
Pasti kita semua sering mendengar istilah mulut mu harimau mu tapi sesungguhnya istilah itu bisa kita ganti atau kita rubah menjadi mulut mu adalah berkat mu bila saja kita mau merubah cara dan sudut pandang kita dalam menyikapi sebuah masalah yang sedang kita alami dan kita bisa menyaring setiap perkataan atau pendapat yang masuk kedalam diri kita.
Seperti saat ini yang terjadi kepada Robert, Ronald, Rebecca dan Ine yang berada dalam tubuh Ina saudara kembar nya, Mereka berempat sedang menyaksikan pertarungan antara kedua monster yang memiliki kekuatan tidak seimbang dan dalam kondisi seperti ini mereka berempat tidak bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan sebab akan banyak jatuh korban yang tidak jelas untuk apa korban hingga berjatuhan.
Di sisi lain ada wakil presiden yang sedang memutar otak untuk mencari keuntungan di balik konflik yang sedang terjadi di negara tersebut, Sejak wakil presiden mengetahui kegagalan ajudan George di situ diri nya semakin keras hati ingin membasmi para monster dan kawanan srigala yang di anggap nya sebagai pemberontak negara juga dan berniat akan menggulingkan pemerintahan.
Dengan nada lantang wakil presiden memerintahkan para pasukan militer untuk membuat gabungan untuk menyerang wilayah perbatasan barat dan wilayah utara yang sedang terjadi konflik, Wakil presiden dengan izin dari presiden memerintahkan penyerangan kepada mereka para monster melalui berbagai penjuru dan jangan ada yang sampai terlewat satu pun.
Sebab bagi nya bila ada yang masih tersisa maka hal itu akan membahayakan bagi negara dan utama nya masyarakat dengan ada nya informasi yang beredar di televisi banyak masyarakat yang menentang pemerintah yang menyatakan bahwa sesungguhnya kawanan srigala tersebut adalah monster yang berbahaya bagi negara.
Saat itu para kawanan srigala buas mundur dan menuju ke sebuah bukit untuk menyaksikan pertarungan antara monster kepala srigala bertubuh gorila dan monster yang di pimpin Robin yang sedang berlangsung sengit, Sebenar nya Robert ingin membantu Robin namun di tahan oleh Ine dan Ronald.
" Untuk apa kamu membantu Robin sedangkan nyawa kedua orang tua dan istri mu melayang di buat nya,"
Ucap Ine sambil berdiri di hadapan Robert yang hendak melangkah.
" Benar Robert kesampingkan dahulu rasa belas kasih mu itu dan ingat dia sekarang bukan lah saudara mu melainkan seekor monster yang biadab,"
Imbuh Ronald yang berdiri di sisi Ine.
" Iya aku paham maksud kalian,"
Jawab Robert sambil membalikkan tubuh nya dan berlari menuju sebuah bukit.
Saat mereka semua kawanan srigala buas menyaksikan pertarungan yang begitu sengit tiba - tiba datang lah pasukan militer dari berbagai penjuru untuk menghujani kawanan srigala buas dengan timah panas sedangkan dari udara mereka juga di serang oleh pasukan militer udara pasti nya hal itu memancing emosi Scudetto yang melihat beberapa pasukan nya terluka terkena timah panas oleh pasukan militer.
Kondisi semakin tidak kondusif dan para kawanan srigala buas menyerang anggota militer yang melalui darat dan udara dengan di pimpin Scudetto yang berubah semakin ganas saat itu, Sedangkan Robert bingung bagaimana cara melerai mereka agar tidak semakin banyak korban jiwa sebab saat ini kekuatan para srigala semakin kuat dan mereka tidak akan mati dengan mudah dan yang terjadi para anggota militer yang akan habis oleh kawanan srigala buas.
" Ada apa ini mengapa mereka menyerang kita!"
Ucap Rebecca dengan nada panik melumpuhkan para militer.
" Pasti ini ada informasi yang tidak benar atau kah mereka berfikir kita juga monster?"
Tanya Ronald sambil memukul mundur para militer.
" Robert lekas cari siapa pemimpin militer ini dan suruh mereka hentikan penyerangan!"
Ucap Rebecca sambil terus memukul mundur para pasukan militer.
" Sudah tidak waras otak mereka, Memancing emosi putra ku saja!"
Ucap Ine sambil memukul para militer dan mencoba mendekati Scudetto yang semakin brutal.
Saat itu Robert berlari menghampiri sebuah mobil militer yang di yakini pimpinan dalam penyerangan tersebut dengan niatan untuk membicarakan bahwa mereka salah sasaran dan meminta untuk menarik mundur para pasukan militer dari darat mau pun udara namun di saat Robert berlari menuju mobil tersebut dihujani timah panas dari berbagai arah hingga tumbang lah Robert.
Saat itu Ine dan Scudetto melihat kejadian yang tengah menimpa Robert seketika Ine dan Scudetto tidak mampu lagi mengontrol emosi nya dan saat itu juga mereka berempat dan beberapa ribu kawanan srigala buas menyerang para militer dengan membabi buta tidak hanya melumpuhkan mereka namun mereka juga menghabisi para militer sehingga pasukan militer di tarik mundur melihat banyak nya korban berjatuhan.
" Sayang kamu harus bertahan,"
Ucap Ine sambil menangis dan memeluk kepala Robert.
" Kita harus membawa nya kembali tidak mungkin membiarkan Robert di sini,"
Ucap Rebecca dengan nada panik melihat kondisi Robert yang terluka parah.
" Benar kata mu Rebecca kita harus membawa nya kembali pulang dan mengobati luka Robert."
Imbuh Ronald sambil berpikir bagaimana membawa tubuh Robert yang terluka parah.
Di saat mereka sedang panik para kawanan srigala buas yang di pimpin Scudetto telah mengumpulkan kayu yang lumayan besar dan beberapa akar kemudian Scudetto mendorong tubuh Ronald dan Rebecca ke arah tumpukan kayu dan akar untuk membuat sebuah kotak agar tubuh Robert bisa di bawa pulang dan mendapat perawatan.
Kemudian Ronald dan Rebecca pun dengan sigap segera merakit kayu tersebut hingga berbentuk sebuah kotak menyerupai sebuah peti lalu di letakkan lah tubuh Robert yang terluka parah di dalam nya kemudian di tarik lah kotak tersebut dengan puluhan srigala buas menuruni perbukitan untuk kembali pulang.
Kalau sampai terjadi sesuatu kepada suami ku lihat saja jangan harap ku beri ampun kalian semua manusia bodoh dan bebal yang hanya mementingkan diri sendiri tidak bisa melihat dan memilah mana yang baik dan buruk tunggu saja pembalasan ku!
Di sisi lain ada Robin dan gerombolan para monster dari suku Giant yang semakin kelelahan dan saat itu kepala suku Giant menghentikan penyerangan saat mendengar Robin menyebut nama Robert dan yang di ketahui Robert adalah putra dari Rowdi pewaris ilmu srigala buas dari leluhur dan karena itu lah kepala suku Giant dahulu di usir sebab menginginkan ilmu tersebut turun kepada nya bukan kepada Rowdi dan Robert.
" BERHENTI MENYERANG!"
Teriak kepala suku Giant sambil mengangkat kepalan tangan nya.
" Kenapa berhenti, Siapa kalian mengapa tiba - tiba menyerang kami?"
Tanya Robin dengan tatapan beringas kepada kepala suku Giant.
" Aku yang harus nya bertanya, Apa hubungan mu dengan Robert dan apakah yang kamu maksud adalah Robert putra Rowdi?"
Jawab kepala suku Giant yang kembali bertanya kepada Robin dengan tatapan buas.
" Benar Robert putra Rowdi, Dari mana kamu mengenal nya dan bukan kah kalian dari pasukan nya Robert yang dengan sengaja menyerang ku?"
Jawab Robin yang berbalik bertanya.
" Aku dari suku Giant dan kami di serang oleh kawanan mu maka dari itu kami berniat menuntut balas tapi ternyata diri mu mengenal musuh bebuyutan ku,"
Ucap kepala suku Giant mencoba menjelaskan.
" Bila seperti itu marilah bergabung dengan pasukan ku dan kita hancurkan Robert beserta kawanan nya!"
Ucap Robin sambil mendekat kan wajah nya ke kepala suku Giant.
Dan tawaran dari Robin tersebut di terima dengan senang hati sebab selama ini kepala suku Giant menaruh dendam kepada keluarga Rowdi sebab merasa orang tua mereka tidak adil dalam membagi warisan leluhur utama nya mengenai ilmu leluhur yang sudah menjadi incaran dari suku tersebut namun nyata nya orang tua mereka lebih mempercayakan ilmu leluhur tersebut kepada Rowdi dan Robert sebagai penerus ilmu leluhur.
Di saat mereka para kepala suku masuk kedalam rumah bersama Robin untuk membuat strategi menyerang Robert dan para monster yang lain membereskan taman yang berantakan di situ Hendrik menemukan Felix yang pura - pura mati dan di saat itu Hendrik berfikir Felix benar - benar mati namun sesungguhnya Felix sedang tertidur lelap tergeletak di tanah dengan wajah di tutup tanah dan setangkai bunga mawar menancap di atas nya.
" Felix bangun Felix apakah kamu sudah mati Felix, Mengapa tidak bergerak juga Felix benarkah kamu mati Felix, Felix memang kamu bodoh dan bebal tapi jangan mati dulu Felix oh Felix buka mata mu Felix aku belum puas memukuli mu, Ayo lah Felix buka mata mu Felix."
Ucap Hendrik sambil menangis sejadi - jadi nya di sisi tubuh Felix yang sedang tertidur.
" Hai Hendrik kamu mengapa menangis, Memang nya siapa yang mati?"
Tanya Felix sambil duduk di samping Hendrik yang sedan menangis tanpa melihat Felix.
" Felix yang mati, Bagaimana pun juga dia teman ku dan hanya dia yang bisa aku pukul kepala nya bila dia mati kepala siapa yang akan aku pukul,"
Jawab Hendrik yang masih menangis.
" Aku mati, mana mungkin aku mati sedangkan tadi saat semua sedang berkelahi aku nya tidur atau aku mati karena kelamaan tidur?"
Tanya Felix dengan nada penasaran.
" Felix ternyata kamu masih hidup, Jadi sedari tadi kamu tidur bukan nya membantu kami berkelahi,"
Jawab Hendrik sambil memalingkan wajah nya ke Felix yang jongkok di sisi Hendrik sambil memegang setangkai bunga mawar.
" Tidak aku sedang tidur, Ini bunga mawar untuk mu yang sudah mau berkelahi yang semangat ya Hendrik melawan musuh nya."
Ucap Felix tanpa dosa sambil senyum kepada Hendrik.
Dengan rasa sebal melihat ulah Felix yang sangat menjengkelkan bagi Hendrik, Seketika Hendrik memukul kepala Felix dengan keras menggunakan potongan kayu di samping nya dan Felix jatuh pingsan saat itu Hendrik menarik lengan Felix dengan satu tangan untuk di bawa masuk kedalam rumah dengan sesekali Hendrik tertawa mengingat ulah Felix yang menyebalkan bagi nya.
Lalu bagaimanakah nasib Robert apakah masih tertolong dan masih bisa memimpin kawanan srigala buas untuk membasmi para monster yang kini bertambah banyak jumlah nya dan semakin bertambah kuat karena bergabung nya suku Giant dengan para monster dan apa sebenar nya rencana yang mereka buat untuk melawan Robert dan kawanan srigala buas?
Jangan pernah beranjak dari kisah perjuangan Robert dan kawanan srigala buas yang ada hanya di I'M A WOLF MAN dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.