Lady Queen

Lady Queen
Episode 94



Saat alaric pergi menuju kasir, indah memilih memainkan ponselnya biar tidak merasa bosan.


"Sayang " ucap seseorang


Indah yang tadinya memainkan ponsel, langsung mencari suara yang sangat familiar di telinga nya.


"Ibu " ucap indah .


Saat melihat dini dan rekan kerja datang ke toko perlengkapan bayi.


"Sayang sama siapa di sini " ucap dini.


"Sama mas alaric bu " ucap indah, baru sja indah kenang orang nya sudah sampai.


"Ibu " ucap alaric dengan paper bag di tangan nya.


"Nak alaric, kalian belanja " ucap dini.


"Kebetulan lewat ibu " ucap indah.


"Dini dia putri mu yang sering kau bicarakan " ucap sahabat dini.


"Iya Sarah, cantik kan " ucap dini.


"Sangat cantik, tapi sepertinya wajah nya familiar " ucap Sarah yang kebetulan orang tua nya seorang dokter.


"Maksud mu dia mirip dokter Ane kan, ya dia putri nya " ucap dini.


"Astaga, pantas saja dia seperti mirip Ane " ucap Sarah.


"tentu saja dia putri nya Sarah " ucap dini.


"Apa kau mengandung nak " ucap Sarah.


"Iya Tante " ucap indah.


"Semoga sehat baby dan mommy nya " ucap Sarah.


"Amin " ucap mereka.


"Oh iya Din, jika ku ingin bersama putri da menantu mu tidak masalah " ucap Sarah.


"Kau yakin " ucap dini.


"Tentu saja " ucap Sarah.


"Baiklah " ucap dini.


"Kalian sudah selesai belanja nya " ucap dini.


"Sudah Bu, ini mau pulang " ucap indah.


"Ibu ikut, kebetulan ibu satu mobil dengan Sarah tadi " ucap dini.


"Ayo, ibu kita pulang " ucap indah.


"Sarah kami pamit pulang " ucap dini.


"Iya hati-hati maaf jika aku tidak mengantar mu " ucap Sarah.


"Tidak masalah, lagian kami satu arah kok " ucap dini.


"Hati-hati " ucap Sarah.


Setelah berpamitan mereka langsung menuju parkiran .


"Mas, indah mau duduk di samping ibu " ucap indah.


"Iya sayang " ucap alaric.


Setelah semua masuk dalam mobil, alaric langsung menancap gas menuju mansion.


"Ibu " panggil indah .


Bahkan indah sangat nempel pada dini , seakan akan mereka akan berpisah saja.


"Ada apa sayang , kau ingin sesuatu " ucap dini, sambil mengusap Surai hitam lebat milik putrinya.


"Itu, indah pengen makan sup daging " ucap indah sambil memainkan kancing kemeja yang dini pakai.


"Nanti ibu buatkan sup " ucap dini.


"Tapi apa ibu lelah " ucap indah.


"Tidak, ini pasti cucu ibu yang pengen kan " ucap dini sambil mengusap perut indah yang sekarang sudah mulai membuncit.


"Hi,,, cucu grandma apa lagi yang ingin cucu grandma ingin, ayo katakan biar grandma buatkan " ucap dini berbicara pada bayi indah.


"Tidak ada grandma, dedek bayi cuma ingin sup " ucap indah menirukan suara bayi.


"Sabar ya sayang, nanti saat sudah sampai mansion kita akan buat sup keinginan mu " ucap dini.


"Terima kasih grandma " ucap indah.


"Sama-sama sayang, cepat tumbuh besar sayang kita akan jalan-jalan keliling dunia " ucap Dini.


"Siap grandma " ucap indah seakan-akan bayinya lah yang menjawab.


Dan benar saja saat mereka sudah sampai di mansion, dini langsung menuju dapur Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian santai nya.


"Bibik tolong siap kan daging nya " ucap dini.


"Baik nyonya " ucap maid.


Sedangkan dini sedang menyiapkan bumbu dan dan yang lain nya.


"Daging nya segar kan bik, ini untuk indah " ucap dini.


"Daging nya semua segar nyonya, kan baru tadi beli " ucap maid.


"Syukurlah, semua harus fresh ya bik biar ibu dan baby nya sehat " ucap dini.


"Tenang saja nyonya, bibik selalu beli daging dan sayur yang fresh kok " ucap maid.


"Bibik memang the best " ucap dini bangga.


Maid lain juga ikut membatu membuat sup keinginan nona muda mereka, mereka akan membuat dua macam sup daging dan sayur .


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain mohon dukungan dan support nya 🥰