IZZALASKA

IZZALASKA
75. Riweh



"Aduh mereka berdua kemana ya? Perasaan tadi aku melihat mereka masuk ruangan bos besar." ucap lirih Doddy yang sedang mencari keberadaan dua bosnya itu.


"Coba ku tekan sekali lagi deh." pungkasnya yang kemudian menekan tombol bel di samping pintu bertulis "Leader Room".


Ting tung


"WAAAAAAAA....."


"Loh kok ada teriakan kencang sekali?" tanya Doddy panik. Tanpa pikir panjang ia pun menekan knop pintu.


Cklek


Mendengar teriakan ribut dari ruangan bertahta 'Leader room' itu membuat Doddy langsung buru-buru membuka pintu tanpa menunggu izin.


"Bos? Bos berdua ga papa bos?!!" tanyanya panik setelah masuk dan mendapati Kevin dan Leon saling bersembunyi di balik punggung.


Kevin yang pertama melihat Doddy masuk ruangan hanya menghela nafas panjang sementara Leon masih bersembunyi dibalik punggungnya dengan mulut komat kamit.


"Nama doang psikopet, tapi takut sama setan!" gerutu Kevin menonyor kepala Leon. Doddy yang tak mengerti hanya diam menyimak.


"Sialan Pin gue beneran takut anj-"


"Makanya melek dulu! Tuh liat siapa yang masuk." omel Kevin menggerutu. Dibalik Leon yang pemberani terhadap musuh-musuhnya, masih ada jiwa penakut terkait hal-hal mistis.


"Tapi itu barang halus apa bukan?"


"Barang kasar!"


"Ck. Serius gobl*k!!"


"Duarius ini cemen!!" maki Kevin kesal. Mendengar itu, Leon lantas mengumpulkan keberaniannya untuk membuka mata dan menyembulkan kembali wajahnya dari balik Kevin.


Mak jrengggg...


"Loh kok? Jadi tadi yang mencet bel itu, elu Dod?" tanya Leon mulai menemukan pusat nafasnya kembali. Doddy mengangguk.


"Iya bos Leon, ini saya."


"Ada apaan pak?" tanya Kevin to the point. Tak mungkin kan kalau Doddy mengetuk pintu tanpa tujuan?


"Mmm anu bos, saya pengen ketemu istri saya. Boleh tidak ya?"


"***-"


"Idih perjanjian awal kan cuma di amanin! Ngapa lu jadi pinter nawar sekarang." potong Leon mengeryit singit. Leon memang tipe orang yang sulit menerima apalagi mempercayai orang baru.


"Heh!" omel Kevin menyikut perut rata itu.


"Aduh sakit anj-"


"Diem lu Leoni!" sungut Kevin.


"Udah berapa lama kekurung disini pak?" tanya Kevin lupa tanggal penangkapan Doddy waktu itu.


"Sekitar tiga mingguan bos, saya cuma pengen ketemu sebentar aja kok. Anak-anak saya juga pasti ingin melihat saya baik-baik saja..." pinta Doddy memelas.


Kevin berfikir sejenak.


"Bentar, saya tanya bos gede dulu!" pungkas Kevin yang akhirnya meraih handphone yang tergeletak di meja untuk menghubungi Refan.


📞Calling Refan....


...****************...


"Lu ngapain si malem-malem nangkring disini hah? Ganggu orang aja!" gerutu Refan pada Ilham yang asyik bermain kartu bersama Izza di rooftop. Izza dan Refan sudah kembali pulang ke rumahnya sendiri sejak tadi sore.


"Emang ngapa?" sahut Ilham tanpa menoleh. Ia masih sibuk memainkan trik agar Izza si Queen of simulasi judi ini bisa dikalahkan.


"Ish apa sih ay... Ilham juga kan jarang-jarang kemari." omel Izza menarik telinga Refan dengan sebal.


"Aw aw aduhhh..." rintih Refan memegangi telinganya yang memanas.


"Nah betul tuh bener! Gue kesini juga cuma sekali dalam sepuluh kali bulan purnama." bela Ilham membenarkan ucapan Izza tadi.


Kakak beradik memang seringnya sulit dipisahkan bukan? Apalagi kedekatan antara Ilham, Izza dan Genta sudah tak perlu diragukan lagi.


"Manusia serigala kali lo!" sembur Refan.


"Gue lebih suka Vampir daripada serigala." koreksi Ilham.


"Si anjir malah request."


"Alah bilang aja lu sebel karena gue ganggu jam dinas malam kalian kan? YAHAAAA WAHYU udah ketebak otak panas lu." ledek Ilham menaik turunkan alis, menggoda Refan yang tengah menatapnya jengah.


"Ck. Buruan nikah aja sono!" ketus Refan.


"Bentar lagi Fan, gue udah tunangan juga.. Ntar ga ada setahun juga gue bakal nikah sama Salma." jawab Ilham santai. Seolah tak menghiraukan Refan yang sudah setengah mengantuk, Izza dan Ilham terus saja asik bermain kartu.


"Dear Ilham, hello salma?" celetuk Izza teringat sebuah novel yang pernah ia baca dulu. Bukan hanya novel, tapi ia juga menonton filmnya.


Ilham mengangguk.


"Bedanya tokoh Nathan kan anak bandel, sedangkan gue ini anak baik dan penurut." ucap Ilham menambah point.


Izza dan Refan sama-sama ngebug sesaat.


"Dih? Modelan sikopet gini lu kata baik dan penurut?" tanya Refan berdecih.


"SSI aja." pungkas Izza pasrah.


"Apaan SSI?"


"Suka-suka Ilham."


Drtt drtt


"Handphone siapa?" tanya Ilham celingukan. Jelas bukan handphonenya karena ia tadi mengaktifkan mode silent.


"Punya gue!" jawab Refan singkat.


📞Kevin is calling....


"Tumben..."


"Siapa ay?" tanya Izza melirik sekilas.


"Selingkuhan aku." jawab Refan ngawur. Izza manggut-manggut dengan wajah santainya.


"Oh..."


"Dih nyantuy amat?" heran Ilham.


"Ngeri euy..."


"Ahahha bercanda ay... Dari Kevin nih lihat!" klarifikasi Refan menunjukan layar iPhonenya pada sang istri. Izza manggut-manggut tanpa menoleh ataupun menatap layar handphone milik suaminya.


"Udah tau! Wleee..."


"Lagian juga mana ada sih cewek yang mau sama modelan kulkas kek kamu hah? Ga ada! Yang ada udah nyiut duluan tuh mental." tambah Izza lagi.


"Ahahaha bener tuh! Cuma nyali lo doang Queen yang bisa ngalahin temboknya Refan." celetuk Ilham tertawa.


"Dih kamu nyepelein pesonanya suami kamu nih? Aku dingin aja banyak yang ngantri loh ay." bantah Refan tak terima. Izza tersenyum miring.


"Salah satunya sekertaris baru kamu itu kan?" tebaknya. Refan mengeryit.


"Maksud kamu Rosa?"


"Emang ada yang lain lagi?"


"Lah lah kok jadi ngambek gini nadanya?"


"Siapa yang ngambek? B aja gue."


"Nah tuh nah pake gue bukan aku..."


"Gak!"


"Ya itu tad-"


"AAAAAAA SSSSTTT UDAH UDAH HOP SETOP!!!" lerai Ilham frustasi. Refan dan Izza langsung diam seketika.


"Minimal kalo mau berantem, tunggu gue pulang dulu bangkeeee..." sambung Ilham lagi.


"Ya udah pulang sono lu!" usir Refan mengibaskan tangan.


"Ga dulu deh, tuh Kevin nelfon kalo lo lupa!" ucap Ilham mengingatkan sahabatnya yang dari tadi tak menghiraukan panggilan dari Kevin karena berdebat dengan Izza.


"Oh iya, sampek kelupaan."


"Yang di inget-inget Rosa mulu si! Besok ada meeting sama siapa, dimana, jam berapa.. Bisa re-schedule apa enggak? Rosa Ros tolong ya ini di-"


"Ssstt kalo mau ngajak duel nanti aja di kamar, nunggu Ilham pulang!" potong Refan menutup mulut Izza dengan tangannya.


"Buset gue diusir halus kalo gini mah." keluh Ilham melas.


Drtt drtt


Panggilan yang sempat mati itu kembali masuk, masih dengan Kevin yang berusaha menelepon Refan.


Refan : Woy ada apaan?


Kevin : Lama amat! Ini udah malem ya, jangan sok sibuk.


Refan : Gue kalo malem emang sibuk.


Kevin : Alah...


Refan : Ada apaan?


Kevin : Pak Doddy pengen ketemu istri sama anak-anaknya, kira-kira bisa apa nggak?


Refan : Lah kok nanya gue? Mereka kan ditaroh rumahnya papa.


Kevin : Ya kan tugas ini dibawah perintah lo ogeb!


Refan : Oh... Ya udah.


Kevin : Ya udah apa?


Refan : Besok pagi anterin dia ke rumah papa.


"Doddy mau lo keluarin dari markas Fan? Bukannya terlalu beresiko ya ngeluarin sandera?" tanya Ilham nguping.


Refan menggeleng.


"Dia udah banyak bantu kita. Anggep aja ini balas budi."


Kevin : Itu ada Ilham?


Refan : Hm.


Leon : HAM ILHAM MABAR WOYYYY!!!


Terdengar teriakan melengking Leon dari telepon Kevin. Refan berjingkat kecil.


Refan : Anj-


Ilham : GASSSS YON GASSS!!


Leon : Gue log in sek-


Tut tut tut....


"Setress lu berdua!" omel Refan mengusap-usap daun telinganya setelah telepon itu diputus. Izza tertawa puas.


"Emang LeHam tuh daridulu menolak buat waras!! AHAHAHHAH."


"Serah lu berdua! Mending gue log in." ucap Ilham bodoamat. Ia mengeluarkan handphonenya dalam mode miring.


"Btw Dandy gimana Ham?" tanya Refan.


"Emang Dandy kenapa?" tanya Ilham balik.


"Yang soal pembobolan data semalem. Lo udah ngabarin dia kan?"


Plak


"WADOHHHH!!! Gue kelupaan." pekik Ilham menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa mengabari Dandy tadi siang.


"Ck."


"Bentar-bentar... Gue kabarin dia dulu." pungkas Ilham tak jadi log in game dan segera menelefon Dandy yang sekarang pasti masih berada di markas Bloody Dragon.


"Pembobolan apa ay?" tanya Izza menyadari ada sesuatu yang sepertinya disembunyikan darinya.


*Deg


'Aduh lupa kalo ada Izza. Bisa bahaya nih buat keselamatan bangsa dan negara gue*!' batin Refan.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰