IZZALASKA

IZZALASKA
34. Dari siapa?



"Ayaaaaaaang!!!"


"Ayyyy!!"


"Oy apaan si berisik amat pagi-pagi!!" sahut Izza menyembulkan kepalanya di balik dahan pohon. Izza sedang asyik berdiri dan berbicara dengan pohon apel kecil di area halaman belakang.


Refan muncul dengan menenteng laptop di tangannya. Hari ini hari mingguu, Izza dan Refan memutuskan untuk berdiam diri saja di rumah dan melewatkan holiday minggu ini.


"Kamu ngapain di situ?" tanya Refan heran. Laptop yang ia bawa masih terbuka, ada suara lain yang muncul dari laptop itu.


"Ngomong sama pohon apel." jawab Izza yang dengan polosnya menunjuk dahan pohon di depannya.


"Lah?"


"Kamu sendiri ngapain di situ? Katanya tadi ada kerjaan?" tanya Izza balik. Refan kemudian beranjak duduk di kursi meja kayu di dekat tempat Izza.


"Sini ay." panggil Refan melambaikan tangan. Izza mengangguk dan berjalan mendekat sambil tangannya masih asyik memainkan selembar daun apel yang tadi sempat ia petik sembarangan.


"Kenapa?"


"Mama sama papa nyari kamu."


Mata Izza langsung berbinar saat Refan mengatakan papa dan mama mertuanya mencarinya. Pasti lewat video call.


Benar saja, Alice telah tersambung melalui panggilan video call di laptop Refan. Pastilah Refan menghentikan pekerjaannya dan mencari Izza demi ini.


Alice : Aaaaa halo sayangnya mamaaaa!!!


Izza : Aaaa halo mama sayang!!


Alice : Gimana kabar kamu? Kabar calon cucu mama juga hm?


Izza : Alhamdulillah baik kok ma, Izza sama-


Refan : Astaga mama aja dari tadi belum nanyain kabar Refan loh ma? Tega amat sama anak sendiri.


Alice : Loh emangnya kamu anak siapa? Orang anaknya mama itu Izza kok.


Refan auto melongo, Izza tertawa.


"Hah! Nasib buruk seorang anak yang tak dianggap haha." ledek Izza menepuk-nepuk punggung suaminya yang duduk bersampingan dengannya.


"Tau ah mama jahat! Refan sekarang mau sama mamanya anak-anak Refan aja. Bye!!" ucap Refan menatap Alice di layar laptop sambil memeluk Izza dengan manja.


Alice tertawa ngakak.


Alice : Ahahaha Izza sayang? Emangnya kamu kenal sama anak ini?


Alice menunjuk-nunjuk Refan yang masih ngeyel memeluk istrinya. Izza menggeleng polos.


Izza : Enggak kenal ma.


"Ay...." cicit Refan melas. Izza menaikkan sebelah alisnya seorang sedang menghadap orang asing.


"Mas-nya siapa ya?" tanya Izza akting. Refan kemudian melepaskan pelukannya dengan sebal.


"Ah tau ah!! Enggak mama, enggak istri, sama aja!"


Izza dan Alice tampak sangat puas bisa menertawakan si Refan Alaska.


Refan : Mama awas aja ya kalo nanti udah di jakarta terus minta ditemenin ke salon sama Refan, ogah pokoknya Refan ngambek!!


Alice : Dih ya terserah kamu kalo mau ngambek! Mama sekarang bisa ngajak Izza wleee.


Izza : Head shoot!


Refan : Bang-


Izza : Apa? Terusiiiiiinn!!!


Refan : Bangrongsai ay maksudnya tuh.


Izza : Hah? Sejak kapan jadi bangrongsai?


Alice : Bukannya cuma barongsai ya Fan?


Refan : Ga tau. Ngapain nanya Refan lagi? Kan anaknya mama cuma Izza doang nih.


Alice : Dih ngambekan.


Izza : Eh mam?


Alice : Iya sayang?


Izza : Papa mana?


"SAYANG UDAH SELESAI APA BELUM?!! MENANTU KAMU NYARIIN NIH!!"


"Buset mama teriak manggil papa udah kek manggil kingkong sekebon." celetuk Refan menatap ke arah istrinya dengan heran.


David : Oy oy apaan nih rame banget?


Izza : Hai papaaaa.... Papa apa kabar?


David : Alhamdulillah baik kok sayang, kamu sama calon jagoan papa juga baik-baik aja kan?


Izza : Alhamdulillah kok pa.


David : Maaf ya papa ga jadi pulang kemarin, kakakmu tiba-tiba sakit soalnya.


Izza mengangguk bersamaan dengan Refan.


Alice : Iya maaf ya sayang, mama sama papa belum bisa pulang nemuin kamu untuk ngerayain hadirnya calon cucu mama. Kakak kamu Stella ini lagi ga enak badan soalnya, bawaan jabang bayi gitu. Jadi ga papa kan ya mama ngurus calon cucu pertama dulu?


Izza : Ga papa kok ma, santai aja. Izza titip salam buat kak Stella ya.


Alice : Iya nanti mama sampaikan. Stella kan udah masuk bulan ke enam tuh, jadi agak rewel gitu sekarang.


David : Tapi kamu tenang aja Izza sayang, saat papa sama mama udah balik ke jakarta nanti. Kita langsung adain pesta ya?


Izza : Siap dong!!


Refan : Sumpah dari tadi gue di kacangin! Jangan bilang kalau papa juga lupa anak?


David : Loh memangnya kamu anak siapa?


Refan : ah tau ah!!


...****************...


Hari demi hari berganti, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti bintang eh enggak deh bercanda doang wkwk.


Semuanya berjalan dengan baik, harmonis dan sewajarnya. Sejauh ini tak ada masalah berarti yang menghampiri keluarga Refan dan Izza. Aman! Serba aman di segala aspek aset yang mereka miliki, mulai dari perusahaan, hotel, resto, cafe, aset warisan, hingga gangster. Semua aman terkendali!


Hingga suatu hari datang satu surat sebagai awal keburukan yang mungkin saja bisa menimpa Izza, Rz Corp, dan Black Diamond Girl. Kapan saja!


Tok tok


"Masuk!!"


"Lex?" panggil Andin. Izza mendongakkan pandangannya dari video call bersama Ardi.


"Apaan? Gue lagi kerja nih sama asisten." sahut Izza mengeryit.


"PAKET!!"


"ASIYAAAPPP!!!"


"Tereret tereret awwww!!"


"Ahahahahha engkol dong!"


"WOY WOY PADA KENAPA LU BERDUA?!!" teriak Ardi dari dalam sambungan telepon.


"Adik lo tolol nih Ar ahahaha setress berat si Andin nih!!" sahut Izza ngakak.


"Ndin si Glen masih bayik, lo jangan gila dulu oy!!" teriak Ardi. Andin segera berlari menuju samping Izza dan menatap kakaknya di monitor laptop.


"Abang ga usah mikirin nasib Glen, mending abang pikirin aja tuh nasibnya kak Filla. Digantung mulu! Kawinin cepet sebelum diembat orang." sahut Andin.


"Adek ga ada akhlak! Malah ngeledek lu." sembur Ardi. Andin dan Izza tertawa.


"Ululululuuuu bayi gede ngamuk awww atuttttt!!" cicit Andin sok ngeri.


"Tapi lo sekarang beneran setress woy kampret!!! Gila kek gini kecipratan setan dari mana lu?" tanya Ardi heran. Andin menunjuk kepala Izza di sampingnya, Izza mengeryit heran.


"Kecipratan bar-barnya bos gue lah bang haha." jawab Andin. Ardi tampak tertawa ngakak di seberang sana. Izza berdecak.


"Emang sialan lu kakak beradik!!" omel Izza kesal menatap wajah bahagia penuh puas dari dua orang kepercayaannya ini.


"Eh lo bilang tadi ada paket kan? Mana?" tanya Izza teringat sesuatu. Andin mengangguk lalu mengambil sebuah kotak kecil yang tadi ia letakan di meja dan di serahkan kepada Izza.


"Nih tadi gue dapet dari OB. Ada kurir yang nitipin di loby katanya." ucap Andin. Izza manggut-manggut sambil menimang isi kotak tersebut. Ringan!


"Oke thanks."


"Hm iya.


"Ar yang tadi udah kan ya?" tanya Izza. Ardi mengangguk.


"Udah, ini gue mau ada meeting dadakan sama OG Group. Udah dulu ya Lex, bye!!" ucap Ardi mengakhiri video call mereka. Izza mengangguk kemudian kini berganti Andin yang pamit undur diri karena ia masih ada setumpuk pekerjaan di meja nya.


Kini tinggal Izza seorang diri di ruangan megahnya, kalau kalian mencari dimana Darrel? Dia disuruh Izza ke perusahaan Refan untuk mengantarkan sesuatu. Izza bilang dia mager, makanya dia meminta Darrel yang datang.


Izza menimang kotak hitam itu. Agak mencurigakan! Tidak ada alamat pengirim, bahkan tidak ada alamat tujuan dan penerimanya.


"Kalo ini bom gimana ya?" tanya Izza yang entah mengapa jadi seperti bocil cemen yang belum terbiasa dengan bom dan semacamnya.


"Lah gue kan Izza? Ngapain takut pekara ginian doang? Kalo bom juga gue ngerti cara jinakin nya dikit-dikit."


"Wehheeeee leader Black Diamond Girl masa cemen?" ucap Izza langsung membuka bungkusan kotak misterius itu.


Dan jeng jeng jeng......


"Surat doang?" cicit Izza membolak-balikan permukaan surat itu, cuma satu lembar. Lelucon macam apa ini? Izza mulai membaca satu persatu rangkaian kata dalam secarik kertas itu. Satu alisnya terangkat aneh.


...Isi suratnya :...


...Dengan Mrs. Lexa?...


...Atau Leader Black Diamon Girl?...


...Pantas saja perusahaan anda begitu berkuasa di dunia bisnis dan anda tak pernah takut bersaing dengan siapapun. Rupanya itu karena anda punya kekuasaan dan dukungan penuh dari dunia bawah ya? Anda pasti sekarang bertanya-tanya tentang siapa saya yang telah berani mengirim pesan semacam ini bukan? Jawaban yang sudah sangat jalas! Saya adalah orang yang pernah anda hancurkan. Dan sekarang saya telah kembali dengan persiapan yang sangat-sangat matang, dari dunia atas maupun bawah!...


...Saya akan balas dendam atas semua penderitaan yang sama dapatkan setelah kalah dari anda, Queen Lexa!!...


"Dia pikir gue bakalan takut dan goyah gitu cuma karena ancaman ginian? Hah basi!!"


"Ya enggak mungkin lah!! Gue aja ga takut mati haha. Kata takut ga pernah ada sejarahnya di kamus hidup gue." monolog Izza tertawa remeh di ujung kalimatnya, tapi kemudian ia memasang raut wajah agak panik.


"Eh enggak jadi deh! Gue sekarang agak sedikit takut mati. Soalnya gue punya sesuatu yang masa depannya harus jelas dan cerah! Anak gue." sambung Izza lagi.


Izza mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit dengan lembut penuh kasih sayang.


"Sekarang kan ada nyawa baru di dalam tubuh gue. Janin ini, anak ini ada karena gue sama Refan. Dan dia punya hak untuk mendapatkan nafas kehidupan kan? Ah iya iya gue ga boleh ngawur lagi sekarang!! Gue harus jaga anak ini baik-baik, tanpa cacat dan kurang sedikitpun."


"Hmm kamu baik-baik di dalam perut mama ya sayang? Mama janji akan menjaga kamu dengan baik. Mama sama papa pasti akan selalu ada buat kamu sayang, meskipun mungkin suatu saat nanti nyawa mama dan papa yang harus jadi taruhannya. Its okay, asal kamu tetep baik-baik aja." janji Izza penuh janji. Tak akan ada pengingkaran untuk janji yang ia buat di atas kakinya sendiri.


Anaknya dan Refan harus aman! Janin itu adalah prioritas baru yang harus selalu di utamakan olehnya.


"Tapi ini dari perusahaan yang mana ya? Yang pernah gue singkirin kan banyak?" tanya Izza pada dirinya sendiri.


"Bang Genta? Orang ini bilang dia juga siap di dunia bawah? Apa BDG juga udah dapet teror ini ya?" tanya Izza lagi. Ia lalu meraih hp nya di meja dan berjalan mondar-mandir.


📞Calling Bang Genta....


Ilham : Halo cantikku!!


Izza : Dih? Gue nelpon bang Genta, yang jawab Bangsat. Eh- ups keceplosan jujur!!


Ilham : Yee sialan lu bos!


Izza : Ahahaha bercanda Ilham ganteng.... Mana bang Genta?


Ilham : Ke toilet.


Izza : Lah tumben Hp nya ga di bawa?


Ilham : Ngapain dibawa segala? Si abang mah sekarang udah ada Andin, tiap pulang juga udah dapet jatah tuh. Jadi udah ga perlu bantuan online youtube lagi haha.


Izza : Heh astaghfitullah!! Otak gue traveling bangs*t.


Ilham : Hahaha kalo gue pikir-pikir ternyata enak juga ya Refan udah nikahin elu Queen, Reza juga sama aja. Kalian udah tau nikmat surga dunia beuhh, gue masih tahun depan lagi ah lama amat.


Izza : Lo kebelet banget ya? Ahhahahaha goblok Ilham tolol.


Ilham : Astaghfirullah tau aja bos haha.


"Siapa Ham?" tanya suara berat dari kubu Ilham, pasti itu dari Genta.


"Queen nih bang, nyariin elu!" jawab Ilham menyerahkan benda pipih itu kepada abangnya.


Ilham : Gue mau kencan dulu Queen, bye!!


Izza : Hm hati-hati! Jangan ngulitin bocil di tepian jalan ya... Jiwa psikonya di pause dulu haha.


Ilham : Yee sialan lu!


Setelah Ilham benar-benar pergi, baru lah Genta memulai pertanyaannya.


Genta : Ada apa Queen? Pasti penting ya?


Izza : Iya nih bang ada yang mau gue tanyain.


Genta : Apaan tuh?


Izza : Sebelumnya, abang ini lagi dimana?


Genta : Markas, nemenin Ilham ngintrogasi orang.


Izza : Lah ga ke kantor?


Genta : Enggak, gue kasih kerjaan ke sekertaris. Gue pantau dari sini. Tadi mau nanya apa?


Izza : Ada semacam surat ancaman atau teror yang nyerang markas nggak?


Genta tampak mengeryitkan alisnya curiga, mungkin apa yang ia fikirkan kini sama dengan apa yang ada di dalam otak Izza.


Izza : Abang?


Genta : Kenapa tiba-tiba nanya gitu? Ada yang neror Rz Corp ya?


Izza : Ini baru aja datang suratnya.


Genta : Siapa yang ngasih?


Izza mengendikkan bahu.


Izza : Tadi kak Andin yang ngasih, katanya dia dapet dari OB.


Genta : Jangan bilang kalau pengirimnya bilang dia adalah orang yang udah pernah kalah dan hancur karena kamu?


Izza : Emang itu jawabannya!


Genta : Sial! Berarti ini emang-


Izza : Kenapa bang? Dia juga datengin markas ya?


Genta : Iya Queen, gue udah ngantongin dua nama yang paling mencurigakan dan mungkin. Kita bahas ini nanti pas ketemuan aja gimana?


Izza : Oke bang, jangan di telepon.


Genta : Nanti sore jam 4 di cafe Ampedan aja gimana?


Izza : Oke siap!!


Genta : Tapi nanti abang agak telat ga papa ya? Abang harus pulang dulu soalnya.


Izza : Lah ngapain?


"HALLO TANTE IZZA CANTIKKK!!!" pekik keras suara kecil menggemaskan yang tiba-tiba muncul dari bawah kepala Genta. Glen! Wajah tampan menggemaskan anak kecil itu tiba-tiba memenuhi layar video call Genta bersama Izza. Izza melambaikan tangannya dengan senyum lebar kepada anak keturunan Genta dan Andin itu.


Izza : Halo Glen, gantengnya tante!!


Glen tampak nyengir memperlihatkan gigi depannya yang rusak parah karena kebanyakan makan coklat dan permen manis. Genta mengacak gemas rambut putra semata wayangnya ini.


Genta : Nih nganterin si bocil pulang dulu, takut ketahuan sama mamanya.


Izza : Lah abang ngajakin Glen ke markas? Wah parah sih emang, masih kecil banget loh bang. Bahaya tau!!


Genta : Awalnya juga abang nolak! Tapi ini nih si Glen keras kepalanya udah nyaingin mamanya, kalo udah minta sesuatu harus diturutin saat itu juga.


Izza : Dan tanpa abang sadari, abang sendiri juga keras kepala dan susah dibilangin. Haha emang Glen itu kombinasi sempurna antara kalian sih, jadi super kepala batu gitu kan haha.


Genta : Yeee malah diketawain!!


Glen : Tante Izza tante Izza!!


Izza : Hmm apa sayang apaaa?


Glen : Glen kapan-kapan pengen dong main ke kantornya tante Izza. Bosen ah kalo ikut papa, ketemunya cuma sama om Ilham doang. Glen pengen banget ikut mama ke kantor biar bisa ketemu sama tante cantik!!


Oh lihatlah! Glen Alvaro, si bocil dua tahunan yang menggemaskan ini jadi sangat cerewet dan aktif sekali.


Izza : Iya sayang, Glen boleh kok ikut mama Andin kapanpun Glen mau. Tante juga kangen pengen ngajak Glen main.


Glen : Oke, nanti kalau mama sudah pulang kerja. Glen bicara ke mama ya tante?


Izza : Iya sayang!! Tante tunggu Glen di sini ya?


Glen : Siap bos!!


Izza : Bang ajak pulang gih! Sembarangan lu bawa Glen ke markas, markas bahaya kek gitu bukan tempat yang bagus buat Glen tau!!


Genta : Ssstttt iya nanti gue bawa Glen pulang. Tapi jangan ngomong kenceng-kenceng dong!! Nanti kalo Andin denger kan bahaya.


Izza : Lah? Kenapa? Paling kenceng juga Andin nanti cuma marah-marah ngamuk dikit.


Genta : Bukan masalah itunya.


Izza : Terus?


Genta : Ini kan malam jumat Queen!! Bisa ga dikasih jatah nanti kalau dia tau gue bawa Glen ke markas.


Izza : Ahahahaha mamp*s gue aduin lu bang!!


Genta : Heh jang-


Tut tut...


"Cowok-cowok pada kenapa si? Receh bet humor gue... Bang Genta sama Refan sama aja! Muka doang sangar, jabatan gangster doang yang serem, tapi kelemahannya cuma sebatas jatah malam doang haha." ucap Izza tertawa ngakak sampai ngik ngik.


Drtt drtt


📩Bigboss❤️


Ayanggg


Pulang aku jemput kan?


"Tuh kan panjang umur aja nih bucin gue."


📤Izzaalx


Jemput di Ampedan cafe aja ay.


Aku nanti mau ketemuan sm bg Genta.


📩Bigboss❤️


G sekalian aku antar aja?


📤Izzaalx


G usah, aku nanti jam 4.


Mending kamu selesain urusan kantor dulu.


Nanti jemput pas pulang aja.


📩Bigboss❤️


Ok sayang😘


📤Izzaalx


Mwahh😗😗


Read.


"Bucin terosssss!!" ledek Izza meledek dirinya sendiri.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰