
Semua orang membutuhkan penghargaan atau di hargai oleh orang lain namun yang jadi masalah nya pantas kah mendapat penghargaan bila diri sendiri tidak bisa menghargai diri kita, Sebab segala hal akan kembali kepada diri kita bagaikan sebuah bumerang, Jadi kata kunci nya adalah bila kita ingin di hargai maka hargai diri sendiri terlebih dahulu.
Begitu juga dengan sikap Robin yang selama ini tidak bisa menghargai siapa pun namun diri nya selalu ingin mendapatkan penghargaan dari orang lain hingga diri nya mengorbankan siapa pun agar mendapat pengakuan dan penghargaan dari orang lain namun apa yang di dapat kan dari sikap nya itu bukan lain penghinaan dan di remehkan oleh banyak orang.
Kali ini Robert, Ine dan Mikael sudah benar - benar hilang kesabaran menyaksikan kematian Rebecca yang begitu tragis tepat di hadapan mereka, Sedangkan saat itu yang berada di dalam ruangan presiden ada Robin, Alonso dan Mikael maka Robin dengan menganggap remeh Mikael yang sudah marah besar di hadapan nya.
" Anak kecil lebih baik kamu pulang sebelum pikiran ku berubah dan kata kan kepada Ayah dan Ibu mu bahwa aku menunggu mereka di sini,"
Ucap Robin diiringi senyum picik kepada Mikael.
" Benar yang di ucap kan Paman mu, Lebih baik kamu pulang sebelum kita berdua berubah pikiran,"
Imbuh Alonso dengan nada sinis.
" Jangan harap aku mundur dengan gertakan kalian sebelum aku remuk kan tulang kalian!"
Jawab Mikael dengan nada geram.
" Seperti nya keponakan mu ini keras kepala susah di ajak bicara baik - baik Robin!"
Ucap Alonso sambil melirik ke arah Robin.
Saat itu Robin hanya membalas nya dengan senyum sinis dan melangkah mendekat ke arah Mikael yang sudah siap menerkam siapa pun di hadapan nya dengan mata yang merah, kuku cakar yang tajam dan taring yang runcing sudah siap untuk mencabik - cabik lawan di hadapan nya, Saat itu Robert dan Ine berlari menerobos masuk kedalam gedung istana negara untuk mencari ruangan di mana Robin, Alonso dan Mikael berada dengan tatapan penuh amarah dan dendam.
" Sayang di mana ruangan presiden?"
Tanya Ine dengan wujud srigala buas melangkah menyusuri lorong yang sudah kosong.
" Di ujung lorong ini belok ke kiri sayang,"
Jawab Robert yang juga berwujud srigala buas melangkah di samping Ine.
" Baik lah kita harus segera menemukan mereka dan jangan sampai mereka lolos lagi,"
Ucap Ine sambil berlari menuju ujung lorong.
Saat itu Robert pun berlari mengikuti langkah Ine dari belakang dan sudah bulat tekad nya untuk melenyapkan Robin dan Alonso yang sudah membuat kerusahan yang sangat fatal kali ini bahkan karena ulah yang mereka lakukan negara mengalami kerugian yang cukup besar dengan hancur nya pusat perdagangan.
Di sisi lain Mikael sedang menghajar Robin dan Alonso bergantian tanpa ampun hingga seisi ruangan itu hancur terkena pukulan, tendangan dan hempasan dari tubuh mereka bergantian hingga akhir nya tubuh Alonso terhempas keluar dari ruangan itu dan jatuh tepat di hadapan Ine yang awal nya akan masuk ke ruangan presiden.
" Ternyata bukan aku yang menghampiri mu tapi kamu sendiri yang mendatangi maut mu!"
Ucap Ine dengan nada geram.
" Sayang kamu bisa kan mengatasi mahkluk bebal ini sendirian?"
Tanya Robert sambil berjalan mengitari tubuh Alonso yang tersungkur di lantai.
" Pergi lah dan bantu Mikael untuk menghabisi Robin."
Jawab Ine dengan sorot mata tajam kepada Alonso.
Kemudian Robert pun berlari menuju ruang presiden yang di sana ada Robin dan Mikael yang yang sedang bertarung hingga titik darah penghabisan, Setiba nya Robert di depan pintu ruang presiden menyaksikan Mikael menghajar Robin tanpa ampun dan saat itu Robert hanya diam menyaksikan apa yang di lakukan Mikael kepada Robin tanpa melerai sedikit pun.
Sedangkan di lorong ruangan gedung istana negara ada Ine dan Alonso yang sedang bertarung dengan niatan sama - sama ingin menghabisi dan pasti nya Alonso berfikir sangat mudah untuk menghabisi Ine yang berwujud srigala wanita sedang berdiri di hadapan nya.
Dengan penuh amarah Ine melemparkan tubuh Alonso ke sebuah mobil yang sedang terbakar di depan gedung sontak lah terdengar ledakan yang sangat keras dari arah mobil yang terbakar dan bersamaan dengan ledakan itu maka tubuh Alonso pun ikut meledak dan saat menyaksikan hal itu Ine merasa lega sebab sudah melenyapkan Alonso sekarang hanya tertinggal Robin.
" Robert apakah kamu tidak menaruh belas kasih kepada ku adik kandung mu?"
Ucap Robin yang leher nya sudah di kunci oleh lengan Mikael yang berdiri di belakang nya.
" Minta lah belas kasih kepada Tuhan Robin, Selama ini aku sudah banyak memberi mu kesempatan untuk kembali kejalan kebenaran tapi kamu sendiri mengabaikan nya!"
Jawab Robert dengan tatapan dan nada geram.
" Robert ingat lah bahwa kita bersaudara apakah seperti ini sikap mu kepada adik kandung mu, Ayah dan Ibu pasti tidak akan memaafkan mu Robert!"
Ucap Robin yang berusaha melepaskan diri dari Mikael.
" Ayah dan Ibu lebih baik tidak memiliki putra seperti mu Robin dan apakah kamu lupa bahwa Ayah dan Ibu meregang nyawa di tangan mu begitu juga dengan anak dan istri ku saat itu, Jadi mungkin ini lah jalan mu agar bertaubat Robin,"
Jawab Robert sambil meneteskan air mata nya menyaksikan Robin adik nya di ambang maut.
Saat itu Ine setelah melemparkan tubuh Alonso ke mobil hingga meledak lalu diri nya berlari menuju di mana Robert berada sebab Ine sangat yakin pasti Mikael akan di larang Robert untuk menghabisi Robin adik kesayangan nya itu sebab Ine sangat hafal bagaimana watak suami nya yang pengampun dan penuh cinta kasih, Pikir Ine sambil berjalan pelan mendekati Robert yang berdiri di sisi pintu.
Pasti Robert menghalangi Mikael untuk menghabisi Robin sebab selama ini Robert selalu memiliki keyakinan bahwa suatu saat Robin bisa berubah dan menjadi pelaku firman Tuhan namun aku lebih yakin kalau Robin akan berubah saat sudah terpisah kepala nya dari tubuh nya!
Bergumam lah dalam hati Ine sambil berjalan mendekati Robert yang saat itu sedang menangis mengenang semua yang sudah di lakukan oleh Robin selama ini dan saat itu Mikael semakin geram kepada Robin yang sedang berpura - pura memelas kepada Robert dengan harapan mendapat pengampunan.
" DENGAR KAN MAHKLUK LAKNAT SIMPAN SAJA DRAMA MU UNTUK DI NERAKA DAN LEBIH BAIK KEPALA MU KU LEPAS DARI TUBUH MU AGAR HANYA KEPALA MU YANG MASUK KEDALAM NERAKA!"
Teriak Mikael sambil memisahkan kepala Robin dari badan nya.
Setelah menyaksikan kematian Robin yang tragis lalu Robert dan Ine serta Mikael kembali ke wujud manusia tidak lama kemudian hadir lah di ruangan itu Ayah, Ibu, Mateow, Ina dan Scudetto menyaksikan kematian Robin dengan kepala terpisah dari tubuh nya dan mereka semua tersenyum lega sebab semua sudah berakhir dengan kematian Robin.
Masyarakat dan negara bisa kembali tenang dalam menjalani hidup tanpa ada rasa khawatir dan ketakutan karena muncul nya monster yang sangat meresahkan beberapa tahun yang lalu, Dengan tangisan bahagia Robert, Ine dan Mikael saling berpelukan sebab semua sudah berakhir.
" Semua sudah berakhir sayang, Kita berhasil menghancurkan mereka semua sayang,"
Ucap Ine sambil memeluk erat tubuh Robert.
" Benar sayang kita sudah bisa tenang sekarang menjalani hidup,"
Jawab Robert sambil memeluk Ine dan Mikael sambil menangis bahagia.
" Ayah mari kita ke atas menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka sekarang sudah bisa hidup tenang,"
Ucap Mikael sambil tersenyum sambil menyerahkan kepala Robin kepada Robert.
Dengan tersenyum bahagia Robert memegang kepala Robin yang berwujud monster itu dan membawa nya ke atas atap gedung istana negara dengan tangan kanan memegang bendera negara tersebut sedangkan tangan kiri nya memegang kepala monster Robin, Saat itu Robert setiba nya di atas atap gedung berteriak sekuat tenaga sambil mengangkat kedua tangan nya.
Kejadian itu langsung di abadi kan oleh semua stasiun televisi yang sedang meliput melalui helikopter yang sedang mengitari gedung istana negara, Seketika seluruh masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut di layar televisi turut bersorak sorai merayakan kemenangan kawanan srigala buas yang mampu melenyapkan gerombolan monster.
Lalu apakah langkah selanjutnya yang akan di lakukan oleh Robert, Ine dan Mikael apakah mereka akan menetap di pusat kota dengan profesi Robert sebagai militer dan Ine mengembangkan usaha toko kue nya sedangkan Mikael akan melanjutkan usaha cafe milik Ronald atau kah mereka memilih mencari ketenangan dan membuka lembar baru.
Untuk mengetahui jawaban nya jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di I'M A WOLF MAN juga jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.