IZZALASKA

IZZALASKA
14. Rusuh terosss!!



Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hingga tak terasa terlewati sudah satu lagi acara besar bagi keluarga Alexander dan keluarga Sanjaya. Ya! Dua hari yang lalu, Reza dan Ajeng telah resmi menjadi pasangan suami istri yang secara sah di akui oleh agama dan juga negara. Dengan begitu artinya hanya tinggal Izza saja yang masih single, dan menanti hari bahagianya bersama Refan 12 hari lagi. Semua persiapan untuk pernikahan Izza dan Refan sudah siap. Mulai dari fitting baju, Tempat pelaksanaan beserta dekorasi, Semua barang seserahan untuk Izza juga sudah di siapkan oleh Refan, serta tim WO terbaik yang telah Refan dan Izza pilih untuk acara bersejarah mereka.


"H-12 Arghhh lama banget!!" pekik Refan tak sabaran memeluk Izza. Kedua makhluk bucin itu sedang bersantai menikmati hari minggu libur kerja di sebuah taman yang bertaburan bunga di setiap sudut nya.


"Sabar astaghfirullah.... Ga ada dua minggu lagi kali ah." sahut Izza memutar bola mata nya malas.


"12 hari tuh kerasa lama banget tau ay!!" keluh Refan lagi. Izza mengelus punggung Refan agar tenang dan sabar.


"SABAR!!" ucap Izza tepat di telinga Refan.


"Aku tuh ya udah capek ay nabung dosa mulu nih mepet-mepet padahal belum halal kek gini, udah bosen. Sekarang pengennya kita buru-buru nikah, terus bisa nabung pahala deh pake acara sunah rosul tiap hari hihi." goda Refan menaik turunkan alis nya. Izza bergidik ngeri tiba-tiba, entah hal apa yang terlintas di fikiran nya sampai seperti itu.


"Dih kenapa? Mikirin apa hayoooo?" ledek Refan makin gencar menggoda Izza setelah melihat raut wajah nya yang jadi takut tapi makin menggemaskan itu. Izza menggeleng kaku.


"Enggak, ga papa! Ah kamu ishh yang di bahas ga bisa yang lain apa?" omel Izza menggerutu.


"Haha ya kan aku-"


drtt drtt


"Siapa tuh?" tanya Refan. Izza merogoh saku jaket crop yang sedang ia pakai.


"Mama."


📞Mama is calling.....


Izza : Hallo ma?


Mama : Hallo sayang, kamu dimana?


Izza : Lagi di taman kota nih sama Refan. Kenapa?


Mama : Kamu langsung ke rumah sakit ya sekarang, mama tunggu sama yang lain.


Izza : Loh siapa yang sakit? Mama ga papa kan?


"Kenapa ay?" tanya Refan ikutan panik karena Izza yang berjingkat bangun dari senderan nyaman nya. Izza belum menjawab, ia hanya meletakan jari telunjuknya di bibir.


Mama : Bukan mama, tapi kakak kamu Marsha.


Izza : Loh? Perasaan tadi baik-baik aja sebelum Izza pergi ma?


Mama : Ya kan tadi, sekarang mau lahiran.


Izza : WHAT?!!!!!


"Ay kenapa si hah?" tanya Refan jadi tak sabaran karena tingkah Izza ini.


Izza : Oke ma aku meluncur ke sana sekarang!!


Mama : Di rumah sakit kita ya.


Izza : Iya.


tut tut....


"Aaaaaa Repan!!" pekik Izza langsung memeluk cowok nya.


"Apa si? Kenapa?"


"Dapet ponakan baru lagi kita!!" cicit Izza kegirangan dan langsung berdiri.


"Hah?" tanya Refan cengoh dan masih belum connect.


"Kak Marsha mau lahiran! Udah yuk ke RA Hospital." ajak Izza merengek. Refan mengangguk dan langsung pergi menuju ke tempat yang mereka maksud. Fyi, RA Hospital adalah nama baru dari RtAx hospital yang dulu.


...****************...


"Untung aja kita ga jadi balik sekarang sayang!" ucap Beby pada suaminya, Rendy.


"Iya, kalo enggak ya kita ga ketemu ponakan baru deh." jawab Rendy.


"Max mau main sama dede nanti!!" seru Max bersemangat. Ricko tertawa mendengar ucapan cucu nya ini.


"Max sayang, adik nya ya belum bisa di ajak main dong. Max harus nunggu sampai beberapa bulan dulu!" ucap Ricko sambil berjongkok di hadapan cucu nya. Max tampak manyun.


"Yahhh kok gitu sih grandpa!!" gerutu Max cemberut. Ricko kemudian mencium pipi nya.


"Sekarang main nya sama aunty Izza sama Uncle Refan dulu kan udah enak, Max seneng kan? Nanti next time kalo Max ganteng ini pulang kesini lagi, baru deh adik baru nya bisa di ajak main." jelas Ricko lagi. Mendengar nama Izza dan Refan, anak kecil itu lalu teringat kalau tante dan om kesayangan nya itu tak ada di sini.


"Sekarang aunty sama uncle di mana?" tanya Max.


"Sedang perjalanan menuju kemari sayang, tunggu dulu ya!" celetuk Ralita. Max mengangguk.


"Iya grandma!"


"Reza tidak beruntung, baru aja honey moon lah udah ketinggalan breaking news aja dia." celetuk Rendy.


"Iya juga, padahal dia udah nunggu keponakan baru nya lahir sejak seminggu sebelum dia nikah." jawab Ralita. Reza dan Ajeng memang baru saja berangkat honey moon kemarin siang ke Bali, tempat pilihan Ajeng.


"Ck ck kasian sekali every body!!" celetuk Izza yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


"Aunty!!!" pekik Max yang langsung berlari menuju Izza dan Refan yang berjalan mendekat.


"Hallo sayangnya Aunty!" sapa Izza saat Max sudah berada di depan nya.


"Sini uncle gendong!" ucap Refan mengulurkan kedua tangan nya. Langsung saja Max melompat ke gendongan Refan.


"Udah gede masih aja minta gendong." ledek Rendy. Rendy memang sudah jarang menggendong Max karena menurutnya, Max sudah cukup besar dan harus mulai mandiri. Bagaimanapun juga dia adalah cucu pertama dan harus jadi paling bertanggungjawab untuk adik-adik nya dari Rayhan, Reza dan Izza kelak. Definisi Max pas kecil di sayang-sayang, pas udah gede harus mikul beban.


"Wleee uncle Refan kan sayang sama Max!! Iya kan uncle?" balas Max memeletkani lidah nya kepada sang daddy. Rendy hanya geleng-geleng kepala.


"Wohooo Assalamualaikum!!" pekik suara berat dari arah belakang. Semua orang menoleh karena tak asing dengan suara itu.


"Kak Dimas, kak Ivan?" panggil Izza. Dimas mendekat lalu menyalimi tangan Ralita dan Ricko bergantian dengan Ivan.


"Hallo cantik nya Alexander!" sapa Dimas yang asal jeplak langsung memeluk Izza. Dan membuat pawang nya Izza langsung mendelik tajam.


"Dim, kalo tulang lo ilang satu jangan salahin gue ya?" omel Refan galak. Dimas tertawa lalu melepaskan pelukan nya.


"Ngambek mulu lu... Gua udah ada istri Fan woi!" balas Dimas dengan wajah tak berdosa nya.


"Lo dapet laki posesif gini darimana sih?" tanya Dimas pada Izza.


"Nemu pas ada acara lelang kak." jawab Izza dengan polos nya. Dimas tertawa kecil. Merasa di tatap tajam oleh Refan, Izza lalu nyengir.


"Hehe becanda sayang!" pekik Izza mengacungkan dua jari peace nya.


"Kok lo sama dimas bisa tau Van?" tanya Refan pada Ivan yang ada di sebelah nya. Ivan mengangguk.


"Dikasih tau sama Rayhan." jawab Ivan.


"Lah kok bisa bang Rey megang hp?" tanya Izza heran.


"Ya bisa lah, gue Ivan sama Rey udah bikin janji nih kalo datang keturunan baru di geng trio tampan, kita-kita harus dateng dong! Biar anaknya kalo cowok, bisa seganteng gue." jawab Dimas ngawur. Izza memutar bola mata nya malas.


"Ck. Trio tampan? Trio trouble maker tuh yang ada." celetuk Refan membenarkan.


"Heh ga ngaca? Lu juga sama aja kodok!" ketus Dimas.


"Wisata masa lalu." jawab Refan enteng.


"Amit-amit jabang bayi! jangan sampek ponakan gue gesrek kek elu." ucap Izza menunjuk Dimas. Dimas menggeleng kuat.


"No gesrek, but kalo ganteng yes!" elak Dimas menyanggah.


"Gue doain, Deon nanti gede nya enggak gesrek otak kek bapak nya ya! Aamiin." ucap Izza sambil menepuk-nepuk pundak Dimas. Dimas sudah punya seorang anak laki-laki satu bulan yang lalu. Sebelum Rayhan dan Marsha, Dimas lebih dulu menikah bersama salah satu teman SMA nya yang menjadi asisten Dimas di kantor. dan kemudian dua bulan setelah Rayhan, Ivan nyusul nikah bersama teman kuliah nya di Singapore yang juga berasal dari jakarta.


"Yang penting bapak nya handsome!" ucap Dimas bangga.


"Huekk najis!" ledek Refan sok muntah.


"Om Dimas kepedean!!" celetuk Max menatap heran ke arah Dimas. Refan tergelak mendengar kejujuran Max.


"Nih Dim dengerin! Anak kecil mah jujur, ga pernah bohong. Kalo dia bilang lo jelek, berarti lo emang jelek." ledek Refan.


"Yee Max gitu amat sama om.... Enggak anaknya, enggak bapaknya sama aja! Terlalu jujur anying." gerutu Dimas.


"Dim gue bisa denger!" celetuk Rendy bersidekap dada. Dimas nyengir.


kriett


"Dokter gimana dok?" pekik Ralita langsung ketika pintu kamar terbuka. Dokter itu mengangguk.


"lahirannya berjalan lancar Bu Ralita, selamat ya. Anda mendapatkan cucu laki-laki lagi!" ucap dokter itu lalu berjabat tangan dengan Ralita.


"Alhamdulillah. Terimakasih dokter Lisa!"


"Baik, kalau begitu saja undur diri terlebih dahulu. Kami akan memindahkan pasien dan bayi pasien ke ruang rawat inap terlebih dahulu. Setelah itu pasien baru bisa di jenguk." pamit dokter Lisa di angguki oleh Ralita.


"Wah wah kek nya gue emang udah di takdirin buat jadi generasi keturunan tercantik deh. Dapet baby boy lagi dong!!" celetuk Izza geleng-geleng.


"Iya emang cantik banget lu, sayang banget cantik-cantik gini nikahnya nggak sama gue." celetuk Dimas ngawur. Refan memutar bola mata nya malas.


"Gue aduin ke Angel mamp*s lu Dim!" gerutu Ivan kesal sendiri.


"Feeling mama, Reza nanti juga bakal dapet baby boy lagi." ucap Ralita manggut-manggut.


"Dih mama kok jadi sok paranormal gini?" tanya Ricko heran. Ralita manggut-manggut.


"Justru Izza yang bakal ngasih kita cucu perempuan. Mama yakin sama teori ini 98%." ucap Ralita tampak serius.


"Loh kok jadi Izza sih?" tanya Izza heran.


"Karena kamu satu-satunya keturunan kita yang berjenis kelamin perempuan sayang... Jadi presentasi kamu punya anak perempuan itu lebih besar dari Reza dan abang-abangmu!" jawab Ralita logis.


"Iya juga sih ay, tante mama bener juga." sahut Refan manggut-manggut setuju.


"Lah tapi aku maunya baby boy juga." jawab Izza mengeryitkan alis.


"Lah tapi aku pengen baby girl ay." sahut Refan dengan satu alis terangkat.


"Cowok!" ketus Izza.


"Cewek aja, mama papa udah kebanyakan cucu cowok." bantah Refan.


"Enggak mau! Orang aku pengen nya cowok." tolak Izza masih kekeuh. semua perhatian kini mengarah pada Refan dan Izza yang asyik berdebat soal keinginan memiliki anak dengan jenis kelamin yang saling berseberangan. Aneh! Nikah aja belum, udah bingung mau punya anak cewek atau cowok.


"Ya udah kalo gitu kita punya dua aja, biar ga rebutan. Deal?" pungkas Refan. Izza menggeleng.


"Enggak! Aku ga mau ngelahirin banyak-banyak. Sakit tau!" tolak Izza mentah-mentah.


"Lah kok gitu ay?"


"Ya kan-"


"HEH ssstttt malah berantem! Cewek atau cowok itu sama aja, Refan Izza!!" omel Ricko menengahi kedua putra putri nya yang heboh sendiri itu.


"Tapi kalo bisa cewek dong sayang... Mama kan juga pengen punya cucu cewek, yakin deh pasti nanti anak kamu cantik kayak omma nya." ucap Ralita malah request. Ricko melirik istrinya dengan tatapan kesal. Baru saja ia melerai, eh istrinya malah kembali menyulut api perbedaan keinginan itu.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰