Lady Queen

Lady Queen
Episode 84



Sedangkan di mansion dini dan Sean sudah menunggu tidak sabar apa hasil dari periksa putrinya.


"Ayah kemana mereka kenapa lama sekali " ucap dini.


Bahkan sekarang hari sudah mulai sore, tapi putri dan menantunya belum juga sampai.


"Mungkin mereka pergi ke suatu tempat ibu " ucap Sean.


"Ibu duduk lah, ayah pusing liat nya " ucap Sean saat dini putar balik tiada henti .


Dini langsung menatap suaminya dengan garang.


"Astaga,, apa aku salah bicara " Sean membatin.


"Ayah, putri kita belum pulang dan ayah tenang saja bagaimana jika terjadi sesuatu pada nya " ucap dini kesal.


"Ibu, apa ibu lupa jika putri kita sudah menikah pasti suaminya yang akan menjaga nya " ucap Sean.


"Oh iya ya bagaimana bisa dia melupakan itu " dini membatin.


Dan tak lama terdengar deru mobil sport yang sangat mereka kenali.


"Putri kita pulang " ucap dini langsung menuju pintu utama.


Sean hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku istrinya yang sudah seperti tidak pernah ketemu putri mereka setahun saja.


"Sayang " ucap dini.


"Ibu sudah pulang " ucap indah dengan banyak membawa makanan ringan.


"Ya ampun ini banyak sekali, sini biar ibu bantu " ucap dini.


Tapi tak sampai di situ saat alaric masuk lebih banyak lagi makanan ringan yang di bawa oleh alaric.


"Ya Tuhan, apa ini hari Snack sedunia " ucap alaric.


"Ayah bantu " ucap dini.


"Ah,,, sini sini " ucap Sean.


Sekarang kulkas mereka di jamin tidak akan muat oleh Snack yang di borong putrinya.


"Sayang kenapa banyak sekali beli Snack nya " ucap dini saat sudah berada di ruang tamu.


"Ini bukan indah ibu " ucap indah.


"Lah,,, lalu siapa jika bukan kau sayang " ucap Sean.


"Itu " tunjuk indah, pada suaminya yang sudah mengunyah Snack.


"Apa benar yang di katakan penjual buah itu " tebak Sean.


"Sayang bagaimana hasilnya " ucap dini.


Alaric langsung menghentikan kegiatan mengunyah nya .


"Ibu ayah, sebentar lagi ibu dan ayah akan segera memiliki cucu " ucap indah.


"Ha ,,, cucu " ucap Sean dan dini bersama .


"Horeeee,,,, akhirnya aku akan meminang cucu, ayah kita punya cucu " ucap dini bahagia bahkan dini dan Sean sampai melompat lompat saking bahagianya .


"ibu ayah nanti ja,,, " belum juga indah selesai bicara dan benar saja .


Bughhhh...


"Auuuu " pekik dini .


"Ibu " ucap indah langsung membantu dini yang terjatuh.


"Ibu " ucap Sean.


"Ibu tidak apa-apa " ucap alaric.


"Hehehe, tidak dasar karpet ini tidak bisa di ajak kompromi awas saja akan aku jual kau " marah dini.


"Ibu karpet nya tidak salah, ibu yang tidak hati-hati" ucap indah.


"Begitu ya sayang " ucap dini polos.


"Iya ibu " ucap indah.


"Ibu bangun lah " ucap indah.


"Oh iya, berapa usia kandungan mu sayang " ucap dini.


"Dua bulan ibu, dan selama itu indah tidak menyadari nya " ucap indah.


"Bagaimana kau ingin menyadari nya jika yang ngidam suami mu " ucap Sean.


"Heheh, ayah benar indah bahkan tidak merasakan apa pun malah " ucap indah.


"Bagus dong sayang, biar mas merasakan nikmatnya saat ngidam kan bayi kita " ucap Alaric.


Mereka memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum mereka makan malam dengan menu yang di buat spesial oleh dini, anggap saja ini perayaan menyambut alaric junior .


Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ๐Ÿ™