
Masih di posisi yang sama di perjalanan menuju universitas (UEU) yang akan menjadi tempat setiap hari mereka kunjungi .
"Ibu mau ganti mobil " ucap Sean.
"Ayah ingin membeli kan ibu mobil, mau dong " ucap Dini.
"Ayah tanya ibu, bukan ingin belikan " ucap Sean.
"Cihh,, dasar ayah pelit bilang aja gak mau belikan ibu " ucap Dini merajuk.
Dan bertepatan dengan mobil berhenti tepat di gerbang kampus indah, dan di sana sudah ada sepasang mahasiswa.
"Kau mengenal mereka sayang " ucap Dini.
"Dia sahabat indah ibu, ayah. yang cewek nama nya Sena dan yang cowok nama nya king Faaz biasa di panggil king " ucap indah memperkenalkan nama sahabat nya.
"Mereka sering menunggu mu seperti itu" ucap Sean.
"Benar ayah " ucap indah.
"Baiklah indah masuk dulu, ayah dan ibu hati-hati nyetir nya " ucap indah.
"Iya sayang " ucap dini.
Saat indah sudah keluar dari dalam mobil, Dini membuka kaca mobil .
"Sayang, ibu sudah transfer uang saku mu yang rajin belajar nya sayang, ibu dan ayah berangkat dulu " ucap Dini.
"Terima kasih ibu, hati-hati nyetir nya ayah " ucap indah.
"Iya sayang " ucap Sean.
Setelah mobil yang Sean kendaraan pergi, baru mereka masuk ke kawasan kampus.
"Indah mereka siapa " ucap Sena penasaran.
"Dia Sahabat ayah dan ibu, yang mulai sekarang menjadi ibu sambung indah " ucap indah.
"Aku turut berduka cita atas kepergian kedua orang tua mu indah " ucap king Faaz.
"Aku juga indah, dan maaf aku tidak ada di saat kau membutuhkan " ucap Sena tidak enak.
"Aku mengerti kau juga punya kesibukan lain membatu ibumu, kau tenang saja aku baik-baik saja " ucap indah.
"Ayo kita masuk kelas " ucap indah.
Saat mereka memasuki kawasan kampus, di sana sekumpulan wanita aneh memamerkan cincin berlian yang melingkar di jari manis nya.
"Bagaimana dia bangga dengan semua nya " ucap king Faaz tidak habis pikir.
"Aku juga bisa membeli cincin " ucap Sena.
"Lihat saja, kau nikmati saja kebahagiaan mu sebelum aku menggantikan nya dengan air mata " ucap indah membatin.
****
Sedangkan Sepasang suami istri setelah mengantar indah ke kampusnya, mereka masih di perjalanan menuju kantor masing-masing .
"Bukan nya pertanyaan ayah belum ibu jawab " ucap Sean.
"Pertanyaan yang mana " ucap dini.
"Itu mobil " ucap Sean.
"Ibu pengen memberi indah mobil, biar indah tidak pulang naik taksi , menurut ayah bagaimana " ucap dini.
"Ide ibu tidak buruk juga , biar mempermudah indah melakukan sesuatu " ucap Sean.
"Tapi almarhum orang tua indah tidak marah jika kita membiarkan putrinya menyetir sendiri " ucap Dini lagi.
"Ini juga untuk kebaikan nya, ayah rasa dia akan memulai misi nya " ucap Sean.
"Ayah benar, ayo kita pergi ke showroom mobil " ucap dini.
"Ayo kita beri putri kita hadiah " ucap Sean.
****
Sedangkan pria paruh baya yang duduk di kursi kebesaranya tersenyum saat tau tidak ada lagi yang bisa menghalangi jalan nya.
"Kau tidak hanya menggagalkan penjualan barang ku, kau juga yang sudah menggagalkan ku mendapat Berlian itu " ucap nya lagi.
"Yang sekarang entah siapa yang sudah memiliki nya" ucap nya lagi.
****
Sedangkan pria tampan yang berada di apartemen miliknya dengan banyak barang berserakan.
"Tuan, apa ada yang kurang " ucap asistennya.
"Sebentar" ucap alaric, memeriksa barang-barang untuk persiapan lamaran indah.
"Sepertinya sudah cukup " ucap alaric lagi, Setelah memeriksa barang perlengkapan untuk indah.
"Memangnya kau sudah bicara semua ini dengan nak indah nak " ucap Jecson.
"Tidak ayah, alaric mempersiapkan semua nya biar nanti tidak ketinggalan dan rencana alaric akan datang menjemput nya di kampus " ucap alaric.
"Memangnya kau sudah izin dengan orang tua sambung nya " ucap Jecson lagi.
"Sudah, tadi alaric sudah izin pada kapten Sean " ucap alaric.
"Syukur lah jika begitu " ucap jecson.
Alaric akan mempercepat mempersunting indah untuk menjadi istrinya, karna dia tidak ingin menjaga indah seperti apa yang di ucapkan Alex semasa lamaran nya.
"Aku berjanji akan menjaga putri kesayangannya mereka, seperti aku menjaga diri ku sendiri " ucap alaric membatin.
Dia paham betul bagaimana sakitnya di tinggalkan oleh t yang kita sayangi apa lagi mereka pergi dengan tiba-tiba, tidak ada sakit .
Dan benar saja apa yang di ucapkan alaric jika dia akan menjemput indah di kampus nya, bahwa dia sudah berada di gerbang depan kampus menunggu indah pulang.
Sedangkan indah yang masih berada di dalam kelasnya, sambil membereskan barang barang nya.
"Indah kau pulang sama siapa " ucap Sena.
"Aku di jemput " ucap indah.
"Apa oleh orang tua sambung mu " ucap Sena.
"Tidak, tunangan ku " ucap indah.
Jangan di tanya Sena dan king Faaz yang mendengar kata tunangan dari mulut indah..
"Kenapa " ucap indah.
"Tunggu kau bilang apa tadi tunangan " ucap sena,sedangkan king Faaz mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan Sena.
"Iya, aku sudah tunggangan dengan pilihan kedua orang tua ku" ucap indah.
"Kau ingin menikah " ucap king Faaz.
"Tentu saja, semua orang ingin menikah " ucap indah.
"Tapi kau masih kuliah, kau tidak ingin bekerja atau apa lah gitu " ucap Sena.
"Tidak ada larangan untuk orang menikah dan kuliah bukan " ucap indah.
"Tidak " ucap merek Bersama.
"Lalu kenapa respon kalian begitu " ucap indah.
"Tapi kau masih muda " ucap Sena.
"Tidak masalah, bearti jodoh ku sudah sampai tinggi kalian kapan sampai jodoh kalian " ucap indah langsung pergi meninggalkan sahabat nya.
"Indah aku belum selesai bicara " ucap Sena langsung mengejar indah.
Dan saat mereka sudah berada di halaman kampus , dan benar saja di sana sebuah mobil mewah menunggu di depan gerbang kampus.
"Aku pergi dulu dia pasti Udah menunggu lama " pamit indah.
"Dengan siapa dia akan menikah " ucap king Faaz.
"Entahlah aku juga tidak mengetahui nya " ucap Sena, yang memandang indah memasuki mobil mewah tersebut.
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan terima kasih sudah setia menemani author sampai sekarang π€π love you reader kesayangan author πππ₯°