
Sedangkan di mansion dini dan Sean sudah menunggu tidak sabar apa hasil dari periksa putrinya.
"Ayah kemana mereka kenapa lama sekali " ucap dini.
Bahkan sekarang hari sudah mulai sore, tapi putri dan menantunya belum juga sampai.
"Mungkin mereka pergi ke suatu tempat ibu " ucap Sean.
"Ibu duduk lah, ayah pusing liat nya " ucap Sean saat dini putar balik tiada henti .
Dini langsung menatap suaminya dengan garang.
"Astaga,, apa aku salah bicara " Sean membatin.
"Ayah, putri kita belum pulang dan ayah tenang saja bagaimana jika terjadi sesuatu pada nya " ucap dini kesal.
"Ibu, apa ibu lupa jika putri kita sudah menikah pasti suaminya yang akan menjaga nya " ucap Sean.
"Oh iya ya bagaimana bisa dia melupakan itu " dini membatin.
Dan tak lama terdengar deru mobil sport yang sangat mereka kenali.
"Putri kita pulang " ucap dini langsung menuju pintu utama.
Sean hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku istrinya yang sudah seperti tidak pernah ketemu putri mereka setahun saja.
"Sayang " ucap dini.
"Ibu sudah pulang " ucap indah dengan banyak membawa makanan ringan.
"Ya ampun ini banyak sekali, sini biar ibu bantu " ucap dini.
Tapi tak sampai di situ saat alaric masuk lebih banyak lagi makanan ringan yang di bawa oleh alaric.
"Ya Tuhan, apa ini hari Snack sedunia " ucap alaric.
"Ayah bantu " ucap dini.
"Ah,,, sini sini " ucap Sean.
Sekarang kulkas mereka di jamin tidak akan muat oleh Snack yang di borong putrinya.
"Sayang kenapa banyak sekali beli Snack nya " ucap dini saat sudah berada di ruang tamu.
"Ini bukan indah ibu " ucap indah.
"Lah,,, lalu siapa jika bukan kau sayang " ucap Sean.
"Itu " tunjuk indah, pada suaminya yang sudah mengunyah Snack.
"Apa benar yang di katakan penjual buah itu " tebak Sean.
"Sayang bagaimana hasilnya " ucap dini.
Alaric langsung menghentikan kegiatan mengunyah nya .
"Ibu ayah, sebentar lagi ibu dan ayah akan segera memiliki cucu " ucap indah.
"Ha ,,, cucu " ucap Sean dan dini bersama .
"Horeeee,,,, akhirnya aku akan meminang cucu, ayah kita punya cucu " ucap dini bahagia bahkan dini dan Sean sampai melompat lompat saking bahagianya .
"ibu ayah nanti ja,,, " belum juga indah selesai bicara dan benar saja .
Bughhhh...
"Auuuu " pekik dini .
"Ibu " ucap indah langsung membantu dini yang terjatuh.
"Ibu " ucap Sean.
"Ibu tidak apa-apa " ucap alaric.
"Hehehe, tidak dasar karpet ini tidak bisa di ajak kompromi awas saja akan aku jual kau " marah dini.
"Ibu karpet nya tidak salah, ibu yang tidak hati-hati" ucap indah.
"Begitu ya sayang " ucap dini polos.
"Iya ibu " ucap indah.
"Ibu bangun lah " ucap indah.
"Oh iya, berapa usia kandungan mu sayang " ucap dini.
"Dua bulan ibu, dan selama itu indah tidak menyadari nya " ucap indah.
"Bagaimana kau ingin menyadari nya jika yang ngidam suami mu " ucap Sean.
"Heheh, ayah benar indah bahkan tidak merasakan apa pun malah " ucap indah.
"Bagus dong sayang, biar mas merasakan nikmatnya saat ngidam kan bayi kita " ucap Alaric.
Mereka memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum mereka makan malam dengan menu yang di buat spesial oleh dini, anggap saja ini perayaan menyambut alaric junior .
Next part selanjutnya KK dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain ๐