
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya Jessi Sampai di kantor kejaksaan tempat dia berkerja.
"Pagi Bu Jaksa " sapa karyawan yang berpapasan dengan nya.
"Pagi " jawab Jessi.
Setelah menjawab ucapan dari rekan kerja nya, Jessi langsung masuk ke dalam ruangan nya.
"Sepertinya Bu jaksa sedang tidak baik-baik saja " ucap rekan kerja.
"Ku benar, dan bahkan mata nya sembab seperti orang yang habis nangis " ucap yang lain.
"Sudah lah kita lanjutkan saja pekerjaan kita " ucap karyawan lain.
Sedangkan Jessi yang berada di ruangan nya, diam duduk memandang keindahan dari atas gedung tempat dia bekerja.
Jelas, kata-kata putrinya terngiang di kepala nya, Hati siapa yang tidak hancur saat kau mengandung dan membesarkan putri mu tapu tidak di akui.
Saat dia sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba pintu ruangan nya di ketuk oleh seseorang.
"Masuk " ucap Jessi.
Masuk seorang wanita cantik dengan kertas-kertas yang ada di tangannya.
"Maaf Bu jaksa, ini data yang anda minta " ucap wanita tersebut.
"Terima kasih " ucap Jessi.
Ya, sekarang mereka sedang mendapat kasus tentang pemerkosaan yang di lakukan oleh anak di bawah umur.
Jessi langsung membaca data yang di bawa oleh rekan kerjanya, biar bagaimanapun dia harus bersikap profesional dalam bekerja.
*****
Sedangkan di gubuk tua pria yang duduk di kursi dengan dua orang pria yang berada di samping nya, menunggu seseorang datang membawa apa yang di minta.
"Tuan " ucap seseorang yang datang dengan membawa amplop coklat.
"Kau sudah mendapatkan nya " ucap pria yang duduk di kursi.
"Sudah tuan, ini " ucap pria itu menyerahkan amplop coklat yang dia bawa.
Asisten nya langsung mengambil amplop coklat tersebut, dan langsung menyerahkannya pada tuan nya.
Dan tanpa pikir panjang, dia langsung membuka amplop coklat tersebut.
"Anelisa putri seorang dokter ahli bedah di rumah sakit ternama " ucap nya.
"Hanya ini saja " ucap nya lagi.
"Maaf tuan, hanya itu saja " ucap pria itu lagi.
"Memangnya dia tidak memiliki keturunan " ucap pria yang duduk di kursi.
"Maaf tuan, saat kami mencari data tentang keturunan tidak ada dan selalu gagal " ucap pria itu lagi.
"Kau tidak pernah melihatnya bersama orng lain selain istrinya " ucap pria yang duduk di kursi
"Pernah hanya sekali saja, dan saat saya bertanya siapa wanita itu mereka tida mengenalnya " ucap nya lagi.
"Cari waktu yang tepat, dan jika ada kesempatan langsung lakukan apa yang sudah aku perintahkan " perintahnya.
"Baik tuan " patuhnya.
"Baiklah, kau boleh pergi " ucap pria itu.
Setelah kepergian anak buahnya dia langsung tersenyum miring.
"Nikmati kebahagiaan mu, sebelum itu berakhir " ucap nya lagi.
"Kau akan tau akibatnya saat menggagalkan rencana ku " ucap nya lagi.
Sedangkan di area kampus khususnya indah dan sahabat nya saat jam istirahat mereka memilih menghabiskan waktu di taman, karna Sena yang membawa bekal kue hasil buatan ibunya.
"Bagaimana enak "Ucap Sena.
"Sangat enak "ucap indah.
"Iya, ini sangat enak " ucap king Faaz.
"Sudah aku bilang jika ibu ku memang jago masak " ucap Sena.
"Habiskan " ucap Sena.
"Terima kasih" ucap indah.
Dengan senang hati mereka mengabiskan kue cake buatan ibu Sena, yang sangat lezat menurut mereka.
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya ๐