IZZALASKA

IZZALASKA
45. Hope!



"Fan Refan!!" panggil Leon heboh. Lelaki itu baru saja pulang ke Indonesia semalam, tujuannya adalah untuk Blood Wolf. Refan dan Rafael sepakat untuk mengirim Leon kembali ke Indonesia sementara waktu untuk urusan ganster karena Kevin sudah sangat disibukkan oleh Refan di RnAs Corp.


David sekarang sudah mulai mewajibkan Refan untuk mengambil alih Dirgantara Group. David merasa kalau Refan sudah mampu mengelola perusahaan pusat, sementara Rafael sendiri juga masih menghandle cabangnya di New York. Karena pewarisan saham milik Refan lebih banyak dari pada Rafael, jadi Refan yang dinilai berhak mengelola Dirgantara Group.


Bukan tanpa persetujuan semua pihak ya! Baik Rafael, Refan dan Alice sudah sama-sama setuju dengan pembagian harta warisan Dirgantara. Dirgantara Group jatuh ke tangan Refan sebanyak 80% karena memang Refan yang selama ini membantu David, sedangkan sisanya untuk Rafael sebanyak 20% saham. Sebaliknya, di Dgr Corp (perusahaan milik Dirgantara di New York yang kiniu sudah hampir sama besarnya dengan Dirgantara Group) Rafael adalah pemegang saham terbesar sebanyak 80% karena ia adalah pengelola tunggal sejak perusahaan itu didirikan oleh David, sedangkan sisa 20% nya adalah milik Refan.


Dan keputusan ini sudah mereka setujui bersama tanpa konflik ataupun protes sedikitpun.


"Apaan si? Berisik amat!!" semprot Refan kesal. Leon menunjukkan tangannya yang memegang secarik kertas.


"Hosh hosh d-dari Bloody Dragon!"


"Bawa sini cepet!" ucap Refan menyuruh Leon mendekat. Setelah mendapatkan kertas itu, ia pun membukanya. Bermaksud hendak membaca isinya tapi gagal karena kemunculan salah satu anak buah.


"Permisi bos, pak Jimmy sudah datang." ucap anak buah itu sopan, kebetulan pintunya memang masih terbuka lebar karena Ilham lupa menutupnya tadi.


"Dimana dia?"


"Sudah menunggu di ruang utama bos!" jawabnya lagi. Refan mengangguk.


"Oke, saya ke sana sekarang! Yon, lu simpen dulu nih kertas." ucap Refan melipat kembali kertas surat itu dan mengulurkannya pada Leon.


Leon mengeryit.


"Why me?"


"Ga usah sok inggris lu! Gue takut kelupaan, lo ingetin gue lagi nanti setelah meeting sama pak Jimmy. Udah nih buruan masukin jaket!! Dan lo ikut gue nemuin klien kita." suruh Refan tak sabaran. Leon pun manggut-manggut lalu menyimpan kembali surat dari Bloody Dragon itu ke dalam saku jaketnya.


"Btw, gue emang bule blasteran ya Fan. Catet!" ucap Leon sambil berjalan beriringan dengan Refan. Refan memutar bola matanya malas.


"Hm serah!"


...****************...


"Hoamm gue ngantuk banget ya hari ini? Perasaan semalem tidur udah dari jam 9 deh." lirih Izza menguap. Ia berbicara dengan dirinya sendiri. Menepuk-nepuk pipinya agar kesadarannya kembal. Matanya hampir saja terpejam kalau saja pintu tak segera terketuk dari luar.


Tok tok tok


"Masuk!!" teriak Izza. Andin menyembul dari balik pintu.


"Misi bu besar Lexa yang cantik, ada-"


"Glen udah sampek kah?" tanya Izza dengan mata yang sudah membulat sempurna. Semangat 45 nya seperti dibakar kembali saat menyebut nama Glen. Memang rencananya, Glen akan dibawa ke kantor ini oleh Genta.


Genta memiliki suatu urusan penting dengan Izza, mengenai gangster. Dan Izza meminta Genta agar membawa serta Glen, karena Izza sudah lama sekali tak bertemu langsung dengan bocil tampan menggemaskan yang lengket dengannya itu.


"Haiss bukan! Glen masih di kantor papanya, ada tamu lain." jawab Andin menggeleng. Izza menghela nafas panjang, lunturlah semangatnya tadi.


"Siapa? Bukannya gue udah minta buat kosongin jadwal meeting ya?" tanya Izza heran. Andin mengangguk-angguk.


"Ya terus?"


"Bukan tamu sebagai klien meeting, tapi tamu sebagai mantan kating anda bos." jawab Andin lagi. Izza mengeryit, mulai paham. Hanya ada satu orang katingnya di kampus dulu yang masih dekat dan berhubungan dengannya hingga sekarang. Abimana!


"Kak Abi?" tanya Izza. Andin mengangguk.


"Ya udah suruh masuk aja!"


"Oke bentar!" jawab Andin keluar ruangan untuk mengizinkan Abimana masuk, dan tak berapa lama pun laki-laki berkemeja hitam itu masuk.


"Selamat siang, nona Lexa?" panggil Abimana, Izza mendongak. Mengalihkan perhatiannya dari Hp.


"Berhubung kita ga lagi meeting, jadi panggil Izza aja kak." sahut Izza santai. Abimana mengangguk kecil.


"Boleh pake Izza nih? Kan ini di lingkup kantor?" tanya Abimana lagi. Izza mengangguk-angguk cepat.


"Ya bolehlah! Ya emang di kantor sih, tapi statusnya kan beda. Biasanya sebagai klien, kalo sekarang mah sebagai mantan kating yang menjelma jadi sahabat sekaligus partner kerja haha." jawab Izza terkekeh di akhir kalimatnya. Mereka berdua memang sudah dekat dan biasa berinteraksi sejak zaman kuliah. Ralat! Bukan cuma berdua, ada Reza juga. Jadi bertiga!


Sebenarnya Abimana sudah mengetahui hubungan Izza dan Refan sejak dulu, karena pertama kali belajar bersama dengan si kembar waktu itu mereka sudah bisa saling terbuka dan menceritakan hal-hal kecil termasuk hubungan masing-masing. Saat itu Abimana sampai memutuskan hubungan dengan kekasihnya di kampus karena ia tau kalau hatinya telah berpindah tempat kepada Izza, meskipun Abimana juga tau kalau Izza tak akan mudah untuk didapatkan.


Dan benar saja! Bahkan hingga tiga tahun penantian, Abimana tak kunjung bisa merebut hati seorang Refiandra Izza Alexander. Sepertinya memang ia hanya diberi keberuntungan oleh tuhan untuk mendapatkan Izza sebagai sahabatnya, bukan sebagai pendamping!


Entah apa yang terjadi hingga semenjak Abimana mengenal sosok sempurna Izza, ia belum pernah jatuh hati ke lain orang selain Izza sendiri. Bahkan tak peduli Izza sudah menikah dan akan segera memiliki anak, Abimana masih tetap mencintai Izza dalam diam tanpa diketahui oleh siapapun. Karena memang prinsip kokoh Abimana adalah untuk bisa melihat Izza (orang yang ia cintai) selalu bahagia meskipun bahagia itu bukan karenanya.


Dan hingga sampai di titik ini, hari ini. Mungkin ini adalah titik tertinggi dari seorang Abimana dalam mencintai dan merelakan cinta lamanya, kenyataan bahwa dirinya akan segera menikah dengan seorang gadis pilihan orang tuanya membuat Abimana mau tak mau benar-benar harus berusaha ekstra untuk melupakan Izza atau minimal, berhenti mencintai wanita itu.


Abimana tak menyebut ini pernikahan atas dasar cinta, melainkan hanya pernikahan karena bisnis semata.


"Mau tetep berdiri aja kah? Ga capek kak?" tanya Izza menyadarkan Abimana dari lamunannya. Abimana lumayan gugup, kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Izza.


"Sampek kelupaan Za." jawab Abimana terkekeh untuk menutupi kegugupannya. Izza geleng-geleng kepala.


"Bisa-bisanya kelupaan duduk." cibir Izza.


"Btw ada apaan kak? Tumben ke sini bukan karena meeting. Tuan muda Abimana Rixandro ini kan terkenal sibuk dan full jadwal nih!" tanya Izza setengah meledek. Abimana memutar bola matanya jengah.


"Ga usah mulai lagi!! Ga ngaca mbaknya? Nona Lexa sendiri juga orang sibuk kan?" sahut Abimana membalikkan keadaan. Izza tertawa.


'Arghh udah Abi udah! Jangan bikin dia ketawa lagi, atau lo bakal makin susah ngelupain dia.' jerit Abimana dalam hatinya. Menarik nafas dalam-dalam untuk menetralkan semuanya kembali.


"Ahahaha bisa aja kak Abi ishh... Udah buruan to the point, ada apaan? Nanti keburu keponakan gue nyampek sini jadi berabe loh." tanya Izza mulai serius. Yang dimaksud keponakan olehnya adalah Glen Alvaro.


"Gue mau ngasih ini." ucap Abimana menyerahkan sebuah amplop besar berwarna hijau putih yang ia ambil dari dalam saku jas dalam. Kertasnya lumayan tebal dan penuh warna serta lekukan. Sudah bisa ditebak apa benda itu!


Undangan weeding.


Izza mengulurkan tangan untuk menerima undangan itu. Tak lama setelahnya, senyum manisnya yang menambah kecantikan wajahnya pun terbit.


"Kak Abi married?" tanya Izza antusias. Abi mengangguk samar, rasanya masih belum rela mengiyakan pernikahan yang sebenarnya bukan menjadi keinginan hatinya.


"Waaahhh aaaa congrast kak Abi yang super baik!! Ah gue jadi penasaran siapa sih cewek yang beruntung ini? Pasti dia hoki nih. Bisa dapetin perhatian dan cinta dari seorang Abimana Rixandro! Mmm sekali lagi selamat ya kak." seru Izza heboh dan tak sadar diri. Bisa-bisanya di taksir selama tiga tahun, dan tak peka sama sekali.


'Andai aja lo tau Za, perhatian dan cinta ini cuma buat lo! Dari dulu sampai sekarang, tapi kalo misal lo tau yang sebenernya apa kita bisa kenal dan berteman sedekat ini? Apa lo masih mau kenal sama gue ya? Ah yang pasti Refan bakal makin ga suka sama gue dan menentang keras pertemanan kita.' batin Abimana kecut.


Abimana tau, kalau memang dari dulu Refan tak menyukainya meskipun Refan juga tak pernah mengatakannya secara terang-terangan. Tapi sebagai sesama laki-laki, Abimana bisa sedikit membaca gerak tubuh Refan yang sangat tidak nyaman dengan pertemanan istrinya dan Abimana ini.


"Ya gitu deh."


"Dua minggu lagi nih?" tanya Izza menyimak undangannya. Abimana mengangguk.


"Pastiin lo dateng sama Refan ya, gue tunggu kedatangan lo sama Reza di sana!" jawab Abimana. Izza manggut-manggut.


"Oke, gue pasti bakal datang lah ke launching perdana kalian haha." sahut Izza terkekeh.


"Gue salut sama lo kak!" sambung Izza lagi. Abimana mengeryit.


"Salut gimana?"


"Diam jadi bujang sendirian, bergerak langsung naik pelaminan ahahaha." jawab Izza tertawa meledek. Abimana tertawa dengan terpaksa, balas meledek Izza.


"Haha garing!" ucapnya kehilangan tawa palsu. Izza justru makin ngakak.


"Ntar lo bikin anak cewek aja kak, ya siapa tau nanti anak gadis lo jodoh sama anak gue yang cowok. Pasti lucu dan seru deh kalo kita jadi besan di masa depan. Asik ga tuh?" tanya Izza menaik turunkan alis. Sebenarnya ini hanya jokes, tapi ada baiknya juga sih.


"Aamiin dulu, siapa tau beneran takdir haha." jawab Abimana menyetujui jokes ini. Mereka berdua kemudian bertos ria.


"Aamiin 100 kali!!" seru Izza.


Dan sejak saat inilah, lahir sebuah harapan baru bagi seorang Abimana Rixandro.


'Karena aku ga bisa dapetin kamu sebagai ibu dari anak-anakku, semoga suatu hari nanti aku bisa dapetin kamu sebagai ibu mertua dari anak-anakku. Meskipun kita ga ditakdirkan berjodoh, bukan berarti anak kita suatu hari nanti ga bisa kan?' batin Abimana yakin dalam hatinya.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA KAK🥰🥰