
"Kau bahagia " ucap seseorang .
Sena dan indah langsung memandang asal suara, king Faaz.
"Tentu saja, kenapa " ucap indah .
"Sepertinya pertanyaan ini tidak biasa " ucao Sena membatin.
"Sukur lah, jika kau bahagia " ucap king Faaz.
"Tumben kau bertanya indah bahagia atau tidak, apa mungkin kau menyukai indah " ucap Sena.
"Tidak, mana mungkin kan kita sahabat " ucap king Faaz salah tingkah.
"Aku harap kau tidak memiliki rasa pada ku, bukan aku wanita yang sok kecantikan tapi aku hanya mengingatkan karna aku sudah punya suami dan sekarang aku sedang mengandung janin nya " ucap indah mengusap perut datar nya.
"Maaf jika aku pernah mengagumi mu, tapi kau masih mau berteman dengan ku " ucap king Faaz
"Bicara apa kau ini , tentu saja kita harus berteman sampai tua , aku doakan kau bertemu dengan wanita yang lebih baik dari ku " ucap indah.
"Terima kasih atas doa mu " ucap king Faaz.
"Sudah lah, ayo kita masuk kelas nanti terlambat " ucap Sena.
"Ayo " ucap indah.
***
Sedangkan Alaric yang sedang di perjalanan tak henti-hentinya otak nya berpikir keras, apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh istri cantiknya.
"Tapi, jika sambutan yang mereka berikan saat kami pulang dari new York mereka sempat memanggil Queen " alaric membatin.
"Queen " ulang alaric.
"Apa mungkin, ah tidak itu tidak mungkin " alaric dengan cepat mengusir jauh pikir nya yang menurutnya bahaya.
Dan bertepatan dengan diri nya yang sudah sampai di perusahaan.
"Tuan " ucap asisten alaric langsung membuka kan pintu untuknya.
"Astaga bau sekali kau " ucap alaric langsung menutup hidungnya.
Asisten alaric yang di bilang bau, langsung mendengus dengus ketek nya apa benar dia sebau itu .
Tapi saat dia mencium nya, malah diri nya bau malah wangi lagi ini.
"Kau menjauh dari ku " ucap alaric.
"Tuan, saya sudah mandi " ucap asisten alaric tidak terima di bilang bau.
"Aku tidak percaya, jaga jarak dengan ku kau bau sekali aku mual mencium nya " ucap alaric sambil menutup hidungnya.
Huekkkk
Alaric langsung berlari menuju toilet saat hidung nya mencium berbagai macam wangian hang membuat perutnya seperti di aduk okeh sesuatu.
"Tuan " ucap asisten alaric mengejar alaric.
"Stop jangan jangan mendekat " ucap alaric.
Asisten alaric langsung menghentikan langkahnya.
"Tuan , anda baik-baik saja " ucap asisten alaric.
Huek ,,,, huek,,,, huek
"Undur semua jadwal ku " ucap alaric keluar dari toilet.
"Tapi tuan " ucap asisten nya.
"Kau saja mengurus nya, aku ingin istirahat " ucapan alaric menuju ruangan nya.
"Ada apa dengan nya " ucap asisten nya bingung.
"Oh iya, kau harus ganti parfum perusahaan " ucap alaric.
"Tapi tuan bukan parfum yang di pakai adalah parfum kesukaan tuan " ucap asisten nya.
"Tio turuti saja apa kata ku, ganti dengan parfum stoberi " ucap alaric langsung pergi
Tunggu, apa stoberi, apa dia tidak salah dengar, yang benar saja tapi tunggu perasaan dia pernah mencium parfum itu.
"Nona muda "
Ya sekarang dia mengingat nya, itu parfum yang selalu di pakai oleh nona muda .
Ini tidak bisa di biarkan, dia harus menghubungi nona muda, hanya dia yang bisa mengendalikan tuan muda nya, mana mungkin dia mengundur jadwal yang sudah dia buat satu Minggu lalu.
Saat dia mencari-cari nomor indah,dia langsung menepuk kening nya saat mengingat jika dia tidak meminta nomor indah.
"Astaga, kenapa aku tidak meminta nomor nona muda " ucap Tio.
"Kapten Sean " ucap Tio lagi, langsung mencari nomor Sean dan berhasil dia menemukan nya dan tak butuh waktu lama dia langsung menghubungi Sean.
***
Sedangkan Sean yang sedang berada die ruangan nya, dengan berkas di tangannya nya tiba-tiba ponselnya nya bergetar..
Drrrr Drrrr
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya KK 🤗