IZZALASKA

IZZALASKA
15. Makin uwwu



"Jadi bagaimana nona Lexa?" tanya Abimana. CEO dari ABM Group. Izza mengangguk.


"Baik, saya setuju untuk memperpanjang kontrak kita Tuan Abimana!" jawab Izza menjabat tangan Abimana. Abimana tersenyum senang.


'Ah untunglah aku masih bisa bekerja sama dengan bidadari cantik ini.' batin Abimana tersenyum dengan penuh arti. Ia seperti masih enggan melepaskan jabatan tangan nya dengan Izza.


"Ekhemmmmm!!" deheman Darrel akhirnya membuat Abimana langsung melepaskan tangan Izza. Izza sebenarnya sudah gerah dan malas dengan Abimana yang memang dari dulu suka seperti ini, tapi ia harus tetap profesional dalam bisnis nya karena Rz Corp dan ABM Group saling menguntungkan satu sama lain. Terlebih lagi Abimana adalah orang yang sering membantu Izza maupun Reza dulu waktu masuk kelas akselerasi karena Abimana adalah CEO kampus waktu itu.


Sudah 3 tahun lama nya Izza bekerja sama dengan Abimana yang tak lain adalah kating nya di kampus ALX Unniv, dan hasil dari kerja sama itu tidak pernah mengecewakan sekalipun.


"Hmm baiklah kalau begitu, saya pamit undur diri Nona Lexa." ucap Abimana undur diri. Abimana ini tau tempat. Kalau dulu di kampus ia tau namanya adalah Izza, tapi sejak ia melanjutkan bisnis papa nya ini ia tau kalau nama Izza di dunia bisnis adalah Lexa.


"Iya, terimakasih atas waktu nya Tuan Abi." jawab Izza mengangguk sopan. Sifat bar-bar Izza memang tak pernah ia tunjukkan di depan klien, karena sifat absurd nya itu hanya di peruntukkan untuk orang-orang terdekatnya saja.


"Kek nya dia naksir deh sama lo za!" celetuk Darrel yang berdiri di samping Izza dengan dua berkas map di tangan. Izza menoleh dan menatapnya tajam.


"Kalo di kantor pake saya anda! Kalo di luar bebas. Nama gue di sini Lexa Darreeeeellll.... Bukan Izza ihh ini anak udah sebulan lebih kerja sama gue masih aja kelupaan!!" omel Izza galak. Darrel bergidik ngeri.


"Hehe iya iya ampun Nona Lexa!! Gue-eh saya lupa. Tapi ngomong-ngomong tadi elu-eh anda juga pake logat lo-gue?" cicit Darrel.


""Kan saya mencontohkan! Udah pokoknya di kantor, ga boleh panggil Izza. Faham?" omel Izza sekali lagi. Darrel langsung berpose hormat.


"Eh yang tadi gue serius tau Lex!" ucap Darrel lagi. Pemikiran nya tentang cara Abimana menatap Izza dan seolah enggan melepaskan jabatan tangan nya itu masih terngiang-ngiang kuat.


"Saya!" protes Izza yang masih mendengar kata 'gue' dalam kalimat Darrel. Izza sekarang memang menerapkan peraturan itu. Peraturan yang berlaku untuk Andin, Darrel dan juga Ardi. Ya biar agak formal aja sih kata Izza.


"Iya iya saya! Abimana naksir sama el-anda kayak nya. Iya ga si?" tanya Darrel menaik turunkan alis. Izza malah tertawa receh.


"Perasaan lu doang kali! Gue biasa aja tuh." elak Izza mengendikkan bahu nya acuh. Darrel memutar bola mata nya malas.


"Tadi disuruh anda-saya, sekarang dia sendiri yang lo-gue lagi." protes Darrel menggerutu.


"Ya terserah saya. Saya kan bos nya wleee!!" seru Izza memeletkan lidah nya tanpa dosa. Darrel mengelus dada nya sendiri.


"Sabar Darrelio sabar!!"


"Haha becanda Darrelio Raymond!! Abimana itu bukan cuma rekan bisnis gue doang." ucap Izza membuat kedua alis Darrel terangkat sempurna.


"Maksud nya?"


"Dia dulu senior gue di kampus. Bisa di kata partner juga sih waktu itu, soalnya gue sama Reza sering bikin skripsi barengan gitu patungan sama dia biar cepet kelar. Emang beda tingkat, tapi dia juga ambil akselerasi. Makanya kita bertiga bikin congkalicong begituan deh." jelas Izza panjang lebar. Darrel manggut-manggut mengerti.


"Ya tapi ga menutup kemungkinan juga dong kalo dia bisa suka sama lo eh anda?!" tanya Darrel masih kekeuh dan yakin kalau Abimana menyukai mantan kekasihnya itu.


"Udah ah nething mulu! Udah ga ada meeting lagi kan?" tanya Izza pada Darrel sambil membereskan map di meja nya. Darrel mengangguk.


"Udah ga ada, besok ada satu tapi saya cancel sampai H+3 weeding karena besok sudah H-1 anda menikah." jawab Darrel panjang kali lebar. Izza menahan tawa nya.


"Kenapa?" tanya Darrel heran melihat komuk receh dari bos sekaligus mantan nya itu.


"Pfttt ahahhahah lucu juga ya kita pake saya anda? Ahahaha." tawa Izza langsung meledak setelah nya. Darrel ikutan tertawa kecil.


"Ternyata asik juga bisa berdamai sama masa lalu." ucap Izza tiba-tiba masih dengan sisa tawa nya.


"Salah sendiri di ajak damai dari dulu susah amat!" semprot Darrel.


"Yee kok ngamok!!" balas Izza ikut nyemprot.


"Dahlah gue mau balik aja. Bye!! Semua urusan kantor buat lima hari kedepan, elu sama Andin yang urus! Gue mau menikmati hidup dengan free." ucap Izza yang langsung menyabet tas putih dan iPhone nya di atas meja. Darrel mengangguk. Memang sudah disepakati bersama kalau selama sehari sebelum weeding Refan-Izza dan 3 hari setelah nya, semua urusan kantor di tinggal dulu untuk sementara oleh CEO nya.


"Eh mau kemana?" tanya Darrel. Izza menoleh.


"Mau nemuin ayah di kantor nya." jawab Izza enteng.


"Lah? Bokap bukannya masih di Bogor ya?" tanya Darrel heran.


"Ayah itu bukan bokap gue!" sahut Izza menggeleng.


"Ya terus Ayah yang mana lagi?" tanya Darrel makin tak faham.


"Ayah dari anak-anak gue lah haha." jawab Izza tertawa lagi sebelum keluar dari ruangan nya.


"Beruntung juga si Refan bisa dapetin Izza plus juga ga nyia-nyiain dia sama sekali. Ah kenapa gue jadi mikir masa lalu lagi? Kan udah lewat juga. Gue sama Izza udah sama-sama bahagia sama yang baru. Huffttt" lirih Darrel menghembuskan nafas nya kasar lalu membereskan sisa berkas di meja Izza sebelum ia keluar dari ruangan itu.


...****************...


"Selamat siang Nona Izza!"


"selamat siang Nona!"


Itulah sapaan-sapaan yang di dapat Izza sejak awal ia memasuki pintu utama RnAs Corp sampai ia masuk ke dalam lift khusus. Izza memang berniat untuk menemui Refan karena ingin beli ice cream. Aneh! Beli ice cream ya harusnya ke kedai ice cream, bukan malah ke perusahaan properti itu.


Ting


Izza keluar dari lift bersamaan dengan Kevin yang entah dari mana asal nya. Yang jelas mereka bertemu di depan lift.


"Widihh ada calon pengantin nih!" sapa Kevin.


"Widihh ada calon arang nih!" sapa Izza balik.


"Gue cowok Ijah bukan cewek!!" omel Kevin mendengus malas. Izza tertawa.


"Rasain!"


"Btw lo kesini mau nyari Refan kan?" tanya Kevin lagi. Izza menggeleng.


"Bukan, tapi nyari elu!" jawab Izza membuat Kevin mengeryit heran.


"Lah elu pake nanya segala! Ya jelas nyari calon suami gue lah! Yakali ngapain juga gue nyariin elu dih." semprot Izza ngegas.


"Weh santai bu bos santai! Tuh Refan ada bahas proyek di ruangan nya sama sekertaris. Gue duluan ye mau ke bawah!" ucap Kevin yang langsung pergi. Izza sendiri langsung menuju ruangan Refan.


...****************...


"Pokoknya siapkan semua berkas untuk proyek ini. Revisi semua yang saya lingkari tadi, Saya mau selesai malam ini juga!" ucap Refan tegas pada Rosa, Sekertarisnya.


"Baik tuan muda!" jawab Rosa mengangguk.


"Oh iya sama yang bagian ini, nanti kamu kasih-"


Ekhemmmmm


Deheman keras itu sontak membuat Refan menoleh ke sumber suara. Ia langsung saja mengalihkan pandangan fokus nya dari lembaran kertas yang ada di hadapan nya tadi.


"Sayang?!!" pekik Refan yang langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah Izza yang juga sama hal nya mendekat.


"Hai!!" sapa Izza kemudian melingkarkan tangan nya di pinggang Refan. Mereka berpelukan mesra di ruangan elite itu, seolah tak memperdulikan kehadiran sekertaris Refan di sana.


"Kangen ya? Aku juga haha." tanya Refan dengan jawaban mandiri yang juga ia ucapakan sendiri. Izza nyengir gemas.


"Kangen banget tau!! Dari semalem ga ketemu. Oh ya itu siapa?" rengek Izza manja lalu menanyakan hal yang ingin ia tanyakan sejak tadi.


Rupanya bukan tanpa sebab Izza berdehem sedemikian keras tadi, mata elang nya menangkap pemandangan aneh yang di tunjukan oleh sorot mata Rosa dalam memperhatikan Refan. Bahkan saat Izza datang dan berpelukan dengan Refan, perempuan itu seperti syok melihat hal itu. Izza bisa merasakan aura tak suka dari orang itu.


"Oh itu sekertaris baru aku ay." jawab Refan apa ada nya. Izza mengeryit.


"Loh? Emang Shella kenapa?" tanya Izza.


"Shella kan cuti melahirkan, itu sepupunya Shella. Shella sendiri yang pilihin, ya karena aku percaya sama Shella yang udah bertahun-tahun kerja sama aku. Ya udah aku iyain aja." jawab Refan panjang lebar dan apa ada nya tanpa tertutup sedikitpun.


"Berarti cuma sekertaris sementara doang kan?" tanya Izza memastikan. Refan mengangguk.


"Iya, cuma sampai Shella kembali kerja kok." jawab Refan. Izza menghembuskan nafas nya lega.


"Kenapa nanya gitu?" tanya Refan berbalik.


"Not father!" jawab Izza ngelantur. Refan auto cengoh.


"Hah?"


"Nggak papa!" ulang Izza membenarkan bahasanya dalam bahasa indonesia. Refan tertawa sambil mengacak pelan rambut panjang Izza yang di jedai belakang dengan gemas.


"Ekhem Tuan muda, saya permisi." ucap Rosa yang makin lama makin tak betah dengan hawa panas di dalam ruangan berAC itu. Ia memutuskan untuk keluar saja dari pada harus melihat kemesraan dari bos baru nya yang ia klaim sebagai lelaki paling tampan dan cool yang pernah ia temui.


"Dia udah nikah?" tanya Izza yang rupanya masih penasaran dengan sosok sekertaris baru itu. Refan mengangguk lalu menggeleng.


"Heh?! Maksudnya gimana kok ngangguk, kok geleng. Yang bener yang mana ay?" tanya Izza menggerutu sebal dengan berkacak pinggang. Refan mencubit hidung mancung Izza sebelum menjawab.


"Dia udah nikah sayangkuuuuuu.... Tapi udah cerai juga." jawab Refan gemas mencubiti kedua pipi Izza.


"Aaaa sakit ayaaaangg..... Pipiku nih ah sakit kali lah!!" gerutu Izza mengomel.


"Heh besok lusa juga pipi kamu jadi milik aku juga loh. Semuanya juga jadi milik bersama dan di nikmati bersama. Hayoloh haha?!!" goda Refan menaik turunkan alis dengan senyum licik dan jahil nya. Izza membulatkan mata mendengar godaan Refan yang sangat ambigu di otak nya.


"Ihhh mesum banget astaghfirullah ayang!!" pekik Izza bergidik ngeri sambil menonyor jidat Refan. Kepala Refan agak terhuyung ke belakang, tapi dia tetap happy kiyowo. Dia masih bisa cengar cengir karena mood nya memang selalu bagus dan anti down tiap ada Izza di dekat nya.


"Lah sama istri sendiri ga papa dong? Malah jadi ibadah tau!!" elak Refan membela diri. Izza geleng-geleng kepala untuk membuang semua pikiran kotor dan ambigu nya.


"Ah udah ah aku kesini mau ngajak beli ice cream! Kamu udah kelar belum?" tanya Izza merengek manja. Refan mengangguk.


"Udah dong, udah kosong sampai 5 hari ke depan!" jawab Refan. Izza auto nyengir lebar.


"Yes!! Kalo gitu kita meluncur beli ice cream sekarang ya?" tanya Izza mengajak Refan dengan memasang wajah imut nya. Ia berkedip-kedip beberapa kali untuk menunjukkan wajah baby face nya. Ah roboh sudah tembok pertahan Refan! Mana sanggup cowok itu melihat bibir cantik Izza yang di buat manyun seperti itu? Refan langsung saja nyosor dan memberikan kecupan kilas di bibir manis itu.


"Ishh gemes banget pengen buru-buru lompat ke hari kamis, udah pengen aku makan sampek habis!" ucap Refan gemas menciumi kedua pipi Izza dengan gemas. Izza nyengir karena trik nya berhasil! Setelah seperti ini, Refan pasti akan segera mengabulkan keinginan nya tadi.


"Ya udah ayo beli!!" rengek Izza lagi untuk kesekian kali nya.


"Iya iya ayok, tuh aku ambil kunci mobil sama Hp dan tas di meja dulu." ucap Refan menunjuk Meja. Izza langsung berinisiatif berlari ke arah meja kantor Refan dan mengambil tiga barang itu. Hp Refan di masukan ke dalam tas, sedangkan kunci mobil nya tidak.


"Ini ini ayuk berangkat cusss!!" seru Izza bersemangat dan dengan lucu nya menenteng dua barang di tangan nya itu. Sangat mirip seperti seorang anak TK yang merayu ayah nya agar di belikan ice cream.


Refan pun menyambut kekasihnya dengan merentangkan tangan. Mereka pun berjalan keluar dari ruangan itu dengan saling merangkul mesra.


"Vin, lo urus semuanya empat hari ini. Lo cuma dapet jatah cuti sehari pas weeding day gue doang!" pesan Refan berhenti tepat di sebelah meja sekertaris karena ia bertemu dengan Kevin. Kevin mengangguk setuju.


Izza sengaja makin mengeratkan pelukan nya di pinggang Refan saat ia tau kalau pandangan Rosa tak luput dari dirinya dan Refan.


'Nih melek mata lo? Dia punya gua. Awas aja kalau kecurigaan gue bener, kalo sampek lu berani suka sama cowok gue. Habis lu malam itu juga!' batin Izza mendengus sebal di hati nya.


"Iya Fan santai lah... Ya udah sana nikmatin tuh berduaan mulu! Jangan lupa nanti kalo udah kawin, gue titip ponakan 2 kembar ya haha." ucap Kevin menggoda calon pengantin itu.


"Jangankan cuma dua? Lo titip kembar 3 juga tetep gue kasih Vin ahahaha." jawab Refan ikutan tertawa dengan Kevin si humor receh.


"Buset laki enak ye tinggal asal nyeplos mulu lu pada!!" omel Izza geleng-geleng kepala. Refan kembali mengeratkan rangkulan nya lagi.


"Dah yuk ay pergi.. Vin gue duluan!" pamit Refan lalu pergi bersama Izza sedangkan Kevin masuk ke dalam ruangan Refan untuk mengurus sisa kerjaan.


"Jadi itu tadi calon istrinya tuan muda Alaska? Ah aku ingin jadi dia yang beruntung seperti itu! Wanita itu bisa mendapatkan tuan muda yang tampan, cool dan juga kaya raya. Ada aku disini? Kenapa tuan muda tidak menyapaku? Ah aku harus melakukan sesuatu!!" ucap Rosa saat sampai di meja nya. Wajah nya tampak memerah dan kesal tanpa sebab yang jelas.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰