
"Jak jak lu ganggu mulu!!" ketus Refan pada Zaki. Baru saja alumni bocah tengil SMA Garuda itu memasuki ruangan satu langkah, udah di semprot aja sama pawang Izza.
"Lah lo ngapain disini?" tanya Zaki tanpa dosa. Refan memutar bola mata nya malas.
"Ya terserah gue lah! Kan ini kantor punya cewek gue dih." jawab Refan enteng. Zaki mendengus malas.
"Iya deh percaya gue percaya. Enak ye jalan asmara lu berdua, sekalinya putus langsung balikan sampek tunangan. Lah gua?" gerutu Zaki yang malah curhat.
"Gue keluar bentar jak, gue cariin jajan sama minum biar enak curcol nya haha." ledek Izza lalu beranjak keluar untuk menemui Andin. Refan sendiri langsung berdiri dari kursi kebesaran Izza dan duduk bersama Zaki yang sudah nangkring santai di sofa padahal ia belum di persilahkan duduk oleh si pemilik ruangan.
"Ayo fan duduk aja, ga usah sungkan-sungkan. Anggep aja kantor sendiri!" suruh Zaki dengan wajah tanpa dosa.
"Masih aja bangs*t kek dulu lo!" cibir Refan tertawa kemudian bertos ria ala cowok bersama Zaki. Mereka sendiri sudah lama tak bertemu karena Zaki kuliah di Paris bersama Rafi.
"Gimana lo sama Diva? Udah baikan atau balikan?" tanya Refan kepo. Sama hal nya dengan putusnya Izza dan Refan waktu itu, kabar putusnya Zaki dan Diva juga sempat heboh di grup chat mereka yang masih aktif sejak jaman SMA sampai sekarang. Bedanya adalah Refan dan Izza sudah balikan dan akan segera menikah, sedangkan Zaki dan Diva masih tak ada tanda-tanda bersemi lagi setelah lebih dari tiga bulan putus.
"Loss kontak." jawab Zaki malas.
"Kemarin gue ketemu Diva jalan sama cowok di Mall Senayan. Itu sepupu dia atau kakak nya?" tanya Refan setelah nya. Mata Zaki membulat.
"Seriusan lo?" tanya Zaki. Refan mengangguk.
"Dia anak tunggal woe!! Cucu tunggal juga malahan, wah jangan-jangan dia udah move on dari gue fan? Yah gimana dong, gua masih belum bisa move on dari mak lampir itu anjirr!!" pekik Zaki panik. Refan mengendikkan bahu nya acuh.
"Ya nggak tau lah, orang gue cuma ngarang tadi!" jawab Refan santai tanpa beban. Zaki langsung mendengus malas dengan tatapan datar bercampur kesal.
"Sialan lo!" ketus Zaki. Refan tertawa.
"Gantian ngasih dark jokes kali jak... Baperan amat lu najis ahahhah." ucap Refan menonyor kepala Zaki. Mereka lalu menertawakan dirinya masing-masing.
"Kok lo, Izza, sama Reza udah lulus aja sih? Gue aja baru tahun depan lulus." tanya Zaki beralih topik. Ia sampai lupa tujuan awalnya ke kantor Izza.
"Lah kan kita bertiga pinter, elu nya enggak haha." jawab Refan meledek lagi.
"Dark jokes parah lu fan! Gue nanya serius juga ah." gerutu Zaki kesal.
"Makanya lo pikirin kuliah juga, elo kebanyakan galau berantem mulu sih mentang-mentang LDR an sama Diva. Jadi keok kan otak lu!!" omel Refan.
"Emang kapasitas otak gue segitu lol! Enggak seencer lu bertiga sialan." gerutu Zaki lagi.
"Diva apa kabar ya? Gue pengen chat dia nih Fan, tapi gengsi takut ga di respond." keluh Zaki dalam mode galau nya.
"Kangen tuh bilang ke orang nya, bukan bilang ke gua! Lagian elu sih, ketinggian gengsi padahal masih cinta. Cowok apaan lu ga mau banting image buat merjuangin cewek yang lu idamin hah?" tutur Refan serius.
"Masalahnya gue bucin, tapi enggak sebucin elu Repan!! Elu mah enak, Izza udah jelas-jelas mau balik sama lo orang kalian berdua sama-sama bucin! Lah gua sama Diva beda bro, Diva mah kegedean emosi mana gampang cemburu lagi ah." keluh Zaki lagi. Refan menepuk-nepuk pundak Zaki.
Lihatlah pelawak di tongkorongan geng sengklek itu sekarang berubah jadi sad boy gara-gara putus cinta.
"Denger-denger Diva udah ada yang baru tuh jak." celetuk Izza yang muncul dari arah pintu dengan nampan berisikan tiga cangkir teh hangat di atas nya dan beberapa camilan. Khusus untuk Zaki teman nya, Izza mau melayani tamu nya sendiri tanpa bantuan dari OB.
Refan dan Zaki menoleh bersamaan dengan alis sama-sama terangkat, penuh keterkejutan.
"Lah bukannya Diva bakal nikah nanti awal tahun ya? Undangan nya udah sampek kok kemarin lusa, emangnya kalian ga tau?" tanya Izza lagi sambil menyuguhkan masing-masing cangkir teh pada pemilik nya.
"Lah?" tanya Refan mengeryit.
"Lo ga bercanda Pin?" tanya Zaki mulai panik.
"Emang lo ga tau jak?" tanya Izza balik.
"Seriusan? Kok gue ga tau?" tanya Zaki lagi.
"Masa iya Diva ga ngundang lo, undangan nya diterima sama bokap nyokap lu kali pas lo belum pulang dari Paris. Ga mungkin lah Diva lupa ngundang mantan terindah nya." jelas Izza lagi. Zaki menepuk jidat nya sendiri.
"Sabar jak!! Diva ga mau lo sakit hati kali, makanya lo ga di undang." tutur Refan yang malah mengompori keadaan yang ia sendiri tidak tau kebenaran dari berita itu.
"Yahh patah beneran nih hati gue!" cicit Zaki lesu. Refan menepuk-nepuk pundak Zaki agar sahabatnya itu tenang sejenak. Sementara tanpa di ketahui oleh dua cowok itu, Izza sedang mati-matian menahan gelak tawa nya.
"Ya udah sih jak ga usah sedih... Masih ada banyak jalan! Kalo lo ga bisa nikah sama diva, kan lo masih bisa jadi selingkuhannya Diva." tutur Refan menasihati. Izza menepuk paha Refan yang asal jeplak itu.
"Heh! Ngajarin ilmu sesat!!" omel Izza. Refan meringis kesakitan sambil mengelus kaki nya.
"Ya kan bener dong ay? Kalo jodoh pasti bakal baik, kalo nggak jodoh ya masih bisa jadi selingkuhan. Yang penting kan endingnya bisa bersama." elak Refan tak merasa bersalah sama sekali.
"Tapi ga gitu juga konsepnya Refan... Astaghfirullah banget punya cowok otaknya banyak belokan." gerutu Izza mengelus dada nya sendiri dengan penuh kesabaran dan senyum gemas ingin mengetok kepala Refan. Refan terkekeh sambil memeluk Izza dari samping. Mereka memang duduk bersebelahan sejak Izza kembali tadi, sedangkan Zaki duduk di sebelah kiri Refan.
"Ipin!" panggil Zaki. Izza menoleh.
"Hah?"
"Lo udah dapet undangan nya Diva kan?" tanya Zaki dengan raut wajah yang sudah sangat muram.
'Kek nya prank gue mulus bener deh haha.' batin Izza puas.
"Udah." jawab Izza masih ingin melanjutkan prank nya pada Zaki. Anggap saja ini balas dendam atas semua kelakuan menyebalkan Zaki selama ini. Refan masih di posisi memeluk Izza, tapi ia mendongakkan wajah nya ke arah Izza untuk ikut mendengarkan jawaban nya.
"Siapa nama calon suaminya?" tanya Zaki lagi. Izza sempat menggaruk belakang telinga nya yang tak gatal.
"Emmm ga tau." jawab Izza.
"Lah lo lupa? Terus kapan tanggal nikahnya Diva?" tanya Zaki berganti judul. Izza mengendikkan bahu nya acuh.
"Ga tau juga gue!" jawab Izza. Zaki menaikkan sebelah alis nya heran.
"Lah kok ga tau juga? Gimana sih maksud lu... Di kertas undangan nya pasti ada kan?" ucap Zaki memberondong Izza dengan rentetan pertanyaan nya. Izza memasang wajah tanpa dosa nya.
"Ya nggak tau, orang gue tadi cuma ngarang." jawab Izza mengakhiri prank nya. Akhirnya pertahanan humor Izza jebol juga. Ia tertawa ngakak tanpa henti melihat perubahan raut wajah Zaki dari galau jadi super kesal.
"Jadi kamu bercanda dari tadi?" tanya Refan polos. Izza mengangguk sambil nyengir.
"Hehe iya... Tadaaa dark jokes for Jaki Aidan ahahahah." tawa Izza kembali bergejolak. Refan ikut ketularan humor dari kekasihnya ini.
"Sialan lu berdua! Sama aja tukang prank huh." ketus Zaki kesal.
"Nih balasan karena lo sering gangguin gue sama Izza!" ledek Refan memeletkan lidah nya. CEO muda tampan yang terkenal dingin dan tegas itu sebenarnya masih sama seperti kepribadian nya dulu semasa SMA ketika ia bersama orang-orang terdekat nya. Masih asyik dan super santai.
"Makanya kalo emang masih sayang masih cinta ya buruan ajak balikan Jakiiiiiii, kalo lo lemot lama gerak. Bisa-bisa jokes gue sama Refan tadi kejadian beneran loh." tutur Izza menasehati Zaki.
"Iya jak, buruan lo ambil lagi hati nya Diva sebelum dia di ambil orang beneran. Nangis darah lu entar!" sahut Refan setuju dengan pola pikir Izza. Zaki mengangguk saja.
"Itu gampang bisa di urus nanti, sekarang yuk silahkan tuan dan nyonya Refan di minum ya teh nya... Punya tamu bukannya dikasih minum dulu malah dikasih prank!" ucap Zaki manis di awalan lalu ketus di akhiran. Jujur saja tenggorokan nya cukup kering karena ulah Izza dan Refan yang sama-sama kompak membully nya.
"Yee tamu laknat! Harusnya gue dong yang nyuruh." semprot Izza geleng-geleng kepala.
"Ya habis lama nungguin elu! Mana lo berdua ga ada akhlak banget ye, masih ada gue disini, sendirian, bisa-bisa nya lu sender-senderan begitu astaga!!" cibir Zaki memutar bola matanya malas.
"Salah sendiri jomblo! Sono cari cewek!" ketus Refan tanpa dosa.
"Btw lo ada apa kesini Jak? Tumben banget sendirian nggak sama Rafi?" tanya Izza mengalihkan keributan kecil antara Zaki dan Refan.
"Rafi nyamperin Tania ke Jerman. Nah kan sampek lupa! Nih undangan." pekik Zaki sambil merogoh saku jaket hoodie merah yang ia kenakan. Izza dan Refan saling pandang.
"Lo mau nikah? Busett baru aja ngegalauin Diva, cepet banget move on lu ga ada sepuluh menit?" pekik Izza kaget.
"Suhu dunia permoveonan nih bos prok prok prok!!" salut Refan bertepuk tangan heboh.
"Lo pada nanya apa ngeledek heh?" tanya Zaki menggerutu malas. Izza tertawa bersama Refan.
"Haha becanda Jaki... Baperan amat lu najis!" sahut Izza ngakak.
"Undangan dari anak IPS 2, tetangga gue. Lo inget kan yang waktu itu ikut kita touring ke Bogor?" ucap Zaki. Izza dan Refan manggut-manggut sambil menerima uluran undangan dari Zaki. Mereka sama-sama masih ingat dengan Wildan, anak IPS 2 yang lumayan dekat dengan mereka waktu masih SMA.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰