
"Jadi ga di terima?" tanya Geisha. Ardha menggeleng.
"Pihak RnAs nolak, ada beberapa point yang membuat mereka nolak kita." jawab Ardha. Geisha menghembuskan nafasnya kasar.
"Ya udah papa, kita masih ada Rz dan Izza." jawab Geisha agak rilex. Setidaknya ia masih punya satu jalan.
...****************...
"Apa? Ada perusahaan baru minta kerja sama?" tanya Genta kepada istrinya, Andin. Andin mengangguk.
"Iya yang. Namanya Alfahreza corp." jawab Andin apa adanya.
"Di acc?" tanya Genta lagi. Andin mengangguk.
"Iya, aku yang acc tadi."
"Duh! Kok kamu main acc sembarangan si sayang?!!! Kan aku udah sering bilang, kalo ada perusahaan baru yang muncul, kamu harus tanya dulu ke Izza atau kalau enggak ya ke aku." tanya Genta nyerocos.
"Tadi udah kok nanya ke Izza, malah dia nyuruh terserah aku. Ya aku Acc lah." jawab Andin polos.
"Terus kenapa ga nanya ke aku dulu hm?" tanya Genta lagi. Andin terkekeh.
"Ya maaf, aku mana kepikiran sayang!! Aku lihat berkas yang disetorin tuh bagus-bagus meskipun dia perusahaan baru. Ya udah aku acc in aja deh." jawab Andin lagi.
"Terus Izza gimana?"
"Dia setuju." jawab Andin mengangguk-angguk.
"Tanpa di cek ulang?"
"Iya." sahut Andin mengangguk lagi untuk kesekian kalinya. Genta menghela nafas panjang.
"Tuh kan. Penyakit cerobohnya kambuh lagi tuh anak." gerutu Genta.
"Kamu bawa pulang berkasnya ga? Aku mau kroscek lagi coba." tanya Genta menegadahkan tangan. Andin mengangguk.
"Ada tuh di tumpukan map yang aku bawa, yang map coklat ya." jawab Andin menunjuk beberapa map yang ia bawa tadi dan diletakan di atas meja ruang tamu karena bertemu dengan Genta yang juga baru saja pulang dari kantornya, Alvaro Group.
"Ya udah nanti biar sekalian aku bawa ke markas aja deh." sahut Genta merangkul pundak istrinya untuk sama-sama masuk ke dalam kamar.
"Kamu mau ke markas?" tanya Andin sedikit mendongak karena Genta lebih tinggi darinya. Genta mengangguk.
"Ada urusan bentar doang kok, aku usahain sebelum jam 9 udah pulang." jawab Genta mengedip-ngedipkan matanya imut. Mencari persetujuan dari sang istri. Dan lihatlah! Seorang tangan kanan gangster yang terkenal dingin dan angkuh ini sudah menemukan seseorang yang bisa membalikkan pribadi buruknya menjadi lebih hangat dan manja. Siapa lagi kalau bukan Andin, istri sekaligus ibu dari anaknya. Tunggu! Ngomong-ngomong soal anak, kemana Glen? Dimana bocah kecil berusia dua tahunan lebih itu?
"Ya udah, jangan malem-malem! Glen nyariin papanya terus tau." tutur Andin yang langsung di angguki setuju oleh Genta.
"Siap sayang!" pekik Genta mencium puncak rambut istrinya. Andin tersenyum cantik.
"PAPA MAMA!!!" teriak suara mungil menggemaskan dari samping, tepatnya dari arah kolam renang.
"Hai sayangnya mama!!" pekik Andin langsung duduk merendah untuk menjangkau pelukan dari putra semata wayangnya ini. Kenapa bisa langsung disebut semata wayang padahal Genta dan Andin masih sama-sama muda? Karena Andin sendiri yang bilang tidak mau nambah anak lagi. Ia sudah trauma melahirkan, hadirnya Glen saja sudah sangat-sangat luar biasa cukup bagi wanita itu maupun Genta yang juga tak tega melihat Andin melahirkan anak mereka waktu itu. Ngeri!
Glen pun memeluk mamanya erat, seharian tak melihat wajah mamanya tentu saja membuatnya rindu.
"Laknat kalian wahai kakak-kakakku! Yang punya anak malah enak-enakan romantis berdua, lah gue dijadiin baby brother seharian." semprot Ilham mengomel. Ia datang bersama Salma dari belakang Glen.
Plak
Salma menabok lengan kanan Ilham. Ilham meringis.
"Heh! Marah mulu. Orang kamu dari tadi juga cuma tiduran di ayunan, aku yang ngajakin Glen main." omel Salma.
Dor! Terbongkar sudah kebohongan ngasal Ilham.
"Yaelah beb jujur banget!" gerutu Ilham sambil terus mengelus lengannya.
"Nah ketahuan lo kang boong!" ketus Genta santai tanpa dosa.
"Thanks udah jagain Glen Sal." ucap Genta lagi. Salma mengangguk.
"Iya bang."
"Makasih ya Sal, emang adik ipar idaman banget. Udah cakep, baik lagi ga kaya si onoh." ucap Andin mengacungkan jempolnya kepada Salma yang juga mengangguk tersenyum. Andin melirik tipis ke arah adik ipar laki-lakinya.
"Kak Andin nyindir gue?" tanya Ilham peka. Matanya sontak melotot tak terima.
"Lo melototin istri gue?" tanya Genta balik memelototi adiknya. Ilham berdecak malas.
"Skip bapak-bapak baperan!" ketus Ilham sebal. Andin dan Salma sama-sama tertawa lepas, entah mengapa selalu seru dan lucu saat melihat genta dan Ilham bertengkar seperti ini.
"Elu adek minus akhlak!" balas Genta sewot.
"Tau ah bisa darah tinggi gue sama lo bang! Beb yuk aku anterin kamu pulang sekalian cari makan dulu." ucap Ilham mengalihkan pembicaraan dengan langsung menggandeng Salma pergi. Sudah seharian ini Salma menemani Ilham untuk menjaga Glen karena baby sister pengasuh Glen sedang izin pulang kampung.
"Baperan teriak baperan!" cibir Genta. Ilham tak menggubris abangnya, ia terus berlalu sambil mengacungkan jari jempol terbalik.
"Eh Ham! Jangan lupa habis dari rumah Salma, lo langsung ke markas!!" teriak Genta melengking.
"Iya!!" balas Ilham juga bertetiak.
Greb
"Papa mau pergi lagi?" tanya Glen memeluk kaki papanya yang masih berdiri tegap menatap kepergian punggung Ilham dan Salma.
Genta langsung merendahkan badannya dengan jongkok di depan putra kesayangannya.
"Iya sayang, papa pergi cuma sebentar kok. Nanti malam kamu jadi bisa tidur sama mama sama papa juga." jawab Genta menangkup kedua pipi gemoy Glen. Glen berbinar.
"Janji ya? Papa harus pulang malam ini?!" ucap Glen bersemangat. Genta manggut-manggut lalu memeluk putranya erat.
"Iya sayang, papa janji!!"
'Andai aja papa sama mama masih ada dan bisa ketemu sama keturunan kalian. Aku, Andin, Ilham, Salma sama Glen pasti seneng banget kalau dikasih anugerah itu sama tuhan. Tapi mama papa tenang aja, Genta bakal jagain cucu kalian ini dengan sebaik mungkin. Apapun akan Genta kasih untuk Glen, sama seperti semua pengorbanan yang dulu mama sama papa lakuin buat Genta sama Ilham.' batin Genta hingga tanpa ia sadari, setetes air matanya jatuh membasahi pipinya.
Glen menyadari kalau papanya sedang menangis, tangan mungilnya pun bergerak refleks untuk mengusap lelehan air mata itu. Andin juga menyadarinya, tapi ia diam saja membiarkan anaknya yang melakukan tugasnya.
"Papa kenapa menangis?" tanya Glen polos. Genta tersenyum tipis.
"Papa cuma kangen aja sama mendiang kakek nenek kamu!" jawab Genta apa adanya. Glen langsung memeluk leher papanya dengan erat. Di usia sekecil ini ia sudah tau arti kesedihan dan kehilangan, jujur saja ia juga ingin sekali bertemu dengan kakek neneknya dari papa.
"Glen juga kangen sama kakek nenek, pengen banget ketemu sekali aja." ucap Glen polos.
Andin pun mengelus-elus punggung Genta agar lelaki itu kuat lagi.
"Dont worry sayang.... God bless them." bisik Andin. Genta mengangguk samar lalu melepaskan tangan kirinya dari pelukan sang anak dan beralih memeluk keduanya bersamaan. Dua malaikat pelengkapnya dan support system terbaik yang kini ia miliki selain Ilham.
...****************...
Drtt drtt
Drtt drtt
"Apaan tuh rame amat?" tanya Refan melirik Izza yang juga duduk di ayunan kayu bersamanya. Hp Refan tertinggal di kamar, sedangkan Izza membawa serta Hp nya.
"Grup sengklek." jawab Izza tanpa bergerak sedikitpun dari sandaran nyamannya di pundak Refan. Sepasang suami istri itu sedang menikmati sore di ayunan yang terletak di halaman belakang.
"Simak coba ay, pasti ada sesuatu tuh kalo rame." suruh Refan. Izza mengangguk lalu mulai menyimak pesan grup itu.
📩👥5 Betina 7 Jantan🤝🏻
Diva : Guys!! Reuni yuk. Gw kangen kalian aaaaa😭😍
Rafi : Aa' @Zaki ayang dipa kangen jak!!
Tania : 2
Kennath : 3
^^^Izza : 4^^^
Salma : 5
Reza : @Zaki nih dapet kode keras jak.
Diva : Bangs*t kalian semua ya🥰
Reza : Diva garis keras!!
^^^Izza : 2in^^^
Kennath : 3 in
Zaki : Kuylah reuni, kita sambut kedatangan keponakan baru.
Rafi : Diva hamil anak lo Jak?
^^^Izza : 2in.^^^
Kennath : 3 lagi.
Tania : Diva lo hamil Div?😭 g sabaran amat lu!
^^^Izza : Diva ga sopan sih, suka nyalip.^^^
Salma : Div kalo pengen nikah cepet tuh g gini caranya😭
Kennath : Tobat lu berdua @Diva @Zaki
Diva : Woy ajg! Ngawur aje lu... Masih perawan gue ah.
Tania : Terus siapa yg dikata Jaki bakal dapet ponakan?
Zaki : Maksud gue tuh Ajeng lol!! Bukan ayang Dipa gue.
Tania : Oh jd Ajeng sama Reza udh berkembang biak ya? Aaaaaa congrast sayangku @Ajeng🥰
Salma : Selamat kalian uuuu @Reza @Ajeng
Diva : Pokoknya ayo reuni!!
Rafi : @Zaki maksudnya 'ayang Dipa' itu gmn ya?
^^^Izza : Kalian udh balikan jakdip?^^^
Rafi : 2
Kennath : 3
Tania : 4
Reza : Fiks pasti udh lope lagi nih.
Diva : Gw udh balikan. Puas lu semua?
Btw @Kennath keyboard lo error?
Kennath : G. B aja Div!
Zaki : Gw balikan sama Diva. jd lo g bisa mbully gw sama ayanh Diva lagi!!
Ajeng : Kuy reuni!!
Reza : Setuju ga guys?
Salma : Setuju gw.
Tania : 2
Kennath : 3
Zaki : 456789 Gas bosku!!
Leon : Sialan! Gw masih di NY cokk!!🙂
Reza : Pulang sehari, buruan!!
Zaki : Iye Yon. Pulang lu!! Negara org mulu.
Rafi : Hm tuh bener.
Leon : Mata lu suek? Lu kira NY sama kek Bogor?
Jauh kali ini ajg.
^^^Izza : Itu sih derita lo @Leon haha.^^^
Reza : Duain.
Leon : Pakbos gw kemana gada nongol?
Reza : Iye Ref, Refan mana?
Diva : Refan pasti lagi bucin sama Ipin lah.
Tania : 2
^^^Izza : Nih ada disebelah gw.^^^
^^^Dia g bawa Hp.^^^
Leom : Yayalah partner bucin udh ada disebelah.
Reza : Udah2 besok lusa reuni. Kumpul di rumah baru Refi sama Refan!! Jam 9 tepat ga usah molor telat lu. Kalo sampek telat, gw laporin ke burika.
Zaki : Siap!!
Tania : Kuylah mumpung gw sm Diva di jkt.
Reza : Sekalian pesta hamilnya istri gw uhuyy
Zaki : Siap. @Izza @Refan shareloc ngab!!
Diva : Ipin cepat shareloc!!
^^^Izza : @Rezasembarangan! ^^^
^^^Sejak kapan tradisinya belok gitu?^^^
^^^Hamilun siapa, kumpulnya di siapa?^^^
Reza : Sekalian lah kan anak2 belum tau rumah baru kalian.
Diva : Bener tuh Pin.
^^^Izza : Yodah besok lusa gw shereloc. Bye!!^^^
Zaki : Uhuyyy jalan2 kerumah pengantin baru.
Rafi : Kita gangguin enak kali ye jak.
Leon : Terus gw gmn ajg!
Reza : Ntar kalo lo balik, kita reuni lagi su.
Leon : Terima nasib bgt gw🙂
^^^Izza : Rencana busuk klean ya.^^^
Reza : Udh lama ga ngerecokin duo bucin versi IPS 3 hahaha.
Kennath : Bener tuh.
^^^Izza : Tau ah capek! Bye!!^^^
Left.
"Jadi dirumah kita?" tanya Refan. Izza mengangguk.
"Iya ay, besok lusa. Kamu bisa ambil cuti kan?" tanya Izza. Refan mengangguk-angguk santai.
"Bisa kok, aku bisa minta Kevin sama Rosa urus kantor buat hari itu." jawab Refan santai, ia merubah posisi duduknya dengan tiduran di pangkuan Izza. Ayunan kayu yang mereka duduki ini berukuran jumbo panjang dan lebar, jadi bisa leluasa sesuka hati si pemakai.
"Alfareza Corp tadi, kamu turutin kemauan aku kan?" tanya Izza teringat dengan kejadian tadi siang. Refan mengangguk.
"Udah aku tolak sesuai dengan keinginan kamu." jawab Refan santai. Ia memejamkan matanya dengan mendongak ke atas, arah wajah istrinya.
Izza menghela nafas lega. Refan membuka sebelah matanya karena mendengar helaan nafas dari istrinya.
"Sebenernya kamu punya rencana apa si? Kamu tau siapa CEO nya? Atau gimana? Kamu masih punya hutang penjelasan ya sama aku!" tanya Refan memberondongi Izza. Izza terkekeh.
"Nanyanya satu-satu dong!!" omel Izza.
"Ya udah mulai dari plan kamu, kamu punya rencana apa? Kenapa kamu bilang kamu nerima pengajuan mereka, tapi kamu malah nyuruh aku nolak. Kenapa coba?"
"Jadi tuh gini ay...."
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰