion di sana sudah ada mobil Sean yang terparkir rapi.
"Ayah " ucap indah .
"Kalian sudah pulang " ucap Sean.
"Iya, ayah sudah lama pulang " ucap dini langsung duduk di samping suaminya.
"Baru saja, ayah ingin membantu persiapan pernikahan putri kita " ucap Sean semangat.
"Itu apa ayah " ucap indah, saat melihat banyak kardus di sekitar mereka.
"Iya itu apa, kenapa banyak kardus di sini " ucap dini.
"Ya kartu undangan dong ibu, ayo kita catat siapa yang akan kita undang di pernikahan putri kita " ucap Sena semangat .
"Panggil semua orang biar cepat selesai " ucap Sean.
Tentu saja dini dengan cepat mengumpulkan seluruh pekerja mansion.
Bahkan nama nama daftar tamu undangan sudah di siapkan oleh Sean.
"Mungkin jika ayah dan ibu masih ada, mereka pasti akan melakukan hal yang sama seperti paman dan bibi " ucap indah membatin
"Jangan sampai salah " ucap dini pada seluruh pekerja mansion.
"baik nyonya " ucap mereka bersamaan.
Setelah selesai masing-masing dari pekerja mansion langsung menyebarkan undangan pernikahan indah dan alaric yang akan di selenggarakan dua Minggu ke depan.
Jangan lupa datang ya guys, dan jangan lupa bungkus juga kado nya buat author biar tambah semangat nulis nya π€π
Yang DM Ig author beri semangat nulis makasih ya, live you sekebon π€ππ
Ig : Lilianti921
FB: Lilianti ( foto profil sama dengan akun noveltoon )