Lady Queen

Lady Queen
Episode 12



Saat gabungan tentara ingin keluar dari toko emas, Polisi baru sampai.


"Apa kami terlambat " ucap pak polisi.


"Kita sama, dan si perampok nya sudah di bawa oleh tim kami, datang lah ke kantor kami karna kami masih memerlukan barang bukti dengan perampok itu " ucap Alex.


"Baiklah " ucap pak polisi.


Sedangkan indah yang bersama anggota nya, langsung menuju markas setelah melumpuhkan para perampok toko emas.


"Hampir saja ayah melihatku " ucap indah .


"Maaf Queen " ucap Bimo .


"Tidak masalah " ucap indah.


" Sekarang masing-masing dari kalian mengurus pembangun markas maaf jika aku tidak bisa ikut, karna ayah ku sudah mulai curiga pada ku " ucap indah.


"Tidak masalah Queen serahkan saja pada kami " ucap Bimo lagi.


"Aku harus kembali, jangan lupa untuk beritahu perkembangan pembangunan markas kita " ucap indah.


"Siap Queen " ucap mereka serempak.


"Dan iya, jika ada balap lagi jangan lupa untuk mengabari ku " ucap indah .


"Tidak ingin membawa motor baru kita Queen " ucap Bimo.


"Lain kali saja " ucap indah langsung pergi.


Dia harus kembali ke rumahnya, jika tidak ingin di introgasi boleh ayahnya.


***


Sedangkan Alex bersama anggota polisi lain langsung menuju di mana perampok di aman kan, dan tentu sudah di beri pertolongan pertama akibat tembakan.


"Kapten " ucap tentara.


"Di mana mereka " ucap pak polisi.


"Mari saya tunjukan pak " ucap anggota tentara.


"Jadi ini wajah perampok mas itu " ucap pak polisi.


Sedangkan Alex membuatkan polisi menjalan kan tugasnya, tapi dia hanya fokus pada tembakan tersebut.


"Kenapa semua perampok ini seperti di buat cedera saja, dan saat di lihat dia memang pintar memilih organ tubuh yang tidak mematikan akibat tembakan nya " Alex membatin.


"Kapten maaf kami harus membawa perampok ini untuk di introgasi lebih lanjut " ucap pak polisi.


"Silahkan " ucap Alex.


ketiga perampok emas itu langsung di bawa ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti.


"Apa pria saksi itu belum sampai " ucap Alex.


Dia sudah tak sabar mendengar keterangan dari saksi mata, dia ingin membuktikan jika apa yang di pikiran nya tidak benar.


"Tidak ada kapten " ucap angkot tentara.


"Baiklah, aku akan ke ruangan ku jika dia sudah sampai langsung ke ruangan ku saja " ucap Alex.


Sedangkan Alex di dalam ruangan nya, dia menghubungi putrinya yang tak kunjung menjawab panggilannya .


"Sayang angkatlah " ucap Alex.


Tapi masih sama entah panggilan yang ke berapa kalinya, tapi putrinya tak kunjung menjawab panggilan nya.


"Jika aku menghubungi ibu, pasti tambah khawatir nanti " ucap Alex.


"Oh iya " ucap Alex langsung mencari nomor seseorang.


"Hello Bima, apa sekarang waktunya menjaga " ucap Alex pada orang di sebrang sana.


"Benar kapten, apa terjadi sesuatu " ucap Bima.


"Tidak, aku hanya ingin bertanya apa putriku ada keluar " ucap Alex.


"Oh nona cantik tadi 3 jam yang lalu di keluar menggunakan taksi kapten " ucap Bima.


"sekarang apa dia sudah kembali " ucap Alex.


"Sepertinya belum kapten, ah iya itu dia nona cantik sudah kembali " ucap Bima saat bertepatan dengan taksi yang berhenti di depan gang.


"Boleh aku tau dia menggunakan pakaian warna apa " ucap Alex lagi.


"Nona cantik menggunakan Hoodie, celana jeans warna hitam kapten " ucap Bima.


"Oke terima kasih " ucap Alex langsung menutup panggilan nya.


Sekarang dia semangkin yakin jika putri kesayangannya menyembunyikan rahasia besar dari nya.


"Ayah menunggu kejujuran mu sayang " ucap Alex.


***


Sedangkan indah yang dari awal turun taksi di awasi oleh tentara yang piket, mulai curiga apa lagi tadi dia habis nelpon seseorang.


"Selamat siang om " sapa indah.


"Siang nona cantik " ucap Bima.


"Apa banyak tamu hari ini om " ucap indah basa-basi.


"Tidak, hanya beberapa saja " ucap Bima.


"Baiklah jika begitu indah masuk dulu, selamat bertugas om " ucap indah.


"Apa perlu om antar pakai motor, nona cantik " ucap Bima.


"Tidak perlu om, anggap saja indah sedang olahraga " tolak indah.


"Baiklah, hati-hati nona cantik jika ada batu di lompat saja " ucap Bima lagi.


"Om ada-ada saja " ucap indah.


****


Dan tak lama akhirnya alaric sampai di kantor TNI setelah mengamankan berlian yang dia buat khusus untuk seseorang.


"Maaf bisa saya bantu " ucap penjaga gerbang.


"Saya saksi mata perampokan di toko emas tadi " ucap alaric.


"Tuan mari saya tunjukan di mana ruangan kapten Alex " ucap anggota tentara.


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap Alex.


"Kapten saksi mata perampok di toko emas sudah sampai " ucap tentara


"Suruh dia masuk " ucap Alex langsung berdiri.


"Maaf apa saya mengganggu " ucap alaric.


"Tidak sama sekali tuan, duduk lah " ucap Alex.


"Alaric saja, tidak sepatutnya saya di sebut tuan " ucap alaric.


"Sepertinya kau bukan asli Indonesia" ucap Alex.


"Ah iy, tuan ibu saya berasal dari Korea dan ayah saja berasal dari Belanda " ucap alaric.


"Bearti tamu ku orang terpandang " ucap Alex.


"Kita sama tuan, walau kami hanya pendatang tapi hidup keluarga kami tidak jauh beda dari orang lain " ucap alaric.


"Ah kenapa jadi curhat " ucap alaric.


"Tidak masalah, anggap saja ini pemanasan sebelum bicara inti dan sepertinya anda sedikit grogi " ucap Alex.


"Ya Tuhan kenapa dia jujur sekali " ucap alaric membatin.


"Sedikit " jujur alaric.


"Bagaimana tidak grogi jika bertemu calon mertua, apa calon mertua ah betapa keren nya status itu " ucap alaric tersenyum membayangkan .


"Permisi kapten " ucap anggota tentara yang membawa dua gelas kopi di nampan .


"Maaf merepotkan " ucap alaric.


"Tidak hanya air minum saja " ucap anggota tentara lagi.


"Saya permisi ke keluar kapten " pamit anggota tentara.


"Terima kasih " ucap Alex.


"Minum lah nak,maaf hanya air kopi saja " ucap Alex.


"Ini sudah cukup tuan " ucap alaric.


"Sepertinya anda orang sibuk bagaimana jika kita mulai saja " ucap Alex.


"Tidak terlalu sibuk, boleh saja dari mana saya memulai nya " ucap alaric.


"Kronologi perampokan dengan seseorang yang kau ucapan Dewi penolong " ucap Alex, dia sudah tak sabar mendengar siapa Dewi penolong itu.


Di toko emas alaric dan asisten nya menunggu emas yang mereka buat tiba-tiba, perampok datang.


Semua pengunjung dan karyawan toko langsung mengangkat tangan menyerah.


"Cepat buka pin nya " ancam perampok .


" Saat aku ingin mengubungi polisi, seperti aku salah telon ke nomor tentara " ucap alaric.


"Dan pergerakan ku disadari oleh perampok itu, Tapi tak lama ada seorang datang menggunakan topeng, tapi dari matanya sepertinya dia seorang wanita " ucap alaric lagi.


"Berapa orang "ucap Alex penasaran.


"Sedikit mungkin hanya 4 orang, tapi satu yang maju yang lain berada di sisi lain mengamankan dua perampok lain " ucap alaric.


"Tadi kau bilang dia wanita bukan, bisa kau sebutkan ciri-ciri nya " ucap Alex.


"Bola matanya bewarna keabu-abuan, dan tinggi nya di perkirakan hanya 150 cm, dan dia hanya menggunakan Hoodie hitam biasa, saat dia menembakan peluru nya yang tepat sasaran aku menilai jika dia sudah latihan dan satu lagi parfum nya berbau buah, dan aku juga mencium sedikit bau obat " ucap alaric.


"Bau obat, Hoodie hitam, bola mata abu-abu , parfum buah, tinggi sekitar 150 cm, semu yang di sebutkan oleh pria di hadapan seakan akan semua ada pada putrinya " ucap Alex membatin.


"Apa ada yang lain selain itu " ucap Alex.


"Tidak, hanya itu saja yang bisa aku berikan tapi, jika tuan ingin melihat langsung bagaimana jika kita datang kembali ke toko tersebut dan cek CCTV " saran alaric.


"Iya itu tidak salah lagi " ucap Alex, dia sampai melupakan CCTV.


Dan benar saja mereka langsung menuju toko emas tadi.


"Tuan " sambut meneger toko.


"Kami datang ingin memeriksa CCTV perampokan tadi " ucap alaric.


"Mari tuan " ucap meneger toko.


Mereka langsung menuju ke ruangan CCTV, saat Alex yang ikut serta membuat pasang mata memandang nya.


"Bagaimana bisa " ucap meneger saat sudah memutar Vidio kejadian .


"Kenapa " ucap alaric.


"Sepertinya mereka meretas Vidio CCTV nya " ucap Alex.


"Siapa yang melakukan itu " ucap meneger toko.


"Ada dua kemungkinan si perampok atau si penyelamat itu " ucap Alex.


" tapi saat perampok masuk Vidio itu tidak hilang hanya saat Dewi penolong itu saja yang hilang " ucap alaric.


"Besar kemungkinan jika Dewi penolong itu yang sudah meretas CCTV ini " ucap Alex.


"Bagaimana bisa, padahal aku berada di ruangan depan menghubungi polisi " ucap meneger lagi.


"Siapa pun kau, sepertinya kita satu tujuan " ucap Alex membatin.


Setelah selesai melihat hasil rekaman cctv mereka langsung kembali tujuan masing-masing.


"Terima kasih atas kerja sama nya nak " ucap Alex.


"Sudah sewajarnya kami sebagai masyarakat membantu para abdi negara " ucap alaric.


"Senang bertemu dengan mu anak muda, datang lah ke rumah sederhana kami " ucap Alex.


"Memangnya boleh " ucap alaric berbinar.


"Tentu saja, ini kartu nama saya hubungi saja pintu rumah kami selalu terbuka untuk mu " ucap Alex.


"Saya permisi harus undur diri " pamit Alex.


"Baiklah, hati-hati " ucap alaric.


"Yes " ucap alaric, setelah kepergian Alex .


"Tuan bagaimana rasanya bertemu calon mertua " ucap asisten alaric yang dari tadi berada di sampingnya.


"Sedikit tegang dia sangat datar tapi sepertinya dia sangat penyayang " ucap alaric bangga.


"Mungkin dia memiliki ikatan batin kada calon menantunya " ucap asisten alaric.


"Kau bis saja, ayo kita kembali ke kantor " ycao alaric.


Sedangkan pria yang duduk di kursi kebesaranya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Ada apa " ucap nya.


"Maaf tuan mereka gagal lagi " ucap orang di sebrang sana


Bughhhh


"Kurang ajar, siapa yang sudah berani-beraninya menghentikan semu nya " marahnya lada orang di sebrang sana.


"Masih di selidiki tuan, mereka seperti orang biasa tapi tidak bisa di ragukan jika pergerakannya sangat lincah " ucap orang di sana.


"Lalu di mana mereka " ucap nya pada orang di sebrang sana.


"Maaf tuan, mereka di bawa ke kantor polisi " ucap orang di sebrang sana.


"Kurang ajar, siapa yang sudah menelpon polisi ke sana " ucap nya lagi.


"Pihak kantor, dan tak hanya itu tuan, tentara yang datang lebih awal di kejadian sana tapi orang kita sudah di lumpuhkan oleh orang misterius itu " ucap anak buah nya.


"Tentara " ucap pria yang duduk di kursi kebesaranya.


''Iya benar tuan, anggota tentara yang membawa anggota kita dan polisi hanya membawa orang kita ke kantor nya " ucap nya lagi.


"Cari tau siapa tentara itu " ucap pria yang duduk di kursi kebesaranya.


"Baik tuan " patuhnya.


"Dan satu lagi, pastikan mereka tidak membuka mulut " ucap pria itu lagi.


Dan benar saja, sudah berapa orang yang mereka kumpulkan tapi tidak ada satu pun yang membuka mulut siapa dalang dari semua nya .


"Bagus " ucap nya tersenyum miring, Setelah y dia langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Dasar tentara pengganggu, lihat saja aku akan memberimu pelajaran " ucap nya tersenyum miring.


Sedangkan Alex yang habis dari mall, dia langsung menuju rumah nya terlebih dahulu.


"Ayah " ucap indah .


"Bagaimana keadaan mu, apa sudah mendingan " ucap Alex


"Sudah ayah, kan sudah ibu beri obat tadi " ucap indah.


"Sayang bisa jelaskan semau nya pada ayah " Ucap Alex.


"Apa yang perlu di jelaskan ayah, indah tidak mengerti " ucap indah.


"Sayang ayah tau, kau berbohong tadi pagi ayah tau betul dengan diri mu sayang " ucap Alex lagi.


"Maksud ayah " ucap indah pura-pura tidak mengerti.


"Tadi terjadi perampokan di toko emas, dan saksi mata menjelaskan Dewi penolong mereka " ucap Alex.


"Lalu " ucap indah.


"Dia menyebutkan ciri-ciri seperti putri ayah, jujur pada ayah apa yang sudah kau sembunyikan dari ayah " ucap Alex serius.


"Ayah maaf kan indah " Tiara langsung bersujud di kaki Alex.


"Sayang bangun lah " ucap Alex.


Indah sudah bercucuran air mata, dia terlalu lemah jika menyangkut kedua orang tua nya.


"Ayah mohon apa pun yang kau bangun sekarang jangan di lanjutkan, itu berbahaya untuk mu sayang, cukup ayah saja " ucap Alex.


"Tapi ayah, indah tidak membangun sesuatu dalam kejahatan " ucap indah.


"Maaf ayah indah tetap pada keputusan indah, boleh ya ayah indah janji akan melindungi diri indah " ucap indah meyakinkan ayah nya .


Alex terlalu lemah jika menyangkut tentang putrinya.


"Baiklah, ayah Kan mengizinkan mu tapi ayah harap jangan ikut serta dalam peperangan " ucap Alex.


"Tidak janji ayah " ucap indah cengengesan.


"Dasar gadis nakal, ayah harus kembali ke kantor nanti sore ayah akan mengajarkan mu menembak yang lebih baik lagi " ucap Alex langsung bangun dari duduk nya.


"Ayah apa tembakan indah tidak sempurna " ucap indah.


"Sempurna, hanya saja kau hampir melakukan kesalahan yang fatal saat kaj menembak lengan seseorang hampir saja mengenai urat nadi nya " ucap Alex.


"Hehehe habis dia yang ingin menembak pria itu, jadi indah tembak saja " ucap indah.


"Ingat jangan sampai ibu tau masalah ini, jika sampai itu terjadi ibu akan marah besar apa lagi mengizinkan putri kesayangannya masuk ke dunia hitam " ucap Alex.


"Bukan dunia hitam ayah, mafia lebih tepat nya " ucap indah.


"Baiklah Lady Queen " ucap Alex membungkukkan badan.


"Itu baru benar ayah " ucap indah bahagia, bagaimana tidak jika keinginannya di dukung oleh ayah nya sendiri.


"Ayah pergi dulu, jangan keluar rumah " ucap Alex.


"Baik ayah, indah sayang ayah " teriak indah saat Alex sudah keluar dari dalam rumah.


Alex yang mendengar ucapan putrinya hanya menggeleng, dia tak habis pikir jika putrinya yang lemah lembut menjadi Queen mafia.


mohon masukan nya KK, karna author perlu kritik dan saran nya ๐Ÿ™