
Masih di posisi yang sama di ruang sakit ternama, di mana sepasang suami istri yang menunggu putrinya yang sedang di tangani.
"Kenapa perasaan ku jadi tidak enak " Jessi membatin.
Walau dia tidak mengenal dokter cantik tersebut tapi dia melihat nama dan jabatan yang ada di jas putihnya.
Tapi dia mengingat ulang akhir-akhir ini putrinya memang sedikit berbeda dari biasanya, dan tidak tidak dia langsung mengusir jauh pikir negatif nya.
"Mom " panggil Richo.
"Ah,,,,,iya dad " ucap Jessi yang baru saja sadar dari lamunannya.
"Ada apa dengan putri kita dan kenapa dokter lain masuk ke dalam " ucap Richo.
"Mom juga tidak tau pasti dad, kita tunggu saja " ucap Jessi.
Padahal dia sudah penasaran apa yang terjadi saat melihat dokter kandungan masuk ke dalam ruangan, tapi sebagai seorang wanita tidak ada kata lain selain seseorang yang akan datang.
Ya hanya itu yang ada di pikirannya, dan jika itu terjadi dia sudah gagal menjadi seorang ibu yang mendidik putri satu-satunya.
Dan tak lama, akhirnya keluar dokter cantik yang bernama Zahra dengan senyum yang manis.
"Bagaimana keadaan putri saya " ucap Jessi.
"Selamat tuan, nyonya putri anda hamil " ucap zahra.
Deg...
Bak di sambar petir di siang bolong, bahkan Jessi langsung terduduk di lantai mendengar ucapan dokter Zahra.
Zahra yang melihat itu mengerutkan kening bingung, apa dia salah bicara bukan kah setiap orang menunggu kabar gembira ini tapi kali ini berbeda.
Sempat terlintas pikiran negatif di pikiran nya, tapi kembali lagi dia sangat mengenal jaksa ternama yang ada di kota nya tak ada satu kasus pun yang gagal, tapi kembali lagi dia akan menerima kasus yang benar bukan yang salah .
"Mom " ucap Richo membantu istrinya yang sudah tak berdaya.
Ternyata apa yang dia pikirkan benar ada nya, putri satu satu nya hamil di luar nikah dan bahkan dia tidak tau siapa ayah yang ada di kandungan putrinya.
"Berapa usia kandungan putri saya " ucap Jessi.
"Memasuki bulan ke dua " ucap dokter Zahra, Jessi tersenyum masam mendengar ucapan dokter.
"Bisa saya menjenguk putri saya " ucap Jessi, dengan tatapan mata yang berbeda.
"Silahkan nyonya, tuan " ucap Zahra.
"Terima kasih " ucap Jessi langsung masuk ke dalam ruangan Marni.
Setelah kepergian Jessi dan Richo, Zahra langsung pergi dari sana.
Sedangkan Marni yang masih tidak sadarkan diri di dalam ruangan, dengan wajah yang pucat .
"Mom tenang lah " ucap Richo.
"Bangun " ucap Jessi.
"Mom " ucap Richo mengentikan Jessi yang membangunkan Marni.
"DAD DIAM " ucap Jessi tegas.
"Sayang bangun mom tau kau sudah bangun, dalam hitungan ke tiga jika kau tidak bangun mom akan siram kau dengan air di gelas sana " ucap Jessi geram.
Dan benar saja Marni membuka matanya dengan takut.
"Permisi tuan nyonya " ucap seseorang yang masuk ke ruangan nya.
"Masuk suster " ucap Jessi lembut.
Karena waktunya makan siang, seorang wanita yang membawakan makan siang untuk Marni.
"Maaf suster, kapan putri saya boleh pulang" ucap Jessi.
"Nanti jika air infus nya sudah habis, nona Marni sudah boleh pulang " ucap suster lagi.
"Terima kasih suster" ucap Jessi.
****
Sedangkan di pemakaman umum, banyak orang yang ikut mengebumikan jenazah Alex dan Ane karna jenazah mereka tidak bisa menunggu lama karna darah segar selalu mengalir di telinga mereka.
Bahkan semua anggota TNI dan dokter dokter ternama yang ikut serta pemakaman mereka, mungkin itulah yang di namakan orang baik, semua orang akan ikut serta mengantar tempat terakhir mereka.
Pemakaman sampai penuh, oleh semua orang dan itu semua bahkan salah satu anggota TNI merekam Vidio di mana sepasang suami istri sehidup semati di kebumikan, dan setelah selesai proses pemakaman mereka semua bubar.
Sedangkan di ruangan inap seseorang wanita cantik yang masin setia menutup mata nya, dan tiba-tiba datang sepasang suami istri paruh baya.
"Dia masih belum sadar nak " ucap pria paruh baya.
"Belum tuan " ucap alaric.
Ya, alaric yang menjaga indah yang masih belum sadarkan diri dan itu sebenarnya mereka membuat mengabadikan pemakaian kedua orang tua indah, karna indah tidak ikut proses pemakaman.
"Bagaimana proses pemakaman tuan, lancar " ucap alaric.
"Lancar nak " ucap pria paruh baya.
Dan, setelah itu mereka diam menunggu wanita cantik yang masih setia menutup mata nya, dan tak lama pelan-pelan mata indah terbuka.
"Ayah, dia sadar " ucap wanita paruh baya .
"Indah " ucap alaric.
"Nak kau sudah sadar " ucap pria paruh baya.
Sedangkan indah masih mencerna apa yang terjadi dan kenapa dia berada di rumah sakit, jelas dia mengenal tempat yang sangat familiar di mata nya.
Mereka langsung memanggil dokter untuk memeriksa indah, dan saat kondisi indah tidak ada yang di khawatir baru dokter keluar.
"Sayang " ucap wanita paruh baya.
"Ibu ,,,, ayah " ucap indah dengan air mata yang bercucuran.
"Sayang kau harus sabar nak, masih ada kami di sini " ucap wanita paruh baya, langsung memeluk tubuh indah.
"Ayah, ibu " ucap indah .
"Sayang kau harus kuat, masih ada kami di sini anggap kami sebagai ibu dan ayah " ucap wanita paruh baya.
"Benar apa yang di katakan bibi mu nak, mulai sekarang anggap paman dan bibi sebagai orang tua mu " ucap pria paruh baya.
"Benar nak, kami sudah menganggap mu sebagai putri kami sendiri sebelum ibu dan ayah mu pergi " ucap wanita paruh baya, sambil menghapus sisa air mata indah.
"Jangan pernah merasa sendiri nak, kau masih punya kami " ucap Jecson, yang baru saja sampai dari pemakaman.
"Maaf sayang kami tidak menunggu mu untuk memakamkan kedua orang tua mu " ucap wanita paruh baya.
"Tidak apa-apa bibik " ucap indah, dia mengerti sahabat sekaligus rekan kerja ayahnya tidak mungkin melakukan sesuatu jika kondisi nya tidak memungkinkan untuk di pertahanan terlalu lama.
"Tapi kau tenang saja nak, kami sudah merekam semua proses nya " ucap pria paruh baya.
"Terima kasih " ucap indah pelan.
Indah bersyukur saat masih di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi nya.
"Kau wanita kuat yang pernah aku temui "
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya ๐