
"apaan yg berjalan lancar?" tanya izza yg tiba-tiba muncul bersama Max.
"eh ayang" ucap Refan beralih menghampiri izza dan meninggalkan Rendy.
"apaan yg lancar?" tanya izza sekali lagi.
"ini kencan kita bertiga sama Max" jawab Refan berbohong. izza memicingkan mata nya curiga.
"oh"
"come on uncle aunty... Max udah ga sabar tau!!" ajak Max tak sabaran menarik masing-masing tangan izza dan Refan.
"papa mama abang kakak semuanyaaaaa izza main dulu ya sama Max. bye bye" pamit izza sebelum pergi bersama Max dan juga Refan.
...****************...
"wah serasi sekali mereka"
"pasti keluarga bahagia deh mereka"
"papa nya ganteng, mama nya cantik, anak nya malah lebih wow lagi!!"
"aaaa pengen punya couple segoals mereka"
begitulah rentetan teriakan kagum dari beberapa pengunjung Alexander Mall yg melihat izza dan Refan dengan Max yg di gendong oleh Refan. si kecil Mark yg tampak sangat tampan dan menggemaskan dengan jaket nya. izza yg tampak simple berkelas dengan sweater hitam yg sangat cantik melekat pada diri nya. sedangkan Refan sendiri tampak cool dengan setelan kaos dan jaket levis nya.
......
......
mereka bertiga memang benar-benar tampak seperti sebuah keluarga kecil yg bahagia sekali bukan? untuk team fanza, kalian berdoa saja semoga seperti inilah gambaran keluarga kecil mereka suatu saat nanti.
"langsung ke time zone aja?" tanya Refan pada Mark. Mark mengangguk di dalam gendongan Refan. melihat keakraban antara
"oke jagoan, kita meluncur!!" ucap Refan menoel hidung mancung Max. Refan lalu memindahkan Max ke gendongan tangan kanan nya, sedangkan tangan kiri nya ia pakai untuk menggandeng izza. izza menurut saja, toh tak bisa ia pungkiri. ia juga bahaagia malam ini.
'hubungan kita masih ga jelas, tapi kebahagiaan ini sangat-sangat jelas' batin izza tersenyum melihat sifar hangat Refan serta keakraban nya dengan keponakan nya itu.
di time zone....
"dih kok kamu kesini? terus Max sama siapa dong?" tanya izza saat Refan berlari mendekati nya. Refan lalu menunjuk ke arah taman mandi bola terbesar di Mall itu. izza pun mengikuti arah yg di tunjuk oleh Refan, yap! ada Max yg sedang bermain-main disana dan berbaur dengan beberapa anak laki-laki dan perempuan lain yg ada di sana.
suasana Time Zone malam ini lumayan sepi karena sudah lebih dari jam 9 malam, lagipula ini adalah weekday. jadi pasti para orang tua di luaran sana tidak akan mengajak anak-anak mereka bermain di mall karena sibuk bekerja.
"Max udahan main tembak nya, masa iya aku nemenin Max mandi bola ay? aku kan udah gede bangkotan begini... malu juga lah aku kalau sampek ada mata-mata wartawan terus besok nya terbit deh berita haram 'seorang CEO Muda Dirgantara Group dan RnAs Corp terkena syndrom anak kurang hiburan' kan ga lucu dong" tanya Refan ngelantur sambil sesekali mengatur pola nafas nya. entah terkena gelitikan apa, izza tertawa tergelak mendengar cerocosan Refan yg sangat konyol dan ngawur bagi nya.
"dih kenapa ketawa?" tanya Refan lagi. ia sudah manyun saat ini karena merasa di tertawakan.
"ya habis kamu ngelantur nya kelewatan... mana ada wartawan ngeliput mall malem-malem gini? emang kenapa, aku ga boleh ketawa hah?" tanya izza balik.
"ga boleh!" jawab Refan singkat sambil berkacak pinggang. izza menaikkan sebelah alis nya heran.
"kenapa? emang kamu siapa bisa ngelarang aku ketawa segala heh" sahut izza balas berkacak pinggang.
"aku? aku adalah calon suami kamu, dan kamu adalah nyonya Refan Alaska di masa depan kita" jawab Refan dengan menaik turunkan alis nya, bermaksud menggoda izza agar salting. dan BOOM!!! izza langsung blushing menahan senyuman indah nya. Refan lalu meraih pipi izza dan mengelus nya.
"kamu itu terlalu cantik ay kalo lagi ketawa, ketawamu itu bagus. aku ga mau orang lain ngeliat keindahan kamu, kamu kan punyaku doang. nanti kalo mereka sampek suka sama kamu, aku harus berantem lagi loh.. kan kamu sendiri yg bilang aku ga boleh main hajar orang lagi hm" tutur Refan panjang lebar. senang? ah tentu saja izza senang di perlakukan seperti ini oleh Refan. Bahagia? oh jelas!
"thanks beib" ucap izza tiba-tiba. kedua bola mata cantik nya masih saling tertaut rapat dengan Refan. situasi time zone yg sepi, di tambah lagi mereka sedang berada di pojok membuat reaksi antar kedua nya kian lancar.
"makasih untuk?" tanya Refan masih dengan mengelus pipi mulus izza.
"you've treated me like a queen" jawab izza tersenyum manis. Refan membalas senyuman nya dengan mengangguk cool seperti biasa.
"kalo gitu makasih juga buat kamu ay" ucap Refan ikutan berterimakasih.
"makasih buat?" tanya izza menaikkan sebelah alis nya. saya ulangi sekali lagi! posisi mereka masih sama, berdiri dengan saling menghimpit, dan kedua mata saling bersitatap dalam penuh arti. tangan kanan Refan mengelus pipi izza sedangkan tangan yg satu nya melingkar di pinggang izza. sedangkan izza? oh ya tentu saja ia juga menikmati peran nya dengan melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Refan juga.
"makasih udah bersedia jadi seseorang yg pantas untuk aku perlakukan sebagai ratu. you are the only one beib" jawab Refan dengan senyum cakep nya. izza tersenyum dengan mengangguk samar. ah sialan! hubungan mereka masih belum jelas, tapi mereka tak bisa menyembunyikan rasa cinta yg sudah jelas-jelas makin lama makin merajalela menguasai mereka
perlahan tapi pasti, elusan tangan Refan berubah menjadi sebuah tarikan perlahan nan lembut yg membawa wajah izza semakin mendekat ke wajah nya. izza tak menolak. ia juga tak menampik kalau dirinya sudah merindukan Refan yg selama beberapa hari ini ia tinggalkan. kerinduan di antara mereka butuh bukti dan pelampiasan sebagai bayaran dari berat dan sulit yg mereka jalani seminggu ini. tanpa kehadiran satu sama lain.
cups
Refan mencium kilas bibir merah ranum izza sebagai pemanasan. masa bodohlah dengan tempat mereka! toh juga selain sepi, Alexander Mall ini juga milik izza sendiri bukan?
"i love you" bisik Refan di depan wajah cantik yg bisa ia pastikan sebentar lagi akan benar-benar resmi dan sah menjadi milik nya.
"i love you too" jawab izza tersenyum singkat lalu perlahan memejamkan mata nya dengan sedikit juga memajukan wajah nya sebagai sebuah kode. Refan yg memang dasar nya adalah seseorang yg peka pun bersiap melancarkan aksi nya malam ini.
"UNCLE AUNTY MAX INGIN MAKAN ICE CREAM!!" teriakan Max itu membuat rencana indah kedua insan yg tengah di landa badai cinta penuh kerinduan yg saling mendamba itu harus pupus remuk di tengah jalan. hanya sedikit jarak saja, Refan dan izza hampir bisa menikmati kiss night mereka kalau saja Max tidak muncul secara tiba-tiba. di waktu yg tidak tepat pula.
"hadehhh di gagalin mulu sama ponakan sendiri. untung aja sayang, kalo enggak udah gue lempar tuh tadi ganggu mulu" keluh Refan lirih. sementara izza salting dan langsung melebarkan jarak di antara mereka. jarak yg sudah terkikis tadi langsung kembali meluap saat keponakan kecil nya datang dengan setengah berlari. untunglah saja Max tidak melihat apa yg mereka lakukan tadi.
"ayok aunty... ajak uncle efan beli ice cream!! Max ingin makan ice cream dulu sebelum pulang" rengek Max menarik-narik tangan izza. izza lalu membungkukkan badan nya.
"habis makan ice cream langsung pulang?" tanya izza. Max mengangguk.
"emang udah puas main nya?" tanya izza. Max mengangguk.
"kalo aku sih belum ay... mulai main aja belum malah" sahut Refan tanpa di minta. izza menatap tajam dan mengkode Refan untuk diam dulu.
"sstttt!!" geram izza meletakan jari telunjuk nya di bibir.
"ya udah yuk sayang... kita makan ice cream di lantai bawah aja ya tapi?" ajak izza yg di angguki setuju oleh si ganteng mungil itu. izza lalu beranjak berdiri sambil menggandeng tangan Max. izza menatap Refan dengan kode mengajak nya segera pergi dari time zone menuju kedai ice cream di lantai bawah.
"yah yang" keluh Refan memelas. ia sudah manyun sejak rencana indah nya gagal.
"yah terus yg tadi... ga jadi gitu?" tanya Refan masih dalam mode memelas.
"sekarang enggak dulu deh.... yg itu masih bisa nanti lagi" jawab izza enteng. sontak mata Refan membulat kegirangan.
"nanti kapan? pas udah di rumah? atau di mobil sekalian nungguin Max tidur?" tanya Refan nyerocos yg sangat positif thingking.
"enggak lah!" sahut izza memutar bola mata nya malas. senyum Refan yg tadi mulai luntur. firasat nya jadi tidak enak!
"ya terus nanti kapan dong?" tanya Refan lagi.
"ya nanti kalo udah halal nikah sekalian!" sahut izza santai tapi terdengar sangat menyebalkan bagi seorang Refan yg masih geram akibat tengiang-ngiang kegagalan nya bersama izza tadi.
"aunty ayokkk... nanti kalau kemalaman di omelin loh sama mommy sama daddy juga" Ajak Max yg sudah tak sabaran dan menarik tangan izza untuk segera membelikan nya ice cream.
'mmmm oke. awas aja kamu ay! nanti kalo kita udah nikah, aku hajar kamu semalaman sampek ga bisa bangun!!' batin Refan berjanji pada dirinya sendiri sambil menatap punggung izza yg mulai menjauh bersama Max.
"woii malah ngelamun! ayok buruan!!" teriak izza dari depan. mau tak mau, kesal tak kesal, Refan tetap mengikuti ajakan calon istri dan keponakan nya itu untuk menuju ke kedai ice cream.
......................
"duh mereka lama banget ya yang?" tanya Beby mulai khawatir karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan Max belum juga di bawa pulang oleh uncle dan aunty nya.
"palingan juga otw sayang" jawab Rendy sambil masih memeluk erat Beby di dalam dekapan. keduanya sudah tidur bermanjabdi kasur nya sejak tadi.
"ihh palingan doang... telepon Refan atau izza gih!! Hp aku lowbatt" suruh Beby.
"ya udah iya bentar" jawab Rendy mengalah lalu mengambil iPhone nya di nakas.
📞calling Adek cantik.....
izza : halo bang?
Rendy : udah dimana? kakak kamu nih udah bingung nyariin Max
izza : emangnya abang udah selesai menikmati waktu berdua tanpa gangguan Max?
Rendy : udah dong, baru aja kelar dek ahahahha
plakk
terdengar suara tabokan maut dari seberang telepon izza.
"sayang ihh malah bahas begituan... kasih tau adek buat bawa Max pulang secepatnya ih. udah malem tau!!" omel Beby kesal.
izza : apaan tuh yg di geplak sama kak Beby?
Rendy : abang lah... buruan pulang ya, seriusan nih
izza : iya, ini juga udah otw pulang kok. Max juga udah tidur di pangkuanku nih
Rendy : eh Refan nya mana coba abang mau bicara
izza : ada nih
izza pun mengulurkan iPhone nya pada Refan.
Refan : apaan bang?
Rendy : bawa pulang anak sama adek gue dalam keadaan utuh! awas aja lu kalo macem-macem
Refan : aelah bang... gue sama izza udah sama-sama gede kali ah
Rendy : belum lo nikahin tuh nyet!! pokok nya awas aja kalo sampek ketahuan lu main serepet sebelum lo halalin adek gue!
Refan : iya iya ah cerewet
Rendy : yeee songong! yodah buruan pulang, hati-hati lo
Refan : hmm
tutt tutt...
"udah ya?" tanya izza saat Refan mengulurkan kembali iPhone milik izza.
"udah dong" jawab Refan. Refan sempat melirik wajah menggemaskan Max yg tertidur pulas di dekapan samping izza. Refan lupa kalau ia mengajak Max, makanya dia lupa untuk ganti mobil selain mobil sport nya.
"Maxbeda banget sama bang Rendy ya ay?" tanya Refan nyeletuk tiba-tiba. izza yg awal nya sibuk mengelus kepala Max sambil menciumi nya pun menoleh heran.
"beda gimana?"
"lah kalo bang Rendy kan kamu tau sendiri super over kalo sama aku, nah ini anak nya malah lengket mulu nggak mau di lepas" jawab Refan. izza terkekeh.
"iya juga sih tapi ahahah"
"kamu tau ga kenapa aku suka banget ngajakin kamu main bertiga sama Max kalo dia lagi di jakarta?" tanya Refan. izza menggeleng kecil.
"enggak, emang kenapa alasan nya?" tanya izza kepo.
"ya aku suka aja gitu... vibes nya itu kek aku sama kamu lagi ngajak jalan-jalan anak kita sendiri. Ya anggaplah ini sebagai pemanasan ya nggak ya nggak???" tanya Refan menaik turunkan alisnnya. sangat tampak sekali raut wajah happy penuh harap nya. izza membalas senyuman itu.
"aamiin!! semoga aja yg kita rencakan, juga adalah sesuatu yg udah tuhan siapkan buat kita" jawab izza mengelus pipi kiri Refan dari tempat ia duduk. salah satu tangan Refan yg tidak ia pakai menyetir pun meraih tangan halus nan lembut milik izza itu.
"pokok nya aku mau nya cuma sama kamu! kamu cuma boleh jadi milikku, dan aku juga cuma milik kamu ay... aku ga mau di kasih yg lain lagi. udah cukup aku punya kamu dan akan selalu kamu, sampai aku mati!" ucap Refan dengan masih menggenggam erat tangan izza tadi.
"aku mau nya juga gitu... aku orang nya pasrah sih sama kehendak takdir dari tuhan. tapi kalau boleh request jodoh, ya aku mau nya tetep kamu juga lah!! ya kali kebucinan kita selama ini enggak happy ending ya kan?" sahut izza yg ternyata sama memaksa nya dengan Refan.
'tunggu besok ya sayangku...... besok, semua penantian kamu dan pengorbanan kamu buat hubungan kita, akan aku bayar lunas dengan cincin suci sebegai simbol cinta dan tanda keseriusan aku buat nikahin kamu!' batin Refan yg sendirinya sudah tak sabar untuk hari esok yg pasti akan jadi sejarah baru dalam hidup nya.
"takdir kita ada di tuhan sih ay, tapi tuhan ngasih lewat nya di tangan author"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰